Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ October 2018 ~ Sorot Sumatera

Wujud Kebersamaan, Satgas TMMD Kodim 0311/Pessel Bersama Warga Mandi di Sungai

Personel Satgas TMMD ke -103 Kodim 0311/Pessel bersama Pemuda Kampung Pulai Nagari Lakitan tengah menuju sungai untuk membersihkan badan (mandi) di Sungai Kampung Pulai kecamatan Lengayang. Rabu (31/10)

Selain pengerjaan fisik, Personel Satgas TMMD ke -103 Kodim 0311/Pessel bersama warga Kampung Pulai mandi bersama disungai yang ada di Kampung Pulai.

Satu diantara warga Kampung Pulai, Rido mengatakan, Dalam kehidupan sehari-hari warga Kampung Pulai menggunakan sungai sebagai tempat untuk membersihkan badan/mandi.

“Semenjak ada TMMD, bapak TNI ikut mandi di sungai tersebut. Saya selaku warga sangat senang terhadap bapak TNI yang mau ikut mandi di sungai sehingga suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa disaat berjalan menuju sungai, ” katanya.

Disamping itu Anggota Satgas TMMD Serda Afin Wardana mengungkapkan TNI tidak akan canggung merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat, karena TNI lahir dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat.

“Oleh karena itu personel Satgas TMMD tidak akan canggung untuk menciptakan kebersamaan seperti yang telah dilakukan selama ini contohnya tidur di rumah masyarakat, makan bersama-sama dan sekarang untuk pembersihan bersama-sama ke sungai, ” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan afin "TNI dan Rakyat tidak dapat dipisahkan, itulah wujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Tuturnya


Share:

Efek Hilirisasi Industri: 78 Persen Ekspor CPO Bernilai Tambah Tinggi


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus memacu program hilirisasi di sektor industri minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Program peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri tersebut, telah menghasilkan kinerja gemilang yang terlihat dari indikator rasio ekspor produk hulu dengan produk hilir yang semula 60%:40% pada tahun 2010 bergeser menjadi 22%:78% di 2017.

“Industri pengolahan sawit selama ini mampu menyumbang signifikan bagi Indonesia karena sebagai produsen dan eksportir terbesar dunia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (30/10). Kemarin, Menperin mendampingi Presiden Joko Widodo pada pembukaan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2018 & 2019 Price Outlook di Nusa Dua, Bali.

Kemenperin mencatat, komoditas kelapa sawit, CPO dan produk turunannya menjadi kontributor utama terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai sebesar USD22,97 miliar pada tahun 2017 (tidak termasuk oleochemical dan biodiesel). Capaian ini membuat Indonesia mampu menguasai 52 persen pasar ekspor minyak sawit di dunia.

“Ekspor produk berbasis kelapa sawit yang didominasi oleh produk hilir bernilai tambah tinggi ini menjadi salah satu penopang perolehan devisa negara dan berkontribusi penting dalam menjaga penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing,” papar Airlangga.

Bahkan, dengan menghasilkan 42 juta ton minyak sawit per tahun, Indonesia berkontribusi hingga 48 persen dari produksi CPO dunia. Selain itu, sektor ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 21 juta orang baik secara langsung maupun tidak langsung. Saat ini, anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) lebih dari 644 perusahaan yang tersebar merata di provinsi penghasil kelapa sawit, seperti Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

“Indonesia berpeluang menjadi pusat industri pengolahan sawit global untuk keperluan pangan, nonpangan, dan bahan bakar terbarukan,” ujar Menperin. Selain pengembangan produk hulu seperti CPO dan crude palm kernel oil (CPKO), ada tiga jalur hilirisasi industri CPO di dalam negeri yang masih potensial untuk terus dikembangkan.

Pertama, hilirisasi oleopangan (oleofood complex), yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk antara oleopangan (intermediate oleofood) sampai pada produk jadi oleopangan (oleofood product).Berbagai produk hilir oleopangan yang telah dihasilkan di Indonesia, antara lain minyak goreng sawit, margarin, vitamin A, vitamin E, shortening, ice cream, creamer, cocoa butter atau specialty-fat.

Kedua, hilirisasi oleokimia (oleochemical complex), yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara oleokimia, oleokimia dasar, sampai pada produk jadi seperti produk biosurfaktan (seperti produk detergen, sabun, dan shampoo), biolubrikan (biopelumas) dan biomaterial (contohnya bioplastik).

Selanjutnya, ketiga, hilirisasi biofuel (biofuel complex), yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara biofuel sampai pada produk jadi biofuel seperti biodiesel, biogas, biopremium, bioavtur, dan lain-lain.Terkait dengan hilirisasi biofuel, saat ini pemerintah tengah serius untuk menerapkan program biodiesel 20% (B20) secara penuh di Indonesia, dan memperluas penggunaan B20 di semua kendaraan bermotor.

Menperin menambahkan, pihaknya bersama pelaku usaha industri biodiesel di bawah pembinaannya,  mendukung kebijakan perluasan mandatory B20 untuk sektor public service obligation(PSO) dan non-PSO melalui partisipasi dan kinerja produksi Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU-BBN) dalam menyediakan pasokan Biodiesel FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai pencampur BBM diesel dengan kualitas sesuai spesifikasi SNI.

Kemudian, Kemenperin terus mendukung upaya pengembangan industri greenfuel atau bahan bakar terbarukan ramah lingkungan dari minyak sawit.Produk tersebut,meliputi green diesel, green avtur, dan green gasoline, khususnya yang berbasis teknologi proses dalam negeri. “Kami telah memasukkan sektor usaha industri greenfuelini ke dalam cakupan produk industri yang berhak mendapatkan tax holiday,” terang Airlangga.(*)
Share:

Tim Wasev TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel Anak anak ku orang hebat, titip anak anak ku SMP N 5 Lengayang.

Brigjen TNI Agus Yuniarto. Disela kunjungan kerja Tim Wasev TMMD, SMP SMP N 5 Lengayang dan melihat Kondisi Sekolah, dari paparan Armida Salah Satu Guru, bahwa SMP N 5 Lengayang memiliki segudang Ptestasi Brigjen TNI Agus Yuniarto, memberikan Apresiasi kepada Siswa Siswa SMP N Lengayang yang berbakat dengan penuh semangat.

"Saya berkeinginan dengan Sekolah ini, dengan banyak keterbatasan Siswa di sini memiliki Segudang Prestasi, anak-anak memiliki bakat, Hebat anak anak ku ".

" Saya titip anak anak SMP N 5 Lengayang, saya titip sama guru guru, sama Kapsek, Wali Nagari, Camat, Danramil dan Ibu DPR yang mengunjungi juga hadir. Jaga Kesehatan mereka mereka dengan berolah raga, sekarang sudah datang Waktu, Mereka Sudah Siap, kami Daftar kan mereka Jadi TNI. Saya berharap kemudian dari SMP N 5 Lengayang ini Lahir Taruna Akmil dan Jenderal yang hebat yang membuat kita semua bangga "Tuturnya Jendral Bintang Satu ini dengan semangat memberi Motivasi.

Dengan Motivasi agar ter bina Kesehatan dan Jasmani Anak anak SMP N 5 Lengayang, Ketua Tim Wasev TMMD Kodim 0311 / Pessel akan Membangun Lapangan Tenis dan memberikan Santunan kepada anak-anak yatim piatu disekolah dengan siswa SMP N 5 Lengayang jadi Ter motivasi.

Armida guru olah raga dan kesenian menyatakan terima kasih kepada Ketua tim Wassev Dandim dan Rombongan yang telah menyempatkan mengunjungai SMP N 5 Lengayang.

"Terimakasi ini merupakan penghargaan bagi sekolah-sekolah kami, siswa kami akan termotivasi, yang selama ini belum memiliki pengalaman untuk berolah raga, dengan hadirnya Bapak Wasev TMMD, bidang yang selama ini adalah sekolah kami impian akan terwujud" .tuturnya Armida(
Share:

Tmmd ke 103 Kodim 0311/Pessel, Saat nya Pasang Kloset

Pelaksanaan pengerjaan sejumlah sasaran fisik pada program TMMD Reg 103 Kodim 0311/Pessel masih berlanjut, dan salah satunya adalah  program RLTH sekaligus jambanisasi bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki jamban.

Kegiatan jambanisasi ini dilaksanakan dalam  rangka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir   kegiatan BAB di sungai sehingga sungai menjadi bersih dan sehat.

Salah satu yang dapat bantuan RLTH dan jambanisasi adalah Mak Upiak Anyam Warga Kampung Pulai Nagari Lakitan Tengah.

Anggota Satgas TMMD bersama warga bahu membahu mengerjakan pembangunan jamban, dan sampai saat ini sudah dalam tahap pemasangan kloset.

Serka Jonson Kaneri melaksanakan pemasangan kloset dengan teliti dan hati-hati.

Serka Jonson Kaneri mengatakan, "keterlibatan kami dalam pelaksanaan program ini adalah wujud kepedulian dan kepekaan prajurit TNI terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat sekelilingnya khususnya masalah kesehatan, dan hal ini dilakukan karena semata-mata untuk mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat yang sudah terjalin," ungkap Jonson.

