Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 08/31/18 ~ Sorot Sumatera

Wabup Kunjungi BBPLK Bekasi dan BBPLK Bandung

Dharmasraya- Wakil BupatiDharmasraya, H. Amrizal Dt Rajo Medan, melakukan kunjungan ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung dan BBPLK Bekasi, 29-30 Agustus. Kunjungan ini adalah dalam rangka koordinasi terkait kerjasama Pemerintah KabupatenDharmasrayadengan BBPLK Bandung sekaligus memonitoring putra putri asalDharmasrayayang sedang mengikuti kegiatan pelatihan di BBPLK Bekasi.

Dalam kunjungan ini, Wabup turut didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Masheri Yanda Boy, Kakan Kesbangpol, Ahmad Fadilah, Sekretaris Transnaker, Yefrinaldi, Kasi PolP3, Marlis Suryadi, dan Kasubbag TU Pimpinan, Zefni Yusuf.

Wabup dalam kesempatan kunjungan tersebut menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kerjasama program pelatihan antara BLK KabupatenDharmasrayadengan BBPLK Bekasi dan BBPLK Bandung.

"Semoga ke depan, jumlah peserta yang mengikuti program pelatihan ini dapat bertambah, sehingga semakin banyak putra putriDharmasrayayang bisa meningkatkan kompetensinya lewat program ini. Dengan harapan, akan semakin banyak pula lahir angkatan-angkatan kerjaDharmasrayayang berkompeten dan siap bersaing di dunia kerja," harap wabup.

Adapun, jumlah peserta asalDharmasrayayang sedang mengikuti pelatihan di BBPLK Bekasi saat ini adalah 19 orang. Terdiri dari 8 orang mengikuti pelatihan jurusan komputer dengan masa paket magang selama 50 hari, 6 orang mengambil program keahlian memperbaiki lemari pendingin dan 5 orang mengambil program keahlian memperbaiki AC dengan masa magang selama 35 hari.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan BBPLK Bekasi, Syafruddin, menyambut baik kedatangan Wakil BupatiDharmasrayabeserta rombongan ke BBPLK Bekasi

Syafruddin menyampaikan, dengan terjalinnya kerjasama yang baik dengan Pemerintah KabupatenDharmasraya, pada tahun 2019 nantinya BBPLK Bekasi berencana akan menambah kuota siswa asalDharmasrayauntuk melaksanakan magang di BBPLK Bekasi.

Usai mengunjungi BBPLK Bekasi dan BBPLK Bandung, Wabup juga melanjutkan kunjungan ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk melakukan konsultasi perencanaan ketenagakerjaan dan bantuan sarana dan prasarana untuk kejuruan manufaktur tahun 2019.(hms/tbs)
Share:

Gelar Budaya Anak Nagari bersama Komunitas SAD

Dharmasraya- Pekan Inklusi Dharmasraya yang dibuka secara resmi, Rabu (29/08), berlanjut dengan kegiatan Gelar Budaya Anak Nagari bersama Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang dilaksanakan di Dinas Sosial P3APPKB, Kamis (30/08).

Asisten Bidang Pemerintahan, M. Yusuf, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan, digelarnya iven ini merupakan salah satu cara pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat agar bertindak inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Serta menumbuhkan pemahaman yang lebih baik pada para pihak tentang Komunitas SAD.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ruang interaksi dan komunikasi antara para pihak dengan komunitas SAD dalam melalui berbagai media permainan tradisional yang dikemas dalam konsep perbauran, sehingga dapat menumbuhkan rasa keberterimaan para pihak pada komunitas SAD," ujar Yusuf.

Saat ini, sebut Yusuf, di Kabupaten Dharmasraya ada 19 KK dengan 77 jiwa komunitas SAD yang menetap. Dengan lokasi tinggal di seputaran Bulangan Nagari Bonjol Kecamatan Koto Besar serta Jorong Lubuk Pauh Nagari Banai Kecamatan Sembilan Koto.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya pun telah memulai kegiatan Inklusi sosial terhadap komunitas SAD berupa kegiatan fasilitasi administrasi dokumen kependudukan, fasilitasi penerbitan kartu BPJS Kesehatan, memberikan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, pengembangan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif, serta upaya mendorong kebijakan yang Inklusif.

Mendorong situasi yang Inklusif bagi komunitas SAD, sebut Yusuf, tentunya bukan satu hal yang mudah. Perubahan tidak terjadi semudah kita membalikkan telapak tangan. Pemberdayaan adalah satu proses, dinamika yang naik turun. Kegagalan-kegagalan juga sering ditemui dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan di lapangan.

