Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 10/19/18 ~ Sorot Sumatera

TMMD/N ke 103 : Terlihat ke akraban Dandim 0311/Pessel dengan anak anak Nagari Lakitan

Disela kesibukan keseharian melaksanakan  dan meninjau pekerjaan melaksanakan TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel di Nagari Lakitan Tengah  menyambangi sasaran sambil mengawasi mengarahkan tidak lupa sesekali menyambangi dan bincang bincang dengan warga, Jum'at (18/10).

Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH., ketika sedang mengawasi pekerjaan pembangunan RTLH di Kampung Pulau terlihat anak bermain di antara tumpukan material yang sebagai bahan untuk pembangunan.

Mereka bermain sebagaimana biasa anak sebayanya. Suasana keakraban anak tersebut bercanda. Sebagai Komandan masih menyempatkan  bercanda dan terlihat akrab sama anak anak.      

Anak anak desa tersebut tanpa mengenal komandan kodim 0311/Pessel mereka biasa saja tetap bercanda dan tanya jawab dengan komandan Kodim 0311/Pessel.

Perjumpaan itu untuk membuat tambah senang hati mereka karena rumah mereka dalam perehapan dan mereka tidak tahu sampai kapan rumah mereka selesai di bangun.

”Masa anak anak memang lebih iandah dan menjadikan keasyikan tersendiri untuk menjadi penyemangat dan hiburan yang didapat di sela pengerjaan pembangunan,” ujarnya.

Share:

Anggota Satgas TMMD/N Ke-103 Laksanakan Sholat Jum'at Di Mesjid Baitul Huda

Painan,--- Ditengah sibuknya mengejar target pembangunan baik fisik dan non fisik satgas tmmd ke-103 juga tidak melupakan ibadah.

Seperti yang tengah dilakukan oleh personil Satgas TMMD/N ke 103 saat melakukan sholat jumat di mesjid Baitul huda air kalam kenagarian Lakitan Tengah,pada Jum'at ( 19/10).


Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H mengungkapkan pelaksanaan sholat harus selalu di tunaikan selaku insan yang beriman.


"Sibuknya pekerjaan jangan di jadikan alasan untuk tidak melaksanakan kewajiban sholat fardhu 5 kali sehari semalam,terlebih sholat jumat yang diwajibkan kepada  setiap laki-laki yang beragama islam,"sebut Dandim".
Share:

Dandim cek pembangunan RLTH TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel


Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH., melakukan pengecekan pelaksanaan TMMD/N ke-103 di Air Kalam Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang didampingi Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih.

Dandim 0311/Pessel mengatakan bahwa tujuan TMMD/N adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berupa sarana dan prasarana umum sekaligus menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Pengecekan ini selain ingin melihat langsung pengerjaan TMMD/N, juga untuk mengecek kondisi prajurit TNI dalam melaksanakan tugasnya,” tegas Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH.

Saat di lokasi, Dandim 0311/Pessel juga memberikan semangat kepada prajurit Satgas TMMD/N, sementara kepada warga masyarakat yang terlibat dalam gotong royong juga disapa satu persatu serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan prajurit yang begitu bersemangat dalam melaksanakan kegiatan TMMD/N.

“Saya berharap semua program TMMD/N baik yang bersifat fisik serta non fisik ini bisa terselesaikan dengan maksimal sesuai jadwal waktu yang telah direncanakan,” tandasnya.

Share:

Dandim 0311/Pessel mengecek pengerjaan Lokasi TMMD/N ke 103 dengan Sepeda Motor

Dandim 0311 /Pessel turun gunung meninjau lokasi TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel di Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan. Jumat (18/10).

Sebab, medan jalan belum sempurna, perjalanan pun ditempuh dengan sepeda motor, mendaki dan menuruni jalan yang menantang adrenalin.

Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH., didampingi Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih, langsung meninjau sasaran fisik yakni, pembukaan jalan baru sepanjang 4,5 Km yang menghubungkan Kampung Air Kalam menuju Kampung Tampunyuk dan pembuatan Gorong Gorong dan Pembuatan RTLH di Nagari Lakitan Tengah.

Dandim 0311/Pessel menjelaskan pada TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel akan mengerjakan pembuatan jalan, pembuatan Gorong gorong  dan RLTH.

Ada juga kegiatan non fisik yakni membangun mental dan jiwa gotong-royong, kebersamaan, jiwa nasionalisme dan patriotisme.

Selain itu, kegiatan penyuluhan kesehatan, penyuluhan hukum, penyuluhan pertanian dan lainnya, sehingga terbangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pada kesempatan ini, Dandim 0311/Pessel juga melihat situasi di lapangan seraya meminta tugas yang diemban prajurit bekerja sama dengan masyarakat dikerjakan sesuai rencana, tepat waktu serta dapat dipertanggungjawabkan.

