Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 02/12/18 ~ Sorot Sumatera

Gedung Islamic Center & Pasar Masyarakat Kota Padang Panjang Diresmikan Wako Hendri Arnis dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Pariwara Kota Padang Panjang

Padang Panjang,Sorotsumatera.com-Gedung Islamic Center dan Pasar Pusat Kota Padang Panjang diiresmikan Wako Hendri Arnis dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. 

Gedung Islamic Center
Ketua MPR RI Dr (H.C) Zulkifli Hasan, SE. MM meresmikan Masjid Islamic Center (IC) Kota Padang Panjang, Jum'at (9/2). Acara juga dihadiri oleh Ustad H. Zulkifli Muhammad Ali alias Ustad Akhir Zaman yang terkenal dengan tausyiahnya tentang hari kiamat, Anggota DPR RI H. M. Asli Chaidir SH, Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA, Wakil Walikota Padang Panjang dr. Mawardi, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Dr. Novi Hendri, Forkopimda, Plt. Sekdako Indra Gusnady, SE, M.Si, Kepala OPD Se-Kota Padang Panjang dan disambut bahagia ribuan masyarakat Padang Panjang. Sebelum diresmikan, saat itu juga dilangsungkan Sholat Jumat pertama kali di IC tersebut. Masjid ini merupakan Masjid terbesar se-Sumatera Barat (Sumbar) yang di bangun di masa jabatan Hendri Arnis dan Mawardi menjadi Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang.

Zulkifli mengatakan, sungguh mulia dan ucap syukur yang tak terkira dengan sebuah gedung yang megah telah hadir di Kota Padang Panjang ini. "Sangat bersyukur sekali saya dapat hadir di masjid yang besar dan indah ini, apalagi saya mendapatkan amanah untuk meresmikan bangunan yang super megah ini," ujar Zulkifli.

Zulkifli juga menambahkan, Padang Panjang merupakan Kota yang kental dengan keagamaan. Dibuktikan dengan banyaknya Pondok Pesantren serta sekolah keagamaan ditambah lagi dengan adanya bangunan megah Islamic Center ini. Sumbar telah menjadi lentera bagi umat islam dari dulu hingga sekarang,  yang melahirkan pemuda - pemuda pejuang islam, salah satunya Padang Panjang, tambahnya.

Zulkifli berharap semoga IC ini dijadikan tempat sarana menimba ilmu bagi anak-anak serta dapat melahirkan pemuda yang hebat, karena tanpa ilmu tidak akan bisa maju.Hendri Arnis menyampaikan berkat kerja keras dan dukungan dari masyarakat Padang Panjang "Alhamdulillah" pembangunan IC dapat terselesaikan walaupun masih banyak kekurangan. "Sangat bersyukur sekali dengan selesainya pembangunan IC ini, semoga masjid ini bisa digunakan sebaiknya serta ada kelanjutan pembangunan untuk kedepannya," ujar Hendri Arnis.

Hendri melanjutkan, IC ini merupakan wujud dari kesempurnaan julukan Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekah yang nantinya akan digunakan untuk pusat keagamaan. Untuk seluruh masyarakat Padang Panjang, berdirinya IC ini ramaikanlah dengan kegiatan positif. Meskipun IC masih ada kekurangan, tetapi sudah merupakan suatu kesempurnaan untuk Padang Panjang dengan julukan Kota Serambi Mekah, tutur Hendri Arnis."Saya berharap semoga IC ini dapat terus aktif dan ramai dengan banyak kegiatan positif dari masyarakat serta pondok pesantren," harap Hendri Arnis.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang Panjang Drs. Novi Hendri bersyukur, Alhamdulillah Kota Padang Panjang di tahun 2018 ini sudah menghadirkan satu bangunan megah yang akan menjadi tempat berkumpulnya umat islam di Sumbar. Bagunan yang bernama Islamic Center (IC) ini dapat menampung ribuan jamaah, dan tentunya akan mewujudkan kegiatan yang besar yang berbau islami.

Novi Hendri memaparkan, kalau dilihat dari fisik bangunan IC ini sudah mencapai 90 persen dan juga sarana prasarana belum dilengkapai secara keseluruhan, seperti pintu, ormnamen, karpet dan peralatan lainnya belum lengkap. "Lokasi sekitar ini belum dibenahi dengan sempurna nanti akan kita benahi seperti jalan taman dan lainnya akan kita siap kan tahun ini," tutur Novi.

