Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 11/09/18 ~ Sorot Sumatera

Kapolsek IX Koto Sungai Lasi, IPTU Muhammad Sugindo, S.I.K, Hadiri Sosialisasi Pengawasan Pemilu Forum Pemuka Nagari

sorotsumatera.com

Solok- Kapolsek IX Koto Sungai Lasi IPTU Muhammad Sugindo.S.I.K, mengadiri sosialisasi  pengawasan pemilu forum pemuka Nagari berbasis kekeluargaan bertempat di ruangan pertemuan kantor Camat IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (7/11-2018). Jam 09.45 Wib.

“ Ini bagus, Karna inisiatif datang dari masyarakat dan tokoh adat, untuk ikut andil aktif mengawasi dan mengawal pemilu 2019 yang aman, damai, sejuk dan beradab. Kita dari forkopimcam menampung dan memfasilitasi sampai terlaksananya kegiatan tersebut. Semoga pemilu 2019 di Kec. IX Koto Sungai Lasi dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah kita sama-sama deklarasikan,” kata Muhammad Sugindo pada media ini lewat WhatsApp pendeknya. 

Partisipasi masyarakat di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok sangat tinggi, dalam pengawasan pemilu 2019 nanti,  yang melibatkan masyarakat secara luas dalam mengawasi jalannya tahapan pemilu.


Adanya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu adalah bentuk dari penggunaan hak warga negara untuk mengawal hak pilihnya. Menurut UU No 7 Tahun 2017, partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu diperlukan dalam rangka melakukan pencegahan pelangggaran pemilu dan pencegahan sengketa proses pemilu. Dengan demikian pengawasan partisipatif masyarakat dijamin dan diatur dalam undang-undang.
  
Sosialisasi pengawasan pemilu forum pemuka Nagari Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, yang berbasis kekeluargaan dalam rangka persiapan Pengawasan Kampanye pada Pemilhan DPR RI, DPD, DPRD Prov. DPRD Kab/Kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2019 dibuka secara resmi oleh ketua Panwaslu Kecamatan Sungai Lasi Sakti Primadona M.Pd.


Dalam acara sosialsi itu, Camat IX Koto Sungai Lasi Reflidon.S.Pd, menyampaikan  terkait Peran Pemirintah dalam tahapan Pemilu tahun 2019. Pemeritah adalah suatu Organisasi yang memiliki kekuasaan untuk mebuat  dan menerapkan Hukum serta undang undang diwilayah tertentu. Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat, untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Kab/Kota, Presiden dan Wakil Presiden, yang dilaksanakan secara langsung, umum,bebas,rahasia , jujur dan adil dalam NKRI.  Berdasarkan Panca Sila dan UUD 1945. Pemerintah wajib  memfasilitasi KPU dan Bawaslu, urai Camat.
  
 Kapolsek IX Koto Sungai Lasi IPTU Muhammad Sugindo. S.I.K menambahkan. Dalam pemilihan nanti masyarakat agar menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani masing masing pemilih. TNI, Polri dan ASN agar menjaga netralitas dalam meghadapi tahun pemilu 2019 nati. 

“Diharapkan unsur Ninik mamak sama-sama ikut menjaga situasi kamtibmas dalam menghadapi tahun pemilu, guna terciptanya pemilu damai. Jangan gunakan sarana Pemerintah sebagai alat untuk kampanye. Apabila ada pelaggaran Pemilu agar masyarakat berani untuk segera lapor ke banwaslu,” tambah Sugindo.

Acara Sosialisasi pemilu damai tersebut dihadiri, Camat IX Koto Sungai Lasi, Kapolsek IX Koto Sungai Lasi, Danramil Sungai Lasi, Ketua BMN Sekecamatan Sungai lasi, Para Walinagari se Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Ketua KAN Sekecamatan IX Koto Sungai Lasi, Unsur ninik mamak, Ketua LKAAM Kec. IX Koto Sungai lasi, BMN, Bundo Kanduang, Ketua DPRD Kab.Solok diwakili Septrismen dan lainnya. (**)

Editor; Ariel Wartawan Madya
Share:

Indonesia Gandeng Negara Asia Pasifik Akselerasi Industri 4.0


sorotsumatera.com 

Jakarta- Negara-negara di Asia Pasifik semakin memberikan perhatian yang serius untuk memasuki era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk saling memperkuat dan melengkapi melalui pelaksanaan program regional yang strategis dengan membawa kesejahteraan ekonomi bersama.

