Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 04/21/17 ~ Sorot Sumatera

Kelurahan Payobasung Wujudkan Program Gerakan Seribu Jamkeskel

Payakumbuh,SS–Lurah Payobasung, Irwan Suwandi. SN, S.IP, saat ditemui SS di kantornya,  Kamis (20/4) menjelaskan, dengan luas wilayah 427,9 Ha dan jumlah penduduk 2.213, Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh berupaya untuk mewujudkan visinya menjadikan Masyarakat Kelurahan Payobasung yang Sehat, Cerdas, Beriman, dan Bertaqwa Menuju Kelurahan Payobasung yang Mandiri, Maju, dan Sejahtera, sebut Irwan.


Satu inovasi unggulan yang sedang dan telah dilakukan di Payobasung untuk mewujudkan masyarakat yang sehat tersebut, yaitu Gerakan Seribu (Gebu) Payobasung/Jamkeskel. Program ini dimaksudkan untuk menanggulangi beban biaya kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu yang tidak memperoleh jaminan kesehatan dari pemerintah. Bagi masyarakat yang kurang mampu dan belum memiliki kartu jaminan kesehatan, didaftarkan secara mandiri ke kantor BPJS dengan biaya pendaftaran ditanggung sebagian oleh pihak Kelurahan dan masyarakat mampu yang ada di kelurahan tersebut maupun dari para perantau Payobasung yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, jelas Irwan.


“Selain memungut seribu rupiah per keluarga per bulan, saat ini kita lebih mengandalkan bantuan dari penduduk Payobasung yang mampu secara ekonomi yang tinggal di kampung. Mereka tidak lagi terpaku membantu seribu rupiah setiap bulan, namun lebih dari itu. Di samping bantuan dari perantau Payobasung yang banyak tersebar di berbagai daerah,” pungkas Irwan.


Jumlah penduduk miskin yang tidak memperoleh kartu jaminan kesehatan dari pemerintah dan dimasukan dalam Program Gebu Payobasung/Jaminan Kesehatan Kelurahan (Jamkeskel) sebanyak 40 (empat puluh) jiwa. “Inovasi ini terwujud berkat kerjasama Pemerintahan Kelurahan Payobasung dengan LPM, RW, RT, PKK, tokoh masyarakat Payobasung, baik yang di kampung, maupun yang dirantau. Mudah-mudahan program ini tetap lancar dan lestari,” harapnya. (Bayu)
Share:

Henny Yusnita Gelar Payakumbuh Expo Tanaman Hias

Payakumbuh,SS-Asosiasi tanaman hias kota Payakumbuh merupakan gabungan sejumlah kelompok tani tanaman hias,  mengadakan pameran tanaman hias yang bertajuk Payakumbuh Expo Tanaman Hias tahun 2017 , yang dibuka Rabu (20/4) di Rest Area Ngalau Indah Payakumbuh. 


Payakumbuh Expo Tanaman Hias tahun 2017 ini berlangsung hingga 25 April mendatang dan diikuti 11 (sebelas) kelompok petani bunga diantaranya 7 (tujuh) dari kota Payakumbuh dan 4 asosiasi dari luar Payakumbuh.  


Ketujuh kelompok yang tergabung dalam asosiasi tanaman hias kota Payakumbuh tersebut adalah kelompok Nusa Indah dan Sehati dari Payakumbuh Utara,  Ademas dan Anggrek dari Payakumbuh Barat, Bakuang dari Lamposi Tigo Nagarai, serta kelompok Mekar dan Mustika Alam dari Payakumbuh Timur.


Sedangkan empat peserta yang berasal dari luar kota adalah kelompok Hedro dan Fortuna dari kota Padang,  Sanse dari Bukittinggi,  Alia dari Tanah Datar dan Solok Selatan mengirimkan kelompok tanaman hias Seruni. 



DR. Hj. Henny Yusnita Ketua TP-PKK sekaligus pembina Asosiasi Tanaman Hias kota Payakumbuh, mengatakan, kegiatan ini baru pertama kali diadakan di kota Payakumbuh dan  “Setiap organisasi perangkat daerah (OPD)  diharapkan memberikan dukungan dalam kegiatan ini,  sehingga dengan dukungan tersebut kita bisa melaksanakan kegiatan dalam skala yang lebih besar. Payakumbuh hendaknya dapat dihiasi oleh bunga dan tanaman biar tacelak dengan adanya tanaman hias,” sebut Henny.


