Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/25/18 ~ Sorot Sumatera

Padat kegiatan TMMD/N Kodim 0311/Pessel di siang hari, malam tetap melaksanakan Sholat Berjamaah


Padatnya kegiatan menjalankan tugas sebagai Satgas TMMD/N ke-103 tahun 2018 para tentara tak lupa meluangkan waktu untuk sholat.

Mereka menggalakkan sholat berjamaah bersama masyarakat setempat di masjid sekitar

Salah seorang anggota Satgas TMMD/N Serda Afin Kusuma Perdana mengatakan mereka sengaja menyempatkan diri untuk sholat Isua berjamaah bersama masyarakat. Karena selain medekatkan diri dengan Allah SWT, juga mempererat silaturrahmi dengan masyarakat.

"Satgas TMMD akan terus berbuat yang terbaik dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat," ujarnya.

Secara terpisah, Pasi Ter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih , memberikan apresiasi kepada prajurit Satgas TMMD/N ke-103 karena tetap menjalankan ibadah bersama masyarakat
meski sudah letih dalam melaksanakan kesibukan kegiatan yang padat siang harinya

Ia berharap kedepan Satgas TMMD/N terus meningkatkan kebersamaan bersama masyarakat. Baik dalam pembangunan insfratruktur maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Share:

Keakraban Dengan Pemuda Air Kalam Seperti Sehabat yang sudah kenal Lama

Anggota Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel melaksanakan Makan malam bersama Pemuda Air Kalam . Kamis Malam (25/10)

Makan malam bersama ini dilakukan di di tempat Nongkrongan anak muda di Air Kalam yang di Namakan Saung Nongkrong Oleh Pemuda Air Kalam.

Serda Afin Wardana Danru dari Yonif 133/Ys mengatakan, bahwa makan malam bersama ini merupakan suatu bentuk keakraban dan keharmonisan yang telah tumbuh antara anggota Satgas dengan Pemuda Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini suatu bentuk keakraban dan keharmonisan yang tumbuh antara anggota Satgas dengan Pemuda di sini".

" Pemuda di Kampung Air Kalam ini baik baik, siang hari kami selalu kerja bersama, kami bagaikan sehabat yang sudah lama kenal, begitulah Keakraban Kami". Katanya Afin

Serda Afin Wardana mengharapkan keakraban dan keharmonisan ini bisa terus dipertahankan, tidak hanya saat momen seperti ini saja, melainkan dalam kegiatan-kegiatan lain yang juga tetap dilaksanakan bersama warga.

“Saya harap kegiatan seperti ini bisa terus kita lakukan, sehingga wujud Kemanunggalan TNI dengan Rakyat menjadi lebih nyata,” tutur Afin

Kodim 0311/Pessel

Share:

Penting Wawasan Kebangsaan Dansatgas TMMD/N Ke -103 Berikan Sosialisasi

Painan,--- Dalam rangka meningkatkan rasa nasinalisme dan cinta kepada tanah air Komandan Satuan Tugas(Dansatgas) TMMD/N Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H  berikan sosialisasi kepad masyarakat air kalam kenagarian lakitan tengah kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.

Seperti yang tengah berlangsung di Mesjid Baitul Huda Air Kalam yang diikuti oleh sebanyak seratus orang warga kampung air kalam,pada Kamis (25/10).

Dansatgas TMMD/N Ke -103 Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H mengungkapkan sosialisasi yang tengah dilakukan merupakan bagian dari sasaran non fisik yang harus dicapai dalam pelaksanaan TMMD/N ke-103 ini.

"Jadi selain sasaran fisik ada juga sasaran non fisik yang tidak kalah pentingnya untuk dilaksanakan dalam pelaksanaan TMMD/N ke-103 ini,seperti sosialisasi bahaya kabakaran hutan,sosialisasi perekrutan calon prajurit,sosialisasi hukam,dan sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) seperti yang tengah kita laksanakan ini,"ungkap Akmil Abituren   tahun 1999 itu".

Wasbang lanjut bapak tiga anak itu sangatlah penting di lakukan bagi setiap warga negara indonesia agar mereka dapat mengerti bahwa negara indonesia negara yang majemuk.