IC bukan hanya sebuah Masjid saja disini akan ada kajian islami dan kemudian kegiatan-kegiatan yang berbau islam tentunya. Semoga semua tim yang telah dibentuk Pemerintah Kota dapat membuat IC dikenal oleh masyarakat luas, tambah Novi."Buatlah berbagai kegiatan yang akan membuat kita dikenal dengan baik, dan jadikanlah Islamic Center pusat islami di Sumatera barat tentunya," tutup Novi.

Sedangkan salah seorang masyarakat Surya yang hadir saat itu mengatakan, bersyukur melalui pemko IC dapat menjadi harapan baru bagi umat islam di Sumbar bahkan didunia. Berharap IC dapat menjadi bagian dari sebuah system yang akan memberikan jawaban persoalan-persoalan yang hadir di tengah umat baik fiqih maupun kontemporer, dan itu masyarakat membutuh kan sebuah lembaga yang akan menghilangkan dahaga-dahaga mereka dan IC adalah jawaban kebutuhan masyarakat. "IC menjadi milik kita semua, semua golongan, bukan perorangan, siapapun boleh masuk tidak ada yang tidak boleh apalagi mereka yang mau beribadah disini," Surya menyudahi.

Pasar Pusat Kota Padang Panjang
Saya tidak menginginkan masyarakat Kota Padang Panjang menjadi pengangguran," kata Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA saat meresmikan Pasar Pusat Kota Padang Panjang, Minggu (11/2).Acara yang di hadiri oleh Wakil Walikota Padang Panjang dr. Mawardi, Ketua DPRD Padang Panjang, Dr. Novi Hendri, Forkopimda, Plt Sekda Indra Gusnady, SE, M.Si, Staf Ahli, Kepala OPD se-Kota Padang Panjang, serta ratusan masyarakat Kota Padang Panjang dan yang istimewa H. Arnis Shaleh ayahanda dari Walikota Padang Panjang.

Hendri Arnis mengatakan, Pasar ini dibangun dengan dana 106 milyar dan murni dengan APBD Kota Padang Panjang. Karena dibangun dengan APBD Kota Padang Panjang, maka diprioritaskan untuk masyarakat Padang Panjang. "Ini pasar untuk warga Kota Padang Panjang, karena merekalah yang dari dulu menempati pasar disini, pasar yang dulu sudah tak nyaman lagi maka saya dirikan lah pasar pusat ini," ujar Hendri Arnis.

Khusus warga yang berada diluar Padang Panjang boleh menempati Pasar disini, jika masih ada sisa kios yang lain, pakai lah manfaatkanlah. Hendri Arnis menambahkan, untuk pengurusan pendaftaran pasar tidak dipungut biaya apapun, kalau ada yang minta biaya lapor ke pihak yang berwajib. "Memang pasar ini belum sempurna, parkiran belum ada, jalan kesini juga belum tapi nanti akan kita bangun dan akan kita sempurnakan," ucap Hendri Arnis.

Terimakasih untuk seluruh warga Kota Padang Panjang yang telah mendukung pembangunan pasar ini, pergunakanlah sebaik-baiknya. "Inilah yang bisa saya buat untuk kampung halaman saya, semoga ini bisa memperbaiki ekonomi masyarakat Padang Panjang," kata Hendri Arnis dengan mata berkaca-kaca.

Sedangkan Novi Hendri mengatakan, Masyarakat memang sudah cukup letih dan lelah menunggu hal ini, dan Alhamdulillah hari ini Pasar yang megah sudah berdiri. "Walau kondisi hari ini belum bisa ditempati, insya Allah tahun 2018 seluruh pedagang bisa menempati dan berjualan disini," kata Novi Hendri.

"Apa-apa yang kurang dari pasar kita ini mari kita satukan tekat, kita diskusikan, bahu membahu untuk membangun kekurangan pasar kita ini," tambah Novi Hendri

Disamping itu Indra Gusnady yang juga ketua panitia pembangunan pasar mengatakan, Bangunan pasar ini terdiri dari 1227 kios, yang diperuntukkan untuk warga Padang Panjang. "Kita masih menunggu sedikit lagi pembangunan pasar ini, beberapa proses yang telah dilalui, mulai dari pembangunan, pendaftaran, peresmian hingga nantinya akan ditempati pedagang pasar," kata Indra Gusnady.

