Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/27/18 ~ Sorot Sumatera

Penerapan SNI Produk Industri Perlu Kolaborasi Semua Pihak


sorotsumatera.com 

Jakarta- Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk industri, harus ditunjang dengan koordinasi yang baik dan pemahaman cukup dari semua pihak berkepentingan. Tidak hanya petugas pengawas di lapangan, tetapi juga masyarakat terhadap esensi dan tujuan dari pemberlakuan SNI tersebut sehingga meminimalisir kemungkinan kesalahpahaman penerapan di lapangan.


“Maka itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi di antara pemangku kepentingan, seperti pelaku usaha, konsumen dan pemerintah dalam meningkatkan pemahaman terhadap hakikat pemberlakuan SNI wajib perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (26/10).


Menurut Ngakan, berdasarkan Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, standardisasi industri meliputi SNI, Spesifikasi Teknis dan Pedoman Tata Cara. “SNI pada dasarnya berlaku secara sukarela, namun dapat diberlakukan secara wajib dalam rangka Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L),” jelasnya.


Hingga saat ini, Kemenperin telah memberlakukan sebanyak 105 SNI secara wajib di berbagai sektor industri manufaktur. Sektor tersebut antara lain industri makanan dan minuman, tekstil dan aneka, logam, kimia dasar, kimia hilir, otomotif, serta elektronika.


Ngakan menegaskan, pemberlakuan SNI secara wajib, selain dapat melindungi konsumen dalam negeri dari serbuan produk-produk yang tidak sesuai standar, juga digunakan dalam rangka perlindungan industri nasional melalui penciptaan persaingan usaha yang sehat.


“Pemberlakuan SNI wajib pada prinsipnya diperuntukkan bagi barang yang diperdagangkan, namun dikecualikan untuk barang-barang yang tidak diperdagangkan seperti barang untuk keperluan contoh uji, penelitian, atau pameran termasuk barang pribadi penumpang,” paparnya.


Pada peringatan Bulan Mutu Nasional dan Hari Standar Dunia Tahun 2018 di Surabaya, kemarin (25/10), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang diwakili Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara menerima penghargaan sebagai pembina Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diserahkan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya.


Dalam berpartisipasi pada kegiatan tersebut, Kemenperinmelalui unit kerjanya,yakni Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya serta Balai Sertifikasi Industri menampilkan berbagai produk unggulan manufaktur nasional yang ber-SNI untuk mendukung revolusi industri 4.0.


Kepala BSN menyampaikan, dalam menghadapi era digital, jaminan mutu dan keselamatan terhadap produk yang diperdagangkan melaluie-Commerce, juga menjadi penting dalam penerapan SNI. “Sebab, teknologi digital membutuhkan interoperability (kemampuan produk atau sistem untuk berinteraksi dan berfungsi dengan produk atau sistem lain) dan kompatibel (produk atau sistem mampu bekerja serasi). Hal ini bisa terjawab dengan standardisasi,” tuturnya.


Lebih lanjut, dengan jaminan produk pada e-Commerce, pemberlakuan SNI secara wajib perlu ditegakkan hukum dan sanksi bagi pelanggarnya. “Masih banyak isu-isu lain terkait standar dan penilaian kesesuaian.Oleh karena itu, peringatan Bulan Mutu Nasional di Surabaya diharapkan bisa mempererat kerjasama para pemangku kepentingan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.


Bahkan, kata Bambang, era revolusi industri 4.0 bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk bisa mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung kualitas hidup yang lebih baik. Apalagi, pemerintah saat ini telah menerapkanpeta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai salah satu agenda nasional untuk penggerak dalam mempercepatpertumbuhan ekonomi.(**)
Share:

Adakan Possesling cara Satgas TMMD/N ke-103 Tingkatkan Pelayanan Kesahatan

Painan,--- Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat air kalam yang merupakan lokadi dilaksanakanya program Tentara Manunggal Membangun Desa/Nagari(TMMD/N) gelar posko kesehatan keliling(Poskesling).

Seperti yang tengah dilakukan oleh Kopral Kepala (Kopka) Asril personil Denkesyah 01.01.04 Padang yang tergabung kedalam satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel saat mendatangi rumah ibu Yusmanis yang memerlukan pengobatan karna demam,pada Sabtu (27/10).

Kopka Asril mengungkapkan,pengobatan keliling yang ia lakukan adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat air kalam yang merupakan lokasi pelaksanaan TMMD/N ke-103.

"Agar pelayanan kesehatan yang telah disiapkan oleh posko  lebih maksimal lagi,mungkin karna ada masyarakat yang sedang sakit entah itu,karna sudah tua,atau karna terlalu jauh keposko,untuk itu kami akan mendatangi rumah-rumah warga yang sedang sakit,"sebutnya".