Dengan adanya program RTLH dan  jambanisasi ini masyarakat lebih paham tentang arti hidup sehat

Sri Cucu mak Upiak Anyam mengucapkan terima kasih ke pada Anggota Satgas TMMD Kodim 0311/Pessel

" Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah meluangkan waktu  untuk membantu kami ,"ujar Sri.

Share:

Kujungan Wasev TMMD Kodim 0311/Pessel

Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan TMMD dari Mabes TNI yakni Brigjen TNI Agus Yuniarto mengunjungi lokasi TMMD ke 103 Tahun 2018 Kodim 0311/Pessel  pada selasa (30/10/2018).

Seperti diketahui, lokasi TMMD ke 103 tahun 2018 Kodim  0311/Pessel berada di Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan

Kedatangan tim Wasev TMMD ke-103 dari Mabesad adalah dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0311/Pessel yang saat ini tengah dilaksanakan kegiatan TMMD berupa sasaran Fisik dan Non Fisik.

Brigjen TNI Agus Yuniarto menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah membantu terlaksana dan suksesnya pelaksanaan TMMD di wilayah Nagari Lakitan Tengah ini.

Brigjen TNI Agus Yuniarto mengatakan, bahwa masyarakat adalah ibu kandung dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta masyarakat harus mencintai dan bangga dengan TNI yang terlahir dari rakyat dan untuk rakyat serta berjuang bersama-sama rakyat dalam membangun bangsa untuk semakin maju.

Kami berharap, kegiatan TMMD oleh Kodim 0311/Pessel ini dapat bermanfaat nantinya bagi masyarakat sekitar Kampung Air Kalam Lakitan Tengah". ujar Brigjen TNI Agus Yuniarto.


Disela kunjungan kerja Tim Wasev TMMD, rombongan meninjau SMP N 5 Lengayang dan melihat Kondisi Sekolah, dari paparan Armida Salah Satu Guru , Bahwa SMP N 5 Lengayang mempunyai segudang Ptestasi.

Brigjen TNI Agus Yuniarto, memberikan Apresiasi kepada Siswa Siswa SMP N Lengayang yang berbakat dengan penuh semangat.

" Saya bangga dengan Sekolah ini,  dengan banyak keterbatasan Siswa di sini mempunyai Segudang Prestasi, anak anak mempunyai bakat, Hebat anak anak ku".

" Saya titip anak anak SMP N 5 Lengayang, saya titip sama guru guru, sama Kapsek, Wali Nagari, Camat, Danramil serta Ibu DPR yang kebetulan juga hadir. Jaga Kesehatan mereka bina mereka dengan berolah raga, nanti sudah datang Waktu nya, Mereka Sudah Siap, kita Daftar kan mereka Jadi TNI. Saya berharap nanti dari SMP N 5 Lengayang ini Lahir Taruna Akmil dan Jenderal yang hebat yang membuat bangga kita semua bangga" Tuturnya Jendral Bintang Satu ini dengan semangat memberi Motivasi.

Dengan Motivasi agar ter bina Kesehatan dan Jasmani Anak anak SMP N 5 Lengayang, Ketua Tim Wasev TMMD Kodim 0311/Pessel akan Membangun Lapangan Tenis dan memberikan Santunan kepada anak yatim piatu disekolah dengan harapan Siswa SMP N 5 Lengayang jadi Ter motivasi.

Armida guru olah raga dan kesenian  mengucapkan terima kasih kepada Ketua tim Wassev Dandim serta Rombongan yang telah menyempatkan mengunjungai SMP N 5 Lengayang.

" Terimakasi ini merupakan kehormatan bagi sekolah kami, siswa kami akan termotivasi,  yang selama ini belum mempunyai lapangan untuk berolah raga, dengan hadirnya Bapak Wasev TMMD, Lapangan yang selama ini sekolah kami impiankan  akan terwujud".tuturnya Armida



Share:

Mencintai Produk Dalam Negeri Tumbuhkan Sektor Industri


mediaterobos.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus gencar mengajak kepada seluruh masyarakat untuk semakin mencintai, menggunakan dan mempromosikan produk industri dalam negeri. Langkah strategis ini akan mendorong pertumbuhan industri nasional karena adanya peningkatan pada produktivitas dan permintaan, bahkan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Pemerintah telah menekankan terhadap penggunaan produk-produk dalam negeri, khususnya mengisi untuk pengadaan barang yang dilakukan oleh pemerintah. Kalau bukan mulai dari kita, siapa lagi yang akan menggunakan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara di Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Senin (29/10).

Untuk itu, Kemenperin mendukung penuh kegiatan diskusi nasional bertajuk “Made in Indonesia: Cintai Produk Lokal Indonesia” yang diinisiasi oleh para mahasiswa Program Vokasi Komunikasi (Vokom) UI. Tujuannya guna meningkatkan kesadaran dan kecintaan dari para pemuda-pemudi Indonesia terhadap penggunaan dan promosi produk dalam negeri.

“Jadi, memang penting acara ini dalam rangka menyosialisasikan dan mencintai produk yang dihasilkan oleh bangsa sendiri,” tutur Ngakan. Kegiatan diskusi nasional ini dihadiri lebih dari 300 peserta, yang datang dari berbagai kalangan baik itu lingkungan mahasiswa maupun karyawan.

Ngakan menegaskan, sejumlah industri manufaktur nasional telah mampu menunjukkan kemampuan kompetitifnya di pasar global. Capaian ini membuat Indonesia menjadi basis produksi dan eksportir yang diperhitungkan sehingga dapat dikategorikan sebagai negara industri.

Misalnya, Indonesia memiliki perusahaan mainan yang telah menguasai pasar global, yakni PT Mattel Indonesia. Untuk boneka merek Barbie, enam dari 10 yang beredar di dunia itu dihasilkan dari perusahaan tersebut. Selain itu, mobil mainan Hot Wheels, dua dari 10 produk yang ada di dunia merupakan buatan anak bangsa.

 Di sektor lainnya, seperti industri otomotif juga memiliki keunggulan. “Daihatsu Indonesia adalah pabrik otomotif terbesar milik Daihatsu di Jepang. Produksinya yang di Karawang sebanyak 500 ribu unit per tahun, jauh lebih banyak dibanding produksi dari Jepang yang maksimal 200 ribu unit per tahun,” paparnya. Bahkan, Daihatsu Indonesia telah mengekspor produksinya ke lebih dari 60 negara.

Di industri telepon seluler (ponsel), Indonesia telah menjadi lokasi produksi bagi 42 merek ponsel yang ada di seluruh dunia, dengan total produksi mencapai 68 juta unit per tahun. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, impor ponsel yang awalnya sebesar 62 juta unit pada tahun 2013, turun drastis menjadi 11 juta unit di tahun 2017.

“Jadi, selain mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk dalam negeri, kami juga aktif mendorong tumbuhnya wirausaha industru baru,” ujar Ngakan. Selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, telah tejadi penambahan populasi industri besar dan sedang. Dari tahun 2014 sebanyak 25.094 unit usaha, naik menjadi 30.992 unit usaha di tahun 2017, sehingga tumbuh 5.898 unit usaha.

“Sedangkan, di sektor industri kecil juga mengalami penambahan, dari tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha menjadi 4,49 juta unit usaha pada tahun 2017. Artinya, tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun belakangan ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, daya saing industri nasional yang semakin mengglobal, terlihat dari adanya peningkatan pada nilai tambah industri. Selain itu, kenaikan indeks daya saing global, peringkat manufacturing value added (MVA), serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.

“Nilai tambah Industri nasional meningkat hingga USD34 miliar, dari tahun 2014 yang mencapai USD202, 82 miliar menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, apabila melihat indeks daya saing global, yang sekarang diperkenalkan metode baru dengan indikator penerapan revolusi industri 4.0, peringkat Indonesia naik dari posisi 47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” ujarnya.

Bahkan, merujuk data The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), indeks MVA untuk industri di Indonesia naik tiga peringkat dari posisi 12 pada tahun 2014 menjadi level ke-9 di 2018. “Selain itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun ikut meningkat menjadi 1,84 persen pada tahun 2018,” lanjutnya.(**)
Share:

Dandim 0311/Pessel Sambut Tim Wasev TMMD/N Ke -103 Kodim 0311/Pessel

Painan,--- Dandim 0311/Pessel bersama perwira staf sambut tim Wasev Mabes AD yang dipimpin oleh Brigjend TNI Agus Yuniarto, S.E.,staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad),beserta Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kolonel Inf Budi Prasetyo,Lettu Cku Agung,pada Senin (29/10).

Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H mengungkapkan kedatangan tim Wasev ini bertujuan untuk mengecek pelaksanaan Tentara manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-103 Di wilayah Kodim 0311/Pessel.

"Jadi tim wasev selama melaksanakan rangkaian disini akan melakukan pengecekan pelaksanaan  TMMD/N yang sedang berjalan di kampung air kalam kenagarian lakitan kecamatan lengayang,"ungkap Dandim".

Dandim juga menambahkan,ini juga merupakan kegiatan monitoring di tubuh TNI-AD dalam pelaksanaan TMMD/N agar sesuai dengan target yang telah ditentukan.

