Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 01/24/18 ~ Sorot Sumatera

Komisi I DPRD Agam Cari Referensi Wisata Ke Tanah Datar


 Tanah Datar — Cari referensi untuk potensi kemajuan dan perkembangan pariwisata di Kabupaten Agam, Komisi I DPRD daerah itu melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanah Datar, Senin (22/01).
Pada kesempatan itu, rombongan yang pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Agam Lazuardi Erman didampingi wakil ketua Taslim, Ketua Komisi IV DPRD Agam Irfan Amran, anggota komisi, pendamping komisi disambut oleh Kepala Disparpora Kabupaten Tanah Datar Edi Susanto beserta jajaran.
Ketua Komisi IV DPRD Agam, Irfan Amran, mengatakan tujuan dari kunjungan kerja ini guna untuk mencari referensi ataupun perbandingan untuk potensi objek wisata, dimana pariwisata di Kabupaten Tanah Datar sendiri cukup banyak menarik pengunjung dari daerah lain.
“Diharapkan dengan kunjungan kerja ini, kita dapat menemukan referensi-referensi untuk potensi objek wisata yang bisa kita kembangkan untuk kemajuan perkembangan pariwisata di Kabupaten Agam sendiri,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Agam, Irfan Amran, melalui Kasubag Humas, Hasneril.
Share:

Pemkab Dharmasraya Bantu Tiga KK Korban Kebakaran di Sembilan Koto

Dharmasraya- Wakil Bupati Dharmasraya, Amrizal Dt Rajo Medan, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dharmasraya, Bobi Perdana Riza, menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Nagari Koto Nan IV Dibauah Kecamatan Sembilan Koto, Rabu (24/01). Bantuan diserahkan langsung kepada keluarga Letrio Hendri, yang rumahnya rata dengan tanah akibat musibah kebakaran yang menimpa pada 28 Desember 2017 lalu.
Adapun, bantuan yang diberikan adalah berupa uang tunai senilai Rp 20 juta, ditambah dengan bantuan logistik dan peralatan dapur.
Tidak hanya keluarga Letrio Hendri, keluarga Heli Dasri, yang juga menghuni rumah yang sama dengan keluarga Letrio turut pula diberi bantuan berupa uang tunai senilai Rp 5 juta, berikut dengan bantuan logistik dan peralatan dapur.
Usai menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Nagari Koto Nan IV Dibauah, Wabup beserta rombongan lanjut menuju rumah keluarga Zainal, yang juga adalah korban kebakaran di Nagari Banai beberapa waktu lalu. Zainal juga diberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 3 juta, berikut dengan bantuan logistik dan peralatan dapur.
Dijelaskan, perbedaan jumlah nominal bantuan yang diberikan kepada tiga kepala keluarga diatas adalah karena berdasarkan tingkat kerugian yang dialami oleh masing-masing korban.
Pada kesempatan itu, wabup menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menimpa tiga kepala keluarga di Durian Simpai dan Banai.
"Yang namanya bencana, musibah, memang tidak bisa kita ketahui kapan datangnya. Ia bisa datang kapan saja dan bisa menimpa siapa saja. Yang terjadi, mari hadapi dengan tabah, sabar menerima. Pasti ada hikmah dibalik musibah yang terjadi," ujar Wabup.
Selain itu Wabup juga berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban.
"Ke depan, mari kita lebih waspada lagi. Sebelum meninggalkan rumah, mohon diperiksa betul hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Seperti kompor, listrik, dan lain sebagainya," himbau Wabup.(***)
Share:

DPRD Kota Padang Minta Dinas Kesehatan Perhatikan Bocah Habil Daud

Padang,Sorot Sumatera-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang sangat menyanyangkan dan meminta dinas kesehatan setempat untuk serius dalam menekan kasus gizi buruk. Dan salah satunya terjadi pada Seorang bocah Habil Daud (7) di Kelurahan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang diduga menderita gizi buruk, buah hati dari pasangan Afrijon (38) dan Mira Susanti (32).
     
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa menyayangkan masih terdapatnya kasus gizi buruk di Kota Padang, Sumatera Barat.Padahal gizi buruk merupakan hal sensitif bagi suatu daerah, jika penderita gizi buruk masih banyak maka hal itu menggambarkan bagaimana perhatian pemerintah kota kepada penderita gizi buruk tersebut,  " ujarnya, Rabu(24/1)

"Untuk melihat bagaimana persoalan tersebut di lapangan, dalam waktu dekat Komisi  IV berencana akan memanggil dan meminta penjelasan dari dinas terkait, " tegas Esa. 

Sementara, anggota DPRD Padang lainnya Zulhardi Z Latif mengatakan penanganan kasus gizi buruk tidak terlepas dari perhatian pemerintah. Padahal telah banyak bantuan dari pemerintah seperti beras sejahtera dan lainnya. "Hal itu patut dipertanyakan kenapa masih adanya kasus gizi buruk," pungkasnya.
     
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani mengatakan dari 61 kasus tersebut, sekitar 22 orang diantaranya sudah berubah dari status gizi buruk menjadi gizi normal.
     
Kemudian 28 orang menjadi gizi kurang, sedangkan 11 orang masih dalam status gizi buruk. 
Dan 11 orang tersebut masih tetap dipantau oleh dinas kesehatan dan puskesmas, hingga statusnya berubah ke gizi kurang dan menjadi gizi normal," katanya.

Ia mengatakan, dinas kesehatan memiliki program pemberian makanan tambahan, program pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini tumbuh kembang, serta penyuluhan pada orang tua. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan angka kasus gizi buruk khususnya di Kota Padang.

Ia mengatakan, Habil selama dua bulan terakhir terbaring lemas ditempat tidur dengan kondisi badan yang sangat memprihatinkan. Bahkan tampak hanya kulit pembalut tulang. Ia menderita gizi buruk sejak sejak dua bulan terakhir.