Secara fisik pasar ini sudah bisa dipakai, namun ada beberapa hal yang kurang, seperti halnya parkiran, jalannya dan lain sebagainya.Begitujuga dengan Arnis Shaleh ayahanda dari Hendri Arnis mengatakan, muda-mudahan Pasar ini dapat berguna untuk masyarakat Kota Padang Panjang, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.

 "Jagalah pasar ini, jangan ada lagi pengangguran ditanah kelahiran kita ini, karena saya dulu juga pedagang keliling di Kota ini, saya harap kedepannya Kota Padang Panjang akan lebih baik lagi," tutup Arnis Shaleh.Acara diakhiri dengan penandatanganan Prasasti oleh Walikota Padang Panjang dan disaksikan oleh seluruh stekholder serta masyarakat Padang Panjang.(Gito).



Share:

DPRD Kota Padang,Rapat Kerja Komisi II Bukan Hanya Sekedar Membahas Tentang Pendapatan Retribusi Saja

Suara Parlemen,SorotSumatera.com-Komisi II DPRD Kota Padang membidangi Pendapatan dan Perekonomian, laksanakan rapat kerja perdananya bersama Dinas Perdagangan Kota Padang dalam rangka menyamakan presepsi dan memulai melihat evaluasi target pendapatan di 2017 dengan target pendapat di 2018, dilantai II gedung DPRD Padang. 

Ketua Komisi II, Gustin  Pramona mengatakan,  rapat kerja komisi II  bukan hanya sekedar membahas tentang pendapatan retribusi saja, namun dalam hal ini juga untuk menyamakan presepsi baik itu dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan serta dinas lainnya yang merupakan mitra kerja komisi II. 

"Tentunya kita ingin mengetahui bagaimana kinerja atau program OPD, apa - apa saja persoalan yang ada dilapangan, untuk mengevaluasi serta menyelesaikan persoalan yang ada, " ujar Gustin Pramona , usai rapat kerja dengan Dinas Perdagangan Kota Padang. 

Ia juga mengatakan, komisi II tentu mendorong apa - apa program yang ditawarkan dinas terkait, selama itu positif untuk kemajuan perekonomian  kota padang,  ya pasti kita support. Seperti program yang disampaikan DInas Perdagangan menjadikan Pasar Raya Padang sebagai pusat perdagangan dan seni di Sumatera Barat. 

Kita juga mengharapkan Dinas Perdagangan dapat menggenjot pendapatan yang diperoleh dari retribusi dengan banyaknya titik - titik pasar yang ada di Kota Padang selain di pasar raya padang saja. Dinas terkait juga harus bisa menciptakan kondisi pasar yang aman, nyaman dari tuan takur, premanisme (mafia pasar,red) bagi pedagang maupun konsumen yang akan melakukan transaksi dikawasan pasar " ungkapnya.

Koordinator Komisi II, Wahyu Iramana Putra menyampaikan,  rapat kerja ini untuk evaluasi target pendapatan di 2017 dengan target pendapat 2018. Hal ini melihat bahwa Dinas Perdagangan mengarah pada potensi sumber pendapatan yang jika betul - betul dikerjakan dengan baik tentu akan bisa mencapai target pendapat yang disepakati, setidaknya mendekati dari target. 

Makanya kata Wahyu, untuk Dinas Perdagangan sendiri, kita menginginkan rincian pendapatan yang diperoleh bukan dari pendapatan retribusi pasar raya padang saja. Kita ketahui kan banyak titik - titik pasar lainnya,seperti pasar Lubuk Buaya,  pasar Bandar Buat, pasar Setiba Naggalo dan pasar - pasar satelit lainnya, dan ini harus kita ketahui sampai seberapa pencapaian pendapatan retribusinya. Tapi saat ini dari Dinas Perdagangan belum bisa memberikan rincian tersebut. 

"Hal ini kita tegaskan, karena target pendapatan untuk Dinas Perdagangan di 2018 sebesar Rp18 milyar, sementara di 2017 saja hanya tercapai sebesar Rp 5,2 milyar dengan target Rp15 milyar, kan masih jauh pencapaian targetnya," ujar Wahyu.

"Kita ingin Komisi II punya program, kapan perlu dilakukan evaluasi sekali tiga bulan dan dilaksanakan uji petik, sebagai salah satu tugas dan fungsi pengawasan di DPRD. Kita tentu mendukung program- program dari Dinas Perdagangan selama itu menghasilkan pendapatan tentu kita berikan apresiasi," ungkap Wahyu.