“Kami percaya bahwa transformasi terhadap industri 4.0 akan membawa kita ke model bisnis baru pada industri manufaktur yang dapat memberi daya saing dan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai membuka Regional Conference on Industrial Development (RCID) di Bali, Kamis (8/11).

Menurut Menperin, Konferensi Regional Pembangunan Industriini bertujuan untuk berbagi mengenai kebijakan, pengalaman, teknologi, pengetahuan dan praktik terbaik terkait pengembangan sektor manufaktur dan implementasi industri 4.0. “Pertemuan ini yang pertama digelar, dengan dihadiri para perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan expert,” sebutnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian dan United Nation Industrial Development Organization (UNIDO) ini berlangsung pada tanggal 8-9 November 2018. Konferensi ini dihadiri para perwakilan dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik, antara lain Bangladesh, Bhutan, Jepang, Kamboja, Korea Utara, Laos, Malaysia, Nepal, Pakistan, Timor Leste, dan Vietnam.

“Salah satu programnya adalah capacity building. Misalnya, dari negara lain ada yang ikut pelatihan di Indonesia, mereka melihat langsung industri yang menjadi pilot project di dalam Making Indonesia 4.0. Jadi, kita sharing pengalaman dan kebijakan Indonesia tentang penerapan industri 4.0,” paparnya.

Airlangga menjelaskan, untuk mengubah menjadi negara yang kompetitif di era revolusi industri 4.0, diperlukan integrasi konektivitas, teknologi, informasi dan komunikasi. Upaya ini mampu mengarahkan proses industri yang lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

“Jadi, paradigma baru bergeser, yang memposisikan proses manufaktur sebagai hasil dari penggunaan internet yang memungkinkan terjadinya komunikasi antarmesin serta antara manusia dengan mesin secara real time, yang akan menciptakan smart products and smart services,” tuturnya.

Selain itu, diyakini bahwa industri 4.0 dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri kecil dan menengah (IKM). “Munculnya berbagai digital marketplace dan online services tidak saja menghubungkan IKM dengan pelanggan lokal, tetapi juga dengan pasar regional yang jauh lebih besar. Hal ini akan pula membawa pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Menperin dan Direktur Jenderal UNIDO Li Yong melakukan penandatanganan kerja sama amandemen Country Program 2016-2020. “Kerja sama akan diperluas untuk sektor lain, seperti terkait kegiatan packaging berbahan singkong, karena saat ini sustainability adalah key issue dalam konsep circular economy,” ujar Airlangga.

Dirjen UNIDO menyampaikan, pihaknya berharap para perwakilan negara Asia Pasifik yang hadir dalam konferensi ini dapat memanfaatkan kesempatan penting ini dalam menghadapi industri 4.0. Contohnya, melalui upaya kolaborasi antara Indonesia dan UNIDO untuk menjalakan beberapa visi dan strategi baru tentang industri 4.0 dalam membangun pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga mendukung negara-negara lain untuk connect to industry 4.0. Ini forum yang penting untuk mengambil peluang dari industri 4.0. Selain itu, kami memberikan apresiasi ke Pemerintah Indonesia karena telah menjadi tuan rumah dalam event ini,” ungkapnya.

Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir menyampaikan, UNIDO merupakan organisasi PBB yang turut membantu negara berkembang dalam meningkatkan kapasitas sektor industri. “Saat ini, UNIDO perlu terlibat dalam peningkatan kapasitas yang berbasis industri 4.0,” ujarnya.

