PENDIDIKAN DALAM KONTEKS KEMISKINAN DAN PENGGANGURAN

Oleh : Restika Suci Sandra Masiswi Bung Hatta Jurusan Guru Sekolah Dasar

Banyak masyarakat yang beranggapan pendidikan tidak menjamin masa depan seseorang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengganguran dan kemiskinan yang ada disekitar masyarakat yang kebanyakan lulusan perguruan tinggi yang menyebabkan masyarakat salah persepsi tentang pendidikan. Padahal pendidikan itu pertama kali yang didapatkan dilingkungan keluarga dan masyarakat.

Pendidikan tidak hanya membahas tentang pengetahuan ilmu sosial,agama, matematika atau pembelajaran yang lain.Pendidikan juga mampu memberikan keterampilan atau karekter dalam diri seseorang. Pendidikan bisa dijalani melalui 2 hal yaitu pendidikan formal dan non formal.Pendidikan formal ini bisa kita dapatkan melalui sekolah sedangkan pendidikan non formal didapatkan melalui aktivitas sehari - hari, belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Di sisi lain, ada masyakarat yang memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya bukan karena kurang sadar akan pentingnya pendidikan tapi mereka memang benar -benar tidak mampu secara tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Ekonomi keluarga menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi Pendidikan bagi anak-anak dan masa depan keluarga. Ketika perekonomian suatu keluarga terganggu sehingga pendidikan anak-anak juga terganggu. Oleh karena itu, ada beberapa keluarga yang memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya dengan alasan ekonomi yang sulit.  

Bukankah saat ini sudah banyak beasiswa yang dibagikan ke setiap daerah terpencil dan untuk keluarga yang kurang mampu? Beasiswa inilah yang diharapkan bagi masyakarakat yang ekonominya sulit atau tergolong keluarga kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya hingga tingkat sarjana. Namun banyak beasiswa yang tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Apa masih ada masyarakat yang berfikir untuk tidak menyekolahkan anaknya di zaman sekarang? 

Dari sinilah, sudah banyak masyarakat yang peduli akan pendidikan anak-anaknya.Pendidikan disebut sebagai upaya guna untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan seseorang sehingga mampu untuk berfikir lebih maju. Orang yang berpendidikan akan membentuk diri bukan hanya tentang pengetahuan melainkan meliput sosial,etika, maupun karakter dari seseorang.

Isu kemiskinan termasuk dalam kemanusiaan dan dibutuhkan upaya yang sangat terintegrasi untuk mengatasinya. Kemiskinan sudah menjadi persoalan klasik sejak umat manusia ada. Cukup banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemiskinan berupa akses permodalan,tingkat upah kerja,jenis pekerjaan, transportasi, jumlah jam kerja, kosumsi rumah tangga dan faktor kemiskinan lainnya.

Mengapa pendidikan dikaitkan sebagai solusi dari kemiskinan? Kemiskinan memiliki kaitan yang  erat dengan pendidikan, karena pendidikan mampu memberikan kemampuan untuk berkembang melalui keterampilan dari diri sendiri maka dari itu semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula tinggat kemiskinan yang dialami masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin rendah tingkat kemiskinan.

Bukankah setiap manusia itu memiliki keterampilan? Maka dari itu kemiskinan ini terjadi karena cara berfikir seseorang yang memandang kemiskinan ini sebagai gejala dalam kehidupan, yang sebenarnya terjadi karena cara berfikir yang singat, kurangnya pengetahuan seseorang sehingga tidak dapat berfikir bahwa dari keterampilan yang dimilikinya dapat menghasilkan sebuah karya yang nantinya dapat dijual serta menghasilkan uang dan dapat menghindari dirinya dari kemiskinan.

Kata pengganguran tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat. Orang yang tidak mempunyai pekerjaan, seseorang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan. Banyak faktor penyebab terjadinya pengangguran yang saat ini salah satunya adalah masyarakat tidak memiliki keterampilan tinggi, lebih sering bermalas - malasan karena saat ini semuanya serba instan, sering bermain game online sehingga tingkat pengetahuan yang menjadi rendah.

Adapun macam - macam pengganguran serta penyebabnya yaitu, pengangguran normal, orang yang mencari pekerjaan sesuai dengan upah yang ditargetkan tetapi tidak memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Pengangguran struktual muncul ketika upah minimum berada diatas tingkat harga yang menyeimbangkan penawaran dan permintaan tenaga kerja. Dan pengangguran konjungtor atau disebut dengan pengangguran sukarela karena mereka mau bekerja apabila upah sama atau rill.

Apasih akibat yang terjadi dengan banyaknya pengganguran? Akibat banyaknya pengangguran akan menimbulkan kemiskinan, terjadinya kriminalitas yang tinggi, politik sosial yang tidak adil, sehingga negara menjadi tidak maju karena banyak pengangguran dan menghilangkan keterampilan seseorang. Banyak masyarakat mengatakan semangkin tinggi pendidikan, semangkin tinggi pengangguran.