Pendim 0311/Pessel

Share:

TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel mengobati Masyarakat yang lagi Sakit


TNI Manunggal Membangun Desa/ Nagari Ke-103 Kodim 0311/Pessel  mengerahkan tim kesehatannya untuk memberikan pengobatan gratis bagi warga selama 30 hari di wilayah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.

"Tim yang diterjunkan di antara Satuan Tugas terdapat tim kesehatan yang memiliki kewajiban mendukung pelayanan kesehatan tingkat pertama bagi personel Satgas guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel ," kata Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH. Jumat (18/09).

Selain melaksanakan tugas pokoknya, tim tersebut turut membuka diri untuk melakukan pengobatan kepada masyarakat baik dilakukan di posko maupun mendatangi langsung ke rumah pasien yang menderita sakit.

"Kegiatan tersebut terlaksana atas dasar kepedulian terhadap sesama dan rasa kekeluargaan yang terjalin antara personel Satgas TMMD/N dengan masyarakat sekitar," kata Dandim.

Tim kesehatan Denkesyah Padang yang turut memeriksakan kesehatan, mengaku senang dan sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan tersebut.

Kodim 0311/Pessel

Share:

Dandim 0311/Pessel langsung membatu anggota dalam pembuatan Rumah Warga

Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH.,  meninjau langsung kesiapan serta kegiatan pembangunan yang dilakukan para prajurit dalam TMMD/N di Nagari Lakitan Tengah. Jumat (18/10) Tak hanya sekedar datang dan memberikan perintah saja, perwira menengah dengan Dua melati di Pundak ini bahkan juga turun tangan langsung untuk melakukan pengerjaan bersama para prajurit dan masyarakat yang tengah membangun rumah milik Mak Upiak Anyam.

Letkol Arh Wahyu Akhadi, SH., menegaskan dalam TMMD/N tak ada lagi mana komandan dan mana prajurit, semuanya harus saling mendukung dan bergotong-royong bersama masyarkaat untuk terlaksananya program tersebut dengan baik.

"Secara komando memang sebagai Komandan, namun dimanapun seorang prajurit itu jiwanya tetap sama yakni patriot yang siap membela bangsa dan membantu masyarakat". Ungkapnya Dandim 0311/Pessel

" Dengan turun langsung melakukan pengerjaan maka saya bisa mengetahui kesulitan dan permasalahan yang ditemui prajurit di lapangan".

Letkol Arh Wahyu Akhadi menegaskan TMMD/N  ke-103 Kodim 0311/Pessel Selain membantu mempercepat sasaran pembangunan, dengan kehadiran prajurit di tengah masyarakat maka komunikasi sosial akan terbangun dengan baik.

Rumah Mak Upiak Anyam Warga Kampung Pulai Nagari Lakitan Tengah  merupakan satu diantara tujuh warga yang menerima program rehab rumah dalam TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel.

Kediaman Mak Upiak Anyam sengaja dipilih karena tempat tersebut termasuk rumah tak layak huni dan pemiliknya tergolong keluarga pra sejahtera.

“Kami berharap dengan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Selain itu juga dengan rehab rumah ini dapat memotivasi warga untuk menerapkan pola hidup sehat,” tegasnya.

Pendim 0311/Pessel

Share:

Kemenperin, Pacu Pertumbuhan dan Peningkatan Industri Baja Nasional


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus memacu pertumbuhan dan peningkatan kapasitas industri baja di dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik. Hal ini seiring tingginya permintaan baja untuk mendukung proyek infrastruktur dan menopang kegiatan sektor industri lainnya di Tanah Air.

“Baja merupakan bahan baku yang sangat dibutuhkan pada sektor-sektor tersebut. Maka itu, industri baja disebut sebagai mother of industries karena berperan penting,” kata Direktur Industri Logam Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (18/10).

Doddy menyampaikan, total poduksi baja kasar seperti slab dan billet mencapai 7,8 juta ton pada tahun 2017, sementara jumlah konsumsi nasional sebanyak 13,6 juta ton. “Saat ini, pemerintah sedang gencar membangun berbagai fasilitas seperti jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan, bandara, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Untuk itu, masih tersedia banyak peluang bagi industri baja nasional bisa mengisi kebutuhan tersebut. Apalagi, sektor manufaktur pengguna baja juga sedang tumbuh seperti industri otomotif. “Ada juga sektor lainnya yang memerlukan baja sebagai bahan baku, di antaranya industri perkapalan, alat berat, dan migas,” imbuhnya.

Doddy menegaskan, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif agar dapat menarikinvestasi baru dan mendorong industri baja yang sudah ada terus melakukan ekspansi. “Kami jugasedang mengakselerasi pembangunan klaster industri baja di Cilegon, Banten yang ditargetkan bisamemproduksi hingga 10 juta ton baja pada tahun 2025,” ungkapnya.