"Selain itu juga sebagai bentuk monitoring dari komando atas,tentang pelaksanaan kegiatan TMMD/N agar betul-betul bermamfaat bagi masyrakat nantinya,"tambah Dandim".

Kegiatan ini juga turut di ikuti oleh Perwira Peksi Operasi Kapten Inf M. Efendi,dan perwira seksi Personil Kapten Inf Adek Saputra.
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Jalinan Kebersamaan TNI dan Masyarakat dalam TMMD Kodim 0311/Pessel

Waktu istirahat menjadi momen berharga bagi TNI, dalam hal  Satgas TMMD ke Kodim 0311/Pessel dan masyarakat dalam menjalin kebersamaan.

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan membantu pemerintah dalam mendorong pembangunan di setiap daerah di seluruh Indonesia serta sebagai wujud nyata TNI dalam mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat.

Dalam pelaksanaannya, TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel tidak hanya menyelesaikan sasaran fisik akan tetapi melaksanakan kegiatan non fisik salah satunya dengan menjalin keakraban dan kekeluargaan dengan setiap masyarakat di lokasi TMMD. Keakraban antara satgas dan masyarakat semakin terjalin.

Seperti yang terlihat saat waktu istirahat mereka berdiskusi tentang berbagai hal.

Rido (24 ) dan dan Rekan rekan warga Kampung Pulai  Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang, dengan waktu Istrahat Bercanda Dengan Para Anggota Satgas TMMD.

“Kami masyarakat di kampung Air Kalam ini sangat menyambut baik adanya bapak TNI di kampung kami. Dalam rangka melaksanakan program TMMD ke 103. Sehingga sudah sepantasnya jika kami semua membantu TNI dalam menyelesaikan program ini hingga selesai dan ditutup nantinya," ujarnya Rido Senin Senin (29/10).

Sementara itu, Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih saat ditemui menyampaikan kedekatan prajurit TNI dan masyarakat seperti makan bersama, bercanda dan tinggal serumah merupakan momen yang jarang terjadi.

Menurutnya, hanya melalui momen pelaksanaan TMMD  seperti TMMD Kodim 0311/Pessel inilah, pemandangan itu terjadi. Di situlah terlihat keakraban dan kekeluargaan di antara TNI dan masyarakat.

Share:

semangatnya Emi seorang Ibu membantu aduk Pasir campur semen

Ada pemandangan yang menarik saat  menyambangi rumah warga yang mendapat program rehab rumah pada program TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel di Air Kalam Nagari Lakitan Tengah. Seorang perempuan, tampak sibuk dan semangat mengaduk bahan coran manual.

Emi (46) tampak semangat mengaduk pasir campuran semen untuk merehab rumah tetangganya Pak Piwi di Kampung Air Kalam. Setelah adukan itu dianggap sudah lembut, dia mengangkat adukan itu dalam sebuah ember diserahkan ke Satgas TMMD Kodim 0311/Pessel yang sedang merehab rumah Tetangganya itu.

"Biar cepat selesainya, jadi ikut-ikutan. Kalau capek ya istirahat," kata Emi kepada Media

Emi tetangga bapak Piwi  mengatakan " Sebelumnya, rumah Piwi yang ditempati bersama istrinya itu kondisinya cukup memprihatinkan. Selain berdinding papan yang sudah Reot bagian atap rmah sudah dibantu dengan penyangga bantuan" Katanya Emi

Kodim 0311/Pessel menurunkan 150 personil dari TNI AD, AU dan AL dalam Program TMMD yang digelar hingga 13 November mendatang.

Selain membuka dan membenahi jalan penghubung itu, pada TMMD ini, personil TNI merehab rumah tidak layak huni bagi Warga.

Pendim 0311/Pessel

Share:

TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel, Kerja Kebut, cepat dan serius hasil Maksimal

Satgas TMMD ke 103  Kodim 0311/Pessel bersama masyarakat merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga di Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Senin (29/10).

Anggota Satgas mengatakan, sebagai bukti kesungguhan TNI bersama rakyat, implementasinya ada dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). “Walaupun anggarannya kecil, namun mampu membangun beberapa fasilitas yang hasilnya dapat langsung dinikmati oleh masyarakat,” ujar Sertu Ismed.

Sertu Ismed mengungkapkan bahwa salah satu bukti bukti nyata yang dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Rustam (57) yang berada di Kampung Air Kalam. “Kita harus kebut, bekerja cepat dan serius agar hasilnya dapat maksimal, karena waktunya terbatas dan masih ada sasaran lagi yang harus segera diselesaikan,” ucap Sertu Ismed.

Share:

Satgas TMMD Ke-103 Kodim 0311/Pessel, Laksanakan Gontong royong Bersama Masyarakat Air Kalam

mediaterobos.com Pessel- Memasuki hari ke lima belas pasca pembukaan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Pagi ini prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu membangun pembuatan Gorong Gorong di jalan Baru Titik Nol Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Senin (29/10)

“Sebagai prajurit Komando Kewilayahan, Anggota TNI di tuntuk untuk serba bisa. Tidak hanya hebat dalam memanggul senjata dan perang, tetapi juga jago macul, menggunakan sekop dan Aduk Semen” Ujar Serda Doni

Sejumlah prajurit TNI dan masyarakat bergotong-royong membangun peningkatan badan jalan di Kampung Air Kalam. Masyarakat juga sangat antusias dan menyambut dengan gembira kegiatan peningkatan dan pengerasan jalan di desa mereka dan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang sudah membantu warga masyarakat.

Selain peningkatan pembuatan gorong gorong, pembuatan jalan baru Satgas TMMD juga membuat Program RLTH.

“Kita bersama-sama warga bergotong-royong membangun peningkatan dan pembuatan Gorong gorong badan dan pekerjaan lainnya. Dengan kerjasama antara Satgas TMMD dan masyarakat diharapkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan . Dan hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat ” jelas Serda Doni Denzipur 2/PS.(**)
Share:

Gontong royong TNI dan Masyarakat Terlihat Di kampung Air Kalam TMMD Kodim 0311/Pessel



Memasuki hari ke lima belas pasca pembukaan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Pagi ini prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu membangun pembuatan Gorong Gorong di jalan Baru Titik Nol Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Senin (29/10)

“Sebagai prajurit Komando Kewilayahan, Anggota TNI di tuntuk untuk serba bisa. Tidak hanya hebat dalam memanggul senjata dan perang, tetapi juga jago macul, menggunakan sekop dan Aduk Semen” Ujar Serda Doni

Sejumlah prajurit TNI dan masyarakat bergotong-royong membangun peningkatan badan jalan di Kampung Air Kalam. Masyarakat juga sangat antusias dan menyambut dengan gembira kegiatan peningkatan dan pengerasan jalan di desa mereka dan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang sudah membantu warga masyarakat.

Selain peningkatan pembuatan gorong gorong, pembuatan jalan baru Satgas TMMD juga membuat Program RLTH.

“Kita bersama-sama warga bergotong-royong membangun peningkatan dan pembuatan Gorong gorong badan dan pekerjaan lainnya. Dengan kerjasama antara Satgas TMMD dan masyarakat diharapkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan . Dan hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat ” jelas Serda Doni Denzipur 2/PS

Share:

Pelesir ke Paris, Industri Makanan dan Minuman Nasional Genjot Ekspor


sorotsumatera.com-

Jakarta- Kementerian Perindustrian terus memacu daya saing industri makanan dan minuman nasional agar lebih kompetitif di pasar global. Langkah strategis ini sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 serta upaya pemerintah dalam menggenjot nilai ekspor nasional dari produk manufaktur.


“Selain mendorong peningkatan mutu serta pengembangan inovasi dan teknologi terbaru, kami juga memfasilitasi pelaku industri nasional termasuk produsen makanan dan minuman untuk semakin memperluas pangsa pasar dan aksesnya ke rantai suplai dunia sehingga dapat mendongkrak kinerjanya,” kata Plt. Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Ngakan Timur Antara, di Jakarta, Minggu (28/10).


Menurut Ngakan, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor andalan karena mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Maka itu, sektor ini yang tengah diprioritaskan pengembangannya dalam memasuki era revolusi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, industri makanan dan minuman nasional telah berdaya saing global,” jelasnya.


Kemenperin optimistis, implementasi Making Indonesia 4.0 mampu mengatrol ekspor makanan dan minuman olahan nasional hingga empat kali lipat, dari target tahun ini sekitar USD12,65 miliar yang akan menjadi sebesar USD50 miliar pada 2025. “Apabila nilai ekspor produk makanan dan minuman, juga dihitung termasuk minyak kelapa sawit, pada tahun 2017 mencapai USD31,7 miliar,” ungkap Ngakan.


Untuk itu, guna memperluas jaringan pasar ekspor, Kemenperin aktif memfasilitasi industri nasional ikut serta dalam kegiatan pameran baik di dalam maupun luar negeri. Misalnya, melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, sebanyak 18 pelaku usaha makanan dan minuman dari Indonesia dapat tampil pada ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) Paris 2018.


