Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/29/18 ~ Sorot Sumatera

Dandim 0311/Pessel Sambut Tim Wasev TMMD/N Ke -103 Kodim 0311/Pessel

Painan,--- Dandim 0311/Pessel bersama perwira staf sambut tim Wasev Mabes AD yang dipimpin oleh Brigjend TNI Agus Yuniarto, S.E.,staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad),beserta Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kolonel Inf Budi Prasetyo,Lettu Cku Agung,pada Senin (29/10).

Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H mengungkapkan kedatangan tim Wasev ini bertujuan untuk mengecek pelaksanaan Tentara manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-103 Di wilayah Kodim 0311/Pessel.

"Jadi tim wasev selama melaksanakan rangkaian disini akan melakukan pengecekan pelaksanaan  TMMD/N yang sedang berjalan di kampung air kalam kenagarian lakitan kecamatan lengayang,"ungkap Dandim".

Dandim juga menambahkan,ini juga merupakan kegiatan monitoring di tubuh TNI-AD dalam pelaksanaan TMMD/N agar sesuai dengan target yang telah ditentukan.

"Selain itu juga sebagai bentuk monitoring dari komando atas,tentang pelaksanaan kegiatan TMMD/N agar betul-betul bermamfaat bagi masyrakat nantinya,"tambah Dandim".

Kegiatan ini juga turut di ikuti oleh Perwira Peksi Operasi Kapten Inf M. Efendi,dan perwira seksi Personil Kapten Inf Adek Saputra.
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Jalinan Kebersamaan TNI dan Masyarakat dalam TMMD Kodim 0311/Pessel

Waktu istirahat menjadi momen berharga bagi TNI, dalam hal  Satgas TMMD ke Kodim 0311/Pessel dan masyarakat dalam menjalin kebersamaan.

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan membantu pemerintah dalam mendorong pembangunan di setiap daerah di seluruh Indonesia serta sebagai wujud nyata TNI dalam mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat.

Dalam pelaksanaannya, TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel tidak hanya menyelesaikan sasaran fisik akan tetapi melaksanakan kegiatan non fisik salah satunya dengan menjalin keakraban dan kekeluargaan dengan setiap masyarakat di lokasi TMMD. Keakraban antara satgas dan masyarakat semakin terjalin.

Seperti yang terlihat saat waktu istirahat mereka berdiskusi tentang berbagai hal.

Rido (24 ) dan dan Rekan rekan warga Kampung Pulai  Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang, dengan waktu Istrahat Bercanda Dengan Para Anggota Satgas TMMD.

“Kami masyarakat di kampung Air Kalam ini sangat menyambut baik adanya bapak TNI di kampung kami. Dalam rangka melaksanakan program TMMD ke 103. Sehingga sudah sepantasnya jika kami semua membantu TNI dalam menyelesaikan program ini hingga selesai dan ditutup nantinya," ujarnya Rido Senin Senin (29/10).

Sementara itu, Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih saat ditemui menyampaikan kedekatan prajurit TNI dan masyarakat seperti makan bersama, bercanda dan tinggal serumah merupakan momen yang jarang terjadi.

Menurutnya, hanya melalui momen pelaksanaan TMMD  seperti TMMD Kodim 0311/Pessel inilah, pemandangan itu terjadi. Di situlah terlihat keakraban dan kekeluargaan di antara TNI dan masyarakat.

Share:

semangatnya Emi seorang Ibu membantu aduk Pasir campur semen

Ada pemandangan yang menarik saat  menyambangi rumah warga yang mendapat program rehab rumah pada program TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel di Air Kalam Nagari Lakitan Tengah. Seorang perempuan, tampak sibuk dan semangat mengaduk bahan coran manual.

Emi (46) tampak semangat mengaduk pasir campuran semen untuk merehab rumah tetangganya Pak Piwi di Kampung Air Kalam. Setelah adukan itu dianggap sudah lembut, dia mengangkat adukan itu dalam sebuah ember diserahkan ke Satgas TMMD Kodim 0311/Pessel yang sedang merehab rumah Tetangganya itu.

"Biar cepat selesainya, jadi ikut-ikutan. Kalau capek ya istirahat," kata Emi kepada Media

Emi tetangga bapak Piwi  mengatakan " Sebelumnya, rumah Piwi yang ditempati bersama istrinya itu kondisinya cukup memprihatinkan. Selain berdinding papan yang sudah Reot bagian atap rmah sudah dibantu dengan penyangga bantuan" Katanya Emi

Kodim 0311/Pessel menurunkan 150 personil dari TNI AD, AU dan AL dalam Program TMMD yang digelar hingga 13 November mendatang.