"Tanaman hias jika dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh bisa dijadikan sebuah potensi bagi petani bunga. Tanaman hias bisa menjadi sumber pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan petani bunga," kata Henny.


Lanjut, DR. Hj. Henny Yusnita mengucapkan, "Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini  dan Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dimasa-masa mendatang," pungkas Henny. (Bayu)

Share:

Pemko Payakumbuh Siapkan Regulasi Untuk Mengadvokasi Kepentingan Perempuan Dan Anak

Payakumbuh,SS–Dinas DP3A – P2KB gelar sosialisasi perlidungan perempuan dan anak yang dihadiri puluhan ASN dari OPD terkait, unsur Lapas, unsur Polres Payakumbuh dan organisasi masyarakat maupun LSM yang terkait dengan bidang perempuan dan perlindungan anak. 



Tampil sebagai pemateri Kabid Pemberdayaan Perempuan DP3A-P2KB Payakumbuh, Erma Yunita dan Kepala Unit Perempuan dan Anak Polres Payakumbuh, Hendra Gunawan. Peserta tampak antusias terutama di sesi tanya jawab, banyak peserta yang ingin berdiskusi dengan pemateri. 


Kepala Dinas DP3A-P2KB Payakumbuh Syahnadel Khairi saat membuka sosialisasi mengatakan, Meskipun Payakumbuh sudah dua kali menerima penghargaan sebagai kota layak anak di tahun 2013 dan 2015, pemerintah kota (Pemko) Payakumbuh tetap menyiapkan regulasi untuk mengadvokasi kepentingan perempuan dan anak. Kepekaan dan kepedulian Pemko dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Payakumbuh soal perlindungan perempuan dan anak telah melahirkan Perda No. 11 tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak pada tahun lalu, sebut Syahnadel.


Untuk mensosialisasikan keberadaan perda tersebut ke tengah masyarakat maka Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk (DP3A-P2KB) menggelar acara sosialisasi Perda No. 11 tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak di aula 
DP3A-P2KB Payakumbuh, Kel. Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Kec. Payakumbuh Barat, Rabu pagi (19/04), jelas Syahnadel. (Bayu)
Share:

Payakumbuh, Riza Falepi Berikan Contoh dan Ketauladanan Dalam Bertani

Payakumbuh,SS-Walaupun sudah berhasil menginspirasi masyarakat Payakumbuh untuk menanam bawang, Riza Falepi tak mau ketinggalan untuk praktek menyemai dan menanam sendiri bibit bawang merah di rumah dinasnya. 



Ketika ditemui SS, Selasa sore (18/4) di rumah Dinas Walikota Payakumbuh, Riza tampak sibuk menyiram bibit bawang yang ia semai. Setelah meninjau area pertanian di Lampasi saat pulang berkantor dari Bukik Sibaluik, Riza mengisi waktu senggangnya untuk berkebun sampai waktu maghrib hampir tiba. 



"Ini baru saya semai 3 hari yang lalu, coba lihat itu beberapa sudah nampak yang tumbuh. Disemai dulu di sini lebih kurang sebulan, baru dipindahkan ke lahan," ujar Riza. 



"Bertani dengan berkantor sama-sama punya kesamaan. Sama-sama harus fokus, sungguh-sungguh dan harus miliki skala prioritas. Insya Allah kalau kita bersungguh-sungguh, pasti mendapat," pungkas Riza. 



Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gerakan Payakumbuh Menanam yang dicanangkan Walikota Payakumbuh tahun lalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Apalagi ketika masa kampanye Pilkada 2017, walaupun cuti Riza tak kenal lelah untuk mengedukasi masyarakat terutama petani untuk bertanam bawang. Sekarang cerita-cerita kesuksesan panen bawang oleh masyarakat Payakumbuh sudah jamak terjadi. Selanjutnya tugas Riza adalah bagaimana membawa hal ini ke skala industri seperti yang ia janjikan di masa kampanye dulu. (Bayu) 

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.