Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 11/12/18 ~ Sorot Sumatera

Etape IV, Jesse Ewart Masih Mempertahankan Tiga Jersey Bergengsi

sorotsumatera.com 

Sumbar- Pebalap asal Australia dari tim Sapura Cyling Team Malaysia mampu mengumpulkan waktu tercepat pada etape IV Tour de Singkarak 2018 ini. Di etape yang memiliki tanjakan di 144 km di Ambun Pagi, Kenagarian Matur Mudik, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mampu ditaklukan oleh Jesse. 

Sebelumnya melihat pada etape III dari Dermaga Singkarak Solok - Pagaruyung Tanah Datar, Jesse, memborong tiga jersey yakni yellow, green, dan Polka-Dot. Kini etape sepanjang 144 km yang dimulai dari Pantai Cimpago Padang - Ambun Pagi Agam, Jesse Ewart masih mempertahankan tiga jersey bergengsi tersebut. 

Di etape IV ini,  Jesse Ewart memang tidak finis di urutan pertama. Tapi dari hitungan waktunya, Jesse masih memegang waktu terbaik yaitu 15:51:32. Sementara di pebalap yang mencapai garis finish di urutan pertama Thanakhan Chaiyasombat dari Thailand Continental Cycling Team dengan catatan waktu 3:52:06.

Artinya, Thanakhan tidak berkesempatan mengenakan yellow jersey dan hanya mendapatkan hadiah uang tunai, karena telah mampu finis diurutan pertama. Persoalan waktu, hingga etape IV ini, Thanakhan baru pertama kali mencapai finis. Sedangkan Jesse, mampu membuktikan kecepatannya di etape yang cukup ekstrem ini. 

Poin yang diperoleh oleh Jesse pada etape IV ini untuk Best Sprinters 28 poin. Lalu untuk King of Mountain, Jesse memperoleh poin 19 poin. Untuk poin KOM ini, Jesse memiliki poin yang sama  dengan pebalap lainnya yakni Marcelo dari 7RP, Bambang Suryadi dari PGN Cyling Team Indonesia. 

Sementara untuk Best Indonesian Rider juga masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman dari KFC Indonesia dengan catatan waktu 15:52:37. Waktu Abdurrohman ini sangat berbeda tipis dengan pabalap Indonesia lainnya yakni Abdul Soleh yang masih dari tim KFC, dengan perbedaan waktu 02:17 dari Abdurrohman. 

Kemenangan yang diraih oleh sejumlah pebalap pada etape IV ini terbilang sulit. Karena di saat hendak melakukan KOM di Kelok 44, hujan beserta kabut tebal menyelimuti Kelok 44 hingga mencapai garis finish di Ambun Pagi. 

Beruntung kabut tebal yang menghadang tidak menyulitkan pebalap untuk menaklukkan KOM yang ekstrem yang ada di Kabupaten Agam tersebut. 

Sebelumnya, pada Etape IV yang mengambil rute Kota Padang - Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total panjang lintasan 144 kilometer ini, hanya diikuti sebanyak 92 pembalap.

Usai bendera Start dikibarkan pada pukul 10.00 WIB di Pantai Cimpago, Kota Padang, ke 92 pembalap yang tersisa itu, akan melintas di kawasan S. Parman, UNP, Pasar Lubuk Buaya, Simpang BIM, Simpang Patung Ikan, Lubuk Alung, By pass Pariaman, Sungai Garingging, Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung, dan Kelok 44, sebelum kemudian finish di Ambun Pagi, Kabupaten Agam.

Bentangan Danau Maninjau dan balutan warna hijau dan Kuning area persawahan disepanjang rute Kelok 44, dipastikan bakal memberikan sensasi tersendiri kepada masing-masing pembalap. Daya tarik keindahan panorama Danau Maninjau, diyakini mampu memberikan energi lebih kepada seluruh pembalap yang tersisa.  

Sesuai dengan namanya Kelok 44, rute ini memiliki jumlah tikungan tajam dan mendaki sebanyak 44 buah. Sudut kemiringan jalur sekitar 45° hingga 60°, membuat jalur kelok 44 menjadi lintasan terekstrem dari seluruh jalur di Dekapan etape tour de singkarak 2018. 

Bahkan tak hanya itu saja, sejumlah orang menyebutkan rute ini merupakan rute pembantaian. Tajamnya tikungan dan curamnya pendakian, membuat banyak tenaga pembalap yang terkuras habis di etape ini. 