Selain membuka dan membenahi jalan penghubung itu, pada TMMD ini, personil TNI merehab rumah tidak layak huni bagi Warga.

Pendim 0311/Pessel

Share:

TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel, Kerja Kebut, cepat dan serius hasil Maksimal

Satgas TMMD ke 103  Kodim 0311/Pessel bersama masyarakat merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga di Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Senin (29/10).

Anggota Satgas mengatakan, sebagai bukti kesungguhan TNI bersama rakyat, implementasinya ada dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). “Walaupun anggarannya kecil, namun mampu membangun beberapa fasilitas yang hasilnya dapat langsung dinikmati oleh masyarakat,” ujar Sertu Ismed.

Sertu Ismed mengungkapkan bahwa salah satu bukti bukti nyata yang dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Rustam (57) yang berada di Kampung Air Kalam. “Kita harus kebut, bekerja cepat dan serius agar hasilnya dapat maksimal, karena waktunya terbatas dan masih ada sasaran lagi yang harus segera diselesaikan,” ucap Sertu Ismed.

Share:

Satgas TMMD Ke-103 Kodim 0311/Pessel, Laksanakan Gontong royong Bersama Masyarakat Air Kalam

mediaterobos.com Pessel- Memasuki hari ke lima belas pasca pembukaan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Pagi ini prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu membangun pembuatan Gorong Gorong di jalan Baru Titik Nol Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Senin (29/10)

“Sebagai prajurit Komando Kewilayahan, Anggota TNI di tuntuk untuk serba bisa. Tidak hanya hebat dalam memanggul senjata dan perang, tetapi juga jago macul, menggunakan sekop dan Aduk Semen” Ujar Serda Doni

Sejumlah prajurit TNI dan masyarakat bergotong-royong membangun peningkatan badan jalan di Kampung Air Kalam. Masyarakat juga sangat antusias dan menyambut dengan gembira kegiatan peningkatan dan pengerasan jalan di desa mereka dan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang sudah membantu warga masyarakat.

Selain peningkatan pembuatan gorong gorong, pembuatan jalan baru Satgas TMMD juga membuat Program RLTH.

“Kita bersama-sama warga bergotong-royong membangun peningkatan dan pembuatan Gorong gorong badan dan pekerjaan lainnya. Dengan kerjasama antara Satgas TMMD dan masyarakat diharapkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan . Dan hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat ” jelas Serda Doni Denzipur 2/PS.(**)
Share:

Gontong royong TNI dan Masyarakat Terlihat Di kampung Air Kalam TMMD Kodim 0311/Pessel



Memasuki hari ke lima belas pasca pembukaan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Pagi ini prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu membangun pembuatan Gorong Gorong di jalan Baru Titik Nol Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Senin (29/10)

“Sebagai prajurit Komando Kewilayahan, Anggota TNI di tuntuk untuk serba bisa. Tidak hanya hebat dalam memanggul senjata dan perang, tetapi juga jago macul, menggunakan sekop dan Aduk Semen” Ujar Serda Doni

Sejumlah prajurit TNI dan masyarakat bergotong-royong membangun peningkatan badan jalan di Kampung Air Kalam. Masyarakat juga sangat antusias dan menyambut dengan gembira kegiatan peningkatan dan pengerasan jalan di desa mereka dan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang sudah membantu warga masyarakat.

Selain peningkatan pembuatan gorong gorong, pembuatan jalan baru Satgas TMMD juga membuat Program RLTH.

“Kita bersama-sama warga bergotong-royong membangun peningkatan dan pembuatan Gorong gorong badan dan pekerjaan lainnya. Dengan kerjasama antara Satgas TMMD dan masyarakat diharapkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan . Dan hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat ” jelas Serda Doni Denzipur 2/PS

Share:

Pelesir ke Paris, Industri Makanan dan Minuman Nasional Genjot Ekspor


sorotsumatera.com-

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus memacu daya saing industri makanan dan minuman nasional agar lebih kompetitif di pasar global. Langkah strategis ini sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 serta upaya pemerintah dalam menggenjot nilai ekspor nasional dari produk manufaktur.


“Selain mendorong peningkatan mutu serta pengembangan inovasi dan teknologi terbaru, kami juga memfasilitasi pelaku industri nasional termasuk produsen makanan dan minuman untuk semakin memperluas pangsa pasar dan aksesnya ke rantai suplai dunia sehingga dapat mendongkrak kinerjanya,” kata Plt. Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Ngakan Timur Antara, di Jakarta, Minggu (28/10).


Menurut Ngakan, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor andalan karena mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Maka itu, sektor ini yang tengah diprioritaskan pengembangannya dalam memasuki era revolusi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, industri makanan dan minuman nasional telah berdaya saing global,” jelasnya.