Selain itu, Kemenperin mempercepat pembangunan klaster industri baja di Batulicin, Kalimantan Selatan dan Morowali, Sulawesi Tengah. “Sebagai pembina sektor industri, kami ingin memastikan agar seluruh potensi industri baja dari hulu sampai hilir, yang memang sangat diperlukan dalam pembangunan nasional dapat berperan maksimal,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto menyampaikan, pihaknya menjalankan program dan kebijakan strategis dalam peningkatan daya saingindustri baja domestik. Upaya yang dilakukan, di antaranya implementasi industri 4.0 agar dapatmeningkatkan efisiensi dan produktivitas. Langkah ini juga menjadi kunci mendongkrak nilai tambah danindustri hilir yang berteknologi tinggi untuk kompetitif di global.

Selanjutnya, menyediakan pendidikan dan pelatihan yang link and match dengan dunia industri saat ini. “Kami juga menerapkan persyaratan konten lokal dalam proyek infrastruktur serta mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk baja,” ungkap Harjanto. Saat ini, terdapat 28 SNI wajib untuk produk baja dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan di industri baja domestik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah juga bertekad untuk melindungi pasar industri baja di dalam negeri dari serbuan produk impor seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tingkat global. Untuk itu, diperlukan upaya sinkronisasi kebijakan yang berpihak kepada industri baja nasional mengingat potensi pasar domestik yang masih prospektif ke depannya.

”Industri baja di Indonesia semakin memperkuat struktur manufakturnya, karena tidak hanya memasok untuk sektor konstruksi, tetapi kini sudah mampu memenuhi kebutuhan sektor manufaktur lainnya seperti industri otomotif. Langkah ini diyakini dapat mendorong industri baja domestik menjadi sektor yang diperhitungkan di kancah dunia melalui kemampuan teknologi dan kualitas produknya yang bersaing,” papar Menperin.(**)
Share:

Kemenperin Dorong Produktivitas dan Daya Saing Pengolahan Kopi Dalam Negeri


mediaterobos.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM). Guna merealisasikannya, langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain memfasilitasi bantuan peralatan produksi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta promosi melalui kegiatan pameran di dalam dan luar negeri.

“Upaya-upaya tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk sektor IKM agar mampu kompetitif di pasar domestik hingga internasional,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (18/10).

Dalam rangka memperingati Hari Kopi Internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 15-17 Oktober 2018, Kemenperin ikut berpartisipasi dengan menggelar Seminar Kopi Indonesia. "Kami memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang keunggulan kopi Indonesia dan daya saing industrinya," ujar Gati.

Selain seminar, Kemenperin juga memfasilitasi keikutsertaan IKM pengolahan kopi pada Pameran Hari Kopi Internasional. Empat IKM kopi tersebut berasal dari Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. “Kami memfasilitasi melalui open booth yang dilengkapi dengan coffee bar corner termasuk peralatan dan barista untuk penyajian kopi, serta ruang untuk menikmati kopi bagi para pengunjung,” ungkapnya.

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia merupakan lokasi yang cocok untuk budidaya kopi. Karenanya, pembudidayaan dan pengelolaan specialty coffee Indonesia merupakan langkah strategis yang harus terus dikembangkan. “Saat ini, Indonesia sudah banyak memiliki jenis specialty coffee yang tidak ada di negara lain,” papar Gati.

Istilah specialty coffee merujuk pada kopi yang memiliki cupping test score di atas 80 poin. Penilaian ini berdasarkan aroma dan rasa yang khas dan istimewa di atas kopi rata-rata pada umumnya.

Pengembangan kopi khusus tersebut juga dapat dilakukan oleh pelaku IKM, asalkan mampu menjaga kualitas bahan baku dan proses pengolahannya. “Hal-hal inilah yang menjadi kekuatan yang perlu dimanfaatkan bagi para pelaku IKM untuk terus meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka dalam industri pengolahan kopi,” tuturnya.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Abdul Rochim menyampaikan, pada tahun 2017, produksi kopi di Indonesia mencapai 637,5 ribu ton. Jumlah tersebut membuktikan bahwa stok kopi dalam negeri diperkirakan masih mengalami surplus hingga tahun 2020, sehingga bahan baku industri kopi masih cukup terjamin. Karena itu perlu dilakukan upaya optimalisasi pada sektor industri pengolahan dan pengembangan pasar kopi olahan.

Di kancah global, ekspor produk kopi olahan nasional terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2017, ekspornya mencapai 467.790 ton atau senilai USD1,19 miliar dengan negara tujuan utamanya antara lain Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, dan Malaysia.

Kemenperin memproyeksi, pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Ini didorong oleh pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.(**)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.