Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 09/04/18 ~ Sorot Sumatera

Museum Rekor Dunia Indonesia terpecahkan dalam tari Gemu Famire terbanyak, Kodim 0319/ Mentawai menyumbangkan 1.350 orang

Pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire melibatkan 300.000 orang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73. Di Mentawai, Kodim 0319 Mentawai menyumbangkan sebanyak 1.350 peserta dari awalnya ditargetkan sebanyak 1000 orang.

“Pada pelaksanaannya melebihi dari yang ditargetkan. Tentunya itu karena antusias masyarakat dari berbagai kalangan untuk berpartisipasi serta dukungan pemerintah daerah,” kata Dandim 0319 Mentawai, Letkol. Didid Kusnadi di Tugu Sikerei km.9 Tuapeijat, Selasa (4/9).

Ia mengatakan, kegiatan pemecahan rekor MURI tari Gemu Famire itu merupakan prakarsa dari panglima TNI, “Ini dilaksanakan secara bersamaan di seluruh Indonesia. Pada prinsipnya, gaungnya seluruh nusantara yang berlandaskan pada budaya kita di Indonesia sebagai pemersatu bangsa,” ucapnya.

Dalam konteks pertahanan, kata Didid Kusnadi, kegiatan itu sebagai bentuk melanjutkan warisan budaya luhur agar tidak bias dari pengaruh budaya luar. Tolak ukur kegiatan itu menjadi inspirasi untuk mengedepankan atau menonjolkan aspek lokal. Apalagi, budaya Mentawai perlu dieksplorasi lagi untuk melestarikannya hingga ke penjuru nusantara.


Sementara, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet memberikan ucapan terima kasih kepada TNI yang telah menggagas kegiatan itu sehingga berjalan sukses dengan banyaknya masyarakat ikut berpartisipasi. Ke depan, ia berharap hubungan intansi vertikal dengan pemkab lebih dipererat lagi.

Pelaksanaan kegiatan, kata Yudas, telah berjalan dengan baik disertai dengan pengamanan TNI Polri. Diharapkan sinergi itu selalu terjaga dengan baik dalam melaksanakan kegiatan, baik di instansi vertikal maupun di Pemkab Mentawai. (ry)
Share:

Turis Mancanegara Ikut Meriahkan Pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire Kodim 0311/Pessel

Sorotsumatera.com . Painan,---Tampaknya pergelaran pemecahan Rekor MURI tari gemu famire yang digelar di pelataran parkir pantai carocok painan pada selasa (4/9) tidak hanya antusias di ikuti oleh peserta yang mengikuti tari gemu famire yang digelar dalam memeriahkan HUT TNI ke-73 tahun 2018.

Namun juga turut di ikuti oleh turis mancanegara yang sedang berlibur di kawasan pantai carocok painan.

Terlihat beberapa orang turis mancanegara yang tengah berjalan-jalan di sekitar simbol pantai carocok painan,juga ikut melenggang langgok mengikuti alunan musik gemu famire yang tengah di mainkan.

Sementara itu,Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H mengungkapkan pelaksanaan kegiatan tari gemu famire ini dalam memecahkan rekor muri tari gemu famire serentak yang digelar diseluruh wilayah indonesia dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73 tahun 2018.

"Acara ini dilakukan serentak seluruh indonesia,mulai dari Mabes TNI sampai dengan satuan-satuan kewilayahan stetingkat kodim,dan juga dilakukan dengan video confrence yang disaksikan langsung oleh Panglima TNI dan Kapolri,"ungkap Dandim".

Pemecahan rekor muri tari gemu famire yang digelar ini,Kodim 0311/Pessel Sebagai Sub Sektor diwilayah kabupaten pesisir selatan juga banyak mendapat apresiasi dari banyak pihak.termasuk turis yang mengikuti senam gemu famire di pantai carocok painan.

Terlihat mereka mengacungkan jempol sembari senyum-senyum saat kegiatan gemu famire selesai dilaksanakan. (Ry)
Share:

Ribuan peserta Tari Gemu Famire sangat Antusias di Kota Padang

15.000 orang dari TNI, Polri, Pelajar, dan Seluruh Elemen yang ada di Sumatera Barat melaksanakan Tari Gemu Famire dalam pemecahan rekor muri yang dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Di Kota Padang, pelaksanaan tari gemu famire dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Selasa pagi (4/9).