Mereka menempati area seluas 180m2 di Paviliun Indonesia untuk mempromosikan produk-produk unggulannya kepada para pengunjung pameran makanan dan minuman yang digelar setiap dua tahun sekali ini. Kegiatan yang sudah berlangsung pada 21-25 Oktober 2018 ini diperkirakan dihadiri sebanyak 155.000 orang pengunjung dan melibatkan 7.020 peserta dari 109 negara.


“Ini kesempatan yang sangat bagus, karena merupakan salah satu pameran Business to Business (B2B) terbesar di dunia. Selain itu, sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah kepada industri makanan dan minuman nasional untuk mengembangkan aksesnya ke pasar internasional,” imbuh Ngakan.


Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Ditjen KPAII Kemenperin, Tony T.H Sinambela menyampaikan, proses seleksi calon peserta telah dilakukan mulai awal tahun ini melalui pendaftaran terbuka di laman http://pameranln.kemenperin.go.id. “Aktivitas kurasi dilakukan dalam bentuk kunjungan langsung ke kandidat peserta untuk melakukan penilaian dengan melibatkan para ahli yang berkompeten,” tuturnya.


Lebih lanjut, kata Tony, perusahaan yang terpilih mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar lebih siap dan maksimal dalam berpartisipasi di SIAL Paris 2018. “Kami tidak hanya menyiapkan pelaku industri agar maksimal di pameran, tetapi juga membantu dalam matchmaking dengan potential buyers. Dalam hal ini, kami menggandeng mitra internasional di Eropa, yaitu SIPPO Swiss yang memiliki hubungan dekat dengan para pelaku bisnis di Eropa” paparnya.


Pada pameran SIAL Paris 2018, Kemenperin membawa sembilan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan dan minuman. Kesembilan perusahaan lainnya merupakan binaan KBRI di Paris. “Mereka yang terseleksi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dan dengan keberagaman produk,” ujarnya.


Ke-18 perusahaan Indonesia tersebut, yakni Mignon Sista Internasional (minyak esensial, biji vanilla, moringa, daun kari, jeruk purut), Kawanasi (fruit chips), Java Peppers Industries (cabai ceri, cabai rawit dan aneka sambal), Manna Anugrah Sejahtera (gula kelapa, gula arenga, sirup nektar organik), Karsa Abadi Madeteas (teh herbal), Hitara Cipta Selaras (black garlic), dan Biobali Internasional (minyak organik).


Selanjunya, Mitra Ayu Adi Pratama (ekstrak pandan, Mace oil and Mace oleoresin, minyak pala dan oleoresin, minyak lada hitam, minyak jahe dan Ginger Oleoresin, minyak Massoia, dan esktrak kopi), Pondok Daya (gula kelapa organik, kacang pili natural), Danora Agro Prima (spesialis produk cocoa), Siantar Top (makanan ringan), dan Javara (bumbu makanan, produk kelapa),


Kemudian ada juga Universal Trading (canned seafood), Nison Indonesia (canned seafood), Sari Segar Husada (produk kelapa), Coco Sugar Indonesia (gula kelapa), Mayora (makanan ringan dan kopi), dan Interaromat (makanan ringan, teh dan kopi).


Berdasarkan catatan Kemenperin, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2017 mencapai USD14 miliar. Sementara periode Januari-Juli 2018, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Perancis pada tahun 2017 sebesar USD 8,21 juta.(**)
Share:

Makan Malam bersama orang Tua angkat


Serda Avin Wardana bersama lima orang rekan Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel makan malam bersama dengan orang Tua angkat. Minggu Malam (28/10)

Malam malam ini di laksanakan dirumah Ibu Eva (48) Warga Pulai Nagari Lakitan Tengah,.

Eva Orang tua angkat dari anggota Satgas ini mengucapkan terima kasih ke pada bapak TNI, dengan Adanya TMMD di Kampung nya, Perekonomian Akan maju..


Share:

Brigjen TNI Mirza Agus : Bangkit lah Pemuda Mentawai


Komandan Korem 032/Wbr, Sumatera Barat, Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P.,  tampil sebagai Narasumber dalam Acara  Seminar Sehari yang dilaksanakan oleh Yayasan Aksi Peduli Bangsa,  bertempat di Gedung SCC STKIP PGRI  Padang, Minggu (28-10/2018).


Dalam acara seminar yang bertemakan " kebangkitan Pemuda" Brigjen TNI Mirza Agus menghimbau pemuda tidak boleh loyo, harus semangat pantang menyerah.


"Mentawai adalah aset Sumatera Barat, yang harus diberdayakan, Mentawai adalah tujuan wisata dunia, Pemudalah saat ini yang bisa mengangkat itu semua"

Mentawai merupakan Pulau terluar dan masih katagori tertinggal,  kita pemuda semua harus membukti bahwa Kepulauan Mentawai mempunyai SDM yang bisa di andalkan, Tunjukan sama daerah lain bahwa mentawai akan Maju. Pemuda pemudi Kalian bisa membangkitkan Mentawai ini dari Ketertinggalan" Ungkapnya Mirza

Mirza Agus mengingatkan kepada Pemuda Mentawai "Ekonomi belum bisa bersaing, karena masih dikuasai asing, saya yakin dan percaya bahwa kalian bisa untuk memajukan daerah kepulauan Mentawai"

"Kita semua harus profesional dalam membaca pangsa pasar di mentawai". Tuturnya Mirza

Selain Danrem 032/Wirabraja Sumbar sebagai narasumber, juga hadir Tito Dipokusumo dari Indosat Oredoo, Hilmi Panigoro, Arfin Jayadiningrat selaku Pimpinan Yayasan APB.

Seminar sehari Kebangkitan Pemuda  yang dilaksanakan dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda yang bertepatan, Minggu (28/10-2018) ini.

Selain Pemuda Brigjen TNI Mirza Agus Komandan Korem 032/Wirabraja Sumatera Barat ini juga meminta mahasiswa ikut andil bagian menjaga aset Negara kesatuan Indonesia, terutama aset wisata Mentawai.

"Pemuda Pemudi dan Mahasiswa Mentawai, adalah harapan kita  kedepannya, untuk bisa menjaga Mentawai, karna Mentawai adalah salah satu aset Sumatera Barat yang patut dipertahankan," tambah Mirza.

Acara seminar sehari dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke 90 ini, diikuti sebanyak 1300 mahasisiwa/i dari berbagai perguran Tinggi di Sumatera Barat. (**)

Share:

Sambil Bersenda Gurau Satgas TMMD/N Ke-103 Ingatkan Pentingnya Kamtibmas

Painan,--- Satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel dalam kegiatan sehari-hari tidak saja fokus dengan pekerjaan fisik saja.

Tidak jarang personil Satgas TMMD/N ke-103 berkumpul dengan masyarakat demi tercapainya kemanunggalan TNI dan Rakyat yang menjadi tujuan pelaksanaan TMMD/N ke-103 tersebut.

Sebut saja Sersan Kepala (Serka ) Riki H. Yosda, yang tengah mengingatkan masyarakat Kampung Air Kalam tentang pentingnya keamanan ketertiban masyrakat (kamtibmas) bagi masyarkat kampung air kalam dan sekitarnya. Minggu (28/10).

Serka Riki Yosda mengatakan Keamanan dan ketertiban bagi masyarakat perlu di jaga bersama demi terciptanya suasana aman dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat.

"Apabila masing-masing warga sudah bisa menjaga kemanan dan ketertiban mulai dari diri sendiri, sudah barang pasti keamanan dalam kehidupan bermasyarakat akan didapat". Katanya Yosda

Ia juga menjelaskan, Kamtibmas bukan saja tugas polisi saja sebagai penegak hukum, melainkan juga merupakan tugas kita bersama sebagai Warga Negara Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung santai tapi penuh makna itu berlangsung disebuah warung yang diikuti oleh beberapa tokoh masyarakat kampung air kalam.

(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Hari Ke-14 TMMD/N Ke-103 Begini progres Pengerjaan Rumah Pak Piwi

Painan,--- Memasuki hari ke-14 pelaksanaan TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel pasca dibuka oleh Bupati Kabupaten Pesisir Selatan H. Hendra Joni, S.H, M.H pada Senin (15/10).

"Pengerjaan rumah RTLH rumah pak piwi sudah hampir mendekati selesai,jika kita persentase kan sudah mencapai sekitar 70 %,hanya tinggal plester,pengecatan,dan pemasanagan pintu dan jendela".

Hal inilah yang disampaikan oleh Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel saat mengecek pengerjaan rumah RTLH milik pak Piwi salah satu rumah yang direhab oleh satgas TMMD/N.

Selain itu, Dandim 0311/Pessel menegaskan pihaknya yang tergabung kedalam satgas TMMD/N ini akan bekerja setiap hari guna mencapai sasaran yangvtelah ditentukan baik fisik maupun non fisik.

"Jadi setiap hari kita akan bekerja terus secara serentak dilokasi-lokasi yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan TMMD/N ini,baik itu dilokasi pembukaan jalan baru,maupun disasaran rehab rumah RTLH,"ungkap Dansatgas itu".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Isi Waktu Luang Anggota Satgas TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel Sosialisasikan Perekrutan Calon Prajurit TNI

Painan,--- Kegiatan sosialisasi tidak saja hanya bisa dilakukan didalam ruangan dengan acara formal, dimanapun dan kapan sosialisasi  dapat dilaksanakan, baik itu sosialisasi tentang kamtibmas karhutla, maupun perekrutan calon prajurit TNI.