Fachir menambahkan, program kerja sama antara Indonesia dengan UNIDO juga bisa diikuti dan dinikmati oleh negara berkembang lainnya. “Kami selalu kaitkan dengan SDGs, aspek pembangunan. Di samping itu kita juga punya capaian-capain lain, misalnya pengembangan IKM. Kita sudah punya empat unicorn. Ini dapat pula meningkatkan produktivitas publik,” lanjutnya.(*)
Share:

Lex Nederlof Pebalap Usia Setengah Abad di Tour de Singkarak

sorotsumatera.com 

Sumbar- Dibalapan MotoGP ada sosok Valentino Rossi yang masih konsisten dengan balapan motornya meski usia tidak muda lagi. Adanya Rossi di MotoGP, membuat masyarakat di dunia ini bersemangat menyaksikan balapan MotoGP. Bahkan poster dan nomor motor 46 menjadi tren tersendiri. Hal itu karena sosoknya sudah melegenda. Tanpa Rossi di MotoGP, akan hambar menyaksikan balapan motor super sport itu. 

Begitu juga di iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak yang kini sudah memasuki tahun ke-10 di Sumatera Barat. Ada sosok yang bisa disandingkan dengan sosok Valentino Rossi, yakni Lex Nederlof pria kelahiran 1966 yang berasal dari Belanda. 

Lex Nederlof sebenarnya pebalap yang sudah tidak asing lagi bagi Tour de Singkarak dan juga masyarakat di Minangkabau. Pria yang memiliki nama lengkap Leendert Arie Nederlof ini, sudah berusia tidak muda lagi, di tahun 2018 ia sudah mengukir usia melampaui setengah abad atau 52 tahun. 

Pria yang dikenal dengan spesialis sprinters dari Nex CCN Team Laos, telah menjadi peserta Tour de Singkarak sejak tahun 2011 lalu. Baginya, Tour de Singkarak bukanlah hal baru, mulai dari rutenya, keindahan alamnya, dan juga masyarakatnya. 

"Soal jalan di Sumatera Barat ini mungkin saya yang lebih tahu dari masyarakat di daerah ini. Karena ini tahun ke-7 saya di Tour de Singkarak," candanya, Jumat (9/11/2018). 

Nederlof dikenal sosok yang menyenangkan bagi masyarakat di Sumatera Barat. Hampir disetiap kedatangan diberbagai daerah dalam rute yang ditempuh, ia tidak pernah menolak jika ada masyarakat yang meminta berfoto dengan dirinya. Hal ini dikarenakan Nederlof merasa, masyarakat di Sumatera Barat, adalah keluarganya. 

Menurutnya, setiap tim nya menerima undangan dari penyelenggara Tour de Singkarak, ia merasa ada panggilan untuk pulang kampung. Karena saking seringnya ia datang ke Sumatera Barat, rasa rindu dengan alam Sumatera Barat, masakan, keramahan masyarakat, dan keindahan desanya, melekat di ingatannya. 

"Saya berkeinginan sekali membawa keluarga menghabiskan waktu ke Sumatera Barat. Mungkin usai Tour de Singkarak 2018 ini selesai, saya bicarakan dengan tim saya, bagaimana kalau berlibur dulu, sebelum kembali ke negara asal. Karena saya benar-benar ingin merasakan dan mengenal lebih luas lagi tentang Sumatera Barat," ujarnya. 

Untuk itu, baginya menjadi peserta Tour de Singkarak dengan usia yang tidak muda lagi, soal kemenangan tidak lagi menjadi tujuan utamanya. Karena ia sadar, banyak usia-usia muda yang memiliki tenaga lebih baik darinya. Setidaknya, kehadiran Nederlof mampu memotivasi para pebalap lainnya. 

"Kemenangan memang bukan menjadi incaran saya. Tapi dalam balapan ini saya konsisten dan bertekat menuntaskan seluruh etape," tegasnya. 

Ia menceritakan, keikutsertaan dirinya dalam berbagai balap sepeda, selain ingin memotivasi para pebalap usia muda, baginya bersepeda adalah hobi. Ia sudah mengendarai sepeda sejak usia anak-anak. Sepeda tidak hanya sebuah alat untuk balapan sepeda, tapi dalam kesehariannya juga menggunakan sepeda. 

