Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/24/18 ~ Sorot Sumatera

TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel : Hilangkan Penat, TNI Dan Warga Main Voli Bersama

Setelah bekerja seharian penuh melakukan kegiatan fisik, anggota satgas TMMD Ke-103 Kodim 0311/Pessel bersama warga bermain bola voli untuk penyegaran dan menjalin kebersamaan di lapangan Voly Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Rabu Sore (24/10).

Pratu T. Simbolon dari Yonif 133/Ys nggota Satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel mengatakan olahraga bola voli bisa merefresh kembali anggota Satgas dan warga yang selama ini membantu Pembuatan jalan dan RTLH hingga dapat menjaga kebugaran dan tetap kompak bersama.

"Bola voli di ikuti para pemuda Warga Kampung Air Kalam,  terlihat senang dengan hadirnya TMMD/N  di Kampung mereka, maka kami harus menunjukan semangat agar menular kepada warga sehingga tercipta kekompakan, kebersamaan dan kamanunggalan tetap terjaga dan pengerjaan Program TMMD/N tepat selesai," ujarnya.

Andre pemuda Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah  mengatakan, olahraga bola voli bersama tentara seru sekali, selain bisa menyegarkan badan, kita jadi bisa lebih kompak dan lebih akrab tidak di sangka tentara bisa juga bermain voli.

"Saya jadi terkagum-kagum selain pintar berperang tentara mahir juga olahraga bola voli, di harapkan Bapak-bapak TNI rutin bersama kami untuk bermain voli agar tetap bugar dan sehat,'' ujarnya.

Kodim 0311/Pessel

Share:

Posko TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel, Sebagai pusat pengendalian Kegiatan serta Up date Data

Setiap kegiatan ataupun program yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel di lapangan, selalu disertai dengan Posko (Pos Komando) yang berfungsi sebagai pusat pengendalian kegiatan.

Posko ini guna memantau, mengendalikan serta memberikan instruksi kepada para prajurit di lapangan sehingga kegiatan dapat tepat sasaran sesuai program.

Disamping itu juga sebagai tempat dalam informasi media (jurnalis) dalam meliput kegiatan TNI dalam Program TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel

Setiap kegiatan selalu “terorganisasi” dengan baik. Begitu juga dengan Posko TMMD/N  ke-103 Kodim 0311/Pessel yang menggunakan dan memimjam ruang rumah Kosong yang tidak ditempati Warga di kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengan Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan

Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih mengatakan selama TMMD/N ke 103 berlangsung di Lakitan Tengah, Posko TMMD/N akan selalu ada untuk mengumpulkan data up date terkait berbagai Kegiatan baik sasaran Fisik maupun Non Fisik. Rabu (24/10)

"Segala bentuk data, Dokumentasi TMMD/N ada, dari data Kegiatan Fisik maupun Non fisik, termasuk data kebutuhan material yang masih diperlukan" Katanya.

Terlihat Serda Buspairil Bintara Teritorial Kodim 0311/Pessel yang sedang memasang dokumen foto perkambangan fisik TMMD/N di papan sketsel Posko TMMD/N.

Dari pantauan media  kegiatan dan dokumen TNI terorganisir dengan baik.

Kodim 0311/Pessel

Share:

Songsong Bonus Demografi, Kemenperin Telurkan Wirausaha Muda Kreatif


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus menelurkan para wirausaha muda di sektor industri kreatif. Apalagi, ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain itu, upaya ini untuk mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia.

“Pada tahun 2030 nanti, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk usia produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk sebesar 297 juta jiwa. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang juga siap menghadapi era revolusi industri 4.0,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (23/10).

Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun, sedangkan pada 2016 mencapai Rp923 triliun, dan bertambah menjadi Rp990 triliun di 2017. Tahun 2018 diproyeksi tembus hingga Rp1.000 triliun.

“Dalam rangka menyiapkan pengusaha muda di bidang ekonomi kreatif, Direktorat Jenderal IKM melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) melaksanakan program Creative Business Incubator (CBI),” ungkap Gati. Kali ini, akan difokuskan pada pemberian pelatihan dan bimbingan untuk wirausaha muda sektor industri kriya dan fesyen.

Tercatat ada tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen sebesar 18,15 persen, dan industri kriya sebesar 15,70 persen. Dalam upaya pengembangan industri kreatif nasional, Kemenperin memiliki tugas untuk fokus membina subsektor kriya, fesyen, film, animasi dan video, serta aplikasi dan pengembangan permainan

Gati menjelaskan, dalam pelaksanaan CBI tahun 2018, Ditjen IKM Kemenperin menggandeng Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya. Proses rekrutmen dilaksanakan secara terbuka melalui media sosial dan program Creative Talk dengan mengundang pelaku industri kreatif seperti Brodo, Duanyam, Antea Tigra, Ni Luh Djelantik, Angel Investor Network Indonesia (ANGIN) dan perwakilan dari BVDI Prasetya Mulya.

“Pelaku usaha kreatif yang mendaftar program ini sebanyak 425 orang, kemudian dilakukan seleksi untuk mendapatkan 49 orang yang memasuki tahap wawancara baik secara offline ataupun online dan kemudian dipilih sebanyak 26 pengusaha muda terbaik yang mengikuti program ini,” paparnya.

