Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 03/29/17 ~ Sorot Sumatera

KSB Gunung Pangilun Siap Mendukung Program Kelurahan Cerdas Bencana

Padang-Kota Padang merupakan salah satu daerah yang rawan dari bencana baik gempa bumi, longsor, banjir bandang, angin kencang dan lainnya. Oleh karena itu, perlu penerapan sebuah konsep bagi masyarakat agar mampu untuk cepat tanggap serta bijak dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi.

 “Kita akan terus menerapkan konsep-konsep demi memberikan kenyamanan, kesiap-siagaan serta menghilangkan rasa trauma pasca bencana terjadi bagi masyarakat,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Edi Hasymi sewaktu menerima kunjungan Lurah Gunung Pangilun Andi Amir beserta pengurus Kelompok Siaga Bencana (KSB) Gunung Pangilun di kantornya, Rabu (29/3/2017).

 Edi menyebutkan, dalam menyikapi bencana memang memerlukan konsep sebagai edukasi yang dilanjutkan dengan sosialisasi. Dan dalam menyosialisasikannya kata Edi, diutamakan bagi kawasan keramaian seperti halnya pasar, mall, sekolah-sekolah dan lainnya. Sebagaimana Kota Padang cukup banyak sekali sekolah-sekolah yang berada di "zona merah".

Sehingga perlu adanya sosialisasi tentang kebencanaan kepada masyarakat serta warga sekolah. “Dari survey yang telah kita lakukan, memang masih banyak masyarakat kita yang belum paham terhadap masalah kebencanaan. Atau kira-kira hanya sekitar 30 persen saja yang mungkin paham,” ujarnya.

 Lebih lanjut katanya lagi, menyikapi itu pihaknya bersama KSB serta organisasi kebencanaan lainnya akan terus menyosialisasikan maupun secara "door too door" ke rumah-rumah masyarakat. Sehingga masyarakat akan memiliki ilmu pengetahuan dan tahu apa yang harus dilakukan sewaktu terjadi dan pasca bencana.

 “Maka itu, kita sudah meluncurkan Program Padang Masyarakat Cerdas Bencana, Sekolah Cerdas Bencana dan nantinya akan dilanjutkan dengan Kelurahan Cerdas Bencana. Alhamdulillah, pelaksanaannya terus berjalan dengan dibantu oleh Dinas Sosial, berbagai LSM seperti Kogami, KSB, Sibad, RPB, PMI dan lainnya.

Semoga saja dengan itu dapat mengurangi risiko sewaktu terjadi bencana di kota ini,” imbuh Edi.

 Sementara itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir bersama KSB Gunung Pangilun sangat menyambut baik adanya program BPBD Padang yakninya membuat Kelurahan Cerdas Bencana di Padang.

 Kelurahan Gunung Pangilun pun kata Andi, menyatakan siap untuk menjadi kelurahan cerdas bencana karena sangat penting bagi keselamatan masyarakat.

 “Maka itu kita di Gunung Pangilun, akan melakukan penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. Selanjutnya memasang himbauan tentang cerdas bencana di pusat-pusat keramaian seperti di masjid-masjid, sekolah, kantor pemerintah dan swasta serta disusul di rumah-rumah warga.

 Kita berharap, warga kita yang tinggal tidak jauh dari pantai ini bisa selamat dan tahu apa yang dilakukan ketika bencana terjadi,” bebernya bersemangat. Sumber Onliune Group.(*)
Share:

Padang, Polisi Pamong Praja Punya Khusus Beri Pelaku Efek Jerah

Padang-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memiliki trik khusus untuk memberi efek jera kepada pelaku maksiat. Diantaranya yakni tes HIV / AIDS dan diantar pulang ke rumah dengan mobil patroli."Ya, terhitung 1 April 2017 nanti, setiap pelaku maksiat yang terjaring razia akan diberi sanksi yakni tes HIV / AIDS dan diantar pulang dengan mobil patroli kita," ungkap Kepala Satpol PP Kota Padang, Dian Fakri, Rabu (29/3).