Nederlof tidak hanya ikut pada balap sepeda Tour de Singkarak. Ia juga telah mengikuti balap sepeda diberbagai iven di Indonesia seperti Tour de East Java dan Tour de Banyuwangi Ijen serta sejumlah tur di Asia Tenggara.

Prestasi yang berhasil dicatat oleh Leendert Arie Nederlof adalah ketika menjuarai Melaka Governor's Cup di Malaysia 2013. Bahkan di tahun depan akan menjadi musim ke-40 bagi Nederlof sebagai pebalap sepeda berlisensi dari UCL.(*)

Share:

Sosialisasi Budi Daya Ikan TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel

Melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik pada TMMD Ke-103  Kodim 0311/Pess yang berlangsung di Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. terus bergulir hingga hari ini, Kamis (08/11).

Kegiatan non fisik kali ini berupa penyuluhan / budi daya Ikan air yang dilangsungkan bagi warga Nagari Lakitan Tengah oleh Satgas TMMD dengan menggandeng Dinas Kelautan dan  Perikanan Kab. pessel

Dihadapan 30 orang peserta Bintek, pemateri menjelaskan, tentang jenis ikan udara tawar yang prospeknya cerah, memiliki nilai efisiensi tinggi dan strategis serta mudah dibudidayakan yaitu ikan lele. Keunggulan dan manfaat ikan lele, yaitu rasa dagingnya lezat, gurih dan tidak berduri, kaya protein, rendah, aman, dan terjangkau. Banyak dari mereka.

 Cara budidaya ikan lele tidak terlalu rumit, terlebih dulu biologis lele yang habitatnya di semua selera air tawar, termasuk udara kotor, air lumpur, parit bahkan bisa hidup di luar air sampai enam sampai selai, karena ikan lele memiliki arborescent organ (insang tambahan untuk bernafas).

Ikan lele dapat dibudidayakan pada lahan yang sesuai dengan penerapan teknologi, bahkan dapat digunakan pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu antara 25 - 30 ° c.


Share:

TMMD Kodim 0311/Pessel: Penyuluhan KB bagi Warga Lakitan Tengah

Tim TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 0311/Pessel, menggandeng BKKBN memberikan penyuluhan Keluarga Berencana di Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang.

Kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) kepada warga khusunya para ibu-ibu digelar Kamis (08/11/2018) di Ruang Kelas SMP N 5 Lengayang.

Kegiatan penyuluhan program KB ini merupakan sasaran non fisik dari kegiatan TMMD ke-103.

Dandim 0311/Pessel, Letkol Arh Wahyu Akhadu,SH.,  selaku komandan Satgas TMMD ke 103 Kabupaten Pesisir Selatan menjelaskan, program KB adalah program pemerintah, mulai dari tingkat Nasional sampai ke pelosok Desa, begitu pula dengan program TMMD yang dikerjakan TNI saat ini  adalah program nasional.

“Jadi ketika program KB ini dipadukan dengan sosialisasi tentang KB, maka sangat relevan dengan  sasaran penduduk di pelosok desa,” ujar Dandim.

Menurut dia, tidak semua masyarakat paham tentang KB, karena itu perlu program tersebut dipadukan dengan program lain, salah satunya melalui program TMMD, dengan harapan masyarakat mendapatkan pemahaman tentang KB secara utuh.

“Saya paham, masyarakat tentu saja memahami bahwa program KB sesungguhnya  membatasi angka kelahiran, karena setiap keluarga sejahtera sebetulnya hanya memiliki dua anak cukup. Tetapi esensinya, masyarakat sebetulnya lebih dari pada itu dalam memahami kata sejahtera  dalam program KB,” kata Dandim.
Share:

Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin

sorotsumatera.com

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Sektor ini mendapat prioritas dalam pengembangannya agar lebih berdaya saing global, karena mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri  kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke-6 dunia sebagai eksportir produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (8/11).