Sebanyak 26 pelaku IKM kreatif pemula yang mengikuti program ini, berasal dari wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Mereka akan mendapat materi mengenai pengembangan bisnis. “Tahapan ini cukup krusial mengingat banyak pelaku usaha kreatif pemula yang sudah mampu menjalankan usahanya namun masih mengalami kendala ketika akan meningkatkan kapasitas usahanya,” imbuhnya.

Program ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni dilakukan melalui sesi camp di Jakarta mulai tanggal 21 Oktober sampai 15 Desember 2018 dan program pendampingan (coaching) yang bakal digelar pada tahun 2019 selama satu tahun.

Menurut Gati, langkah strategis ini merupakan wujud kolaborasi antara pihak pemerintah, pengusaha dan akademisi dalam perencanaan dan pelaksanaan programnya. “Misalnya, dalam menyusun kurikulum dan pelaksanaan program, kami melibatkan tim dari salah satu institusi pendidikan bisnis terbaik di negeri ini karena kami ingin memberikan pendidikan bisnis yang terbaik juga bagi pengusaha muda industri kreatif di Indonesia,” pungkasnya.(**)
Share:

Pancing Semangat Anak Baca Alqur'an Satgas TMMD/N Ke-103 Gelar Cerdas Cermat Hafalan Alqur'an

Painan,---Dalam rangka menumbuh kan semangat generasi penerus dalam menghafal alqur'an,satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel yang berlokasi di kampunh air kalam nagari lakitan tengah kecamatan lengayang menggelar kegiatan lomba menghafal alquran.

Kegiatan yang kemas dengan kegiatan cerdas cermat itu berlangsung di Mushola Nurul Iman dipimpin oleh Sertu Muhammad Yunus beserta dua orang rekanya,pada Selasa (23/10) malam.

Sertu M Yunus mengungkapkan,kegiatan yang dilakukan merupakan suatu upaya untuk menjalin kemanunggalan TNI dan Rakyat,serta untuk memancing semangat anak-anak disini agar mau belajar dan menghafal alquran.

"Sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat disini,agar terwujud kemanunggalan TNI dan Rakyat,dan juga agar anak-anak kampung air kalam merasa terpancing semangatnya untuk mau belajar dan menghafal alquran"ungkapnya".

Ia juga menambahkan,dalam kegiatan cerdas cermat yang dilakukan juga diberikan hadiah berupa kebutuhan sekolah kepada pemenang lomba.

"Nanti yang dapat juara akan kita kasih hadiah berupa buku,yang juara satu dikasih satu kodi dan juara dua dikasih setengah kodi,agar dapat digunakan sebagai keperluan sekolah,"tambahnya".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Kedekatan Anggota Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel dengan anak anak Kampung Air Kalam

Di tengah kesibukan sehari-hari dalam pembuatan jalan baru  yang menghubungkan antar Kampung Air Kalam ke Kampung Tampunyik yang berada di Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan, dan pembangunan RLTH anggota Satgas yang tergabung dalam TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel mendekatkan diri dengan berbagai kalangan masyarakat diantaranya dengan anak-anak Dusun Air Kalam dengan bermain dan berfoto bersama anak-anak. Rabu (24/10)

Hal ini yang dilakukan Serka Riki Haira Yosda Kodim 0311/Pessel salah satu anggota yang tergabung dalam Satgas TMMD/N untuk menciptakan indahnya berbagi kebersamaan dalam membangun dan mewujudkan suatu kebhinekaan yang diawali sejak dini.

Yosda panggilan akrab  sehari hari sekilas memberikan bimbingan belajar dan melatih anak-anak mengucapkan isi dari Pancasila serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan tujuan menanamkan jiwa kebangsaan dan cinta tanah air kepada anak sejak dini.

Kegiatan yang terlihat anak-anak sangat senang mendapatkan bimbingan sehingga terpancar dari wajah mereka kegembiraan dengan adanya aparat TNI yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Roki salah satu anak pun mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI yang sedang bertugas yang mana sudah mau bermain dan berfoto dengan  mereka dan memberikan permen dan bimbingan tentang pengetahuan Pancasila.

Kodim 0311/Pessel

Share:

Satpol PP Provinsi Sumatera Barat di terjunkan dalam Membantu TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel

Semangat kemanungalan bukan hanya terlihat antara TNI dengan Rakyat namun, pada kegiatan TMMD/N ke 103 yang dilaksanakan di Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang semangat kemanunggalan nampak antara TNI, Masyarakat dan Satuan POL PP  dan Satuan Linmas.

Hal itu dilaksanakan guna mempercepat pembangunan di Kampung Air Kalam baik Fisik ataupun Non Fisik.

Dari pantauan media, tampak Satuan polisi pamong praja Prov. Sumatera Barat di lokasi TMMD/N di Kampung Air Kalam membantu membangun Rumah Bpk. Piwi. Rabu (24/10).

Dengan diturunkanya Satpol PP ini, akan memberikan warna tersendiri terhadap Masyarakat dalam upaya untuk membantu pembangunan.