"Namun itulah realita dan tantangan dalam mengupayakan perubahan sosial. Kerjasama, kepedulian, integrasi dengan pihak-pihak yang lebih luas lagi tentunya akan mempercepat proses perubahan tersebut," tukas Yusuf.

Pemberdayaan SAD, lanjut Yusuf, merupakan ruang kosong yang harus diisi bersama. Tidak hanya bicara lintas sektor, lintas OPD, melainkan juga lintas kabupaten. Karena persoalan-persoalan SAD nyatanya menembus batas-batas administrasi wilayah.

"Untuk itu, terimakasih kepada Kabupaten Muara Bungo, Merangin dan Bangko yang telah memberikan kontribusi terlaksananya Pekan Inklusi Dharmasraya ini. Juga kepada Direktur SSS Pundi Sumatera beserta jajarannya selaku mitra kerja, bergandeng tangan dengan pemerintah mendorong penuh pelaksanaan Inklusi sosial di Kabupaten Dharmasraya. Serta kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI yang telah datang guna mendorong terlaksananya kegiatan ini," tandas Yusuf.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Magdalena, Pabung Dharmasraya, Kepala OPD terkait, Camat, Wali Nagari, Bamus dan Kepala Jorong terkait serta komunitas SAD.(hms/tbs)
Share:

Lawan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dengan Pendidikan Seks Sejak Dini

Dharmasraya- Mahasiswa Program Studi Profesi Ners STIKes Perintis Padang bekerjasama dengan DPD PPNI Kabupaten Dharmasraya menggelar Seminar Ilmiah Keperawatan, bertempat di Auditorium Dharmasraya, Kamis (30/08). Seminar yang dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Dharmasraya, Adlisman, tersebut mengusung tema "Melawan Kekerasan Seksual Pada Anak dengan Edukasi oleh Orangtua Sejak Usia Dini."

Sekda dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurut Sekda, tema yang diangkat dalam seminar ini sangat menarik, karena fenomena kekerasan seksual pada anak terjadi di banyak negara yang dalam lima tahun ini meningkat tajam. Kasus kekerasan, sebut Sekda, diibaratkan seperti gunung es. Sedikit yang terlihat namun masih banyak kasus yang belum terungkap.

Sedangkan di Kabupaten Dharmasraya sendiri, pada tahun 2017 tercatat ada 13 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan. Dimana 11 diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual. "Dan di tahun 2018, hingga bulan Agustus ini sudah tercatat 9 kasus kekerasan terhadap anak, yang 7 diantaranya adalah kasus kekerasan seksual," ujar Sekda.

Oleh karena itu, lanjut Sekda, dengan diadakannya seminar ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui kejadian kekerasan seksual pada anak, serta penanggulangan dan pencegahannya.

"Orang tua, guru, sebagai orang terdekat harus tanggap dengan gerak gerik anak. Dalam situasi sekarang ini, orangtua dihimbau untuk memperhatikan perubahan tingkah laku dari anak, terutama pergaulan anak. Peran orangtua sangat penting dalam pendidikan seks anak. Agar tak lagi menjadi tabu, anak harus sedari dini diberikan pendidikan seks," tukas Sekda.

Larangan saja tanpa disertai pengetahuan seksualitas sejak dini, sambung Sekda, tidak akan berdampak apapun. Tapi penting memberikan pengetahuan terhadap ketahanan anak untuk dia mencegah dan menolak apa yang dia rasakan. Dengan demikian, sang anak bisa mengatakan tidak terhadap bujuk rayu orang lain yang berniat melakukan kejahatan seksual terhadapnya. Dalam memberikan pengajaran pada anak-anak tentang pendidikan seksual ini juga dibutuhkan metode sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak.

"Sekali lagi, karena acara seminar ini sangat penting, saya ucapkan terimakasih dari pihak yayasan Perintis yang sudah mengadakan kegiatan ini di Kabupaten Dharmasraya. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh narasumber nanti bisa kita jadikan ilmu dan dapat kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari," pungkas Sekda.

Tidak hanya itu, Sekda juga berharap kepada OPD terkait untuk menindaklanjuti inovasi dan terobosan-terobosan yang dapat diterapkan di Kabupaten Dharmasraya. Sehingga muncul program yang tepat dari pemerintah daerah untuk menurunkan angka kekerasan seksual di Dharmasraya.

Hadir dalam seminar tersebut Ketua Yayasan Perintis Padang, Ketua STIKes Perintis Padang, Kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Organisasi Wanita dan Organisasi Profesi Kesehatan se Kabupaten Dharmasraya.(hms/tbs)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.