Melibatkan seluruh unsur seperti TNI, Polri, Forkopimda, hingga para pelajar, para peserta tari gemu famire di Padang begitu sangat antusias.

Tampak Kasrem 032/Wbr Kolonel Arh Sonny Septiono, begitu semangat bergoyang mengikuti irama lagu daerah yang berasal dari Nusa Tenggara Timur tersebut.

"Ini tari dan lagu dari timur, makanya kita harus menjaga kesatuan Indonesia dari timur hingga ke barat," kata Kasrem 032/Wbr kepada media usai acara.

Dia mengatakan, dengan pemecahan rekor muri melalui tari gemu famire ini dapat menjaga kekompakan dari seluruh elemen masyarakat.

Diungkapkannya, untuk di Kota Padang para peserta mencapai 3.820 orang. Bahkan, angka peserta itu melebih target dari sebelumnya yang hanya 3.500 orang.

"Melebihi target yang direncanakan, karena antusias yang mengikuti luar biasa, apalagi banyak pelajar yang juga ikut. Kami yakin, pemecahan rekor muri tercapai," tegasnya.

Selain di Kota Padang, Kolonel Arh Sonny Septiono mengatakan, kegiatan tari gemu famire juga dilaksanakan di daerah lain di Sumatera Barat melalui Kodim setempat. Bahkan, peserta jika ditotalkan dari keseluruhan mencapai 15.000 orang.

"Untuk peserta seluruhnya di Sumatera Barat mencapai 15.000 orang, sangat luar biasa. Tari gemu famire ini diharapkan dapat kita lestarikan," pungkasnya.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Teluk Bayur Padang, Laksamana Pertama TNI Agus Sulaeman mengatakan, kegiatan pemecahan rekor muri tari gemu famire ini merupakan rangkaian dalam HUT TNI ke-73. Pelaksanaan itu sesuai arahan dari Panglima TNI.

"Jadi kegiatan tari gemu famire ini serentak dilaksanakan seluruh Indonesia, sesuai arahan bapak Panglima TNI Markesal TNI Jadi Tjahjanto dalam rangka HUT TNI," Tuturnya Danlantamal II.(ry)

Share:

Ribuan peserta Tari Gemure sangat antusias di Padang


15.000 orang dari TNI, Polri, Pelajar, dan Seluruh Elemen yang ada di Sumatera Barat melaksanakan Tari Gemu Famire dalam pemecahan rekor muri yang dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Di Kota Padang, pelaksanaan tari gemu famire dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Selasa pagi (4/9).

Melibatkan seluruh unsur seperti TNI, Polri, Forkopimda, hingga para pelajar, para peserta tari gemu famire di Padang begitu sangat antusias.

Tampak Kasrem 032/Wbr Kolonel Arh Sonny Septiono, begitu semangat bergoyang mengikuti irama lagu daerah yang berasal dari Nusa Tenggara Timur tersebut.

"Ini tari dan lagu dari timur, makanya kita harus menjaga kesatuan Indonesia dari timur hingga ke barat," kata Kasrem 032/Wbr kepada media usai acara.

Dia mengatakan, dengan pemecahan rekor muri melalui tari gemu famire ini dapat menjaga kekompakan dari seluruh elemen masyarakat.

Diungkapkannya, untuk di Kota Padang para peserta mencapai 3.820 orang. Bahkan, angka peserta itu melebih target dari sebelumnya yang hanya 3.500 orang.

"Melebihi target yang direncanakan, karena antusias yang mengikuti luar biasa, apalagi banyak pelajar yang juga ikut. Kami yakin, pemecahan rekor muri tercapai," tegasnya.

Selain di Kota Padang, Kolonel Arh Sonny Septiono mengatakan, kegiatan tari gemu famire juga dilaksanakan di daerah lain di Sumatera Barat melalui Kodim setempat. Bahkan, peserta jika ditotalkan dari keseluruhan mencapai 15.000 orang.

