Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/21/18 ~ Sorot Sumatera

PANGDAM I/BB : SEMOGA CEPAT SEMBUH BABINSA PEMBERANI

Disela sela kesibukannya dalam melaksanakan tugas,   Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P besuk Sersan Afrianda Babinsa pemberani yang belakangan terekspos ke Media karena keberaniannya menagkap maling Infak Masjid. 

Danrem didampingi Bupati Tanah Datar Drs H Irdiansyah Tarmizi,  Dandim 0307/TD Letkol Inf Adi Sugianto, Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji, Kadis Parpora Bapak Abdul  Hakim, Kasi Intel Kol. Kav Mukmin, Kasi Ter Kol Inf Budi Prastiyo dan rombongan  membesuk langsung ke kediaman Sertu Afrianda di Simpang Asrama Batusangkar, Pincuran Balai Jorong Simpuruik. Minggu (21/10)

Dalam kesempatan tersebut Danrem dan Bupati memberikan reward dan memotivasi agar pak Babinsa tetap semangat.

Sertu Afrianda yang kesehariannya mengabdi bertugas di Koramil 10/Sungai Tarap Kodim 0307/TD berani berhadapan dengan maling untuk menegakkan kebenaran walaupun harus menerima resiko cedera patah lengan kiri akibat menangkis linggis dari maling. 

Pada saat Komunikasi Danrem  dengan Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah di kediaman Babinsa melalui telepon seluler, Pangdam berpesan agar Babinsa pemberani tetap semangat dalam bertugas jangan mundur untuk menegakkan kebenaran dan semoga lekas sembuh, pungkasnya.

Danrem 032/Wbr berpesan kepada seluruh prajurit jajarannya  bahwa keteladanan Bintara Pembina Desa Sertu Afrianda patut dicontoh oleh prajurit yang lainnya. (Penrem).
Share:

Telah Dinikmati Lebih dari 380 IKM, Kemenperin Terus Gulirkan Restrukturisasi


sorotsumatera.com Jakarta- Kementerian Perindustrian terus menggulirkan program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi industri kecil dan menengah (IKM). Pada periode 2014-2017, bantuan tersebut telah dimanfaatkan sebanyak 380 IKM yang antara lain meliputi sektor alat angkut, furnitur, logam, pangan, kimia, mesin, sandang, aneka, serta barang dari kayu.

“Program peremajaan mesin dan peralatan penunjang produksi ini dilakukan untuk lebih meningkatkan produktivitas IKM sekaligus memacu daya saingnya sehingga mampu kompetitif di pasar domestik hingga ekspor,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (20/10).

Menurut Gati, upaya strategis itu telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Namun, pada 2009-2012, hanya menyasar untuk sektor IKM sandang. “Setelah 2012, program ini sudah bisa diakses seluruh sektor IKM secara umum,” ujarnya.

Mengenai teknisnya, Gati menjelaskan, program restrukturisasi ini berupa potongan harga kepada IKM dalam pembelian mesin dan peralatan penopang aktivitas produksi. Pelaku IKM mendapat nilai potongan (reimburse) sebesar 30 persen dari harga pembelian mesin atau peralatan yang dibuat di dalam negeri. Sedangkan untuk mesin atau peralatan buatan luar negeri, nilai potongannya sebesar 25 persen dari harga pembelian.

“Program restrukturisasi ini dirasakan sangat membantu IKM terutama dalam segi pembiayaannya. Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan teknologi produksi terbaru yang digunakan,” tuturnya. Pada periode 2014-2017, total nilai potongan harga yang telah diberikan IKM mencapai Rp42,306 miliar

Dari tahun ke tahun, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah melakukan penyempurnaan agar memudahkan IKM dalam mengakses atau memanfaatkan program ini, antara lain melalui simplifikasi prosedur, persyaratan dan kriteria. Selain itu, pendampingan dan asistensi oleh Lembaga Pengelola Program (LPP) terus dilakukan agar program ini dapat lebih mudah diaplikasikan.

“LPP adalah lembaga independen yang membantu Ditjen IKM dalam pelaksanaan kegiatan operasional pengelolaan program restrukturisasi mesin dan peralatan,” tutur Gati. LPP menyediakan pos pelayanan di sentra-sentra IKM unggulan yang berpotensi untuk ikut serta pada program tersebut.