Hal ini lah yang di Lakukan oleh Serka Riki Yosda pada Minggu (28/10) saat bercengkrama dengan siswa-siswa SMP 5 Lengayang disela-sela kegiatan latihan tari penyambutan yang disiapkan untuk penyambutan kunjungan Tim wasev Mabes -AD yang akan dilaksanakan rabu (30/10) mendatang.

Serka Riki Yosda mengatakan kegiatan sosialisasi perekrutan calon prajurit TNI juga termasuk kedalam sasaran non fisik pelaksanaan satgas TMMD/N ke-103 di kampung air kalam ini.

"Nanti juga akan diadakan secara terkordinir diposko TMMD/N, namun akan tetapi alangkah baiknya juga dilakukan disaat ada kesempatan, apalagi sekarang ada anak-anak muda yang masih meniti jenjang pendidikan, bukan tidak mungkin nantinya diantara mereka ada yang mendaftar menjadi prajurit TNI,"lanjutnya".

Dalam sosialisasi yang singkat ini, Ia juga menambahkan, bahwa untuk menjadi seorang prajurit TNI harus mempunyai fisik yang prima.

"Untuk mencapai itu semua adik-adik harus banyak berolah raga agar mendapatkan fisik yang mantap baik itu dengan latihan lari, berenang, serta yang tidak kalah pentingnya tetap menjaga kesehatan dan Belajar". Tambahnya"

Siswa-siswi itu sangat antusias mendengar cerita Serka Riki Yosda dengan sederet pengalamanya semenjak dilantik menjadi seorang prajurit TNI. terlihat siswa-siswa itu secara bergantian melemparkan pertanyaan.

salah satu anak Zukri (14) yang berasal dari SMP N 5 Lengayang mengatakan Bahwa Dia bercita cita nanti akan menkadi Tentara

" Nanti saya mau jadi tentara bang" katanya Zukri kepada Serka Yosda.

" saya pengen seperti abang memakai baju lorong, yang baik suka menolong, salama ini kami lihat abang abang tentara baik baik dan mau berteman dengan kami warga kampung Air Kalam ini". Tuturnya dengan nada bangga sambil duduk di samping Anggota Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel usai latihan Tari persembahan menyambut Tim Wasev Mabesad.


(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Dandim 0311/Pessel mengecek persiapan penyambutan Tim Wasev TMMD ke 103

Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhdi, SH., di Dampingi Danramil 04/Lengayang Letda Inf Emjunaidi melakukan pengecekan persiapan acara penyambutan Tim Wasev TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 0311/Pessel  di wilayah Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang  terhadap siswa siswa SMP Negeri 5 Lengayang saat latihan tari di Halaman Posko TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel. Minggu (28/10)

Para siswa siswi SMP N 5 Lengayang ini mendapat kehormatan dari Dandim 0311/Pessel TMMD menampilkan Tari Penyambutan (Tari pasambahan dan Tari Piring) saat menyambut Tim Wasev dari Mabesad.

Dandim 0311/Pessel mengatakan Sebagai tuan rumah  harus melakukan peninjauan untuk mengecek persiapan dan kesiapan Tim Wasev meninjau kegiatan TMMD nanti.

" Saya harus memastikan kesiapan Siswa SMP Negeri 5 Lengayang selama latihan hingga pelaksanaannya nanti dapat berjalan lancar," Katanya.

Dandim melanjutkan " Sudah merupakan tradisi bagi masyarakat Di Bumi Ranah Minang umumnya , tamu yang datang akan disambut dengan Tarian Penyambuatan yang dikenal dengan Tari Persembahan dan Dari Piring.

Dari Pantauan Media, Rangkaian kegiatan kunjungan Tim (Pengawasan dan Evaluasi) Wasev TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di wilayah Kodim 0311/Pessel sudah tersusun sedemikian rupa.

Share:

Tak Mau Kalah Dengan Yang Tua,Pemuda Air Kalam Pun Ikut Sukseskan TMMD/N Ke-103

Painan,--- Tidak mau Kalah dengan para orang tua kampung air kalam,ternyata para genersi mudanya pun ikut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) dikampungnya.

Terlihat saat pemuda-pemudi kampung air kalam yang tengah saling bahu-membahu bersama dengan personil Satgas TMMD/N dalam membersihkan lokasi sekitar posko,pada Minggu (28/10).

Robi Eka Putra (24) menyebutkan,Apa yang dilakukan bersama rekan-rekanya ini juga merupakan upaya untuk mensukseskan program TMMD/N yang ada dikampungnya itu.

"Selain untuk membantu tentara disini,juga merupakan keseriusan kami dalam mendukung program TMMD/N yang ada dikampung kami dapat tercapai dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,"sebutnya".

Pemuda yang sehari-sehari bekerja sebagai penjaga sekolah salah satu sekolah dasar di air kalam itu juga menambahkan,bahwa selain dari TNI yang bertugas disini masalah kabersihan kampung air kalam juga merupakan tanggung jawab mereka.

"Kalo bukan kita generasi muda, siapa lagi yang akan menjaga kebersihan kampung kalo bukan masyarakat itu sendiri,dalam hala termasuk pemuda-dan pemudi air kalam"tutupnya"
(Pendim 0311/Pessel)

Share:

Penerapan SNI Produk Industri Perlu Kolaborasi Semua Pihak


sorotsumatera.com 

Jakarta- Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk industri, harus ditunjang dengan koordinasi yang baik dan pemahaman cukup dari semua pihak berkepentingan. Tidak hanya petugas pengawas di lapangan, tetapi juga masyarakat terhadap esensi dan tujuan dari pemberlakuan SNI tersebut sehingga meminimalisir kemungkinan kesalahpahaman penerapan di lapangan.


“Maka itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi di antara pemangku kepentingan, seperti pelaku usaha, konsumen dan pemerintah dalam meningkatkan pemahaman terhadap hakikat pemberlakuan SNI wajib perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (26/10).


Menurut Ngakan, berdasarkan Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, standardisasi industri meliputi SNI, Spesifikasi Teknis dan Pedoman Tata Cara. “SNI pada dasarnya berlaku secara sukarela, namun dapat diberlakukan secara wajib dalam rangka Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L),” jelasnya.


Hingga saat ini, Kemenperin telah memberlakukan sebanyak 105 SNI secara wajib di berbagai sektor industri manufaktur. Sektor tersebut antara lain industri makanan dan minuman, tekstil dan aneka, logam, kimia dasar, kimia hilir, otomotif, serta elektronika.


Ngakan menegaskan, pemberlakuan SNI secara wajib, selain dapat melindungi konsumen dalam negeri dari serbuan produk-produk yang tidak sesuai standar, juga digunakan dalam rangka perlindungan industri nasional melalui penciptaan persaingan usaha yang sehat.


“Pemberlakuan SNI wajib pada prinsipnya diperuntukkan bagi barang yang diperdagangkan, namun dikecualikan untuk barang-barang yang tidak diperdagangkan seperti barang untuk keperluan contoh uji, penelitian, atau pameran termasuk barang pribadi penumpang,” paparnya.


Pada peringatan Bulan Mutu Nasional dan Hari Standar Dunia Tahun 2018 di Surabaya, kemarin (25/10), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang diwakili Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara menerima penghargaan sebagai pembina Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diserahkan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya.


Dalam berpartisipasi pada kegiatan tersebut, Kemenperinmelalui unit kerjanya,yakni Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya serta Balai Sertifikasi Industri menampilkan berbagai produk unggulan manufaktur nasional yang ber-SNI untuk mendukung revolusi industri 4.0.


Kepala BSN menyampaikan, dalam menghadapi era digital, jaminan mutu dan keselamatan terhadap produk yang diperdagangkan melaluie-Commerce, juga menjadi penting dalam penerapan SNI. “Sebab, teknologi digital membutuhkan interoperability (kemampuan produk atau sistem untuk berinteraksi dan berfungsi dengan produk atau sistem lain) dan kompatibel (produk atau sistem mampu bekerja serasi). Hal ini bisa terjawab dengan standardisasi,” tuturnya.


Lebih lanjut, dengan jaminan produk pada e-Commerce, pemberlakuan SNI secara wajib perlu ditegakkan hukum dan sanksi bagi pelanggarnya. “Masih banyak isu-isu lain terkait standar dan penilaian kesesuaian.Oleh karena itu, peringatan Bulan Mutu Nasional di Surabaya diharapkan bisa mempererat kerjasama para pemangku kepentingan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.


Bahkan, kata Bambang, era revolusi industri 4.0 bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk bisa mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung kualitas hidup yang lebih baik. Apalagi, pemerintah saat ini telah menerapkanpeta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai salah satu agenda nasional untuk penggerak dalam mempercepatpertumbuhan ekonomi.(**)
Share:

Adakan Possesling cara Satgas TMMD/N ke-103 Tingkatkan Pelayanan Kesahatan

Painan,--- Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat air kalam yang merupakan lokadi dilaksanakanya program Tentara Manunggal Membangun Desa/Nagari(TMMD/N) gelar posko kesehatan keliling(Poskesling).

