Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/26/18 ~ Sorot Sumatera

Industri Manufaktur Dominasi Nilai Ekspor Nasional Hingga 72 Persen


sorotsumatera.com 

Jakarta- Industri manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Hal ini menandakan produk lokal mampu berdaya saing di pasar global. Pada semester I tahun 2018, sumbangsih ekspor dari industri manufaktur hingga 71,59 persen dari total ekspor nasional yang mencapai USD88,02 miliar.

“Di semester pertama tahun ini, jumlah ekspor produk industri manufaktur kita sebesar USD63,01 miliar atau naik 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun lalu di angka USD59,81 miliar,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar ketika menjadi narasumber diskusi panel pada rangkaian kegiatan 34th Trade Expo Indonesia di ICE-BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (25/10).

Haris menegaskan, pemerintah saat ini fokus untuk semakin meningkatkan nilai ekspor guna mengatasi defisit neraca perdagangan. “Peningkatan ekspor cukup penting dalam mengerek penguatan Rupiah,” jelasnya.

Upaya tersebut juga sesuai dengan target dari peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana pada tahun 2030 akan mengembalikan angka ekspor netto hingga 10 persen. “Maka itu, lima sektor industri yang diprioritaskan pengembangannya dalam memasuki era revolusi industri 4.0, juga dipacu untuk aktif melakukan ekspor,” tuturnya.

Kelima sektor itu adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronika. “Kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total ekspor, kemudian menyumbang 60 persen untuk PDB, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” ungkap Haris.

Selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, total nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas mengalami lonjakan. Sepanjang tahun 2014 mencapai USD119,75 miliar, naik menjadi USD125,02 miliar di tahun 2017.

Peningkatan ekspor juga akan terus didorong melalui kebijakan hilirisasi pada sektor industri berbasis sumber daya alam (SDA). Sebab, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada industri berbasis SDA masih cukup tinggi. “Ini sejalan upaya pemerintah untuk lebih mengoptimalkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta memacu devisa negara melalui peningkatan ekspor produk industri,” imbuhnya.

Guna mendorong industri dapat memperluas pasar ekspornya, diperlukan adanya kerja sama bilateral yang komprehensif. Di samping itu, pemberian insentif subsidi suku bunga kredit ekspor bagi industri serta fasilitas pembiayaan ekspor. Saat ini, pemerintah telah memfasilitasi melalui program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

“Dengan dorongan tersebut, kami berharap ekspor dapat meningkatkan dan target pertumbuhan industri manufaktur dapat tercapai,” ujar Haris. Pada tahun ini, Kemenperin menetapkan target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,67 persen. Pada kuartal II/2018, industri pengolahan nonmigas mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,41 persen, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,93 persen.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, selama kinerja pemerintahan Jokowi-JK, daya saing industri nasional semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai tambah industri, indeks daya saing global, peringkat manufacturing value added (MVA), serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.

“Nilai tambah Industri nasional meningkat hingga USD34 miliar, dari tahun 2014 yang mencapai USD202, 82 miliar menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, apabila melihat indeks daya saing global, yang sekarang diperkenalkan metode baru dengan indikator penerapan revolusi industri 4.0, peringkat Indonesia naik dari posisi 47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” ujarnya.

Bahkan, merujuk data The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), indeks MVA untuk industri di Indonesia naik tiga peringkat dari posisi 12 pada tahun 2014 menjadi level ke-9 di 2018. “Selain itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun ikut meningkat menjadi 1,84 persen pada tahun 2018,” lanjutnya.

Menperin memastikan, guna memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional, diperlukan kebijakan strategis yang mendukung seperti ketersediaan bahan baku, pembangunan infrastruktur, kelancaran arus logistik, dan penurunan harga gas industri. “Ini yang akan mendorong pula investasi dan ekspansi di sektor industri. Apalagi, saat ini sudah dikembangkan 13 kawasan industri baru dan 22 sentra IKM baru,” tegasnya.