Gati menambahkan, program, restrukturisasi mesin dan peralatan IKM kembali dilanjutkan pada tahun 2018 sesuai dengan ketentuan yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Petunjuk Pelaksanaan yang tertuang dalam Keputusan Dirjen IKM Kemenperin. “Berbagai upaya dilakukan untuk menginformasikan kepada seluruh pelaku IKM di Indonesia, sehingga program ini dapat dinikmati secara merata,” paparnya.

Pada 28 Oktober 2018 di Surakarta, Ditjen IKM menyenggarakan kegiatan “Sosialisasi Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM untuk Meningkatkan Daya Saing Ekspor” yang diikuti sebanyak 200 pelaku IKM dari berbagai sektor seperti pangan, barang dari kayu, furnitur dan 25 stakeholder terkait.

“Melalui kegiatan tersebut, para peserta dapat mengetahui dan berkonsultasi langsung mengenai prosedur, persyaratan dan kriteria terkait program restrukturisasi dengan LPP. Selain itu, para IKM diperkenalkan dengan program pengembangan teknologi terkini,” ungkap Gati.

Pengenalan teknologi itu yang terkait dengan penerapan industri 4.0, di antaranya cloud computing, internet of things, dan artificial intelligence. “Mereka juga kami ikut sertakan dalam program e-Smart IKM, sehingga ke depannya mereka sudah memasarkan produknya melalui online yang berkerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri,” imbuhnya.

Gati berharap, melalui program restrukturisasi dan pemanfaatan teknologi digital tersebut, para pelaku IKM nasional dapat mengembangkan usahanya lebih baik lagi, dari sisi produksi maupun pemasaran. “Pengenalan teknologi-teknologi itu juga merupakan salah satu upaya Ditjen IKM dalam mengantarkan para pelaku IKM nasional menuju era revolusi industri 4.0,” tegasnya.

Apalagi, salah satu dari 10 Prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah memberdayakan pelaku IKM. Pasalnya, hampir 70 persen pelaku usaha Indonesia berada di sektor IKM. “IKM mempunyai kedudukan strategis dalam perekonomian nasional. Hal ini dilihat dari jumlah unit usaha, penyerapan tenaga, dan ragam produknya yang cukup banyak. Sektor IKM juga selama ini sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(*)
Share:

Sinsingkan lengan baju, Ayo kita bangun Nagari (TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel)

Semangat gotong royong kembali terlihat dalam kegiatan fisik yang dilaksanakan Satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel Bersama warga,  personel Satgas TMMD bahu membahu membangun gorong-gorong di Jalan Baru Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Minggu (21/10)


Kondisi geografis yang berat  tak menjadi penghalang pembangunan beberapa gorong-gorong di sepanjang jalan sasaran TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel di wilayah Kampung Air Kalam.

Satgas TMMD/N yang ke 103 Kodim 0311/Pessel siap Bekerja membangun Nagari, letih dan lelah siap lewati

Perintah komando paling utama karena mereka alat Negara yang siap bekerja dimana saja yang penting rakyat  bahagia dan sejahtera

Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih mengajak Anggota Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel bekerja lebih semangat.

" Ayo kawan Sinsingkan lengan baju kita semua, Mari bekerja membangun Nagari Supaya rakyat damai sejahtera" ajak nya Pasiter

Lebih lanjut pasiter mengatakan
“Pembangunan gorong-gorong tersebut memang cukup berat, hanya saja berkat semangat Anggota Satgas TMMD/N ke 103 dengan pengerahan warga yang maksimal dan saling bahu membahu semua pekerjaan menjadi ringan,” kata Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih.

Kerja sama tersebut, menurut Rudy merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

“Dengan curah hujan beberapa hari ini, gorong-gorong yang telah dibuat sudah dapat berfungsi dengan normal. Keberadaan gorong-gorong ini mengurangi genangan air,” ujarnya. 


Selama ini di Kampung Air Kalam debit air yang tegenang cukup besar. Dengan adanya gorong-gorong ini,  aliran air langsung masuk ke sungai dan genangan air tidak lagi .

Sementara itu,  Kepala Kampung Air Kalam, Roni menyampaikan terima kasih kepada TNI. 

“Saya atas nama warga Kampung Air Kalam mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak TNI, khususnya Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel yang telah berperan aktif membangun kampung kami,” ucapnya. 


Apalagi,  kata Roni,  pembangunan gorong-gorong ini memberikan dampak besar bagi masyarakat Kampung Air Kalam, diharapkan warga bisa lebih sejahtera,  mandiri serta terhindar dari bencana banjir. 

