Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 12/04/18 ~ Sorot Sumatera

PNS Lantamal II Peringati HUT korpri ke-47

mediaterobos.com 

Sumbar-Pegawai Negri Sipil (PNS) Lantamal II memperingati HUT ke-47 Korps Pegawai Republic Indonesia (KORPRI) di Makorem 032/WBR bersama sama dengan PNS Mabes TNI, PNS TNI AD dan PNS TNI AU, Kamis  (29/11).

Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-47 KORPRI yang bertemakan “Melayani, bekerja dan menyatukan Bangsa“. PNS Lantamal II mengadakan kunjungan/anjangsana ke 16 orang Wredatama Lantamal II. Kegiatan  ini bertujuan  untuk meningkatkan tali silaturahmi dan meningkatkan solidaritas serta integritas PNS Lantamal II dengan harapan dapat saling memberikan masukan untuk meningkatkan kinerja PNS Lantamal II dimasa mendatang.


Acara ini dilepas oleh Aspers Lantamal II Kolonel Laut (KH) Arwani, S.T.,M.M. Start dari Mako Lantamal II menuju Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto mengunjungi Ibu Juita Asni PNS pensiun tahun 2015, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Tanah datar mengunjungi Bapak Muslim pensiunan PNS Lanal Teluk Bayur yang pensiun tahun 1998. Sedangkan 14 orang lainnya yang tinggal di Kota Padang antara lain, Bpk Hatta, Bpk Heru Marsudi, Bpk Hamzah, Bpk Suwito, Bpk Warsito, Bpk Masri, Bpk Bustam, Ibu Marsuwita, Ibu Ainsyah, Ibu Lugasti, Ibu Arnis, Ibu Elmawati, Ibu Turde Nababan dan Ibu Yusniar. Saat dikunjungi walaupun usia mereka sudah renta terlihat wajah yang berseri seri menerima kunjungan dari Lantamal II, mereka merasa diperhatikan, selama kunjungan mereka memberikan masukan kepada PNS Lantamal II untuk mengemban tugas dimasa yang akan datang mereka menyampaikan salam hormat kepada Komandan Lantamal II.(**)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

Sumber: Dispen Lantamal II
Share:

Industri Sepeda Motor ‘Ngegas’ Pasar Ekspor


sorotsumatera.com 

Jakarta- Industri sepeda motor di Indonesia semakin agresif menembus pasar eskpor. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan produktivitas sejumlah produsen sepeda motor di dalam negeri dan menunjukkan bahwa kualitas produk buatan anak bangsa mampu kompetitif di kancah global.

“Apalagi, Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif untuk memenuhi pasar domestik danmancanegara. Saat ini, kita merupakan pasar ketiga terbesar di dunia setelah India dan China,” kataMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menghadiri acara pelepasan ekspor motor unit ke-1,5 jutaproduksi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT YIMM) di Jakarta, Senin (3/12).

Kementerian Perindustrian mencatat, total produksi sepeda motor di Indonesia mencapai 6 juta unit pada tahun 2017, dan jumlah ekspor hingga Oktober 2018 telah menembus angka 510 ribu unit. “Kami menargetkan ekspor sepeda motor bisa mencapai 10 persen dari total produksi. Jadi, setidaknya ekspor akan mencapai 600 ribu unit untuk tahun ini,” ungkap Airlangga.

Menperin menyatakan, upaya menggenjot ekspor merupakan salah satu program yang diprioritaskan pemerintah saat ini guna menekan defisit neraca perdagangan. Selain itu seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang menetapkan sasaran pada peningkatan kembali nett ekspor sebesar 10 persen pada tahun 2030.

“Di saat Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan, sepeda motor justru memberikan kontribusi yang signifikan dengan total nilai ekspor dari CBU, CKD dan komponen sebesar USD1,2 miliar pada tahun 2017,” paparnya.

Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi kepada PT YIMM yang telah berhasil mencatatkan total ekspor hingga saat ini sebesar 1,5 juta unit. Tahun 2018, ekspor PT YIMM diproyeksi menembus 338.000 unit atau naik lebih dari 100 persen dibanding ekspor dua tahun lalu di 2016 sebesar 166.000 unit.

“Sepeda motor CBU merek Yamaha yang diproduksi di PT YIMM ini, 25 persen untuk memenuhi pasar ekspor. Dikirim ke lebih dari 45 negara maju dan berkembang, dengan tujuannya antara lain ke Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin dan Australia,” tuturnya.

Lebih lanjut, nilai ekspor PT YIMM pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp13,2 triliun. Kinerja ekspor tersebut secara signifikan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia, dengan mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 813,6 juta atau setara Rp 11,8 triliun. Bahkan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produksi PT YIMM sudah melebihi 94 persen.

Wakil Presiden Eksekutif PT YIMM Dyonisius Bety menyampaikan, sebagai wujud komitmen peningkatan ekspor, pihaknya berusaha melakukan pembaruan model dan segmentasi kendaraan. Hal tersebut tercemin dari tren ekspor PT YIMM yang terus meningkat dari tahun ke tahun baik dari segi jumlah maupun nilai.

“Kami juga kami telah ekspor sebanyak 5,3 juta CKD set atau saat ini naik 14,7 kali lipat dibandingcapaian tahun 2014,” ujarnya. Menurut Dyon, PT YIMM terus menjaga standar kualitas produk sertameningkatkan kegiatan ekspor untuk masa yang akan datang. “Kami yakin Indonesia bisa menjadi bagianpenting produksi sepeda motor Yamaha untuk kebutuhan global,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjantomenuturkan, Kemenperin berharap Yamaha melalui PT Yamaha Motor RND Indonesia (YMRID) dapatterus melakukan R&D di dalam negeri terutama terkait pengembangan kendaraan bermotor listrik didalam negeri. “Saat ini, Kemenperin juga tengah melakukan kerja sama dan studi bersama dengan NewEnergy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang yang meliputi aspek consumer convenient,business model, social impact dan regulasi,” ungkapnya.

Studi tersebut dibarengi dengan Demo Project yang akan dilakukan di beberapa kota di Jawa Barat dan Bali yang akan dimulai awal 2019 sampai dengan Desember 2020 dengan melibatkan instansi litbang lokal dan beberapa universitas sehingga dapat menghasilkan masukan bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang tepat terkait dengan kendaraan listrik. “Pemerintah berkomitmen untuk memberikan fasilitas insentif antara lain pemberian super tax deduction untuk industri yang melakukan R&D&D,” tegasnya.(**)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.