Saking beratnya lintasan pada Etape IV, terutama di rute atau jalur Kelok 44 ini, kategori Best Climber Classification hanya ada satu titik yakni di Kelok 44 atau 144 kilometer dari lokasi start. Sedangkan untuk Best Sprint Classification terdapat Tiga titik di Lubuk Alung, Sungai Limau dan Lubuk Basung.(*)
Share:

Bike AID Jerman, Peserta Baru TdS 2018 Juara di Etape 6

sorotsumatera.com 

Sumbar- Bike AID Team dari Jerman mengukir kemenangan pertama di Tour de Singkarak 2018. Setelah menempuh perjalanan sepanjang 105 km dari Lapangan Merdeka Kota Solok dan finis di Ngalau Indah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Pebalap Bike AID yang berhasil mencapai finis pertama itu ialah Clint Hendricks pebalap asal Afrika Selatan dengan catatan waktu 02:33:42.

Kemenangan Clint Hendricks ini mendapat perlawanan yang cukup ketat dari posisi kedua dan ketiga. Untuk pemenang dibarisan kedua ialah Edgar Nieto dari tim Ningxia Sport Lotterry Livall Cycling. Ia juga diikuti rekan satu tim nya. yang berada di Ulurutan ketiga yaitu Bolor Erdene Enkhtaivan Ningxia Sport Lotterry Livall Cycling Team.

Meski Clint Hendricks finis diurutan pertama, pemegang yellow jersey masih dipegang oleh Jesse Ewart pebalap asal Australia yang bergabung dengan Sapura Cycling Team Malaysia, mampu mempertahankan yellow jersey dengan catatan waktu 22:29:49. 

Sedangkan untuk Best Sprinters Oleksandr Polivoda dari NLC Team 36 poin, dan King of Mountain ialah Jonel Carcueva G4G dari Philippines dengan 28 poin. 

Best Indonesian Rider masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman dari KFC 22:30:34. Sementara pebalap Indonesia yang berhasil finish pertama Jamal Hibatulloh PGN Cyling Team 02:35:37. 

Clint Hendricks mengatakan sangat senang atas prestasi yang diraihnya hari ini di etape VI. Ia baru ikut pada iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak di Sumatera Barat pada tahun ini. 

"Kemenangan ini memotivasi saya untuk meraih kemenangan pada dua etape lagi," ujarnya. 

Sementara itu Wali Kota Payakumbuh Rizal Palepi mengatakan masyarakat di Payakumbuh sangat antusias dengan adanya Tour de Singkarak ini. Buktinya masyarakat memadati kawasan finis yang di Ngalau Indah. 

"Kita sebenarnya sangat menginginkan Grand Opening itu di Payakumbuh. Tapi kita keterbatasan hotel. Mungkin ini yang perlu kita upayakan, supaya kita mampu menjadi tuan rumah di etape pertama," sebutnya. 

Sepanjang perjalanan pada etape VI ini yang menempuh perjalanan 150 km. Merupakan perjalanan yang disuguhi pemandangan alam yang indah. Dermaga Singkarak daerah Tanah Datar kembali dilalui oleh 86 pebalap yang ikut pada etape VI ini. 

Beruntung, pada etape VI tidak diguyur hujan. Meski langit terlihat mendung. Besok etape VII merupakan etape terpanjang kedua yakni 194,4 km dari Padang Panjang menuju Kabupaten Solok Selatan.(*)

Share:

Kedepan Tour de Singkarak Ditargetkan Good Excelent

sorotsumatera.com 

Pariaman- Kementerian Pariwisata RI menargetkan iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak bisa memperoleh predikat good excelent dari penilaian Union Cycliste Internationale (UCI). 

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan saat ini Tour de Singkarak di tingkat internasional sudah memperoleh predikat good. Artinya, Tour de Singkarak sudah termasuk iven balap sepeda internasional yang baik. 

"Rata-rata penonton untuk Tour de Singkarak mencapai 700 ribu. Dengan demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan Tour de Singkarak sangat tinggi. Hal ini sama dengan beberapa iven balap sepeda internasional yang ada di negara lainnya," katanya, di Pariaman, Minggu (11/1).

Menurutnya, Tour de Singkarak bisa saja mencapai level ke good excelent, tentu perlu ada beberapa hal yang dilakukan, seperti jalan yang dijadikan rute benar - benar sesuai standar UCI, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan. 

