Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 05/25/17 ~ Sorot Sumatera

Payakumbuh: Pemko Geledah Gudang Makanan

Payakumbuh,SS-Sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Payakumbuh seperti Koperindag, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Penanam Modal dan Pelayanan satu Pintu, serta Diskominfo dan didampingi Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat, dipimpin langsung Kepala BPOM Sumbar, Zulkifli, melakukan razia di sejumlah pergudangan bahan makanan di Kota Payakumbuh, Selasa (23/5).

Di gudang bahan pokok di kawasan Jalan Tan Malaka Kota Payakumbuh, BPOM menjumpai sejumlah gula dan melakukan penyegelan terhadap timbunan karung gula yang diduga tidak memiliki izin edar dari BPOM. Maraknya peredaran gula yang telah berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia), namun tidak memiliki izin edar, merupakan satu sasaran yang dirazia.

“Sekarang banyak beredar gula rafinasi yang diperutukkan bagi insdustri makanan, diduga tidak memiliki izin edar. “Menjelang puasa ini gula sangat rawan sekali. Setiap gula yang beredar harus ada punya izin edar BPOM. Walaupun sudah ber-SNI, tapi tidak memiliki izin edar BPOM, harus dipertanyakan. Karenanya kita minta pemilik  gudang dapat menanyakan langsung ke pabrik. Karena bisa saja keteledorannya di pabrik. Punya SNI di karungnya, tapi pihak pabrik tidak mencantumkan izin edar BPOM-nya,” kata Zulkifli di sela-sela razia.

Ditambahkan Zulkifli, gula rafinasi kembali dikemas untuk dijual. Padahal gula rafinasi tidak boleh untuk perorangan. Gula rafinasi hanya untuk industri pangan. “Gula yang memiliki label SNI, peredarannya wajib mencantumkan izin edar dari BPOM,” tambah Zulkifli.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari pemeriksaan keamanan pangan menjelang bulan puasa. “Kita mengamati, nanti bila ada ditemui permasalahan dalam kegiatan razia ini, akan kita tindak lanjuti,” kata Elzadaswarman. (Bayu)
Share:

Disdukcapil Gandeng RT Untuk Program Tertib Administrasi Kependudukan

Payakumbuh,SS-Rapat Koordinasi Nasional  (Rakornas)  Kependudukan dan Pencatatan Sipil dilaksanakan pada 18-19 Mei 2017 yang lalu di Gorontalo, diikuti juga oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Payakumbuh Yunida Fatwa bersama Kepala Biro/Dinas Dukcapil se Indonesia.


Rakornas  dengan mengangkat tema “Pemutakhiran Kartu Keluarga Menuju Database Kependudukan Yang Akurat untuk Mensukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilihan Umum 2019”.

Rakornas yang bertujuan untuk memantapkan persiapan penyiapan dan  penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4)  dalam rangka mendukung suksesnya  penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 sehingga menghasilkan database kependudukan yang akurat dan mutakhir melelui pemutakhiran Kartu Keluarga.


Menurut Kadisdukcapil Yunida Fatwa, yang ikut menandatangani fakta Integritas dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri bahwa seluruh daerah harus melakukan  kontrak kinerja dengan menghasilkan sejumlah komitmen.

“Diantara komitmen tersebut yaitu rekam data KTP-el ( KTP Elektronik) tuntas 100 % pada akhir Oktober 2017, bagi  anak  yang berumur  mulai 0 s/d 18 tahun harus memiliki akta kelahiran dengan  target 85 % pada 31 Desember 2017,”  ujar Yunida Fatwa.


Dibagian lain Yunida juga meminta pada seluruh pengurus RT yang ada di Kota Payakumbuh untuk mendukung program tertib administrasi kependudukan.


“Dukungan dari setiap RT akan sangat berarti bagi tercapainya komitmen tersebut, misalnya bagi warga yang meninggal dunia harus melaporkan ke Disdukcapil Kota Payakumbuh untuk diterbitkan akta kematiannya.


Hal ini dimaksudkan agar datanya bisa dihapus sehingga tidak muncul  lagi nama yang bersangkutan pada data tersebut sehingga  pemerintah mendapatkan data akurat,” simpul Yunida Fatwa. (Bayu)
Share:

Peringati Harkitnas Ke 109, Suwandel Muchtar Menjadi Irup

Payakumbuh,SS-Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) sekaligus membacakan amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 di halaman kantor Balaikota Payakumbuh di Bukik Sibaluik, Senin (22/5).