Seperti yang tengah dilakukan oleh Kopral Kepala (Kopka) Asril personil Denkesyah 01.01.04 Padang yang tergabung kedalam satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel saat mendatangi rumah ibu Yusmanis yang memerlukan pengobatan karna demam,pada Sabtu (27/10).

Kopka Asril mengungkapkan,pengobatan keliling yang ia lakukan adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat air kalam yang merupakan lokasi pelaksanaan TMMD/N ke-103.

"Agar pelayanan kesehatan yang telah disiapkan oleh posko  lebih maksimal lagi,mungkin karna ada masyarakat yang sedang sakit entah itu,karna sudah tua,atau karna terlalu jauh keposko,untuk itu kami akan mendatangi rumah-rumah warga yang sedang sakit,"sebutnya".

Labih lanjut,Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan datang berobat ke posko TMMD/N yang berada di kampung air kalam ini.

"Sekali lagi kami himbau kepada seluruh masyarkat air kalam dan sekitarnya agar jangan segan-segan datang berobat keposko,atau pun kalo tidak bisa datanag tolong kasih tau kan kami biar kami tim kesehatan yang mendatangi kerumah guna memberikan pertolongan,"himbaunya".

Sementara itu ibuk Yusmanis,mangaku sangatbsenang sekali karna sudah didatangi oleh anggota kesehatan dari posko TMMD/N yang berlangsung dikampungnya itu.

"Terimankasih banyak pak tentara yang sudah mau mendatngi rumah kami untuk mengobati kami,mudah-mudahan kedatangan bapak kesini sudah menjadi obat bagi saya,"ungkap ibu lima anak itu".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Inilah sosok Komandan yang selalu dekat dengan anak buah

Letnan Kolonel Arh Wahyu Akhadi, SH., Komandan Distrik Militer (Kodim) 0311/Pesisir Selatan sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI manunggal membangun desa/Nagari (TMMD/N) Ke 103 Kodim 0311/Pessel adalah yang paling bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan TMMD/N.

Tanpa basa basi beliau langsung terjun bergabung dengan prajurit yang sedang mengerjakan Pembuatan Jalan dengan memberikan semangat kepada prajuritnya yang sedang mengangkat Batu. Sabtu (27/10).

Saat di lapangan Dan Satgas menyampaikan dan menekankan agar semangat selalu dijaga, tapi tak kalah  penting faktor keselamatan dan kesehatan harus diutama kan, jangan bermain-main saat bekerja.

“ Dengan cara ini saya bisa memberi semangat kepada anggota Satgas dan juga warga masyarakat untuk lebih giat bergotong-royong, karena target sasaran fisik cukup banyak,” katanya Perwira Menengah bunga Dua ini.

Sersan Satu Dwi anggota Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel dari Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti yang melihat Dandim turun kelapangan lebih semangat. "Inilah sosok Komandan yang selalu dekat dengan anak buahnya," kata Dwi

Anggota Satgas TMMD/N dan warga masyarakat juga merasa senang dengan hadirnya Dandim  ke lapangan.

Salah seorang Warga Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tangeh Buyung (45) sangat senang melihat seorang Komandan yang terjun langsung membantu kerja.

“Kami sangat senang melihat Pak Dandim kesini, beliau sangat peduli mau turun kelapangan, mau panas-panasan bersama kami," ungkap Buyung salah satu warga Kampung Air Kalam yang ikut kerja bakti dalam TMMD/N Kodim 0311/Pessel

Sumber : Pendim 0311/Pessel
Share:

Warga Air Kalam Sangat Antusias Selesaikan TMMD/N Ke-103 Tepat Waktu

Painan,--- Tentara manunggal membangun desa/Nagari (TMMD/N) ke-103 sudah berjalan sebelas hari pasca dibuka oleh bupati kabupaten pesisir selatan H. Hendra Joni, S.H, M.H (15/10) lalu.



Berbagai pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung sangat berharap program TMMD/N ini dapat selesai sesuai dengan waktu dan target yang telah ditentukan.


Menyikapi hal itu, bapak Irwandi selaku wali nagari lakitan tengah mengerahkan warganya untuk terjun langsung untuk menyelesaikan "alek gadang" dinagarinya itu.


Terlihat masyarakat air kalam yang secara bergantian setiap hari membantu satgas TMMD/N ke -103 dalam menyelesaikan target yang harus dicapai seperti pembuatan gorong-gorong dijalan baru,pada Sabtu (27/10).



Bapak Irwandi mengungkapkan,pengerahan masyarakatnya itu adalah untuk membantu satgas TMMD/N ke -103 dalam menyelasaikan pengerjaan target yang harus dicapai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.



"Untuk membantu pengerjaan program TMMD/N yang ada di kampung kami ini,karna pembangunan desa/nagari tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal bekerja sama dengan TNI,akan tetapi juga merupakan tanggung jawab kita semua,apalagi program ini ada dikampung kita dan yang merasakan dampaknya juga masyarakat kita sendiri"ungkapnya".



Lebih lanjut sang wali nagari menambahkan,masyrakat yang diperbantukan akan digilir setiap hari sebanyak dua orang baik dalam pengerjaan rumah RTLH,maupun pembukaan jalan.



"Jadi setiap hari telah dijadwalkan dua orang perkampung secara bergiliran akan membantu bapak-bapak tentara,baik itu dirumah RTLH maupun di lokasi pembukaan jalan,"tutupnya".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Industri Manufaktur Dominasi Nilai Ekspor Nasional Hingga 72 Persen


sorotsumatera.com 

Jakarta- Industri manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Hal ini menandakan produk lokal mampu berdaya saing di pasar global. Pada semester I tahun 2018, sumbangsih ekspor dari industri manufaktur hingga 71,59 persen dari total ekspor nasional yang mencapai USD88,02 miliar.

“Di semester pertama tahun ini, jumlah ekspor produk industri manufaktur kita sebesar USD63,01 miliar atau naik 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun lalu di angka USD59,81 miliar,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar ketika menjadi narasumber diskusi panel pada rangkaian kegiatan 34th Trade Expo Indonesia di ICE-BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (25/10).

Haris menegaskan, pemerintah saat ini fokus untuk semakin meningkatkan nilai ekspor guna mengatasi defisit neraca perdagangan. “Peningkatan ekspor cukup penting dalam mengerek penguatan Rupiah,” jelasnya.

Upaya tersebut juga sesuai dengan target dari peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana pada tahun 2030 akan mengembalikan angka ekspor netto hingga 10 persen. “Maka itu, lima sektor industri yang diprioritaskan pengembangannya dalam memasuki era revolusi industri 4.0, juga dipacu untuk aktif melakukan ekspor,” tuturnya.

Kelima sektor itu adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronika. “Kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total ekspor, kemudian menyumbang 60 persen untuk PDB, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” ungkap Haris.

Selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, total nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas mengalami lonjakan. Sepanjang tahun 2014 mencapai USD119,75 miliar, naik menjadi USD125,02 miliar di tahun 2017.

Peningkatan ekspor juga akan terus didorong melalui kebijakan hilirisasi pada sektor industri berbasis sumber daya alam (SDA). Sebab, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada industri berbasis SDA masih cukup tinggi. “Ini sejalan upaya pemerintah untuk lebih mengoptimalkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta memacu devisa negara melalui peningkatan ekspor produk industri,” imbuhnya.

Guna mendorong industri dapat memperluas pasar ekspornya, diperlukan adanya kerja sama bilateral yang komprehensif. Di samping itu, pemberian insentif subsidi suku bunga kredit ekspor bagi industri serta fasilitas pembiayaan ekspor. Saat ini, pemerintah telah memfasilitasi melalui program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

“Dengan dorongan tersebut, kami berharap ekspor dapat meningkatkan dan target pertumbuhan industri manufaktur dapat tercapai,” ujar Haris. Pada tahun ini, Kemenperin menetapkan target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,67 persen. Pada kuartal II/2018, industri pengolahan nonmigas mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,41 persen, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,93 persen.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, selama kinerja pemerintahan Jokowi-JK, daya saing industri nasional semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai tambah industri, indeks daya saing global, peringkat manufacturing value added (MVA), serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.

“Nilai tambah Industri nasional meningkat hingga USD34 miliar, dari tahun 2014 yang mencapai USD202, 82 miliar menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, apabila melihat indeks daya saing global, yang sekarang diperkenalkan metode baru dengan indikator penerapan revolusi industri 4.0, peringkat Indonesia naik dari posisi 47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” ujarnya.

Bahkan, merujuk data The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), indeks MVA untuk industri di Indonesia naik tiga peringkat dari posisi 12 pada tahun 2014 menjadi level ke-9 di 2018. “Selain itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun ikut meningkat menjadi 1,84 persen pada tahun 2018,” lanjutnya.

Menperin memastikan, guna memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional, diperlukan kebijakan strategis yang mendukung seperti ketersediaan bahan baku, pembangunan infrastruktur, kelancaran arus logistik, dan penurunan harga gas industri. “Ini yang akan mendorong pula investasi dan ekspansi di sektor industri. Apalagi, saat ini sudah dikembangkan 13 kawasan industri baru dan 22 sentra IKM baru,” tegasnya.

