Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 12/16/18 ~ Sorot Sumatera

DANREM CUP 2018 TINGKAT SD,SMP DAN SMA SE-SUMBAR SECARA RESMI DITUTUP


Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P menutup secara resmi perlombaan renang Danrem Cup 2018 dalam rangka hari juang kartika tingkat SD, SMP dan SMA se Provinsi Sumatera Barat,  Minggu (16/12) di Kolam Renang Wirabraja Jalan Proklamasi Kota Padang.
Danrem 032/Wbr mengatakan, Kejuaraan renang yang dilombakan dua hari ini bertujuan untuk mecari bibit-bibit baru atlet di Sumbar serta mengenalkan sarana kolam renang wirabraja yang baru untuk dimanfaatkan bersama.
“Selain untuk meningkatkan kemampuan prajurit serta juga untuk rekreasi masyarakat dengan biaya murah meriah” ujarnya
Ketua Panitia Lomba Dandim 0312/Padang Letkol Czi Rielman Yudha dikesempatan yang sama juga menjelaskan bahhwa  renang antar pelajar se-Sumatera Barat, Danrem Cup 2018 dibagi atas dua kategori yakni gaya bebas jarak 50 meter putra/putri pelajar SD dan SLTP, berikutnya gaya bebas jarak 100 meter putra/putri pelajar SLTA.“Dengan adanya kegiatan ini,  sekolah-sekolah ke depan diharapkan dapat berkompetisi menampilkan prestasi terbaik masing-masing anak didiknya” harapnya.


Dalam Kejuaraan renang Danrem Cup 2018 antar SD, SMP dan SMA Se Sumbar ini, berdasarkan penilaian Dewan Juri, untuk 50 meter gaya bebas Putra tingkat SLTP juara pertama dari MTsN 3 Pariaman Luthfi attaya dengan waktu 00.30.77, Juara Kedua SMPN 2 Sitiung Rozi Saputra waktu 00.30.78 dan juara ke tiga dari SMPN 7 Padang M, Azi Rahmedian. Untuk gaya bebas Putri juara pertama dari SMP 50 Kota Nabila Primadani (00.30.37), juara kedua SMPN 7 Padang Putri Fiona (00.32.07) dan juara ketiga SMPN 2 padang Syalaisa Alwia (00.32.39).

Untuk 100 meter Gaya bebas Putra tingkat SLTA, juara pertama dari SMAN 12 Padang Muhammad Aqil (01.02.01), juara kedua SMAN 2 Padang  Zaim Albari (01.03.56) dan juara ke tiga SMAN 12 Padang Gilang Rizki Juanda (01.03.92) dan untuk gaya bebas 100 meter Putri, juara pertama dari SMK 2 Padang Adinda Maharani (01.09.33) juara kedua dari SMAN 10 Padang Sakinah Lintang Pramesti Cahyani (01.11.90) juara ketiga dari SMA Payakumbuh Fika Pratiwi (01.13.99)


Gaya Bebas 100 meter Putri tingkat SD, juara Pertama dari SD 03 Simpang Haru Padang Syahira Vasha, Juara Kedua SDN 05 Payakumbuh Genfikha Rahmadani, juara ketiga SD Adabiah Padang Atika Azzara dan untuk gaya bebas Putra juara pertama dari SDN Surau Gadang Padang Sarbo, juara kedua SDN 05 Payakumbuh Muhammad Nabil, juara ketiga SD Agnes Kota Padang Gilbert Hadiwaksa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KONI Sumbar Bapak Syaiful, Kepala Badan Wilayah Sungai Wilayah V Bapak Maryadi Utama, Pimpinan Cabang BNI Padang Bapak Joko T Sambodo, Ketua Budha Suci bapak Christianto Wirmarho, Pimpinan PT, Graha Bangun Persada Bapak Bapak Parno dan Para, Kasrem 032/Wbr Kolonel Arh Sonny Septiono, kasi Korem 032/Wirabraja beserta Kabalak Aju Korem 032/Wbr.

Share:

Kunjungi Aceh, Menperin Angkat Potensi IKM Bordir Hingga Minyak Atsiri


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian semakin memacu industri kecil dan menengah (IKM) agar produksinya dapat mengangkat kearifan budaya lokal dan potensi sumber daya alam setempat. Melalui upaya tersebut, diyakini mampu meningkatkan keunggulan khas produk lokal dan nilai tambah bahan baku dalam negeri.



“Selama ini IKM menjadi sektor andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, kami terus berupaya mendongkrak daya saingnya,”" kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi IKM Karya Indah Bordir di Aceh Besar, Jumat (14/12).



Menperin menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai program strategis yang bertujuan menjaga keberlangsungan usaha IKM nasional. Misalnya dengan memfasilitasi ketersediaan bahan baku serta pelaksanaan program restrukturisasi mesin dan peralatan.