Upacara pengibaran bendera merah putih tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda diantaranya Wakil Ketua DPRD, Suparman, Wakapolres Kompol Edisra, Kepala Kejaksaan Negeri, Hasbih, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) AKBP Firdaus ZN, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Dahidin, pelajar dan pramuka.

Dalam amanat Menteri Kominfo RI yang dibacakan Wawako Suwandel Muchtar menyampaikan bahwa dengan berbagai kendala yang dihadapi, semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar sejak 109 tahun yang lalu, bahkan justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa saat sekarang ini.


“Betapa sulitnya para pendahulu merajut angan keindonesiaan saat itu dengan segala keterbatasan mulai dari infrastruktur transportasi dan komunikasi, sumber daya insani yang belum mumpuni, acuan untuk memperkokoh dasar-dasar kesamaan suku bangsa dan adat yang belum mengakar kuat, serta masyarakat yang masih terkungkung dalam ketakutan akan kekejaman kolonialis yang selalu siaga memberangus setiap pemikiran yang memantik hasrat lepas dari belenggu penjajahan.
Semangat kebangkitan tersebut tidak pernah pudar dan semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa saat ini sejak 109 tahun silam,” kata Wawako Suwandel dengan lantang.

Ditambahkan Suwandel, Presiden Joko Widodo pada awal tahun ini telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan. Bukan berarti sebelumnya kita abai terhadap aspek ini. Malah sejak awal, dalam program Nawacita yang disusun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, aspek pemerataan mendapat porsi perhatian yang sangat tinggi.

Pemerataan pembangunan antar wilayah hendaknya diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” ujar Wawako.

Tema yang diusung pada penyelenggaraan peringatan Harkitnas tahun ini adalah "Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional". Bertindak selaku perwira upacara Kepala Dinas Kominfo, Elvi Jaya. Kemudian, upacara di tutup dengan penyerahan penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada Puskesmas Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan. (Bayu)
Share:

Kesenjangan Distribusi Pendapatan Dan Kekayaan Penduduk Masih Kurang 60 Persen

Payakumbuh,SS-Ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk, masih sekitar 40 persen, koefisien Nisbah Gini atau Gini Ratio tahun 2017 angkanya membaik dibanding tahun sebelumnya.

“Persoalan pemerataan hampir merupakan masalah semua bangsa. Bahkan negara-negara maju pun berkutat dengan isu kesenjangan yang sama. Bahkan, beberapa negara mencatatkan indeks yang lebih tinggi, lebih senjang, dibanding Indonesia,” kata Wakil Walikota Payakumbuh, Suwandel Muchtar, membacakan sambutan Menkominfo Rudiantara, sewaktu menjadi Inspektur Upacara, Hari Kebangkitan Nasional ke-109, di kantor Walikota Payakumbuh, Bukik Sibaluik, Senin (22/5).

Selanjutnya dikatakan, berlatarbelakang pemikiran tersebut, tema “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional” , menjadi pesan yang tepat dan seyogyanya diwujudkan melalui strategi, kebijakan, dan implementasi dalam pelayanan kepada masyarakat dan bangsa.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Misalnya di sektor kelistrikan, telah dilaksanakan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik. Kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi listrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah. Sehingga bisa dialukan relokasi subsidi listrik tahun 2016 sebesar Rp. 12 triliun, dialihkan menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan pemerataan ekonomi. Salah satunya infrastruktur jalan raya. Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia Jokowi, berkenan menjajal langsung jalan Trans-Papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari 4.300 kilometer jalan raya Trans-Papua, 3.800 kilometer di antaranya telah dibuka.

“Dalam bidang agraria, juga telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada lahan, kesempatan, dan SDM. Di sektor Kominfo, pemerintah juga melakukan pemerataan melalui program Palapa Ring, berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia, sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi dapat dinikmati secara luas,” ungkap Suwandel

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Suwandel Muchtar, menyerahkan Piagam Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur kepada UPTD Puskesmas Padang Karambia atas inovasi Klinik Berhenti Merokok sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2017. (Bayu)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.