Dalam upaya mendongkrak daya saing industri, termasuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. “Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri yang terlibat dan 1.753 SMK. Program ini akan terus digulirkan lagi pelaksanannya dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri saat ini,” pungkasnya.(**)
Share:

Indahnya Kebersamaan Warnai Suasana TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel

Painan,--- Satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel memang berasal dari satuan yang berbeda-beda.Sebut TNI-AD,TNI-AL,TNI-AU yang berada di wilayah sumatera barat.

Meskipun terdiri dari tiga Matra yang berbeda akan tetapi tidak membuat personil satgas TMMD/N ke-103 merasa canggung untuk melekat kepada masyarakat.

Terbukti disetiap kegiatan dalam mencapai sasaran baik fisik dalam pembukaan jalan baru,dan rehab rumah,maupun sasaran non fisik untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat saat melkukan pekerjaan yang dilaksanakan,pada Jum'at (26/10).

Kapten Inf Rudi Saragih mengungkapkan,meskipun satgas TMMD/N Ke-103 ini terdiri dari tiga matra akan tetapi tetap terjalin kekompakan dalam mencapai apa yang menjadi visi dan misi Kegiatan ini.

"Jadi personil yang tergabung ke dalam satgas ini,terdiri dari TNI-AD,TNI-AL,TNI-AU,yang memiliki visi dan misi yang sama yaitu mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,"ungkap Pasiter".

Selain itu,lanjut pasiter rakyat juga merupakan ibu kandung dari TNI yang terdiri dari tiga matra tersebut.

"Sebagai ibu kandung TNI,sudah seharusnya para prajurit TNI dimanapun berada mengabdikan diri sepenuh nya kepada rakyat.sesuai dengan UU No.34 Tahun 2004 Tentang TNI,"tutupnya".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Pembuatan Tugu bukan saja sebagai hiasan, tapi simbol Kebersamaan Satgas TMMD Kodim 0311/Pessel dengan Masyarakat

Anggota Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/pessel membuat Tugu TMMD ke 103 di Titik Nol jalam baru Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jum'at (26/10).

Dansatgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi,SH., mengatakan Seperti pelaksanaan TMMD sebelumnya, setiap pelaksanaan TMMD dibangun tugu TMMD sebagai bukti bahwa TMMD pernah ada di Kampung tersebut.

“  Pembuatan Tugu bukan hanya sebagai hiasan, bahkan lebih dalam lagi dari itu. Ini merupakan gambaran dan ukiran sejarah Kemanunggalan TNI dengan Rakyat”.

" Tugu tersebut dibangun di Titik Nol pinggir jalan Baru yang dibuat, nantinya dikenang sebagai simbol kebersamaan kami TNI dengan masyarakat Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang yang saling bahu-membahu bergotong royong menyelesaikan seluruh sasaran terutama sasaran fisik". Katanya Dansatgas

Pembuatan tugu TMMD dikerjakan Anggota Denzipur 2/ PS yang memiliki keahlian dibidang seni pahat sehingga bangunan tugu akan terlihat lebih seni dan indah, sedangkan personel Satgas TMMD yang lainnya tetap mengerjakan dan menyelesaikan tugas sesuai dengan sasaran kelompok masing-masing.

Kodim 0311/Pessel
Share:

Kemenperin Meramu Industri Obat Tradisional Berproduksi Secara Modern


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian memacu industri obat tradisional agar terus memanfaatkan teknologi digital guna membangun pabrik manufaktur yang modern seiring dengan bergulirnya era revolusi industri 4.0. Upaya strategis ini bertujuan untuk semakin meningkatkan efisiensi dan produktivitas sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta kompetitif di pasar dalam dan luar negeri.

“Di era industri 4.0 ini ditandai mulainya interaksi antara human dengan machine, kemudian machine to machine communication, serta teknologi artificial intelligence, yang dapat meningkatkan efisiensi. Kalau di berbagai sektor industri, efisiensi ini bisa mencapai 99 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada peresmianPabrik Baru Tolak Angin Cair PT. Sido Munculdi Semarang, Kamis (25/10).