Sementara anggota Komisi II, Faisal Nasir mengatakan, kita akui semenjak pasar dibawah pimpinan Kadis Endrizal, tidak kita pungkuri sudah jauh banyak perubahan, kita apresiasi untuk itu. Namun kita masih menyayangkan masih banyak pedagang yang berjualan dibawah sementara fasilitas sudah ada. Jika ditegaskan tidak ada satupun pedagang lagi yang berada dibawah, maka konsumen pasti mencari keatas, namun ini perlu keseriusan pengawasan dari petugas. 

Kemudian  informasi yang di peroleh bahwa tempat yang disediakan yakni los atau kios yang ada saat ini  dikeluhkan pedagang. Dibuat kok ukuran kecil - kecil sekali dan ada juga satu orang yang bisa memiliki hingga 6  petak los, ini kan ada permainan namanya, " pungkasnya
Share:

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Minta Dinas Kesehatan Serius Tangani Gizi Buruk

Suara Parlmen,Sorotsumatera.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang sangat menyanyangkan dan meminta dinas kesehatan setempat untuk serius dalam menekan kasus gizi buruk. Dan salah satunya terjadi pada Seorang bocah Habil Daud (7) di Kelurahan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang diduga menderita gizi buruk, buah hati dari pasangan Afrijon (38) dan Mira Susanti (32).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa menyayangkan masih terdapatnya kasus gizi buruk di Kota Padang, Sumatera Barat.Padahal gizi buruk merupakan hal sensitif bagi suatu daerah, jika penderita gizi buruk masih banyak maka hal itu menggambarkan bagaimana perhatian pemerintah kota kepada penderita gizi buruk tersebut,  " ujarnya.


"Untuk melihat bagaimana persoalan tersebut di lapangan, dalam waktu dekat Komisi  IV berencana akan memanggil dan meminta penjelasan dari dinas terkait, " tegas Esa.


Sementara, anggota DPRD Padang lainnya Zulhardi Z Latif mengatakan penanganan kasus gizi buruk tidak terlepas dari perhatian pemerintah. Padahal telah banyak bantuan dari pemerintah seperti beras sejahtera dan lainnya. "Hal itu patut dipertanyakan kenapa masih adanya kasus gizi buruk," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani mengatakan dari 61 kasus tersebut, sekitar 22 orang diantaranya sudah berubah dari status gizi buruk menjadi gizi normal.

Kemudian 28 orang menjadi gizi kurang, sedangkan 11 orang masih dalam status gizi buruk. Dan 11 orang tersebut masih tetap dipantau oleh dinas kesehatan dan puskesmas, hingga statusnya berubah ke gizi kurang dan menjadi gizi normal," katanya.


Ia mengatakan, dinas kesehatan memiliki program pemberian makanan tambahan, program pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini tumbuh kembang, serta penyuluhan pada orang tua. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan angka kasus gizi buruk khususnya di Kota Padang.


Ia mengatakan, Habil selama dua bulan terakhir terbaring lemas ditempat tidur dengan kondisi badan yang sangat memprihatinkan. Bahkan tampak hanya kulit pembalut tulang. Ia menderita gizi buruk sejak sejak dua bulan terakhir.


"Kita langsung menangani pasien ini dengan mendampinginya ke Rumah M.Jamil Padang bahkan Dinkes juga membayarkan uang tunggakan BPJS-nya satu keluarga selama 10 bulan senilai Rp1.200.000," katanya.


"Habil Daud derita gizi buruk akibat gangguan pertumbuhan atau Cerebral Palsy yang merupakan penyakit tumbuh kembang yang lebih mengarah pada gangguan tubuh, dimana anak menjadi tidak progresif dan cenderung kaku. Penyakit ini disebabkan karena adanya kerusakan pada sel-sel motorik, terutama pada susunan saraf pusat yang sedang berkembang.


Berdasarkan Data Dinkes Kota Padang selama tahun 2017 menemukan 61 kasus gizi buruk, dari 61 pasien 22 pasien berobah jadi gizi sedang, sedangkan 11 kasus gizi buruk dengan melakukan upaya monitoring dan 28 pasien sudah sembuh.

