Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 08/24/18 ~ Sorot Sumatera

Wabup Hadiri Prosesi Batagak Rumah Gadang Dt Rajo Mangkuto

Dharmasraya- Pasca runtuh beberapa tahun lalu karena dimakan usia, Rumah Gadang Dt Rajo Mangkuto Suku Tigo Nini yang berada di Nagari Sikabau akhirnya kembali dibangun. Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt Rajo Medan, turut hadir dalam prosesi Batagak Rumah Gadang Dt Rajo Mangkuto yang dilaksanakan di Jorong Koto Tangah Nagari Sikabau, Kamis (23/08).

Menurut Panghulu Suku Tigo Nini Nagari Sikabau, M. Yasin Dt Rajo Mangkuto, rumah gadang yang dibangun hari ini adalah rumah gadang ketiga untuk Suku Tigo Nini, sejak 500 tahun lalu. Sebelumnya, bangunan pertama rumah gadang ini juga pernah terbakar.

Untuk pembangunannya, kaum Suku Tigo Nini sepakat untuk menjual sebagian lahan Rumah Gadang kepada pihak koperasi dan mendapat imbalan senilai Rp 150 juta.

"Dari dana inilah kami membangun Rumah Gadang Suku Tigo Nini, ditambah dengan sejumlah dana dari para donatur," paparnya.

Sementara itu, wabup dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membangun kembali Rumah Gadang Dt Rajo Mangkuto. Apalagi rumah gadang ini dibangun secara bergotong royong seluruh lapisan masyarakat yang menunjukkan bentuk partisipasi dari masyarakat dalam membangun nilai-nilai budaya nagari.

"Setiap suku itu memang sudah semestinya memiliki rumah gadang sebagai salah satu identitasnya. Tidak hanya itu, keberadaan Rumah Gadang juga sangat penting sebagai tempat untuk bermusyawarah antar masyarakat dalam pemecahan permasalahan nagari, adat istiadat nagari dan pembangunan nagari," tukuk wabup.

Adapun, Batagak Rumah Gadang ini ditandai dengan pemasangan kain punco dan kumandang adzan. Rumah Gadang ini terdiri dari 30 tiang dan 3 gonjong.

Usai prosesi, acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di lokasi.(hms/tbs)
Share:

DANDIM 0311/PESSEL HIMBAU TIDAK ADA LAGI KARHUTLA


Semakin maraknya aksi pembakaran hutan yang dilakukan masyarakat akhir-akhir ini,setidaknya lebih dari seratus hektar lahan hangus terbakar.

Hal itulah yang disampaikan oleh Bupati Hendra Joni saat meninjau lokasi kebakaran lahan,yang berlokasi di Tapan, pada Kamis (23/8).

Bupati Hendra Joni mengaku,dirinya juga kerap di ingatkan oleh pemerintah pusat terkait hal ini,karena hutan ini masih tergolong kedalam APT ( Area Penggunaan Terbatas).

"Sering kita ditegur oleh Kementerian lingkungan hidup karena titik api tiap hari semakin bertambah yang terpantau melalui hotspot,"pungkasnya".

Ia juga menambahkan, dirinya akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan yang banyak terjadi di daerah tapan atau sekitarnya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh kapolres kabupaten pessel AKBP Fery Herlambang, S.I.K bahwa pihaknya akan terus menyelidiki kasus pembakaran lahan ini,apabila ada indikasi pelanggaran akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku.

"Kasus pembakaran hutan ini,akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,apabila ada indikasi pelanggaran akan kita proses sesuai undang-undang yang berlaku tanpa tebang pilih,"sebutnya".

Sementara itu,Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H menambahkan bencana kebakaran ini tidak saja menjadi masalah dalam negeri saja, akan tetapi juga sudah mengganggu keluar negeri seperti negara Malaysia dan Singapore sehingga menjadi atensi dari pemerintah pusat karna banyaknya titik api yang tersebar di wilayah kabupaten pessel.

Dirinya juga menghimbau tidak ada lagi pembakaran hutan, agar pembukaan lahan baru tidak dilakukan dengan membakar, karena selain merusak lingkungan akan tetapi juga dapat menimbulkan pencemaran udara.

"Apalagi di negara kita sekarangvsedang dilaksanakan Asian Games jadi dapat mengganggu jalanya perhelatan akbar tersebut,mengingat daerah kita cukup dengan wilayah pelaksana Asian Game berlangsung,seperti palembang"tutupnya".

Kegiatan yang diakhiri dengan pemasangan pamplet larangan pembakaran hutan secara ilegal juga turut dihadiri oleh Ka OPD Kabupaten Pessel,Ketua TP-PKK Kabupaten Pessel serta juga masyarakat sekitar lokasi kebakaran.
(Pendim 0311/Pessel)

Share:

Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti, Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan

Padang- Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah membacakan Pengantar Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Kota Padang tahun anggaran 2018 dalam Rapat Paripurna yang dilangsungkan di Gedung Bundar Sawahan Padang, Kamis (23/8). 