Labih lanjut,Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan datang berobat ke posko TMMD/N yang berada di kampung air kalam ini.

"Sekali lagi kami himbau kepada seluruh masyarkat air kalam dan sekitarnya agar jangan segan-segan datang berobat keposko,atau pun kalo tidak bisa datanag tolong kasih tau kan kami biar kami tim kesehatan yang mendatangi kerumah guna memberikan pertolongan,"himbaunya".

Sementara itu ibuk Yusmanis,mangaku sangatbsenang sekali karna sudah didatangi oleh anggota kesehatan dari posko TMMD/N yang berlangsung dikampungnya itu.

"Terimankasih banyak pak tentara yang sudah mau mendatngi rumah kami untuk mengobati kami,mudah-mudahan kedatangan bapak kesini sudah menjadi obat bagi saya,"ungkap ibu lima anak itu".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Inilah sosok Komandan yang selalu dekat dengan anak buah

Letnan Kolonel Arh Wahyu Akhadi, SH., Komandan Distrik Militer (Kodim) 0311/Pesisir Selatan sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI manunggal membangun desa/Nagari (TMMD/N) Ke 103 Kodim 0311/Pessel adalah yang paling bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan TMMD/N.

Tanpa basa basi beliau langsung terjun bergabung dengan prajurit yang sedang mengerjakan Pembuatan Jalan dengan memberikan semangat kepada prajuritnya yang sedang mengangkat Batu. Sabtu (27/10).

Saat di lapangan Dan Satgas menyampaikan dan menekankan agar semangat selalu dijaga, tapi tak kalah  penting faktor keselamatan dan kesehatan harus diutama kan, jangan bermain-main saat bekerja.

“ Dengan cara ini saya bisa memberi semangat kepada anggota Satgas dan juga warga masyarakat untuk lebih giat bergotong-royong, karena target sasaran fisik cukup banyak,” katanya Perwira Menengah bunga Dua ini.

Sersan Satu Dwi anggota Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel dari Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti yang melihat Dandim turun kelapangan lebih semangat. "Inilah sosok Komandan yang selalu dekat dengan anak buahnya," kata Dwi

Anggota Satgas TMMD/N dan warga masyarakat juga merasa senang dengan hadirnya Dandim  ke lapangan.

Salah seorang Warga Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tangeh Buyung (45) sangat senang melihat seorang Komandan yang terjun langsung membantu kerja.

“Kami sangat senang melihat Pak Dandim kesini, beliau sangat peduli mau turun kelapangan, mau panas-panasan bersama kami," ungkap Buyung salah satu warga Kampung Air Kalam yang ikut kerja bakti dalam TMMD/N Kodim 0311/Pessel

Sumber : Pendim 0311/Pessel
Share:

Warga Air Kalam Sangat Antusias Selesaikan TMMD/N Ke-103 Tepat Waktu

Painan,--- Tentara manunggal membangun desa/Nagari (TMMD/N) ke-103 sudah berjalan sebelas hari pasca dibuka oleh bupati kabupaten pesisir selatan H. Hendra Joni, S.H, M.H (15/10) lalu.



Berbagai pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung sangat berharap program TMMD/N ini dapat selesai sesuai dengan waktu dan target yang telah ditentukan.


Menyikapi hal itu, bapak Irwandi selaku wali nagari lakitan tengah mengerahkan warganya untuk terjun langsung untuk menyelesaikan "alek gadang" dinagarinya itu.


Terlihat masyarakat air kalam yang secara bergantian setiap hari membantu satgas TMMD/N ke -103 dalam menyelesaikan target yang harus dicapai seperti pembuatan gorong-gorong dijalan baru,pada Sabtu (27/10).



Bapak Irwandi mengungkapkan,pengerahan masyarakatnya itu adalah untuk membantu satgas TMMD/N ke -103 dalam menyelasaikan pengerjaan target yang harus dicapai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.



"Untuk membantu pengerjaan program TMMD/N yang ada di kampung kami ini,karna pembangunan desa/nagari tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal bekerja sama dengan TNI,akan tetapi juga merupakan tanggung jawab kita semua,apalagi program ini ada dikampung kita dan yang merasakan dampaknya juga masyarakat kita sendiri"ungkapnya".



Lebih lanjut sang wali nagari menambahkan,masyrakat yang diperbantukan akan digilir setiap hari sebanyak dua orang baik dalam pengerjaan rumah RTLH,maupun pembukaan jalan.



"Jadi setiap hari telah dijadwalkan dua orang perkampung secara bergiliran akan membantu bapak-bapak tentara,baik itu dirumah RTLH maupun di lokasi pembukaan jalan,"tutupnya".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.