Dian mengaku, trik ini dilakukan agar pelaku maksiat merasa malu dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Dikatakannya lagi, pelaku maksiat yang sudah sering terjaring atau positif terjangkit HIV / AIDS akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina.
"Kita tidak ingin ada yang berbuat maksiat di manapun di Padang ini," tegas Kasatpol PP.
Dian berharap perhatian, dukungan dan pembinaan dari orangtua, guru, dan seluruh elemen masyarakat kepada generasi muda Padang saat ini. Sebab, Satpol PP selama ini hanya membina mereka yang menyimpang selama 1 x 24 jam saja.

"Kita hanya punya waktu 1 x 24 jam untuk membina mereka. Sebelumnya tentu kita mengharapkan perhatian dari lingkungan terdekat seperti orangtua dan lainnya agar anak kemenakan kita tidak berbuat maksiat,"

 harapnya.Dian mengimbau kepada seluruh generasi muda Kota Padang agar terjauh dari perbuatan menyimpang dan melanggar. Remaja di Kota Padang diharapkan menjadi pionir perubahan.
"Sekarang tidak zamannya lagi bermaksiat ria. Berkaryalah, malulah. Yang lain sudah bicara jihad, kebangkitan Islam, kita masih juga memikirkan melakukan yang haram, malulah," tukasnya.

Sementara, Dian Fakri menegaskan bahwa kawasan Bukit Lampu sudah tidak lagi "gelap" dan digunakan sebagai lokasi maksiat. Sejak dilakukan razia besar-besaran oleh Satpol PP Kota Padang beberapa waktu lalu, tak ada lagi pondok baremoh tempat memadu kasih."Sekitar 134 pondok sudah kita bongkar. Sekarang kawasan itu sudah tidak lagi jadi tempat maksiat," tukuknya. Sumber Online Group. (*)
Share:

Pemerintah Kota Padang Gencar Cegah Pekat

Padang-Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti narkoba, "miras", judi dan sebagainya merupakan gejala sosial yang harus ditanggulangi secara bersama. Apabila dibiarkan dan tidak dilakukan upaya-upaya pencegahannya, tentu masalah ini semakin rumit dan dikhawatirkan semakin mewabah di tengah kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesra menyikapinya dengan menggelar Sosialisasi Pekat dengan diikuti sebanyak 210 orang yang terdiri dari utusan remaja masjid di 11 kecamatan se-Kota Padang.

Walikota diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Suardi menyampaikan, berdasarkan informasi dari media massa akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan dengan banyaknya ditemukan berbagai jenis Pekat yang dilakukan masyarakat khususnya generasi muda di Kota Padang.

"Hal ini tidak boleh kita biarkan, karena dapat merusak masa depan generasi muda kita ke depan," imbaunya sewaktu membuka secara resmi sosialisasi yang dilangsungkan di Gedung LK2S Sumbar, Rabu (29/3/2017).

Suardi melanjutkan, ia mengharapkan peserta sosialisasi dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan penguatan yang didapat dari beberapa narasumber selama mengikuti sosialisasi.

"Untuk penanggulangan masalah Pekat ini, membutuhkan sinergi dari semua unsur karena tidak cukup pemerintah saja. Mari kita semua memerangi dan menghindarinya demi keutuhan dan masa depan bangsa ke depan,” imbuh mantan Kepala Dispora Padang itu.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kesra Jamilus mengatakan dalam sosialisasi Pekat ini mengangkat tema keutuhan negara dan masa depan bangsa terletak di pundak generasi muda agar terbebas dari pekat. Menurutnya, penanggulangan Pekat harus dilakukan secara intens agar tidak bisa berkembang di tengah-tengah masyarakat khususnya generasi muda.

“Semoga melalui sosialisasi ini para generasi muda kita semakin kompak dan bersama-sama ikut  menyosialisasikannya di tengah-tengah masyarakat. Jadi itu harapan kita, bagaimana Pekat ini terus kita tekan. Karena apabila semua unsur berupaya memeranginya, Insyaallah Pekat dapat dicegah dikota ini,” harapnya.

Selanjutnya Kata Jamilus lagi, sosialisasi ini dilangsungkan selama dua hari, Rabu-Kamis (29-30/3/2017) yang dibagi dengan dua shift. Sementara untuk narasumber diantaranya dari pihak MUI Sumbar dengan materi bahaya narkoba dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda, dari Polresta Padang tentang Pekat dan cara penanggulangannya, lalu Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang tentang dampak pergaulan bebas terhadap penyebaran penyakit HIV dan AIDs serta Bagian Kesra masalah dampak pekat bagi pembangunan kota.