“Guna menggenjot produktivitas IKM bordir ini, kami akan bantu melalui pemberian alat produksi dan kemudahan akses bahan baku seperti kulit,” tuturnya. Bahkan, supaya bisa lebih kompetitif di pasar internasional, Kemenperin juga bakal memfasilitasi pembinaan desain dan kemasan produk.



Pada kesempatan itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) yang turut memberdayakan IKM bordir di Aceh, khususnya kelompok usaha Karya Indah Bordir. “BI sudah mengajak ibu-ibu di sini jadi produktif dan membantu promosi di luar negeri,” ungkapnya.



Untuk itu, menurut Menperin, diperlukan langkah kolaborasi dan sinergi di antara pemangku kepentingan dalam memajukan IKM nasional. ‘Melalui berbagai program dan kegiatan, kita terus tingkatkan kapasitas IKM dengan potensi yang ada,” ujarnya.



Langkah tersebut sejalan dengan tekad Presiden Joko Widodo yang ingin gencar membangkitkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di dalam negeri. Selain itu menjadi wujud implementasi salah satu program prioritas pada Making Indonesia 4.0. 



“Di Aceh, sektor IKM yang juga cukup potensial di antaranya penghasil olahan kopi, makanan dan minuman, serta pengolahan minyak atsiri. Hampir tidak ada parfum yang tanpa menggunakan minyak atsiri,” papar Airlangga.



Pada kunjungan tersebut, Menperin mengapresiasi sentra kerajinan bordir yang dijalankan oleh 150 orang perajin yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Salah satu pengusaha, yaitu pemilik Karya IndahBordir Ellia Sari menyampaikan, kerajinan bordir yang diproduksi kelompoknya sudah merambah pasar ekspor mulai ke Malaysia hingga Amerika Serikat.



 “Keunikan produk tas Aceh adalah pada proses pembuatannya yang dijahit manual. Kami terus menekankan kepada pengrajin supaya menjaga kualitas agar terus diterima konsumen dan produk kami dapat terus bersaing,” tandasnya. Ia juga menyebutkan, IKM tas Aceh membutuhkan mesin finishing, tas, kemudahan akses bahan baku dan tambahan tenaga kerja.



Karya Indah Bordir memiliki kapasitas produksi sebanyak 1.000-2.000 buah per bulan untuk berbagai produk, terdiri dari tas bordir Aceh, sarung bantal, dompet dan sajadah. IKM ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 35 orang.



Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengemukakan, bordir Aceh telah menjadi salah satu tombak perekonomian masyarakat setempat. “Bordir Aceh kini mendominasi semua corak hiasan pada souvenir dan yang paling populer adalah pada tas, sehingga dijulukilah tas Aceh,” ungkapnya. Ada banyak motif bordir yang melekat pada souvenir mulai dari motif khas Gayo, Aceh Barat, Pucok Reubong khas Aceh Besar serta corak Aceh Tenggara yang unik. 



Kemenperin juga melaksanakan program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi IKM di tahun 2018 ini. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak IKM yang menjadi peminat program ini,” ucapnya. Jumlah IKM yang mendapatkan fasilitasi restrukturisasi yaitu sebanyak 111 IKM dengan total nilai investasi mencapai Rp77,2 miliar dan total nilai potongan (reimburse) mencapai Rp11,78 miliar.(**)
Share:

Rebut Peluang USD 150 Miliar, Kemenperin Cetak Startup Digital


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya wirausaha rintisan (startup) sektor digital guna menopang impelementasi industri 4.0. Upaya ini untuk merebut peluang pada era ekonomi digital yang akan meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025.


“Kami ingin para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) juga dapat memanfaatkan peluang tersebut. Untuk itu, dibutuhkan talents yang dapat mengembangkan teknologi terkini, seperti yang terkait dengan internet of things (IoT) atau device network and application (DNA),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Semarak Festival IKM 2018 di Jakarta, Kamis (13/12).


Menurut Menperin, langkah tersebut sesuai program prioritas di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Selain itu menjadi agenda pembangunan nasional untuk mempercepat pencapaian Indonesia masuk sebagai negara 10 besar denganperekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.


“Bapak Presiden mengajak kita untuk lebih optimistis bahwa era industri 4.0 akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian nasional. Peluang itu tentunya tidak hanya harus dimanfaatkan oleh industri besar, tetapi juga oleh IKM,” paparnya.


Namun demikian, meski pemerintah tengah mencanangkan program revolusi industri 4.0, industri yang masih menerapkan teknologi era teknologi 1.0-3.0 tetap berjalan secara beriringan. Artinya, pemerintah juga berupaya menjaga keberlangsungan usahanya terutama di sektor IKM.


“Jadi, seperti IKM kerajinan tetap didukung dan dilindungi, walaupun masih di industri 1.0. Tidak boleh ada investor asing, termasuk juga di IKM bidang tenun, batik, sarung dan lainnya,” tegas Airlangga.