Kegiatan ini menjadi motivasi kepada warga Masyarakat di Kampung Air Kalam bahwa, kegiatan ini yang perlu ditindak lanjuti dan harus dijadikan contoh, ternyata dengan kegotong royongan telah mampu menggairahkan  semangat warga Masyarakat untuk mendorong pembangunan di lingkungan Masyarakat.

Kodim 0311/Pessel


Share:

4 Tahun Kinerja Jokowi-JK: Populasi Industri Tumbuh, Daya Saing Meningkat


sorotsumatera.com 

Jakarta- Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla selama ini tetap fokus untuk terus menumbuhkan sektor industri manufaktur, baik itu skala besar dan sedang maupun kecil. Pada periode tahun 2014-2017, telah tejadi penambahan populasi industri besar dan sedang, dari tahun 2014 sebanyak 25.094 unit usaha menjadi 30.992 unit usaha sehingga tumbuh 5.898 unit usaha.

“Di sektor industri kecil juga mengalami penambahan, dari tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha menjadi 4,49 juta unit usaha. Artinya, tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun belakangan ini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika memberikan pemaparan pada Konferensi Pers Bersama FMB9 di Jakarta, Selasa (23/10).

Menurut Menperin, penumbuhan populasi industri tersebut tidak terlepas peran dari pemerintah yang gencar menarik investasi masuk di Indonesia. Selain itu, upaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif dengan memberikan paket kebijakan ekonomi serta kemudahan dalam perizinan usaha.

Kementerian Perindustrian mencatat, investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik mencapai Rp274,09 triliun di 2017. Sementara, semester I tahun 2018, penanaman modal di sektor industri pengolahan ini sudah menembus Rp121,56 triliun.

“Adapun lima besar investasi di sektor industri pada semester pertama tahun ini, sesuai dengan prioritas industri 4.0 atau Making Indonesia 4.0, yakni industri makanan dan minuman mampu berkontribusi hingga 29,14 persen dari total investasi di kelompok industri manufaktur,” paparnya.

Kemudian, penanaman modal dari industri kimia menyumbang sebesar 28,97 persen, diikuti industri barang logam, komputer, barang elektronika, mesin, dan perlengakapan (18,89%), industri alat angkutan (5,53%), serta industri tekstil dan pakaian jadi (4,65%).

“Dari investasi tersebut, terjadi aktivitas industri yang memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional, di antaranya peningkatan terhadap penyerapan tenaga kerja dan nilai ekspor,” tutur Airlangga. Pada tahun 2014, tenaga kerja di sektor industri sebanyak 15,62 juta orang, tumbuh signifikan menjadi 17,92 juta orang hingga semester I-2018.

Selanjutnya, total nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun 2014 menyentuh angka USD119,75 miliar, naik menjadi USD125,02 miliar di tahun 2017. “Sementara, semenster I-2018, jumlah ekspor produk industri kita sebesar USD63,01 miliar, naik 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkap Menperin.

Nilai ekspor produk industri di semester pertama 2018 itu memberikan kontribusi sebesar 71,59 persen dari total ekspor nasional yang mencapai USD88,02 miliar. Artinya, banyak produk industri manufaktur nasional yang sudah kompetitif di pasar global.

Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa industri merupakan tulang punggung ekonomi di Indonesia. “Secara konsisten industri pengolahan selalu menjadi the Biggest Contributor dari ekonomi Indonesia, dengan rerata 20 persen. Ini sekaligus memperlihatkan Indonesia sebagai among the global elite dalam kontribusinya, di mana Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 14 persen,” imbuhnya.

Menperin menambahkan, selama kinerja pemerintahan Jokowi-JK, daya saing industri nasional semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai tambah industri, indeks daya saing global, peringkat manufacturing value added (MVA), serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.

“Nilai tambah Industri nasional meningkat hingga USD34 miliar, dari tahun 2014 yang mencapai USD202, 82 miliar menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, apabila melihat indeks daya saing global, yang sekarang diperkenalkan metode baru dengan indikator penerapan revolusi industri 4.0, peringkat Indonesia naik dari posisi 47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” ujarnya.

Bahkan, merujuk data The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), indeks MVA untuk industri di Indonesia naik tiga peringkat dari posisi 12 pada tahun 2014 menjadi level ke-9 di 2018. “Selain itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun ikut meningkat menjadi 1,84 persen pada tahun 2018,” lanjutnya.

Menperin memastikan, guna memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional, diperlukan kebijakan strategis yang mendukung seperti ketersediaan bahan baku, pembangunan infrastruktur, kelancaran arus logistik, dan penurunan harga gas industri. “Ini yang akan mendorong pula investasi dan ekspansi di sektor industri. Apalagi, saat ini sudah dikembangkan 13 kawasan industri baru dan 22 sentra IKM baru,” tegasnya.

Dalam upaya mendongkrak daya saing industri, termasuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. “Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri yang terlibat dan 1.753 SMK. Program ini akan terus digulirkan lagi pelaksanannya dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri saat ini,” pungkasnya.(**)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.