"Kita langsung menangani pasien ini dengan mendampinginya ke Rumah M.Jamil Padang bahkan Dinkes juga membayarkan uang tunggakan BPJS-nya satu keluarga selama 10 bulan senilai Rp1.200.000," katanya.

"Habil Daud derita gizi buruk akibat gangguan pertumbuhan atau Cerebral Palsy yang merupakan penyakit tumbuh kembang yang lebih mengarah pada gangguan tubuh, dimana anak menjadi tidak progresif dan cenderung kaku. Penyakit ini disebabkan karena adanya kerusakan pada sel-sel motorik, terutama pada susunan saraf pusat yang sedang berkembang.

Berdasarkan Data Dinkes Kota Padang selama tahun 2017 menemukan 61 kasus gizi buruk, dari 61 pasien 22 pasien berobah jadi gizi sedang, sedangkan 11 kasus gizi buruk dengan melakukan upaya monitoring dan 28 pasien sudah sembuh.

"Kasus gizi buruk murni hanya 5 persen selebihnya karena komplikasi penyakit. Dan upaya yang dilakukan Dinkes terhadap pasien gizi buruk antara lain dengan memberikan makanan tambahan khusus yang bisa didapatkan di puskesmas. Untuk itu kita mengingatkan kepada orang tua untuk lebih selektif menjaga buah hatinya dengan memberikan makanan sesuai dengan umur yang sudah dimasak, dan tidak memberikan makanan instan kepada anak, " pungkasnya.(*)

Share:

Komisi II DPRD Kota Padang Adakan Rapat Perdana 2018

Padang,Sorot Sumatera-Komisi II DPRD Kota Padang membidangi Pendapatan dan Perekonomian, laksanakan rapat kerja perdananya bersama Dinas Perdagangan Kota Padang dalam rangka menyamakan presepsi dan memulai melihat evaluasi target pendapatan di 2017 dengan target pendapat di 2018, Selasa (23/1) dilantai II gedung DPRD Padang. 

Ketua Komisi II, Gustin  Pramona mengatakan,  rapat kerja komisi II  bukan hanya sekedar membahas tentang pendapatan retribusi saja, namun dalam hal ini juga untuk menyamakan presepsi baik itu dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan serta dinas lainnya yang merupakan mitra kerja komis II. 

"Tentunya kita ingin mengetahui bagaimana kinerja atau program OPD, apa - apa saja persoalan yang ada dilapangan, untuk mengevaluasi serta menyelesaikan persoalan yang ada, " ujar Gustin Pramona , usai rapat kerja dengan Dinas Perdagangan Kota Padang. 

Ia juga mengatakan, komisi II tentu mendorong apa - apa program yang ditawarkan dinas terkait, selama itu positif untuk kemajuan perekonomian  kota padang,  ya pasti kita support. Seperti program yang disampaikan DInas Perdagangan menjadikan Pasar Raya Padang sebagai pusat perdagangan dan seni di Sumatera Barat. 

Kita juga mengharapkan Dinas Perdagangan dapat menggenjot pendapatan yang diperoleh dari retribusi dengan banyaknya titik - titik pasar yang ada di Kota Padang selain di pasar raya padang saja. Dinas terkait juga harus bisa menciptakan kondisi pasar yang aman, nyaman dari tuan takur, premanisme (mafia pasar,red) bagi pedagang maupun konsumen yang akan melakukan transaksi dikawasan pasar " ungkapnya.

Koordinator Komisi II, Wahyu Iramana Putra menyampaikan,  rapat kerja ini untuk evaluasi target pendapatan di 2017 dengan target pendapat 2018. Hal ini melihat bahwa Dinas Perdagangan mengarah pada potensi sumber pendapatan yang jika betul - betul dikerjakan dengan baik tentu akan bisa mencapai target pendapat yang disepakati, setidaknya mendekati dari target. 

Makanya kata Wahyu, untuk Dinas Perdagangan sendiri, kita menginginkan rincian pendapatan yang diperoleh bukan dari pendapatan retribusi pasar raya padang saja. Kita ketahui kan banyak titik - titik pasar lainnya,seperti pasar Lubuk Buaya,  pasar Bandar Buat, pasar Setiba Naggalo dan pasar - pasar satelit lainnya, dan ini harus kita ketahui sampai seberapa pencapaian pendapatan retribusinya. Tapi saat ini dari Dinas Perdagangan belum bisa memberikan rincian tersebut. 

"Hal ini kita tegaskan, karena target pendapatan untuk Dinas Perdagangan di 2018 sebesar Rp18 milyar, sementara di 2017 saja hanya tercapai sebesar Rp 5,2 milyar dengan target Rp15 milyar, kan masih jauh pencapaian targetnya," ujar Wahyu.

"Kita ingin Komisi II punya program, kapan perlu dilakukan evaluasi sekali tiga bulan dan dilaksanakan uji petik, sebagai salah satu tugas dan fungsi pengawasan di DPRD. Kita tentu mendukung program- program dari Dinas Perdagangan selama itu menghasilkan pendapatan tentu kita berikan apresiasi," ungkap Wahyu.

Sementara anggota Komisi II, Faisal Nasir mengatakan, kita akui semenjak pasar dibawah pimpinan Kadis Endrizal, tidak kita pungkuri sudah jauh banyak perubahan, kita apresiasi untuk itu. Namun kita masih menyayangkan masih banyak pedagang yang berjualan dibawah sementara fasilitas sudah ada. Jika ditegaskan tidak ada satupun pedagang lagi yang berada dibawah, maka konsumen pasti mencari keatas, namun ini perlu keseriusan pengawasan dari petugas.(*)

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.