Dalam upaya mendongkrak daya saing industri, termasuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. “Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri yang terlibat dan 1.753 SMK. Program ini akan terus digulirkan lagi pelaksanannya dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri saat ini,” pungkasnya.(**)
Share:

Indahnya Kebersamaan Warnai Suasana TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel

Painan,--- Satgas TMMD/N ke-103 Kodim 0311/Pessel memang berasal dari satuan yang berbeda-beda.Sebut TNI-AD,TNI-AL,TNI-AU yang berada di wilayah sumatera barat.

Meskipun terdiri dari tiga Matra yang berbeda akan tetapi tidak membuat personil satgas TMMD/N ke-103 merasa canggung untuk melekat kepada masyarakat.

Terbukti disetiap kegiatan dalam mencapai sasaran baik fisik dalam pembukaan jalan baru,dan rehab rumah,maupun sasaran non fisik untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat saat melkukan pekerjaan yang dilaksanakan,pada Jum'at (26/10).

Kapten Inf Rudi Saragih mengungkapkan,meskipun satgas TMMD/N Ke-103 ini terdiri dari tiga matra akan tetapi tetap terjalin kekompakan dalam mencapai apa yang menjadi visi dan misi Kegiatan ini.

"Jadi personil yang tergabung ke dalam satgas ini,terdiri dari TNI-AD,TNI-AL,TNI-AU,yang memiliki visi dan misi yang sama yaitu mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,"ungkap Pasiter".

Selain itu,lanjut pasiter rakyat juga merupakan ibu kandung dari TNI yang terdiri dari tiga matra tersebut.

"Sebagai ibu kandung TNI,sudah seharusnya para prajurit TNI dimanapun berada mengabdikan diri sepenuh nya kepada rakyat.sesuai dengan UU No.34 Tahun 2004 Tentang TNI,"tutupnya".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Pembuatan Tugu bukan saja sebagai hiasan, tapi simbol Kebersamaan Satgas TMMD Kodim 0311/Pessel dengan Masyarakat

Anggota Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/pessel membuat Tugu TMMD ke 103 di Titik Nol jalam baru Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jum'at (26/10).

Dansatgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhadi,SH., mengatakan Seperti pelaksanaan TMMD sebelumnya, setiap pelaksanaan TMMD dibangun tugu TMMD sebagai bukti bahwa TMMD pernah ada di Kampung tersebut.

“  Pembuatan Tugu bukan hanya sebagai hiasan, bahkan lebih dalam lagi dari itu. Ini merupakan gambaran dan ukiran sejarah Kemanunggalan TNI dengan Rakyat”.

" Tugu tersebut dibangun di Titik Nol pinggir jalan Baru yang dibuat, nantinya dikenang sebagai simbol kebersamaan kami TNI dengan masyarakat Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang yang saling bahu-membahu bergotong royong menyelesaikan seluruh sasaran terutama sasaran fisik". Katanya Dansatgas

Pembuatan tugu TMMD dikerjakan Anggota Denzipur 2/ PS yang memiliki keahlian dibidang seni pahat sehingga bangunan tugu akan terlihat lebih seni dan indah, sedangkan personel Satgas TMMD yang lainnya tetap mengerjakan dan menyelesaikan tugas sesuai dengan sasaran kelompok masing-masing.

Kodim 0311/Pessel
Share:

Kemenperin Meramu Industri Obat Tradisional Berproduksi Secara Modern


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian memacu industri obat tradisional agar terus memanfaatkan teknologi digital guna membangun pabrik manufaktur yang modern seiring dengan bergulirnya era revolusi industri 4.0. Upaya strategis ini bertujuan untuk semakin meningkatkan efisiensi dan produktivitas sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta kompetitif di pasar dalam dan luar negeri.

“Di era industri 4.0 ini ditandai mulainya interaksi antara human dengan machine, kemudian machine to machine communication, serta teknologi artificial intelligence, yang dapat meningkatkan efisiensi. Kalau di berbagai sektor industri, efisiensi ini bisa mencapai 99 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada peresmianPabrik Baru Tolak Angin Cair PT. Sido Munculdi Semarang, Kamis (25/10).

Menurut Menperin, saat ini industri obat tradisional tengah diprioritaskan pengembangannya agar bisa menjadi sektor unggulan dalam memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga kini, terdapat 1.247 industri jamu yang terdiri dari 129 industri obat tradisional (IOT) dan selebihnya termasuk golongan Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT).

Industri obat tradisional telah menyerap tenaga kerja sebanyak 15 juta orang, di mana tiga juta orang di antaranya terserap di industri jamu yang berfungsi sebagai obat dan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang telah berkembang ke arah makanan, minuman, kosmetika, spa, dan aromaterapi.

“Salah satu andalan di industri 4.0 adalah sektor farmasi, kimia dan biokimia. Kelompok industri tersebut masuk dalam klaster wellness, yang sekarang jadi andalan beberapa negara besar seperti Jepang dan Korea, yang juga meliputi industri herbal, jamu dan kosmetika,” paparnya.

Di Indonesia, industri kosmetika merupakan sektor manufaktur yang mengalami pertumbuhan pesat lantaran di dukung pasar domestik yang besar. “Industri kosmetika di dalam negeri, tumbuhnya double digit,” ujar Airlangga.

Sementara industri farmasi juga berpotensi tumbuh signifkan, terutama karena adanya program BPJS yang jumlah pesertanya lebih dari 180 juta orang. “Apalagi, jika didukung dengan adanya big data, bagi perusahaan seperti Sido Muncul ini bisa berpotensi tumbuh tinggi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif agar geliat industri semakin bergairah dengan melakukan peningkatan investasi maupun ekspansi di Indonesia. Ini sekaligus mendongkrak daya saing industri obat tradisional supaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Produknya tradisional, tetapi prosesnya sudah modern,” jelas Menperin. Contohnya, PT. Sido Muncul yang telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sehingga menjadikannya sebagai pabrik jamu pertama di Indonesia yang sudah berstandar farmasi.

 Investasi Rp900 miliar

Menperin pun memberikan apresiasi kepada PT. Sido Muncul atas komitmen jangka panjangnya untuk terus berinvestasi dan mengembangkan industri obat tradisional di Indonesia. “Pembangunan pabrik baru ini tentunya berkontribusi terhadap ekonomi nasional, karena investasinya mencapai Rp900 miliar dan telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 4.000 orang,” ungkapnya.

Guna memacu pertumbuhan industri manufaktur dan agar lebih berdaya saing global, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri di Tanah Air. Fasilitas perpajakan itu antara lain tax holiday dan tax allowance.

“Dalam waktu dekat, akan dikeluarkan insentif super tax deduction untuk perusahaan yang melakukankegiatan vokasi dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM dan untuk industri yang melaksanakankegiatan RD&D (research, development, and design),” papar Airlangga.

Bahkan, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, termasuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK yang terlibat. Program ini akan terus digulirkan, dan kami mengapresiasi Sido Muncul yang juga ikut terlibat dalam program vokasi tersebut,” jelasnya.

Selain telah mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, Kemenperin juga menggenjot industri obat tradisonal terus memacu nilai ekspornya. “Obat tradisional dan herbal adalah salah satu yang diminati di pasar Asean dengan jumlah 650 juta jiwa. Saya yakin, 650 juta orang itu kalau traveling lebih dari 30 kilometer, rata-rata pada pegel linu. Cocok dengan obatnya Sido Muncul,” ucap Airlangga.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyampaikan, tujuan perluasan pabrik adalah untuk mengikuti permintaan pasar yang terus meningkat, sehingga membutuhkan ruang produksi yang lebih besar. “Selain itu, juga meminimalkan kesalahan pada proses pembuatan produk jamu Sido Muncul. Pasalnya, teknologi yang digunakan lebih modern dan bahan-bahan yang akan dicampur sudah diatur dalam program, sehingga zero accident,” tuturnya.

Irwan menambahkan, pihaknya juga akan terus memperluas pasar ekspor. “Tahun depan, kami lebih agresif lagi ke beberapa negara tujuan. Tentunya ini akan menambah produksi, tetapi tidak akan mengurangi jumlah karyawan. Saya bercita-cita di masa depan punya industri yang dapat dipercaya, memberikan keamanan kepada konsumen, itu terus kami gali. Saya ingin supaya masyarakat bertambah kepercayaannya kepada Sido Muncul,” paparnya.

Pabrik baru yang didirikan di atas lahan seluas 17.000 m2 dengan luas bangunan 28.000 m2 tersebut, merupakan pengembangan dari pabrik sebelumnya yang dibangun pada tahun 2007 lalu. Pabrik baru ini dapat menghasilkan 200 juta sachet per bulan dengan proses produksi full automatic.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri didorong untuk mengadopsi teknologi terkini agar menghasilkan inovasi. Selain itu, diyakini mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat. Hal ini guna mendukung visi Indonesia menjadi negara dalam jajaran 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.(**)
Share:

Angota Satgas bersama Warga melaksanakan pembersihan sebelum mengerjakan program Fisik TMMD Kodim 0311/Pessel

Sebelum melakukan tugas pembuatan jalan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa Kodim 0311/Pessel membersihkan  lingkungan Kampung  Air Kalam. Jum'at (26/10)

Kapten Inf Rudy Saragih Pasiter Kodim 0311/Pessel mengatakan, kebersihan lingkungan yang dilakukan anggota Satgas dan masyarakat Kampung Air Kalam sangat penting untuk menunjang pekerjaan yang lain.