"Agar masyarakat mengerti bahwa bangsa indonesia merupakan bangsa yang majemuk,terdiri dari banyak budaya,namun tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan,"ungkap Dansatgas".

Kegiatan yang diikuti oleh seratusan orang ibu-ibu kampung air kalam itu juga turut dihadiri oleh staf DPMPKB kabupaten pessel,Kapolsek Lengayang,ssra Wali nagari lakitan tengah beserta perangkatnya.
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Seperti Ortu Sendiri Satgas TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel Bantu Ibu Angkat Disawah

Painan,--- Seperti orang tua sendiri,Prajurit Kepala Hendrianto dan Pratu Ario Pratama personil Satgas TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel membantu orang tua angkatnya menanam padi disawah.

Seperti yang tengah dilakukan keduanya,saat membantu orang tua angkat tempat mereka tinggal selama pelaksanaan TMMD/N Ke-103 kampung air kalam kenagarian lakitan tengah kecamatan lengayang ini dalam menanam padi disawah miliknya,pada Kamis (25/10).

Praka Hendrianto mengungkapkan,apa yang tengah ia lakukan ini merupakan upaya untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan TMMD/N ke-103 ini.
"Sebagai wujud nyata dalam mencapai tujuan pelaksanaan TMMD/N ini sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat,"ungkapnya".

Ia juga menambahkan,bahwa ini juga merupakan sebagai ungkapan terima kasihnya kepada sang ibuk yang telah memberikan kami tempat tinggal selama berada dilokasi TMMD/N ini.

"Apa yang kami lakukan juga sebagai ungkapan terima kasih kami kepada ibuk Nurbaini selaku orang tua angkat kami yang telah memberikan kami tempat tinggal dirumahnya selama pelaksanaan kegiatan TMMD,"tambahnya".

Sementara itu,ibu Nurbaini mengungkapkan sangat senang telah dibantu oleh anak-anak angkatnya itu yang sudah dianggap seperti anak sendiri dalam menanam padi disawah miliknya itu.

"Terima kasih sudah bantu,sehingga cepat selesai,"ungkap ibu Nurbaini".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Berkat Tangan Dingin Satgas TMMD/N Ke-103 Progres Pengerjaan Rumah Ibu Silis Sudah Masuk Tahap Plester


Painan,--- Sebelas hari berjalan satgas TMMD/N ke-103 pasca dibuka oleh Bupati Kab.Pessel H. Hendra Joni,S.H,M.H (15/10) lalu,berbagai kegiatan dalam mencapai sasaran terus dikebut.

Terlihat dari pengerjaan rumah ibuk silis yang sudah memasuki tahap mem-plester dinding pada bagian rumah,yang tengah di kerjakan oleh kepala tukangnya sertu April Suhendri bersama rekan-rekan satgas TMMD/N ke-103,pada Kamis (25/10).

Serda April menyebutkan,dirinya bersama dengan anggota satgas yang lain,akan bekerja secara optimal agar pengerjaan yang termasuk kedalam sasaran utama satgas TMMD/N ini dapat tercapai.

"Kami selaku anggota satgas TMMD/N ke-103 akan bekerja secara optimal agar apa yang menjadi sasaran baik fisik maupun non fisik dapat tercapai dan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,dan tentukan sesuai dengan petunjuk komando atas,"ungkapnya".

Sementara itu,ibuk silis (52) sangat merasa senang atas perehaban rumah miliknya yang semula tidak layak huni  itu.

"Terima Kasih pak tentara,yang sudah bangunkan rumah untuk kami,semoga ini menjadi amal ibadah untuk pak tentara semua,"ucap ibu silis sambil terharu".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

RI-Jepang Jajaki Peningkatan Kolaborasi Sektor Industri dan SDM


sorotsumatera.com 

Jakarta- Indonesia dan Jepang terus berupaya meningkatkan kolaborasi yang komprehensif di sektor industri guna memperkuat struktur ekonomi kedua negara. Langkah strategis ini juga bertujuan untuk bersama-sama siap menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritasnya adalah menarik minat perusahaan global untuk berinvestasi di Tanah Air. Hal ini dapat mendorong transfer teknologi ke perusahaan lokal,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai bertemu dengan Gubernur Prefektur Saitama Kiyoshi Ueda di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (24/10).