Kemenperin mencatat, nilai ekspor produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit dari Indonesia mencapai USD4,16 miliarpada Januari-September 2018, meningkat 6,28 persen dari periode yang sama tahun 2017.Beberapa negara tujuan ekspor utamanya antara lain Amerika Serikat, Belgia, Jepang dan China.

“Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia adalah kreativitas para pengrajin sehingga produk kita cukup kompetitif di pasar domestik dan internasional,” ujar Gati. Untuk itu, Kemenperin terus berupaya menjalankan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor industri.

Di samping itu, Kemenperin juga melakukan revitalisasi sentra IKM Tanggulangin di Sidoarjo, Jawa Timur guna mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Program strategis ini telah dijalankan sejak tahun 2017. “Upaya ini dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan stakeholders terkait,” jelas Gati.

Tujuan dari kegiatan revitalisasi tersebut adalah untuk meningkatkan kinerja ekosistem bisnis di sentra IKM tas dan koper Tanggulangin yang sempat mengalami penurunan sejak terjadinya bencana lumpur beberapa waktu lalu. Program revitalisasi ini diyakini dapat memberikan daya tarik bagi para wisatawan yang mengunjungi sentra IKM Tanggulangin, sehingga mereka merasa nyaman untuk berbelanja dan berekreasi.

Gati menjelaskan, revitalisasi sentra IKM Tanggulangin meliputi sektor industri tas, koper dan keunggulan produk lokal lainnya melalui strategi transformasi fisik, ekonomi, dan kultural. Upaya itu dalam jangka panjang untuk menjadikan sentra IKM Tanggulangin sebagai Kawasan Wisata Terpadu berkonsep 3 in 1, yaitu wisata belanja, budaya dan kuliner, serta edukasi industri.

Revitalisasi fisik yang dilakukan berupa pengembangan sembilan identitas lokal di kawasan tersebut, di antaranya pintu gerbang utama, area pejalan kaki, desain kursi taman, tugu tas, storyboard, dan mural wisata edukasi. Selain itu, taman budaya dan kuliner, workshop wisata edukasi industri, serta moda transportasi kawasan wisata.

Selanjutnya, dilaksanakan pula program peningkatan kemampuan bisnis dan manajerial para IKM di Tanggulangin dengan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi 60 orang pelaku usaha tas dan sepatu yang dilaksanakan pada 6-10 November 2018 di Balai Pengembangan Industri persepatuan Indonesia (BPIPI), Sidoarjo.

“Para instruktur dalam pelatihan itu merupakan pakar marketing dan branding dari universitas ternama dan praktisi bisnis muda di bidang sepatu dan tas yang telah berhasil mengembangkan usahanya,” lanjut Gati. Kemudian, dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kemenperin juga menjalankan program rebranding.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah optimistis, program revitalisasi dapat meningkatkan kinerja bisnis IKM Tanggulangin serta jumlah kunjungan wisatawanya. Pihaknya mencatat, kunjungan wisatawan dalam negeri pada 2014 sebanyak 104.053 orang, meningkat sampai 135 persen menjadi 244.974 orang pada 2016. “Saat ini, kunjungan wisatawan ke sentra IKM Tanggulangin sudah mulai mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan membantu merevitalisasi sentra IKM Tanggulangin agar bisa memperluas pasar ekspor. Rektor ITS Joni Hermana mengatakan, saat ini yang perlu didorong bagi industri kreatif di wilayah Tanggulangin adalah penggunaan teknologi digital. “Selama ini perdagangan produk kreatif Tanggulangin masih dilakukan secara konvensional. Namun, sekarang pasar sudah berubah menjadi digitalisasi yakni transaksi penjualan secara online,” tutunrya

Joni menyampaikan, produk-produk unggulan IKM Tanggulangin seperti tas kulit sudah merambah pasar ekspor sampai ke Amerika Serikat, tetapi barang yang dikirim belum memiliki merek sendiri. “Untuk itu, ITS juga akan membantu pemilihan merek dalam hal industri-industri kreatif agar karya warga Tanggulangin bisa semakin dikenal,” imbuhnya.(**)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.