Untuk itu sebelum melakukan tugas pokok TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel, Anggota Satgas bersama masyarakat membersihkan lingkungan kampung.

“Wilayah pembangunan dapat terwujud jika semangat kebersamaan atau gotong royong antara Masyarakat dengan Prajurit TNI Satgas TMMD terus dikerjakan"

Dengan ada semangat gotong royong tersebut, semakin menguatkan kebersamaan TNI dan Rakyat terutama dalam lingkungan pencucian, ”katanya. Pasiter

Kegiatan yang dilakukan di lapangan lapangan yang Kotor, Prajurit TNI dan Masyarakat mengambil sampah - sampah serta membabat rumput yang terlihat kumuh di lingkungan Kampung Air Kalam.

Kami sangat bangga dengan upaya masyarakat Kampung Air Kalam, saling bahu membahu bergotong royong yang menggunakan sarana umum. Tidak hanya membersihkan lingkungan saja, tetapi juga sasaran pokok.

Share:

Pembuatan Jamban Rumah Mak Upiak Anyam

Anggota Satgas TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel membuat jamban sehat dirumah Mak Upiak Anyam di Kampung Pulai Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang. Jum'at (26/10)

Angota sathas Beraur melaksanakan karya bakti bersama-sama dengan masyarakat dalam pembuatan jamban di rumah Mak Upiak Anyam sekaligus mem plaster rumah miliknya.

Sertu Dwi Baton Yonif 133/YS mengatakan
“ Jamban merupakan kebutuhan yang harus di miliki oleh setiap rumah guna memenuhi setandar kesehatan". katanya

Dengan adanya bantuan dari program TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel untuk membantu membangun RTLH berserta Jamban, Mak Upiak Anyam beserta keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada Komandan Kodim 0311/Pessel dan Pemda kab. Pesisir Selatan atas bantuan pembuatan rumah untuk RTLH dan pembuatan jamban

"  kami akan mempunyai rumah yang lebih layak dan jamban sebentar lagi dalam waktu selesai"ungkap Mak upiak anyam dengan nada senang


Pasiter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Saragih mengatakan kegiatan karya bhakti juga dapat dijadikan media dalam berkomunikasi guna mewujudkan kebersamaan antaraTNI-Rakyat sehingga terjalin hubungan yang lebih positif untuk mengoptimalkan kegiatan TMMD ke 103 Kodim 0311Pessel.

Share:

Padat kegiatan TMMD/N Kodim 0311/Pessel di siang hari, malam tetap melaksanakan Sholat Berjamaah


Padatnya kegiatan menjalankan tugas sebagai Satgas TMMD/N ke-103 tahun 2018 para tentara tak lupa meluangkan waktu untuk sholat.

Mereka menggalakkan sholat berjamaah bersama masyarakat setempat di masjid sekitar

Salah seorang anggota Satgas TMMD/N Serda Afin Kusuma Perdana mengatakan mereka sengaja menyempatkan diri untuk sholat Isua berjamaah bersama masyarakat. Karena selain medekatkan diri dengan Allah SWT, juga mempererat silaturrahmi dengan masyarakat.

"Satgas TMMD akan terus berbuat yang terbaik dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat," ujarnya.

Secara terpisah, Pasi Ter Kodim 0311/Pessel Kapten Inf Rudy Saragih , memberikan apresiasi kepada prajurit Satgas TMMD/N ke-103 karena tetap menjalankan ibadah bersama masyarakat
meski sudah letih dalam melaksanakan kesibukan kegiatan yang padat siang harinya

Ia berharap kedepan Satgas TMMD/N terus meningkatkan kebersamaan bersama masyarakat. Baik dalam pembangunan insfratruktur maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Share:

Keakraban Dengan Pemuda Air Kalam Seperti Sehabat yang sudah kenal Lama

Anggota Satgas TMMD/N ke 103 Kodim 0311/Pessel melaksanakan Makan malam bersama Pemuda Air Kalam . Kamis Malam (25/10)

Makan malam bersama ini dilakukan di di tempat Nongkrongan anak muda di Air Kalam yang di Namakan Saung Nongkrong Oleh Pemuda Air Kalam.

Serda Afin Wardana Danru dari Yonif 133/Ys mengatakan, bahwa makan malam bersama ini merupakan suatu bentuk keakraban dan keharmonisan yang telah tumbuh antara anggota Satgas dengan Pemuda Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini suatu bentuk keakraban dan keharmonisan yang tumbuh antara anggota Satgas dengan Pemuda di sini".

" Pemuda di Kampung Air Kalam ini baik baik, siang hari kami selalu kerja bersama, kami bagaikan sehabat yang sudah lama kenal, begitulah Keakraban Kami". Katanya Afin

Serda Afin Wardana mengharapkan keakraban dan keharmonisan ini bisa terus dipertahankan, tidak hanya saat momen seperti ini saja, melainkan dalam kegiatan-kegiatan lain yang juga tetap dilaksanakan bersama warga.

“Saya harap kegiatan seperti ini bisa terus kita lakukan, sehingga wujud Kemanunggalan TNI dengan Rakyat menjadi lebih nyata,” tutur Afin

Kodim 0311/Pessel

Share:

Penting Wawasan Kebangsaan Dansatgas TMMD/N Ke -103 Berikan Sosialisasi

Painan,--- Dalam rangka meningkatkan rasa nasinalisme dan cinta kepada tanah air Komandan Satuan Tugas(Dansatgas) TMMD/N Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H  berikan sosialisasi kepad masyarakat air kalam kenagarian lakitan tengah kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.

Seperti yang tengah berlangsung di Mesjid Baitul Huda Air Kalam yang diikuti oleh sebanyak seratus orang warga kampung air kalam,pada Kamis (25/10).

Dansatgas TMMD/N Ke -103 Letkol Arh Wahyu Akhadi, S.H mengungkapkan sosialisasi yang tengah dilakukan merupakan bagian dari sasaran non fisik yang harus dicapai dalam pelaksanaan TMMD/N ke-103 ini.

"Jadi selain sasaran fisik ada juga sasaran non fisik yang tidak kalah pentingnya untuk dilaksanakan dalam pelaksanaan TMMD/N ke-103 ini,seperti sosialisasi bahaya kabakaran hutan,sosialisasi perekrutan calon prajurit,sosialisasi hukam,dan sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) seperti yang tengah kita laksanakan ini,"ungkap Akmil Abituren   tahun 1999 itu".

Wasbang lanjut bapak tiga anak itu sangatlah penting di lakukan bagi setiap warga negara indonesia agar mereka dapat mengerti bahwa negara indonesia negara yang majemuk.

"Agar masyarakat mengerti bahwa bangsa indonesia merupakan bangsa yang majemuk,terdiri dari banyak budaya,namun tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan,"ungkap Dansatgas".

Kegiatan yang diikuti oleh seratusan orang ibu-ibu kampung air kalam itu juga turut dihadiri oleh staf DPMPKB kabupaten pessel,Kapolsek Lengayang,ssra Wali nagari lakitan tengah beserta perangkatnya.
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

Seperti Ortu Sendiri Satgas TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel Bantu Ibu Angkat Disawah

Painan,--- Seperti orang tua sendiri,Prajurit Kepala Hendrianto dan Pratu Ario Pratama personil Satgas TMMD/N Ke-103 Kodim 0311/Pessel membantu orang tua angkatnya menanam padi disawah.

Seperti yang tengah dilakukan keduanya,saat membantu orang tua angkat tempat mereka tinggal selama pelaksanaan TMMD/N Ke-103 kampung air kalam kenagarian lakitan tengah kecamatan lengayang ini dalam menanam padi disawah miliknya,pada Kamis (25/10).

Praka Hendrianto mengungkapkan,apa yang tengah ia lakukan ini merupakan upaya untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan TMMD/N ke-103 ini.
"Sebagai wujud nyata dalam mencapai tujuan pelaksanaan TMMD/N ini sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat,"ungkapnya".

Ia juga menambahkan,bahwa ini juga merupakan sebagai ungkapan terima kasihnya kepada sang ibuk yang telah memberikan kami tempat tinggal selama berada dilokasi TMMD/N ini.

"Apa yang kami lakukan juga sebagai ungkapan terima kasih kami kepada ibuk Nurbaini selaku orang tua angkat kami yang telah memberikan kami tempat tinggal dirumahnya selama pelaksanaan kegiatan TMMD,"tambahnya".

Sementara itu,ibu Nurbaini mengungkapkan sangat senang telah dibantu oleh anak-anak angkatnya itu yang sudah dianggap seperti anak sendiri dalam menanam padi disawah miliknya itu.

"Terima kasih sudah bantu,sehingga cepat selesai,"ungkap ibu Nurbaini".
(Pendim 0311/Pessel)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.