Kemenperin optimistis, implementasi Making Indonesia 4.0 mampu mengatrol ekspor makanan dan minuman olahan nasional hingga empat kali lipat, dari target tahun ini sekitar USD12,65 miliar yang akan menjadi sebesar USD50 miliar pada 2025. “Apabila nilai ekspor produk makanan dan minuman, juga dihitung termasuk minyak kelapa sawit, pada tahun 2017 mencapai USD31,7 miliar,” ungkap Ngakan.


Untuk itu, guna memperluas jaringan pasar ekspor, Kemenperin aktif memfasilitasi industri nasional ikut serta dalam kegiatan pameran baik di dalam maupun luar negeri. Misalnya, melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, sebanyak 18 pelaku usaha makanan dan minuman dari Indonesia dapat tampil pada ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) Paris 2018.


Mereka menempati area seluas 180m2 di Paviliun Indonesia untuk mempromosikan produk-produk unggulannya kepada para pengunjung pameran makanan dan minuman yang digelar setiap dua tahun sekali ini. Kegiatan yang sudah berlangsung pada 21-25 Oktober 2018 ini diperkirakan dihadiri sebanyak 155.000 orang pengunjung dan melibatkan 7.020 peserta dari 109 negara.


“Ini kesempatan yang sangat bagus, karena merupakan salah satu pameran Business to Business (B2B) terbesar di dunia. Selain itu, sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah kepada industri makanan dan minuman nasional untuk mengembangkan aksesnya ke pasar internasional,” imbuh Ngakan.


Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Ditjen KPAII Kemenperin, Tony T.H Sinambela menyampaikan, proses seleksi calon peserta telah dilakukan mulai awal tahun ini melalui pendaftaran terbuka di laman http://pameranln.kemenperin.go.id. “Aktivitas kurasi dilakukan dalam bentuk kunjungan langsung ke kandidat peserta untuk melakukan penilaian dengan melibatkan para ahli yang berkompeten,” tuturnya.


Lebih lanjut, kata Tony, perusahaan yang terpilih mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar lebih siap dan maksimal dalam berpartisipasi di SIAL Paris 2018. “Kami tidak hanya menyiapkan pelaku industri agar maksimal di pameran, tetapi juga membantu dalam matchmaking dengan potential buyers. Dalam hal ini, kami menggandeng mitra internasional di Eropa, yaitu SIPPO Swiss yang memiliki hubungan dekat dengan para pelaku bisnis di Eropa” paparnya.


Pada pameran SIAL Paris 2018, Kemenperin membawa sembilan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan dan minuman. Kesembilan perusahaan lainnya merupakan binaan KBRI di Paris. “Mereka yang terseleksi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dan dengan keberagaman produk,” ujarnya.


Ke-18 perusahaan Indonesia tersebut, yakni Mignon Sista Internasional (minyak esensial, biji vanilla, moringa, daun kari, jeruk purut), Kawanasi (fruit chips), Java Peppers Industries (cabai ceri, cabai rawit dan aneka sambal), Manna Anugrah Sejahtera (gula kelapa, gula arenga, sirup nektar organik), Karsa Abadi Madeteas (teh herbal), Hitara Cipta Selaras (black garlic), dan Biobali Internasional (minyak organik).


Selanjunya, Mitra Ayu Adi Pratama (ekstrak pandan, Mace oil and Mace oleoresin, minyak pala dan oleoresin, minyak lada hitam, minyak jahe dan Ginger Oleoresin, minyak Massoia, dan esktrak kopi), Pondok Daya (gula kelapa organik, kacang pili natural), Danora Agro Prima (spesialis produk cocoa), Siantar Top (makanan ringan), dan Javara (bumbu makanan, produk kelapa),


Kemudian ada juga Universal Trading (canned seafood), Nison Indonesia (canned seafood), Sari Segar Husada (produk kelapa), Coco Sugar Indonesia (gula kelapa), Mayora (makanan ringan dan kopi), dan Interaromat (makanan ringan, teh dan kopi).


Berdasarkan catatan Kemenperin, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2017 mencapai USD14 miliar. Sementara periode Januari-Juli 2018, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Perancis pada tahun 2017 sebesar USD 8,21 juta.(**)
Share:

Makan Malam bersama orang Tua angkat


Serda Avin Wardana bersama lima orang rekan Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel makan malam bersama dengan orang Tua angkat. Minggu Malam (28/10)

Malam malam ini di laksanakan dirumah Ibu Eva (48) Warga Pulai Nagari Lakitan Tengah,.

Eva Orang tua angkat dari anggota Satgas ini mengucapkan terima kasih ke pada bapak TNI, dengan Adanya TMMD di Kampung nya, Perekonomian Akan maju..


Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.