Menperin menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya memberikan kesempatan kepada delegasi Prefektur Saitama untuk menyampaikan berbagai potensi yang bisa disinergikan bagi pelaku industri Indonesia dan Jepang. “Saitama sebagai salah satu lokasi induk pabrik Honda, dan Nissan juga punya pusat litbang di sana. Selain itu, mereka kuat di industri farmasi serta makanan dan minuman,” ujarnya.

Menurut Airlangga, Saitama merupakan provinsi yang memberikan kontribusi besar kelima bagi produk domestik bruto (PDB) Negeri Sakura. “Jadi, mereka akan memfailitasi peningkatan kerja sama di sektor industri, termasuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Di sana ada perusahaan sistem persinyalan untuk mendukung MRT, mereka mengajak para insinyur kita belajar teknologi itu di Saitama,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menperin memaparkan mengenai komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya mendorong pengembangan industri manufaktur ke depan. “Kami bertekad terus menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif dengan meluncurkan beberapa paket kebijakan ekonomi dan memberikan kemudahan dalam perizinan usaha. Ada juga Making Indonesia 4.0 sebagai strategi penerapan industri 4.0,” imbuhnya.

Airlangga menambahkan, selama 4 tahun kinerja pemerintahan Jokowi-JK, daya saing industri nasional semakin kompetitif di kancah global. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai tambah industri, indeks daya saing global, peringkat manufacturing value added (MVA), serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.

“Nilai tambah Industri nasional meningkat hingga USD34 miliar, dari tahun 2014 yang mencapai USD202, 82 miliar menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, apabila melihat indeks daya saing global, yang sekarang diperkenalkan metode baru dengan indikator penerapan revolusi industri 4.0, peringkat Indonesia naik dari posisi 47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” ungkapnya.

Bahkan, merujuk data The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), indeks MVA untuk industri di Indonesia naik tiga peringkat dari posisi 12 pada tahun 2014 menjadi level ke-9 di 2018. “Selain itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun ikut meningkat menjadi 1,84 persen pada tahun 2018,” lanjutnya.

Menperin juga memastikan, guna memacu pertumbuhan industri manufaktur dan agar lebih berdaya saing global, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri di Tanah Air. Fasilitas perpajakan itu antara lain tax holiday, tax allowance, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

“Dalam waktu dekat, akan dikeluarkan insentif super tax deduction untuk perusahaan yang melakukankegiatan vokasi dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM dan untuk industri yang melaksanakankegiatan RD&D (research, development, and design),” papar Airlangga.

Dalam upaya menciptakan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, termasuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. “Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK yang terlibat. Program ini akan terus digulirkan,” jelasnya.

Untuk itu, Menperin berharap pertemuannya dengan Gubernur Prefektur Saitama dapat menjembatani peningkatan investasi Jepang di Indonesia khususnya untuk sektor industri, baik skala besar maupun kecil dan menengah. Sepanjang tahun 2017, investasi Jepang merupakan terbesar kedua di Indonesia dengan nilai mencapai USD8,4 miliar. Sementara pada periode Januari-April 2018, realisasi nilai investasi Jepang juga menduduki peringkat kedua sebesar USD1,4 miliar dengan total 375proyek.


DPR Ketuk Palu

Pada hari sebelumnya, Menperin melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI tentang penyesuaian rencana kerja anggaran (RKA) Tahun 2019 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI. Pada hasil kesimpulan raker tersebut, Komisi VI DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Perindustrian Tahun 2019 sebesar Rp3,59 triliun.

“Pagu alokasi anggaran Kemenperin pada tahun depan itu sesuai struktur organisasi yang baru,” kata Airlangga. Biaya terbesar akan disalurkan pada program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang mencapai Rp1,78 triliun.

Menperin menjelaskan, dalam pengoptimalan anggaran, pihaknya lebih menitik beratkan pada program pengembangan SDM industri. “Sebab, pemerintah saat ini sedang memfokuskan terhadap peningkatan kualitas SDM agar mampu menghadapi perkembangan revolusi industri keempat,” imbuhnya.