Oleh karena itu, melalui pelaksanaan Semarak Festival IKM 2018, Kemenperin terus berupaya dapat meningkatkan skala ekonomi IKM nasional di era digital. Pada ajang ini, terpilih lima startup terbaik dari 15 startup yang masuk penyaringan. Sebelumnya, mereka adalah 100 peserta yang mendapat Workshop Cloud Computing pada awal September 2018.


Lima startup terbaik masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp50 juta. Para pemenang tersebut, yakni Neurabot, Bantuternak, PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), Khaira Energy, dan PIGMI Mini 3D Printer. Menperin pun memberikan apresiasi kepada mereka agar menjadi inspirasi dan motivasi bagi para startup lainnya.


“Kalau kami lihat, talenta yang muncul sangat luar biasa. Contohnya, ada aplikasi di bidang agri yang bisa memonitor cuaca dan kadar air, sehingga pemupukan dan yang lainnya bisa dilakukan lebih baik. Kami ingin industri pupuk memanfaatkannya. Demikian pula dengan aplikasi yang terkait smart factory. Sudah ada IoT yang dibangun sehingga teknologi digital ini bisa dimanfaatkan pengusaha nasional,” paparnya.


Menperin menambahkan, langkah mencetak startup juga mengambil momentum bonus demografi yang tengah dinikmati Indoneia hingga 15 tahun ke depan. Ini artinya era generasi milenial diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional semakin tinggi.

“Maka itu,pada tahun depan pemerintah fokus membangun kualitas SDM. Hal ini karena peran generasi muda sangat penting dalam upaya penumbuhan wirausaha industri baru,” tegasnya.Kombinasi antara pemanfaatan teknologi denga pengembangan SDM menjadi keunggulan Indonesia dalam impelementasi industri 4.0 termasuk upaya penumbuhan dan pengembangan IKM nasional agar berdaya saing global.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pada rangkaian kegiatan Semarak Festival IKM 2018, dilaksanakan sejumlah penyerahan penghargaan, antara lain Penghargaan OVOP Bintang 5 dan Bintang 4, Penghargaan Making Indonesia 4.0 Startup, dan Penghargaan Kompetensi Jurnalistik Terkait Rebranding Tanggul Angin.

Selain itu, pemberian beberapa fasilitasi untuk pengembangan produk IKM, terdiri dari fasilitasi SNI pakaian bayi, mainan anak dan produk elektronik. Kemudian, fasilitasi sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP), fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), fasilitasi sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), fasilitasi sertifikasi Kompetensi Kerja Barista dan Perbengkelan Roda Dua, serta fasilitasi kemasan bagi IKM. “Juga, dilakukan penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal IKM Kemenperin dengan Alibaba Authorized Global Partner,” ungkapnya.

Empat Aspek


Pada kesempatan yang sama, Menperin mengungkapkan, ada empat aspek yang dapat membentuk IKM lebih berdaya saing di pasar global. “Yaitu, mempunyai ciri khas produk, pengembangan produk dan SDM yang berkualitas, pemanfaatan era digital, serta pola pemasaran yang baik,” ujarnya.

Menurut Menperin, dalam upaya peningkatan aspek ciri khas produk, salah satu kegiatan yang dilakukan Kemenperin adalah pemberian penghargaan One Village One Product (OVOP). Ajang ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global.

“Di sinilah aspek ciri khas produk yang berkualitas bisa terlihat dan mampu mengembangkan kehidupan masyarakat daerahnya menjadi penentu keberhasilan produk OVOP,” tuturnya. Pada tahun 2018, terdapat 4 IKM yang mendapatkan penghargaan OVOP bintang 5 dan 26 OVOP bintang 4.

Aspek berikutnya, untuk pengembangan produk dan SDM berkualitas, Kemenperin memfasilitasi untuk pemberian SNI dan sertifikasi kompetensi kerja. “Sementara itu, dalam pemanfaatan era digital, salah satunya adalah melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi industri 4.0,” jelasnya.

Program Making Indonesia 4.0 Startup merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi industri 4.0 serta mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi, dan waktu.

Sedangkan, aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik.Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual offline namun juga online. “Nantinya produk IKM dalam negeri akan dapat membajiri e-commerce Indonesia,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Gati, pada era ekonomi digital, pelaku IKM nasional perlu memanfaatkan teknologi manufaktur terkini dan peluang e-commerce. “Keberadaan startup sangat dibutuhkan untuk menjual produk-produk IKM lokal kita semakin meningkat serta menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce,” terangnya.

Sejak diluncurkan pada Januari 2017, peserta yang telah mengikuti e-Smart IKM lebih dari 4.925 pelaku usaha dengan total omzet sudah melampaui Rp1,3 miliar. Kemenperin pun terus memacu tumbuhnya unicorn, pelaku startup yang memiliki nilai valuasi di atas USD1 miliar.(**)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.