Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 11/10/18 ~ Sorot Sumatera

DANREM 032/Wbr PIMPIN PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P mengawali rangkaian peringatan  Hari Pahlawan dengan upacara peringatan hari pahlawan tahun 2018 di lapangan Makorem 032/Wbr Jln Sudirman No. 29 Padang. Upacara ini diikuti oleh para Kasi, Kabalak Aju serta prajurit dan PNS Korem wilayah Padang dan dilaksankan di lapangan upacara Korem (Sabtu, 10 Nov 2018)

Usai melaksanakan upacara di Makorem Danrem beserta rombongan langsung menuju pelabuhan Teluk Bayur untuk mengikuti rangkaian Upacara Tabur Bunga. Pelaksanaan Upacara tabur bunga dipimpin oleh Danlantamal II Laksma TNI Agus Sulaeman, dan diikuti oleh Danrem, Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol. Rahmadi, para perwira dari Lantamal, Korem, Lanud dan Polda.  Pelaksanaan upacara dilaksankan di KRI Kala Hitam ini diakhiri dengan Tabur bunga ke laut sebagai wujud penghargaan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa.

Usai melaksanakan upacara tabur bunga, Danrem bergerak menuju Lapangan Imam Bonjol Padang guna mengikuti rangkaian Peringatan Hari Pahlawan sesuai yg direncakan telah  dipersiapkan, dimana dalam kegiatan ini dilaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelajar baik dari tingkat SD SMP dan SMA. Kegiatan peringatan Hari Pahlawan yang mengambil tema "Pesta Para Pahlawan"  ini dilaksanakan kerjasama dengan Yayasan Pelangi Indonesia.

Untuk menyemarakkan kegitan ini dilaksanakan berbagai kegiatan mulai dari penyuluhan bahaya narkoba,  lomba pawai, yel yel, permainan anak anak,  serta menampilkan Marching Band dari SMP Kartika Padang.

Selain kegiatan tersebut panitia juga menyediakan  stan kuliner murah, donor darah, dorprize dan kegiatn lainnya.

Dalam sambutannya  dihadapan ratusan masyarakat dan adek adek pelajar,  Danrem berpesan agar kita semua khususnya para generasi muda dari Sumatera Barat yang telah banyak melahirkan para pahlawan nasional seperti Tuanku Imam Bonjol, Bung Hatta, Agus Salim harus bisa kita contoh. "Sumatera Barat banyak melahirkan pahlawan nasional dan ditubuh para generasi muda mengalir darah darah pahlawan dan kalian adalah generasi penerus bangsa, belaharlah dengan giat dan wujudkan cita citamu untuk membangun bangsa ini karena kalian adalah generasi penerus Bangsa ini tegas Danrem"

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksankan pemberian bantuan dan tali asih kepada para veteran.

Pada kesempatan yang sama
Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah juga memberikan piagam  pengahargaan  kepada Danrem 032/Wbr, Dandim 0312/Pdg dan Danyon 133/YS atas  kerjasamanya dalam membina anak jalanan  melalui pola pembinaan terpadu di kota Padang.
 
Sebelum mengakhiri rangkaian acara dilaksanakan do'a lintas Agama yang diawali pembacaan Doa Agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. 

Setelah pelaksanaan do'a lintas agama oleh pemuka amasing masing agama Danrem bersama  Forkopimda, tamu undangan serta masyarakat dan adik adik siswa siswi dari berbagai sekolah di Kota Padang ini melaksanakan pelepasan Balon ke udara dan dilanjutkan foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan Danrem dalam  peringatan hari Pahlawan di Kota Padang ini berjalan dengan tertib aman dan lancar.
Share:

81 Pembalap Tersisa Jajal Rute Terpanjang Kedua di Etape Ketujuh Tour de Singkarak

sorotsumatera.com Sumbar- Usai melintas dirute terpendek pada etape ke Enam kemarin, sebanyak 81 pembalap yang tersisa, kembali dihadapi dengan rute terpanjang kedua pada etape ke Tujuh, Sabtu 10 November 2018.

Etape ketujuh yang mengambil rute Padang Pandang - Solok Selatan ini, memiliki total panjang lintasan sejauh 194.4 kilometer. Ini merupakan rute terpanjang kedua setelah etape ke II dari Sawahlunto - Dharmasraya dengan panjang lintasan 204.1 kilometer.