Alokasi anggaran juga didistribusikan kepada program pengembangan teknologi dan kebijakan industri sebesar Rp655,48 miliar, kemudian diikuti program penumbuhan dan pengembangan industri kecil, menengah dan aneka Rp379,81 miliar, program dukungan manajemen Kemenperin Rp241,68 miliar, serta program penumbuhan dan pengembangan industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika Rp126,73 miliar.

Selanjutnya, program penumbuhan dan pengembangan industri kimia, farmasi dan tekstil sebesar Rp 123,07 miliar, program peningkatan ketahanan, pengembangan perwilayahan industri dan akses industri internasional Rp119,37 miliar, program penumbuhan dan pengembangan industri berbasis agro Rp111,63 miliar, serta program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemenperin Rp45,44 miliar.

Kesembilan program strategis tersebut akan mendukung implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Kegiatan-kegiatan itu diyakini pula bakal mendongkrak produktivitas dan daya saing sektor industri nasional dalam kancah global. Selain itu mendorong penumbuhan populasi industri.

Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, telah tejadi penambahan populasi industri besar dan sedang. Dari tahun 2014 sebanyak 25.094 unit usaha menjadi 30.992 unit usaha, sehingga tumbuh 5.898 unit usaha. Di sektor industri kecil juga mengalami penambahan, dari tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha menjadi 4,49 juta unit usaha di tahun 2017. Artinya, tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama periode 2014-2017.(*)
Share:

Kemenperin Perkenalkan Teknologi Komputasi Awan Kepada IKM


Sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) memperkenalkan teknologi komputasi awan (cloud computing) kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Upaya strategis ini bertujuan untuk menyiapkan pelaku IKM nasional dalam memasuki era revolusi industri 4.0.

“Teknologi baru yang muncul bersamaan dengan datangnya era revolusi industri 4.0, salah satunya adalah cloud computing,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika membuka secara resmi seminar Making Indonesia 4.0 dengan tema “Menyiapkan Industri Indonesia di Era Industri 4.0” di Jakarta, Rabu (24/10).

Menurut Menperin, revolusi industri 4.0 merupakan era terjadinya konektivitas secara nyata antara manusia, mesin, dan data. Bahkan, era ini telah mulai memasuki lini kehidupan masyarakat melalui teknologi-teknologi baru seperti komputasi awan yang sehari-hari telah digunakan oleh masyarakat.

“Penggunaan cloud computing dalam kehidupan sehari-hari seperti google drive, dropbox, dan office 365 akan perlahan menggantikan teknologi lama yang menyimpan dokumen pada hard drive,” tuturnya. Teknologi komputasi awan ini memungkinkan pengguna mengakses sumber daya komputasi dari mana saja, kapan saja dengan biaya yang terjangkau dan hanya membayar sesuai penggunaan.

“Teknologi cloud computing akan menyokong layanan lain seperti big data analysis, internet of things, artificial intelligence, machine learning, dan blockchain. Oleh karena itu, teknologi komputasi awan merupakan salah satu infrastruktur digital yang penting dalam mendukung implementasi industri 4.0.

Airlangga meyakini, upaya mengadopsi teknologi digital memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi, kami ingin industri nasional termasuk IKM dapat mengenal teknologi komputasi awan ini dan mengambil manfaatnya untuk mendorong mereka melakukan transformasi digital,” ujarnya. Apalagi, sejumlah perusahaan rintisan (startup) di dalam negeri, yang menawarkan produk Internet as a Services(IaaS) seperti Gojek, Traveloka, dan Tokopedia telah menggunakan cloud computing guna meningkatkan efisiensi di bidang informasi teknologi.

Berdasarkan studi McKinsey, penerapan industri 4.0 dapat menambah total pasar ekonomi digital nasional hingga USD200 miliar di tahun 2030. Selain itu, juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen. Bahkan, teknologi digital dapat pula memberi sumbangsih sebesar USD3 triliun untuk pasar ekonomi global pada 2030. Itu setara dengan 16 persen lebih tinggi dari total produk domestik bruto (PDB) sedunia pada saat ini.