Walikota Mahyeldi mengatakan, dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun 2018 ini pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp.2,35 triliun. Jumlah ini naik sebesar Rp.25,76 miliar atau 1,11 persen dari target pendapatan daerah pada APBD awal tahun 2018 yakni sebesar Rp.2,32 triliun.

“Guna mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Perubahan KUA PPAS-P Tahun 2018, belanja daerah direncanakan naik sebesar Rp.91,84 miliar menjadi Rp.2,47 triliun atau naik 3,85 persen dari pagu belanja daerah pada APBD awal Tahun 2018 yang sebesar Rp.2,38 triliun.

Kenaikan belanja daerah tersebut kata Mahyeldi, berada pada belanja tidak langsung dan belanja langsung. Dimana alokasi anggaran belanja langsung akan terus ditingkatkan agar peningkatan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat lebih maksimal sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan. Baik itu anggaran pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan maupun peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat dan  sebagainya.

“Dasar perubahan tahun ini akan diformulasikan dalam perubahan APBD terkait berbagai kondisi yang berkembang selama perjalanan APBD Tahun 2018,” sebutnya.

Diantaranya yaitu wako memaparkan, karena terjadinya penyesuaian terhadap RAPBD, penyesuaian terhadap bagi hasil pajak dari provinsi dan penerimaan bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya yang harus dialokasikan pada belanja langsung. Selanjutnya adanya penyesuaian terhadap belanja gaji dan tunjangan pegawai tahun 2018 perihal pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji 13 yang bersumber dari APBD. 

“Kemudian juga adanya penyesuaian terhadap belanja bunga dari pinjaman daerah kepada PT. SMI,  perubahan pada  belanja hibah, bansos dan belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kota/kabupaten dan partai politik serta lainnya,” tukuknya.

Mahyeldi pun juga menjelaskan secara keseluruhan posisi rancangan APBD Kota Padang setelah perubahan. Dimana rencana pendapatan daerah sebesar Rp2,35 triliun dan belanja sebesar Rp2,47 triliun, sehingga defisit sebesar Rp.125,74 miliar. Defisit sesuai dengan ketentuan ditutupi dari anggaran pembiayaan daerah. Sementara itu terkait penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 171,59 miliar dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 45,85 miliar sehingga pembiayaan netto sebesar Rp.125,74 miliar. 

“Dengan demikian sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada Rancangan Perubahan APBD tahun anggaran 2018 ditetapkan nihil. Demikianlah penjelasan mengenai kebijakan yang akan diambil dalam Rancangan Perubahan APBD tahun anggaran 2018 beserta rencana anggarannya. Kita berharap, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Perubahan APBD Kota Padang tahun 2018 beserta nota keuangannya dapat kita jadikan prioritas. Sebagaimana dilandasi dengan semangat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Seperti diketahui, untuk proses selanjutnya akan disempurnakan melalui konsultasi Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta OPD sebelum ditetapkan menjadi Perda. Sebagaimana nota yang disampaikan Walikota Padang tersebut pun ditanggapi oleh Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti yang akan melaksanakan Paripurna Internal dengan membentuk panitia khusus guna membahasnya. Dalam Rapat Paripurna ini diikuti Wakil Ketua DPRD Muhidi dan Asrizal, Sekretaris DPRD Syahrul, para Anggota DPRD, Unsur Forkopimda dan seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang.(*)
Share:

KOREM 032/WBR LATIHAN TARI GEMU FAMIRE SIAP PECAHKAN REKOR MURI



Menjelang pelaksanaan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pelaksanaan Demo Tari Gemu Famire terbanyak, ratusan anggota Korem 032/Wirabraja melaksanakan latihan bersama, Jum,at (24/8)
Rencananya demo Tari Gemu Famire dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke 73, untuk wilayah Korem 032/Wirabraja direncakan akan melibatkan sekitar 14.500 Personel  pada tanggal 4 September 2018, untuk wilayah Garnizun Padang dilaksanakan di Lapangan RTH Imam Bonjol Padang.
Dandenma Rem 032/Wbr Mayor Inf Ponidi selaku Koordinator Kegiatan ini menyatakan, bahwa Latihan ini bertujuan untuk mengingat gerakan serta kesamaan setiap gerakan Demo Tari Gemu Famire,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kasi Pers Rem 032/Wbr , Letkol Inf Jajang Kurniawan yang ikut latihan tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan Senam Gemu Famire ini adalah salah satu bentuk sumbangsih Prajurit Korem 032/Wbr dan Ibu-ibu Persit dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan demo Tari Gemu Famire dalam rangka HUT TNI ke 73, serta dalam rangka pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire yang terbanyak
Tarian senam ini merupakan salah satu budaya atau tarian asli Indonesia yakni dari Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur dan lagunya diciptakan oleh Frans Cornelis Dian Bunda atau dikenal dengan Nyong Franco. ”Gerakan sangat sederhana dan simpel tapi sangat menghibur, selain itu bisa menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh kita,” ujar Kasi Pers.

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.