Saat ini banyak perusaahan yang mengimi-imingi untuk mudah mendapatkan kerja bagi lulusan perguruan tinggi namun dengan adanya pembayaran awal masuk kerja. Dan ada juga perusahaan yang hanya menerima lulusan minimal S1 sedangkan tidak semua orang yang lanjut ke perguruan tinggi ada yang hanya tamatan SMA/SMK, SMP, bahkan SD. Sehingga menyebabkan jumlah pengangguran semangkin meningkat apalagi setiap tahunnya ada yang lulus sekolah dan perguruan tinggi yang sudah saatnya untuk mencari pekerjaan.

Pengangguran juga banyak terjadi karena sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini. Dan juga ada banyak pengangguran saat pandemi covid - 19 sehingga perusahaan harus memberhentikan (PHK) beberapa karyawannya untuk memperhemat biaya keluar perusahaan dan menutup perusahaan tersebut karena sepi dan terbatasnya gerakan sehingga menugasi karyawannya untuk bekerja di rumah.

Apakah ada hubungan pengangguran dengan kemiskinan? Iya, penganggarunan memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemiskinan yang terjadi sekarang ini. Karena, pengangguran tidak memiliki pengasilan sehingga dapat menimbulkan kemiskinan semangkin meningkat setiap tahunnya. Pengangguran terjadi kurangnya usaha seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran juga bisa berkurang kalau kita bekerja sesuai dengan hobi yang dimiliki. Setiap orang pasti memiliki hobi, Ada yang menjawab tidak memiliki hobi, itu bukan tidak ada, akan tetapi tidak menyadari kalau hal yang suka dia lakukam itu merupakan hobinya,dan dapat menghasilakan uang sendiri. Bekerja sesuai dengan hobi sendiri lebih menyenangkan. Sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya, tidak ada lagi pegangguran. Begitupun dengan pekerjaan lain, gaji sesuai dengan kerjaan yang dilakukan.

Yang suka scroll tiktok? Apa ga bosan liat konten orang? Dizaman sekarang banyak remaja yang mageran, banyak scroll konten orang lain, dari yang biasa kalian lakukan setiap hari. Kenapa kalian ga buat konten seperti mereka? Takut tidak menghasilkan uang? Buang-buang waktu? Mungkin, banyak remaja yang bertanya seperti itu, tanpa mencoba,tanpa ada usaha, apakah semua yang kita lakukam harus langsung jadi? Tentu tidak, setiap ingin memiliki hasil maksimal bukankah memerlukan usaha dan perjuangan yang maksimal juga.

Dizaman sekarang tidak sedikit remaja,dewasa bahkan anak-anak bermain game online. Bukankah sekarang banyak yang bekerja online? Mengapa tidak membuat konten game yang kita gunakan? Seperti yang diketahui, banyak orang yang tau tentang aplikasi-aplikasi yang dapat menghasilkan uang dizaman sekarang. Mengapa tidak mencoba? Inilah zaman sekarang, banyak masyarakat yang tak ingin mencoba hal baru. Mundur sebelum memulai!

 Orang yang suka jalan-jalan padahal tidak memiliki pekerjaan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dari kegiatan yang kita lakukan,tempat yang kita tuju bersama teman, dapat membuat konten bukan? Kenapa tidak ingin mencoba?  dengan begitu bisa menjadi youtuber. Masih banyak lagi kegiatan yang dapat mengasilka uang bukan? Sehingga tidak ada lagi yang namanya pengangguran.

Pendidikan sangat berpengaruh dalam kemiskinan dan pengangguran karena dengan adanya pendidikan maka kemiskinan dan pengangguran ini tidak ada. setiap orang memiliki keterampilan sehingga dapat menciptkan barang yang dapat diperjual-belikan dengan itu pengangangguran berkurang,dan apabila masyarakat berfikir seperti ini, maka kemiskinanpun berkurang setiap harinya.

Masyakarakat juga bisa bekerja sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Contohnya dengan membuat buku cerita, majalah, dan sebagainya. Banyak masyrakat mengatakan, Hanya orang yang lulusan perguruan tinggi bisa menciptkan buku? Berbicara tanpa mencoba. Banyak orang yang diluar sana berhasil yang tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Mengapa dia bisa? Karena belajar dari pengalaman diri sendiri dan pengalaman orang lain, belajar tidak harus di sekolah. Orang yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi belum tentu tidak memiliki Pendidikan dan sebaliknya.

Pendidikan juga bisa dikatakan sebagai kebututuhan bagi masyarakat dengan adanya pendididikan,masyarakat akan memiliki wawasan yang maju, dimana wawasan itu mampu digunakan untuk bekerja yang pada akhirnya juga di gunakan untuk memenuhi kebetuhannya, untuk memberantas kemiskinan, karna kalau manusia sudah mempunyai Pendidikan dan dia akan mandiri. Maka otomatis itu mampu menghindari kemiskinan atau ketidak berdayaannya sebagai manusia,maka dari itu pentingnya sebuah Pendidikan dalam Kemiskinan dan pengangguran bahkan kehidupan. Salah satu tujuan Pendidikan untuk mencerdaskan bangsa,memeberikan wawasan yang maju kepada masyarakat sehingga ia mempu tumbuh menjadi manusia yang mandiri.(*)

Posting Komentar

0 Komentar