Ketua Umum AACI Alex Budiyanto menyampaikan, melalui penyelenggaraan seminar ini, pihaknya ingin memberikan edukasi mengenai teknologi komputasi awan dan perannya sebagai infrastruktur digital yang utama di era industri 4.0. “Kami siap bersama pemerintah mendukung Making Indonesia 4.0 melalui penerapan teknologi cloud computingdan juga pengembangan sumber daya manusia untuk menguasai teknologi ini,” jelasnya.

Seminar sehari ini, diikuti sebanyak 300 perserta yang meliputi para pelaku industri baik skala kecil, menengah, dan besar, aparatur pemerintah, serta masyarakat umum. Adapun narasumber yang hadir, di antaranya dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), serta anggota ACCI seperti Lintasarta, Datacomm, Microsoft Indonesia, Telkomtelstra, DesktopIP, Zettagrid, dan Trend Micro.

Sementara itu, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengemukakan, beberapa program telah digulirkan untuk mendorong IKM nasional melakukan transformasi digital menuju era revolusi industri 4.0. “Selain menggelar seminar ini, sebelumnya kami meluncurkan kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup untuk menumbuhkan inovasi startup berbasis teknologi industri 4.0 dalam upaya mengatasi permasalahan dunia industri saat ini,” ucapnya.

Pendaftaran kompetisi tersebut masih dibuka sampai tanggal 20 November 2018. Untuk informasi lebih lanjut, dapat diakses melalui laman www.i4startup.id. “Ada lagi, kami punya program e-Smart IKM untuk memudahkan akses pemasaran digital serta platform pembelajaran digital IKM, yang kami siapkan agar mereka tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi digital,” imbuhnya.



Produksi jok mobil

Pada kesempatan berbeda, Gati mengatakan, pihaknya berupaya mengangkat potensi sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Halmahera Barat,Maluku Utara. Salah satunya adalah mendorong pelaku IKM meningkatkan nilai tambah buah kelapa, dengan memanfaatkan sabut kelapa yang diolah untuk mendukung kebutuhan produksi jok mobil.

“Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat potensial dan tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Halmahera Barat,” jelasnya. Potensi produksi kelapa di Kab. Halmahera Barat cukup tinggi. Data BPS menunjukkan areal perkebungan kelapa di Kab. Halmahera Barat pada 2015 seluas 32.671 hektare dengan produksi buah kelapa sebanyak 35.259 Ton.

Menurut Gati, hampir seluruh bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari akar di dalam tanah hingga daun dan buah yang ada di pucuk pohon. “Untuk itu, Kemenperin fokus melaksanakan program hilirisasi industri berbasis SDA untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal melalui diversifikasi produk,” tuturnya.

Di beberapa negara maju, sabut kelapa merupakan bahan baku pembuat jok mobil. Pengolahan serat ini dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu perendaman, pelunakan, dan penyeratan.Industri otomotif terkemuka di dunia, misalnya Mercedes Benz, memanfaatkan sabut kelapa untuk isi jok mobilnya. Kelebihan sabut kelapa sebagai pengisi jok mobil,antara lain mempunyai daya lentur yang sangat baik, tahan lama, tidak berbau, dan mempunyai tingkat pencemaran yang sangat rendah (biodegradability).

”Apalagi, sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan industri otomotif agar siap memasuki era revolusi industri keempat. Di samping itu, industri otomotif di Indonesia semakin tumbuh,” papar Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin mendorong IKM dapat berperan menyokong daya saing industri otomotif nasional agar lebih kompetitif di kancah global. Hal ini dinilai dapat memperkuat struktur manufaktur dan menumbuhkan populasi industri.

”Program strategis yang kami lakukan untuk meningkatkan nilai tambah kelapa ini, selain mendorong produksi jok mobil, antara lain pelaksanaan bimbingan teknis produksi pembuatan virgin oil coconut, kerajinan, dan pemarut kelapa,” sebut Gati.

Kegiatan itu digelar selama lima hari, tanggal 22 - 26 Oktober 2018 di Halmahera Barat, dengan diikuti sebanyak 20 orang peserta. Selain pelaksanaan bimbingan teknis produksi dan kewirausahaan, pada kesempatan itu, Ditjen IKM Kemenperin juga memberikan bantuan mesin dan peralatan untuk meningkatkan produktivitas pengolahan kelapa.(**)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.