"Kasus gizi buruk murni hanya 5 persen selebihnya karena komplikasi penyakit. Dan upaya yang dilakukan Dinkes terhadap pasien gizi buruk antara lain dengan memberikan makanan tambahan khusus yang bisa didapatkan di puskesmas. Untuk itu kita mengingatkan kepada orang tua untuk lebih selektif menjaga buah hatinya dengan memberikan makanan sesuai dengan umur yang sudah dimasak, dan tidak memberikan makanan instan kepada anak, " pungkasnya.
Share:

Bupati-Wabup Sampaikan Terimakasih kepada Seluruh ASN dan Masyarakat Dharmasraya


Bupati-Wabup Sampaikan Terimakasih kepada Seluruh ASN dan Masyarakat Dharmasraya

Dharmasraya - Sedikit berbeda, apel gabungan di jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya pada bulan Februari ini berlangsung dua kali. Sebelumnya, apel gabungan sudah dilaksanakan di Sport Center pada 5 Februari lalu, dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Namun hari ini, Senin (12/02), Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, bersama Wakil Bupati Dharmasraya, Amrizal Dt Rajo Medan, kembali mengumpulkan seluruh jajaran ASN untuk mengikuti Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya.
Dalam kesempatan apel kali ini, bupati menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Kabupaten Dharmasraya atas suksesnya penyambutan kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Dharmasraya pada 7 Februari lalu. Di mana, hanya dalam waktu tiga hari, persiapan di lima titik lokasi kunjungan presiden dapat dipersiapkan dengan baik. Belum lagi, sambung bupati, sambutan dari masyarakat juga begitu hangat dan antusias.
"Terimakasih yang teramat sangat saya sampaikan. Di lima titik lokasi yang dikunjungi presiden, semua tidak ada gangguan. Ditambah lagi sambutan masyarakat yang begitu luar biasa hangat dan antusiasnya. Presiden bahkan menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada saya atas hal ini. Ini semua tentu terlaksana atas kerjasama yang baik dari semua pihak. Sekali lagi terimakasih, ini adalah prestasi yang sangat luar biasa bagi kita semua," ujar bupati.
Disamping itu, bupati juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti setelah kunjungan presiden beberapa waktu lalu. Diantaranya terkait program Padat Karya, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), pembangunan embung serta sertifikat tanah program PTSL yang dibagikan oleh presiden beberapa waktu lalu, agar dikawal dan dipastikan tepat guna dan tepat sasaran.
"Karena ini merupakan program unggulan presiden yang perlu kita sukseskan bersama," ungkap bupati.
Tidak hanya itu, dalam agenda kunjungan presiden bersama beberapa menteri ke sejumlah lokasi di Dharmasraya, sebut bupati, perlu ditindaklanjuti secara administrasi ke Pemerintah Pusat, berupa program dan kegiatan. Baik itu untuk perubahan APBN Tahun 2018, ataupun untuk tahun anggaran 2019.
"Kepala perangkat daerah agar segera menyampaikan proposal secara fisik ke kementerian terkait dan melalui aplikasi E-Planning yang dikelola oleh Bappeda," tegas bupati.(***)
Share:

Wabup Hadiri Ulang Tahun Nagari Sungai Duo


Wabup Hadiri Ulang Tahun Nagari Sungai Duo

Dharmasrya - Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung memperingati Hari Ulang Tahun ke-8. Sejak beberapa hari lalu, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan alek nagari tersebut. Wakil Bupati Dharmasraya, Amrizal Dt Rajo Medan, pun turut menambah kemeriahan ulang tahun nagari yang dipimpin oleh Ali Amran itu, dengan hadir secara langsung pada puncak peringatan hari ulang tahun Nagari Sungai Duo, yang dilaksanakan di Balai Jorong Nagari Sungai Duo, Senin (12/02).
Pada kesempatan itu, wabup menyampaikan selamat ulang tahun kepada Nagari Sungai Duo. Wabup juga memuji Nagari Sungai Duo yang konsisten melaksanakan acara ulang tahun nagari setiap tahunnya. Menurutnya, peringatan ulang tahun nagari ini penting dan bermanfaat. Terutama sebagai sarana instropeksi dan evaluasi sejauh mana perkembangan nagari setiap tahunnya. Serta sebagai sarana membangun rasa kebersamaan, baik sesama warga maupun dengan unsur penyelenggara pemerintahan nagari.
Rasa terimakasih yang sangat tinggi kepada pemerintah nagari dan masyarakat setempat juga disampaikan oleh Wabup dalam kesempatan itu. Karena, dalam kunjungan presiden ke Kabupaten Dharmasraya beberapa waktu lalu, yang salah satunya adalah ke Nagari Sungai Duo, sambutan masyarakat sangat luar biasa hangat dan antusias.
"Terimakasih Nagari Sungai Duo. Suksesnya penyambutan kunjungan kerja presiden ke Kabupaten Dharmasraya tentu juga tidak terlepas dari peran dan kerjasama yang baik dari semua pihak yang ada di nagari ini," ujar wabup.
Di sisi lain, wabup juga menyinggung soal Nagari Sungai Duo sebagai salah satu daerah sentra batik tanah liek di Kabupaten Dharmasraya.
"Ini adalah salah satu produk unggulan daerah. Untuk itu mari kita kembangkan bersama. Bersama kita budayakan pemakaian batik tanah liek di lingkungan pemerintah nagari dan juga masyarakat. Mudah-mudahan ke depan, batik tanak liek Dharmasraya semakin maju, berkembang dan terkenal hingga ke berbagai daerah," pungkas wabup.(***)
Share:

DPRD Inisiasi Ranperda tentang Pengelolaan Zakat dan Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin


DPRD Inisiasi Ranperda tentang Pengelolaan Zakat dan Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin

Dharmasraya - Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menghadiri Rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Kabupaten Dharmasraya. Rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Utama Sekretariat DPRD, Senin (12/02), itu tampak dihadiri oleh seluruh anggota DPRD dan Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Adapun, dua Ranperda yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Dharmasraya ini adalah tentang Pengelolaan Zakat dan tentang Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin.
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh anggota DPRD dari Fraksi PDI-P, Paryanto, zakat, apabila dikelola secara baik dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat. Maka, untuk mewujdukan hal itu, sambungnya, perlu adanya pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah.
Dalam hal ini, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada muzakki, mustahik dan pengelola zakat, yang dalam hal ini adalah Badan Amizl Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya.
Kemudian, untuk menjamin pengelolaan zakat sebagai amanah agama, ditentukan adanya unsur-unsur pertimbangan dan unsur pengawas terdiri dari ulama, cendikiawan, masyarakat dan pemerintah serta adanya sanksi terhadap pengelola zakat.
"Dengan dibentuknya peraturan daerah ini nantinya, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran muzakki untuk menunaikan kewajiban zakat dalam rangka menyucikan diri terhadap harta yang dimiliki, mengangkat derajat mustahik dan meningkatkan keprofesionalan pengelola zakat," ujar Paryanto.
Kemudian, terkait Ranperda tentang Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin, dinilai sangat penting sebagai upaya untuk memenuhi dan sekaligus sebagai implementasi negara hukum yang mengakui dan melindungi serta menjamin hak asasi warga negara terhadap kebutuhan akses terhadap keadilan dan kesamaan di hadapan hukum. Serta mewujudkan hak konstitusional setiap warga negara sesuai dengan prinsip persamaan kedudukan di dalam hukum, menjamin kepastian penyelenggaraan bantuan hukum dilaksanakan merata di daerah dan mewujudkan pemberian dana bantuan hukum yang bersumber dari APBD dengan tepat sasaran.
Sampai saat ini, sebut Paryanto, di Kabupaten Dharmasraya belum ada peraturan daerah yang secara khusus menjamin terlaksananya hak konstitusional warga negara tersebut.
"Sehingga, dengan dibentuknya peraturan daerah tentang bantuan hukum untuk masyarakat miskin ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melaksanaan hak konstitusional warga negara di bidang bantuan hukum, khususnya bagi masyarakat atau kelompok masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Dharmasraya ini," pungkas Paryanto.
Sementara itu, bupati memberikan apresiasi atas dua ranperda yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Dharmasraya. Dijadwalkan, Selasa (12/02), bupati akan memberikan tanggapan atas dua ranperda ini dalam Rapat Paripurna DPRD.(***)
Share:

Kalangan DPRD Agam Tunjukkan Kepedulian Kepada Masyarakat Agam

Agam  — Kalangan DPRD Agam memperlihatkan tanggungjawab pada masyarakat.Kepedulian yang dibangun dan digagas para anggota DPRD Agam menjadi salah satu bagian penting dalam memaksimalkan perhatian dan mendorong masyarakat yang sehat, sejahtera dan maju.
Hal itulah yang kini dibangun kalangan DPRD Agam dengan mendroong berbagai pihak  untuk membantu proses pengobatan Zaimuddin, penderita tumor ganas jenis sinanosal yang menyerang bagian wajahnya.
Minimnya biaya, khususnya untuk pendamping saat perawatan medis, karena Zaimuddin sudah tercatat sebagai penerima kartu sehat, namun untuk biaya perawatan keluarga Zaimuddin kesulitan, karena mereka berasal dari keluarga miskin.
Warga Kampuang Parik, jorong Tanjung Alam, nagari persiapan Kamang Anam Suku, kecamatan Kamang Magek itu, sejak sepekan terakhir sudah mendapat perawatan di bangsal THT RSUP,M.Djamil, Padang atas inisiasi Ali Fuadi Dt.Muncak, anggota DPRD Agam yang mengaku prihatin akan kondisi Zaimuddin, yang masih belum mendapatkan perawatan sejak 6 bulan terakhir, walau sudah beberapa kali diperiksa di puskesmas dan rumah sakit.
Perhatian dan dukungan DPRD Agam itu, mendapat perhatian luas dari banyak kalangan, bahkan jajaran Pemkab Agam, mendapat perhatian khusus dari ketua DPRD Agam Marga Indra Putra.
Melalui Hasneril, Kasubag.Humas-Protokol DPRD Agam, ketua DPRD Agam itu mengaku sangat mengapreasi besarnya perhatian banyak pihak terhadap kondisi Zaimuddin dan itu membuktikan, kepedulian, perhatian dan semangat kebersamaan masih sangat kental ditengah masyarakat.
Ketua DPRD Agam itu, mengaku salut akan inisiasi anggota DPRD Agam, perhatian banyak kalangan masyarakat, termasuk gerak cepat jajaran terkait Pemkab Agam untuk membantu Zaimuddin sehingga warga miskin yang sudah  6 bulan tergeletak tak berdaya itu bisa ditangani dengan baik di rumah sakit.
 “ Peran media yang gencar memberitakan kondisi Zaimuddin, termasuk menggalang donasi untuk penderita tumor ganas jenis sinanosal itu, menjadi bukti, bahwa rang Agam merupakan masyarakat yang peduli sesama, dan hal itu perlu terus digalang, karena banyak warga yang harus diperhatikan, “ sebut Marga Indra Putra lagi.
Ketua DPRD Agam itu meyakinkan, pihaknya akan mengawal dan memantau perkembangan kondisi kesehatan Zaimuddin, dan berharap, ayah 7 anak itu, bisa segera pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Share:

Aggota DPRD Agam Hadiri Hari Pertama Musrenbang di Kecamatan Baso

Agam — Hari pertama pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun 2019 kecamatan di Kabupaten Agam tahun 2018 dimulai Senin, (12/2).
Anggota DPRD Agam dari daerah pemilihan IV menghadiri acara musrenbang yang hari ini diadakan di Kantor Camat Baso,bersama tim fasilitasi musrenbang kabupaten Agam yang di ketuai asisten II Ir.Isman Imran didampingi kepala OPD,kabag dan pejabat struktural lain.
Musrenbang yang dihadiri oleh anggota DPRD Agam Dapil IV diantaranya wakil ketua DPRD Agam Suharman , anggota DPRD Agam Gusdanur Dt.Itam, Syaflin , Ais Bakri , Arman J Piliang ,Bulqaini juga dihadiri sekretaris Dprd Agam Indra Dt.Baradai.
Wakil ketua DPRD Agam Suharman dalam sambutan menyebutkan musrenbang di kecamatan merupakan tahap kedua dalam perencanaan pembangunan nasional di daerah setelah musrenbang nagari.
Secara khusus Suharman menyebut, anggota Dprd punya harapan besar melalui musrenbag bisa melahirkan program kegiatan yang dibutuhkan masyarakat dengan menampung aspirasi dan menyesuaikan dengan agenda pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan dan sejalan dengan RPJMD Agam tahun 2016-2021.
Wakil ketua DPRD Agam itu juga mendorong seluruh komponen masyarakat untuk memaksimalkan moment musrenbang sebagai media menyampaikan aspirasi pembangunan yang berorientasi pada kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakat, karena hal itu penting dalam mendorong kemajuan kabupaten Agam yang sesungguhnya.
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.