Menurut Menperin, saat ini industri obat tradisional tengah diprioritaskan pengembangannya agar bisa menjadi sektor unggulan dalam memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga kini, terdapat 1.247 industri jamu yang terdiri dari 129 industri obat tradisional (IOT) dan selebihnya termasuk golongan Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT).

Industri obat tradisional telah menyerap tenaga kerja sebanyak 15 juta orang, di mana tiga juta orang di antaranya terserap di industri jamu yang berfungsi sebagai obat dan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang telah berkembang ke arah makanan, minuman, kosmetika, spa, dan aromaterapi.

“Salah satu andalan di industri 4.0 adalah sektor farmasi, kimia dan biokimia. Kelompok industri tersebut masuk dalam klaster wellness, yang sekarang jadi andalan beberapa negara besar seperti Jepang dan Korea, yang juga meliputi industri herbal, jamu dan kosmetika,” paparnya.

Di Indonesia, industri kosmetika merupakan sektor manufaktur yang mengalami pertumbuhan pesat lantaran di dukung pasar domestik yang besar. “Industri kosmetika di dalam negeri, tumbuhnya double digit,” ujar Airlangga.

Sementara industri farmasi juga berpotensi tumbuh signifkan, terutama karena adanya program BPJS yang jumlah pesertanya lebih dari 180 juta orang. “Apalagi, jika didukung dengan adanya big data, bagi perusahaan seperti Sido Muncul ini bisa berpotensi tumbuh tinggi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif agar geliat industri semakin bergairah dengan melakukan peningkatan investasi maupun ekspansi di Indonesia. Ini sekaligus mendongkrak daya saing industri obat tradisional supaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Produknya tradisional, tetapi prosesnya sudah modern,” jelas Menperin. Contohnya, PT. Sido Muncul yang telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sehingga menjadikannya sebagai pabrik jamu pertama di Indonesia yang sudah berstandar farmasi.

 Investasi Rp900 miliar

Menperin pun memberikan apresiasi kepada PT. Sido Muncul atas komitmen jangka panjangnya untuk terus berinvestasi dan mengembangkan industri obat tradisional di Indonesia. “Pembangunan pabrik baru ini tentunya berkontribusi terhadap ekonomi nasional, karena investasinya mencapai Rp900 miliar dan telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 4.000 orang,” ungkapnya.

Guna memacu pertumbuhan industri manufaktur dan agar lebih berdaya saing global, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri di Tanah Air. Fasilitas perpajakan itu antara lain tax holiday dan tax allowance.

“Dalam waktu dekat, akan dikeluarkan insentif super tax deduction untuk perusahaan yang melakukankegiatan vokasi dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM dan untuk industri yang melaksanakankegiatan RD&D (research, development, and design),” papar Airlangga.

Bahkan, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, termasuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK yang terlibat. Program ini akan terus digulirkan, dan kami mengapresiasi Sido Muncul yang juga ikut terlibat dalam program vokasi tersebut,” jelasnya.

Selain telah mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, Kemenperin juga menggenjot industri obat tradisonal terus memacu nilai ekspornya. “Obat tradisional dan herbal adalah salah satu yang diminati di pasar Asean dengan jumlah 650 juta jiwa. Saya yakin, 650 juta orang itu kalau traveling lebih dari 30 kilometer, rata-rata pada pegel linu. Cocok dengan obatnya Sido Muncul,” ucap Airlangga.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyampaikan, tujuan perluasan pabrik adalah untuk mengikuti permintaan pasar yang terus meningkat, sehingga membutuhkan ruang produksi yang lebih besar. “Selain itu, juga meminimalkan kesalahan pada proses pembuatan produk jamu Sido Muncul. Pasalnya, teknologi yang digunakan lebih modern dan bahan-bahan yang akan dicampur sudah diatur dalam program, sehingga zero accident,” tuturnya.