Selain merupakan rute terpanjang kedua, etape ke Tujuh ini, juga merupakan salah satu rute terberat. Seluruh pembalap akan melintasi dua titik King Of Mountain yang terdapat di Batudalam dan Lubuk Selasih. Pendakian di jalur ini cukup menguras tenaga. Selain itu, juga ada tiga titik sprin yang dihadapi oleh pembalap. Masing-masing di Singkarak, Surian dan Muara Labuh.

Meski terbilang rute panjang dan cukup berat, namun seluruh pembalap mendapatkan bonus penambah enegi, yakni pemandangan alam yang luar biasa. Selain kembali melintas di objek wisata Danau Singkarak, pembalap juga dapat menikmati keindahan area kebun teh, dan sejumlah objek wisata lainnya.


Pembalap Australia Kokoh Pimpin Klasemen Sementara 

Hingga etape ke Tujuh, Tour de Singkarak, pembalap berdarah Australia atas nama Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia masih kokoh mempimpin puncak klasemen sementara dengan total akumulasi waktu 22.29.29.

Jesse harus tetap tampil konsisten hingga etape akhir, jika tak ingin gelar juara lepas dari tangannya. Pasalnya, pembalap bernama Phounsavath Ariya dari Thailand Continental Cycling Team sepertinya mampu menempel catatan waktu jessey. Total waktu yang dibukukan Phounsavath yakni 22.29.51, disusul urutan ketiga, pembalap bernama Holler Nikodemus dari Bike Aid Germany Team denan total waktu 22.30.09

Sementara untuk Best Indonesia Rider masih dipegang Hibatullah Jamal yang memperkuat PGN. Jamal membukukan total waktu 2.35.37, disusul Fikri Azka Mohammad dari ACC dengan total waktu 2.35.37 dan posisi ketiga diamakan Jamalidin Novardianto dari PGN dengan total waktu 2.36.65. 

Sebelumnya, di etape ke enam dengan panjang lintasan 15o kilometer dari Kota Solok menuju Payakumbuh, Pembalap Hendrick Clint dari Bike Aid Germany berhasil merebut podium pertama dengan torehan waktu 2.33.42. 

Disusul Dua pembalap dari Tim Ningxia Sports Lottery Livall Cycling China atas nama Nieto Edgar dan Enkhtaivan Bolor Erdene. Keduanya berhasil merebut podium juara dua dan tiga setelah finish dengan catatan waktu sama yakni 2.33.42.

Catatan waktu kedua pembalap ini, juga sama dengan catatan waktu yang diraih Pembalap Hendrick Clint dari Bike Aid Germany yang merebut podium pertama etape ke Enam dengan torehan waktu 2.33.42. Hanya saja, berdasarkan sensor dari alat timing system operator, roda sepeda Hendrick Clint, terlebih dahulu menyentuh garis finish. 

Timing system operator sendiri merupakan alat yang digunakan di Tour de Singkarak, yang difungsikan untuk merekam dan membaca kecepatan masing-masing pembalap. Alat ini, terkoneksi dengan alat transponder yang dipasang di sepeda pembalap.(*)

Share:

Tumbuh 10 Persen, Industri Minuman Didorong Terapkan Standar Hijau

sorotsumatera.com

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan konsep industri hijau. Upaya ini sejalan dengan salah satu program prioritas di dalam Making Indonesia 4.0 yang memfokuskan pada standar berkelanjutan.

“Langkah tersebut juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang telah mengamanatkan tentang perwujudan industri hijau,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Abdul Rochim pada Peresmian Fasilitas Biomassa Pertama PT Multi Bintang Indonesia Tbk. di Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (8/11).

Menurut Rochim, konsep industri hijau menitik beratkan pada proses produksi yang mengutamakan pada upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Standar ini dinilai mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

”Pengembangan dan penerapan industri hijau dapat dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain penerapan produksi bersih, konservasi energi, efisiensi sumber daya, eco-design, proses daur ulang, dan low carbon technology,” paparnya.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Multi Bintang Indonesia, Tbk yang telah berinovasi dengan membangun fasilitas biomassa sehingga dapat menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam dengan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan fasilitas tersebut, perusahaan akan mendapatkan manfaat berupa efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga dapat meminimalkan limbah maupun emisi yang dihasilkan,” ujar Rochim. Hal ini juga diyakini dapat meningkatkan daya saing produk minuman PT Multi Bintang Indonesia, Tbk.

Apalagi, industri minuman mampu menunjukkan kinerja yang gemilang, dengan pertumbuhan sebesar 10,77 persen pada triwulan III tahun 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,17 persen di periode yang sama.