"Untuk peserta seluruhnya di Sumatera Barat mencapai 15.000 orang, sangat luar biasa. Tari gemu famire ini diharapkan dapat kita lestarikan," pungkasnya.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Teluk Bayur Padang, Laksamana Pertama TNI Agus Sulaeman mengatakan, kegiatan pemecahan rekor muri tari gemu famire ini merupakan rangkaian dalam HUT TNI ke-73. Pelaksanaan itu sesuai arahan dari Panglima TNI.

"Jadi kegiatan tari gemu famire ini serentak dilaksanakan seluruh Indonesia, sesuai arahan bapak Panglima TNI Markesal TNI Jadi Tjahjanto dalam rangka HUT TNI," Tuturnya Danlantamal II.(ry)
Share:

Dharmasraya Ikut Andil Pecahkan Rekor MURI Tari Gemu Famire

Dharmasraya- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2018, ribuan personil dari unsur TNI, Polri, Persit, ASN, Ormas, Pelajar dan masyarakat umum yang ada di wilayah Kabupaten Dharmasraya melakukan tarian massal Gemu Famire, di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (04/09) pagi.

Pabung Kodim 0310 SSD yang memimpin langsung Tari Gemu Famire ini mengungkapkan, kegiatan ini juga adalah dalam rangka Pemecahan Rekor MURI Tari Gemu Famire secara serentak dan terbanyak di tanah air. Setidaknya, 300.000 orang se Indonesia dilibatkan untuk pemecahan rekor MURI ini.

"Terimakasih kepada segenap unsur yang sudah ikut terlibat mensukseskan kegiatan ini," ujar Pabung.

Selain mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, imbuh Pabung, kegiatan ini juga untuk membangun kekompakan segenap elemen di Kabupaten Dharmasraya.

Turut pula ikut dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt Rajo Medan beserta istri, Ny. Febby Amrizal, serta segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.(hms/tbs)
Share:

Anggota DPRD laksanakan Paripurna Perubahan 2018

Padang- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Faisal memberikan masukan dan saran tentang akan dibangunnya kantor DPRD Padang di Air Pacah yang berdekatan dengan Kantor Balaikota Padang dirasa tidak cocok sebab kondisi luas tanah tidak memenuhi kecukupan karena Sebagian SKPD masih berkantor  terpisah.

Hal itu disampaikan Faisal pada acara rapat rencana kerja perubahan anggaran 2018 belanja langsung satuan kerja perangkat daerah (RKPA- SKPD) Tahun 2018  dikantor ruangan rapat DPRD lantai II Padang, Sabtu (25/8).


Faisal katakan bila kantor DPRD Padang dibangun dekat Kantor Balaikota Padang rasanya tidak tepat sebab kondisi tanah luasnya tidak memadai dengan kebutuhan kedepannya.

Kita tahu sebuah kantor harus memiliki lokasi yang luas apalagi sebuah kantor untuk Publik atau untuk rakyat Kota Padang, seperti Kantor Balaikota, jelas nantinya disediakan lokasi tempat parkir, Taman tempat bermain anak, Masjid atau mushalla, Ruang Pustaka dan tempat rekreasi serta alun-alun dan sebagainya, sebut Faisal. 


Lebih cocok nya kantor DPRD dibangun  di daerah yang strategis seperti di Jalan Sudirman, Pas nya dibangun kantor DPRD lokasinya di kantor  Dinas Pendidikan samping Bank Mandiri.

Disamping itu, Faisal juga menyebut yang lebih cocok lagi di Bangun Kantor DPRD Padang, di lokasi kantor Satuan Pol. PP Padang di jalan Tan Malaka, di aminii Ketua DPRD Padang Elly Trisyanti, Melinda Rose dan Ilham.

Sebelum mengakhiri Faisal katakan pembangunan yang kita rancang saat ini tepat sasaran dan manfaatnya, jadi bangun itu betul-betul sebuah kebutuhan dan tidak ada masalah dan persoalan setelah bangunan berdiri dan kokoh.

Kantor DPRD Padang dengan kondisi saat ini tidak memenuhi syarat lokasi kecil, pengab dan tempat parkir tidak memadai dan sesuai permintaan Gubernur Sumbar Kantor DPRD Padang harus dibangun di lokasi yang agak luas, sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman bila berada di kantor Dewan, impuh Faisal.(*)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.