Irwan menambahkan, pihaknya juga akan terus memperluas pasar ekspor. “Tahun depan, kami lebih agresif lagi ke beberapa negara tujuan. Tentunya ini akan menambah produksi, tetapi tidak akan mengurangi jumlah karyawan. Saya bercita-cita di masa depan punya industri yang dapat dipercaya, memberikan keamanan kepada konsumen, itu terus kami gali. Saya ingin supaya masyarakat bertambah kepercayaannya kepada Sido Muncul,” paparnya.

Pabrik baru yang didirikan di atas lahan seluas 17.000 m2 dengan luas bangunan 28.000 m2 tersebut, merupakan pengembangan dari pabrik sebelumnya yang dibangun pada tahun 2007 lalu. Pabrik baru ini dapat menghasilkan 200 juta sachet per bulan dengan proses produksi full automatic.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri didorong untuk mengadopsi teknologi terkini agar menghasilkan inovasi. Selain itu, diyakini mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat. Hal ini guna mendukung visi Indonesia menjadi negara dalam jajaran 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.(**)
Share:

Angota Satgas bersama Warga melaksanakan pembersihan sebelum mengerjakan program Fisik TMMD Kodim 0311/Pessel

Sebelum melakukan tugas pembuatan jalan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa Kodim 0311/Pessel membersihkan  lingkungan Kampung  Air Kalam. Jum'at (26/10)

Kapten Inf Rudy Saragih Pasiter Kodim 0311/Pessel mengatakan, kebersihan lingkungan yang dilakukan anggota Satgas dan masyarakat Kampung Air Kalam sangat penting untuk menunjang pekerjaan yang lain.

Untuk itu sebelum melakukan tugas pokok TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel, Anggota Satgas bersama masyarakat membersihkan lingkungan kampung.

“Wilayah pembangunan dapat terwujud jika semangat kebersamaan atau gotong royong antara Masyarakat dengan Prajurit TNI Satgas TMMD terus dikerjakan"

Dengan ada semangat gotong royong tersebut, semakin menguatkan kebersamaan TNI dan Rakyat terutama dalam lingkungan pencucian, ”katanya. Pasiter

Kegiatan yang dilakukan di lapangan lapangan yang Kotor, Prajurit TNI dan Masyarakat mengambil sampah - sampah serta membabat rumput yang terlihat kumuh di lingkungan Kampung Air Kalam.

Kami sangat bangga dengan upaya masyarakat Kampung Air Kalam, saling bahu membahu bergotong royong yang menggunakan sarana umum. Tidak hanya membersihkan lingkungan saja, tetapi juga sasaran pokok.

Share:

Pembuatan Jamban Rumah Mak Upiak Anyam

Anggota Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel membuat jamban sehat dirumah Mak Upiak Anyam di Kampung Pulai Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Jum'at (26/10)

Angota sathas Beraur melaksanakan karya bakti bersama-sama dengan masyarakat dalam pembuatan jamban di rumah Mak Upiak Anyam sekaligus mem plaster rumah miliknya.

Sertu Dwi Baton Yonif 133/YS mengatakan
“ Jamban merupakan kebutuhan yang harus di miliki oleh setiap rumah guna memenuhi setandar kesehatan". katanya

Dengan adanya bantuan dari program TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel untuk membantu membangun RTLH berserta Jamban, Mak Upiak Anyam beserta keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada Komandan Kodim 0311/Pessel dan Pemda kab. Pesisir Selatan atas bantuan pembuatan rumah untuk RTLH dan pembuatan jamban

"  kami akan mempunyai rumah yang lebih layak dan jamban sebentar lagi dalam waktu selesai"ungkap Mak upiak anyam dengan nada senang


Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Saragih mengatakan kegiatan karya bhakti juga dapat dijadikan media dalam berkomunikasi guna mewujudkan kebersamaan antaraTNI-Rakyat sehingga terjalin hubungan yang lebih positif untuk mengoptimalkan kegiatan TMMD ke 103 Kodim 0311Pessel.

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.