Sebelumnya, pada triwulan II-2018, dalam kelompok industri makanan dan minuman, turut memberikan kontribusi hingga 35,87 persen terhadap PDB industri nonmigas. “Maka itu, industri makanan dan minuman masuk dalam sektor yang diprioritaskan pengembangannya. Sebab, selain menyumbang besar kepada ekonomi nasional, juga akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0,” jelasnya.

Sedangkan, dilihat dari industri minuman beralkohol, sektorini berperan dalam penerimaan negara dengan memberikan kontribusi cukai dalam negeri sebesar Rp5,27 triliun pada tahun 2017, naik sampai angka 2,63 persen dibanding penerimaan cukai di tahun 2016 yang mencapai Rp5,14 triliun.

Selanjutnya, dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan nilai ekspor produk bir dari Indonesia tercatat hingga 12 persen per tahun.Pada tahun 2017, nilai ekspornya mencapai USD7,6 juta.Negara tujuan yang disasar antara lain Malaysia, Thailand, Kamboja, Singapura, hingga ke Amerika Serikat.

“Jadi, industri minuman beralkohol telah memberikan kontribusi signifikan bagiperekonomian nasional. Selain mampu menyumbang cukai yang cukup besar, industri initurut mendongkrak nilai ekspor melalui perluasan ke pasar nontradisional atau negara tujuan baru,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono.

Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk. Cosmas Batubara menyampaikan, pembangunan fasilitas biomassa ini merupakan pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan dan sosial. “Dengan beralih ke EBT, maka emisi CO2 dari operasional brewery di Sampangagung, Mojokerto akan berkurang hingga 90 persen atau setara dengan 5.000 ton CO2,” ungkapnya.

Lebih dari itu, PT Multi Bintang Indonesia Tbk. juga menargetkan di tahun 2020 dapat mencapai zero emission waste di semua mata rantai produksi dan operasionalnya. “Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada mitra kami, PT Tasma Bio Energi yang membantu Multi Bintang dalam mewujudkan Brew a Better Indonesia,” tandasnya.

Bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi selaku perusahaan penyedia fasilitas biomassa, Multi Bintang menggantikan energi panas, yang selama ini berasal dari gas alam (energi fosil) dengan EBT untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lain. EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80 persen limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan 20 persen limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu).

“Peresmian fasilitas biomassa ini merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan kami dengan salah satu target keberlanjutan (sustainability) perusahaan, yaitu penggunaan 100 persen energi panas hasil dari EBT di 2023 untuk semua proses operasional kami,” tambah Chew Boon Hee, Supply Chain Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk.(*)
Share:

Tugu TMMD Kodim 0311/Pessel sudah Tahap Finishing


Tanda bahwa TNI telah berkarya dalam membangun daerah tertinggal di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan diwujudkan melalui prasasti TMMD Reguler yang telah berdiri kokoh di pinggir jalan baru titik 0 Kampung Air Kalam, Nagari Lakitan Tengah ,Kecamatan Lengayang.

Prasasti TMMD  ke-103 Kodim 0311/Pessel adalah simbol manunggalnya rakyat bersama TNI, kemanunggalan Satgas TMMD bersama seluruh warga Lakitan Tengah yang terjalin erat selama pengerjaan bersama.

Praka A. Saputra, Satgas TMMD, sedang melaksanakan finishing prasasti tersebut. Badan dicat dengan menggunakan warna hijau yang melambangkan warna kebesaran TNI, tulisan berwarna kuning agar lebih mencorong. Sabtu (09/11)

Saputra, Satgas TMMD menyatakan bahwa, “Pembangunan prasasti tersebut malambangkan bukti nyata manunggalnya TNI dengan rakyat Lakitan Tengah “Tugu prasasti ini dibuat bukan hanya sebagai hiasan, ini merupakan gambaran dan ukiran sejarah, bahwa TMMD Reguler 103 Kodim 0311/Pessel sudah memilih dan menyentuh Nagari Lakitan Tengah sebagai obyek pembangunan,”ujar nya

Pembangunan yang dilakukan oleh TNI dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam memeratakan daerah tertinggal melalui TMMD  setiap tahunnya, biasanya akan meninggalkan kenang-kenangan berupa tugu atau prasasti TMMD.

“Semoga apa yang kami kerjakan disini dapat memberikan manfaat yang lebih bagi warga Lakitan Tengah serta untuk mengenang bahwa TNI telah mendarmabaktikan dalam membangun Nagari Lakitan Tengah” pungkas Saputra

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.