“Semoga gorong-gorong yang telah dibuat Satgas TMMD/N tetap awet karena aliran air secara langsung sudah dialirkan melalui gorong-gorong tersebut,” tutupnya. 

Pendim 0311/Pendim
Share:

Making Indonesia 4.0 Pangkas Impor Komponen Elektronika 20 Persen


sorotsumatera.com 

Jakarta- Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit pelayanan teknis (UPT) Kementerian Perindustrian, berkomitmen melakukan penguatan terhadap industri komponen elektronika di dalam negeri. Hal ini untuk meningkatkan suplai bahan baku dasar domestik dan membangun kemampuan manufaktur komponen bernilai tambah tinggi.

“Upaya tersebut sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0, yang memfokuskan pada perbaikan aliran material dalam rangka mendukung proses produksi sektor manufakturnya sehingga mengurangi ketergantungan impor,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengambangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (19/10).

Menurut Ngakan, B4T Bandung sebagai UPT di bawah BPPI Kemenperin, siap menyediakan sarana riset dan perekayasaan serta mendukung pelayanan standardisasi melalui laboratorium pengujian untuk komponen elektronika,di antaranya resistor, switch dan relay, inductor, lilitan, serta baterai.

“Dengan penerapan roadmap Making Indonesia 4.0, diharapkan dapat mengembangkan para pemain lokal andalan yang berkemampuan tinggi dalam mengurangi rasio impor untuk komponen elektronika sebesar 20 persen hingga tahun 2021,” paparnya.

Lebih lanjut, dalam peta jalan tersebut, pemerintah juga berupaya menarik investasi industri elektronika kelas dunia sehingga ke depan manufaktur domestik dapat memiliki daya saing global. Untuk itu diperlukan pemberian fasilitas insentif yang menarik.

“Sehingga kita dapat membangun manufaktur kelas atas, seperti yang memiliki kemampuan dalam industri komponen ponsel dan baterai untuk kendaraan listrik,” ujarnya. Selain itu diperlukan peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pendidikan vokasi industri serta program foreign talent mobility sesuai kebutuhan saat ini.

Langkah lainnya adalah memacu terciptanya inovasi lokal. Misalnya dengan membangun litbang nasional, pemberian insentif litbang swasta, dan transfer teknologi dari perusahaan kelas dunia. “Jadi, nantinyaselain assembly, kita juga mampu untuk mendesain dan menghasikan produk komponen elektronikayang inovatif dengan ditunjang tenaga kerja terampil,” tutur Ngakan.

Apalagi, secara regional, Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan industri elektronika karena tersedianya pasar domestik yang besar. “Maka itu, di dalam Making Indonesia 4.0, industri elektronika merupakan satu dari lima sektor yang diprioritaskan pengembangannya agar siap memasuki era revolusi industri keempat,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto menyampaikan, pihaknya mendorong penguatan struktur industri elektronika di dalam negeri melalui peningkatan investasi. Upaya ini selain mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, juga diyakini memacu daya saing sektor manufakur nasional sehingga bisa menjadi bagian dari rantai pasok di pasar global.

Kemenperin mencatat, investasi industri elektronika mencapai Rp8,34 triliun pada tahun 2017, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp7,65 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar Rp690 miliar. Capaian investasi tahun lalu tersebut, meningkat dibanding tahun 2016 yang tercatat hingga Rp5,97 triliun dan tahun 2015 di angka Rp3,51 triliun.

“Perkembangan investasi itu di antaranya ada yang dari industri televisi, peralatan perekam, consumer electronics, dan peralatan fotografi. Selain itu, terdapat juga industri komponen, antara lain sektor manufaktur untuk baterai dan aki, peralatan lighting elektrik, peralatan elektrotermal rumah tangga, serta domestic appliances,” sebutnya.

Dengan maraknya investasi industri elektronika yang masuk ke Indonesia, lanjut Harjanto, populasi sektor ini tumbuh hingga 67 unit usaha tahun 2017 atau naik dibanding tahun sebelumnya sebanyak 57 unit usaha. Kemenperin menargetkan, pertumbuhan populasi sektor ini di tahun 2018 bisa mencapai lebih dari 72 unit usaha.

“Sementara itu, total penyerapan tenaga kerja di industri elektronika pada tahun 2017 sebanyak 202 ribu orang, naik dibanding tahun 2016 yang mencapai 185 ribu orang dan tahun 2015 sekitar 164 ribu orang,” paparnya.(*)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.