Arief juga sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tetap bertahan menyelenggarakan Tour de Singkarak hingga tahun ke-10 ini. Tahun ini dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara dana dianggarkan dari anggaran APBD masing-masing kabupaten dan kota dan juga provinsi. 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan terkait predikat Tour de Singkarak secara internasional yakni good sudah merupakan capaian yang luar biasa. Sepuluh tahun berjalan, adalah waktu yang cukup panjang. 

"Kita tetap konsisten dengan pelaksanaan Tour de Singkarak ini. Karena melalui iven ini adalah upaya untuk menggenjot pariwisata di Sumatera Barat," ujarnya. 

Menurutnya, persoalan evaluasi penyelenggaraan Tour de Singkarak tentu dilakukan setiap tahunnya. Tujuannya jelas, yakni untuk menghadirkan hal hal baru setiap tahunnya di Tour de Singkarak. 

Selaku menjadi daerah finis di etape terakhir, Wali Kota Pariaman Genius Umar juga mengatakan Pariaman merupakan daerah yang kecil, tapi memiliki wisata yang tak kalah hebatnya dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat. 

Sebut saja wisata budaya Tabuik, dan wisata alam seperti Pantai Tiram, Gandoriah, Pantai Kata, dan wisata budaya lainnya. Ke depan Pemko Pariaman akan terus mengupayakan mengembangkan tempat-tempat wisata. 

"Di Pariaman tidak ada tambang dan perkebunan. Jadi untuk menumbuhkan Pariaman melalui wisata. Untuk itu Pemko Pariaman membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan juga dari Kementerian," harapnya.(*)

Share:

Industri Pulp dan Kertas Dipacu Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk terus menggunakan teknologi terkini agar dapat menghasilkan inovasi. Langkah yang sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0 ini juga dapat meningkatkan daya saing produk nasional sehingga lebih kompetitif di pasar global.

“Sampai saat ini, sudah ada 84 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Dan, Indonesia berada di peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia serta posisi ke-6 untuk produsen kertas terbesar di dunia,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Minggu (11/11).

Menurut Ngakan, berdasarkan kebijakan industri nasional, industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektoryang mendapat prioritas dalam pengembangannya. “Hal ini karena Indonesia punya potensi terutama terkait bahan baku, di mana produktivitas tanaman kita jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim subtropis,” tuturnya.

Selain itu, industri pulp dan kertas memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Berdasarkan kinerja ekspornya, industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan selama tahun 2011-2017.

Pada 2017, kedua industri tersebut menyumbang ke devisa negara sebesar USD5,8 miliar, yang berasal dari kegiatan ekspor pulp sebesar USD2,2 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea, India, Bangladesh dan Jepang serta ekspor kertas sebesar USD3,6 miliar ke negara Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

“Industri pulp dan kertas juga menyerap sebanyak 260 ribu tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung,” imbuh Ngakan. Maka itu, industri pulp dan kertas tergolong sektor padat karya dan berorientasi ekspor.

Guna mendongkrak kemampuan industri pulp dan kertas nasional, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di Bandung sebagai salah satu lembaga riset di bawah BPPI Kemenperin telah berperan aktif dalam upaya pengembangan standar hijau.

“Jadi, proses produksi di industri mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.

Pada 6-8 November 2018 lalu, BBPK Bandung menggelar 3rd International Symposium on Resource Efficiency in Pulp and Paper Technology (3rd REPTech). Simposium internasional ini bertujuan untukmempromosikan dan menyebarluaskan inovasi hasil litbang dan pengembangan teknologi berwawasanlingkungan dalam pengelolaan industri pulp dan kertas.

Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 250 peserta yangberlatar belakang kalangan industri, peneliti, praktisi, serta tenaga ahli profesional di bidang pulp dankertas, baik dari dalam maupun luar negeri.“Selain dari Indonesia, pembicara berasal dari negara Jepang, Korea, Australia, dan Malaysia. Materiyang disampaikan antara lain mengenai non-wood fiber source and technology, paper recyclingtechnology, sustainable production system in pulp and paper industry, serta penerapan industri 4.0,”tambah Ngakan.

Tujuan lain simposium ini juga melakukan pertukaran informasi terbaru tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pulp dan kertas, serta memperluas jejaring kerja sama litbang dengan mempertemukan tokoh-tokoh penting di bidang riset dari perguruan tinggi, instansi, asosiasi, dan lembaga riset yang berada di dalam maupun luar negeri.(*)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.