“Kita berharap, sosialisasi ini sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Sehingga Pekat semakin ditekan dan kalau bisa tidak ada lagi di Kota Padang ini,” tukas Jamilus mengakhiri.(*)
Share:

Pemkab Pati Disambut Staf Ahli Perekonomian

 Padang-Kedatangan rombongan Pemkab Pati disambut Staf Ahli Walikota bidang Perekonomian dan Pembangunan, Afrizal Khaidir di ruang kerjanya di Balaikota, Rabu (29/3). Pemkab Pati diantaranya membawa Wakil Ketua DPRD setempat H. Hardi, Ketua Komisi D DPRD Pati Mussalam, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sigit Hartoko, dan lainnya.
Dalam kunjungan itu terungkap bahwa rombongan Pemkab Pati Datang ke Padang untuk menyigi sektor pengelolaan pariwisata.
"Kedatangan kami ingin mengetahui bagaimana pengelolaan pariwisata dan lainnya," ungkap Mussalam.
Selain itu, Pemkab Pati juga ingin mengetahui tentang 'sport tourism' Kota Padang. Termasuk pengembangan pelatihan pelajar daerah dan pemuda pelopor.

"Kami juga ingin mengetahui tentang pengelolaan keolahragaan dan kepemudaan," tambah Sigit Hartoko.
Menjawab itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang diwakili Kabid dinas tersebut Jet Peri menyebut bahwa penataan objek wisata di Kota Padang tidak saja dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Akan tetapi "dikeroyok" oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kita juga punya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang di-SK-kan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang," ujarnya.

Jet Peri menyebut, desa wisata yang dipunyai di Padang dikelola dengan baik oleh masyarakat. Desa wisata juga berkontribusi besar kepada Pemko Padang.
Afrizal Khaidir menambahkan sebenarnya antara investasi pariwisata dengan yang diperoleh tidaklah berimbang. Namun efek lain seperti perhotelan dan restoran justru diharapkan dan menjadi penyumbang terbesar bagi pemasukan kas Pemko Padang.

Terkait pengelolaan keolahragaan dan kepemudaan, Afrizal Khaidir menyebut bahwa Padang terus intens memerhatikan olahraga dan pemuda. Bahkan Afrizal Khaidir mengajak langsung rombongan mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang di kawasan GOR H. Agus Salim. Setelah itu mendatangi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang letaknya tak jauh dari Dispora.

"Setelah pertemuan ini kita bisa melihat langsung ke dua kantor tersebut," ujarnya.
Afrizal Khaidir pada kesempatan itu menyampaikan visi dan misi Walikota Padang. Termasuk program unggulan lima tahun Mahyeldi - Emzalmi. Di penghujung acara, kedua daerah saling bertukar cenderamata. Sumber Online Group.(*)

Share:

Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah Untuk Tahun Depan Dilakukan Secara Online

Payakumbuh,SS-Proses perencanaan pembangunan kota Payakumbuh tahun 2018 telah dimulai. Berbeda dari tahun sebelumnya, perencanaan pembangunan untuk tahun depan itu, berbasis elektronik atau dilakukan secara online. Perencanaan berbasis elektronik (e-planning) adalah suatu upaya peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah, agar menjadi lebih transparan, efektif, efisien, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kota Payakumbuh, Rida Ananda, diruang kerjanya pada Rabu (22/3) lalu.

Lebih lanjut Rida menjelaskan, proses e-planning dimulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kelurahan. Hasil dari musrenbang kelurahan dimasukkan admin e-planning kelurahan ke sistem, berupa 20 usulan yang terdiri atas 15 prioritas dan 5 cadangan. Selanjutnya, usulan yang sudah terekam tersebut dibahas di musrenbang kecamatan untuk menentukan 10 prioritas dari setiap kelurahan.

“Jadi kalau dalam satu kecamatan terdapat 9 kelurahan, berarti terdapat 90 prioritas kecamatan. Prioritas-prioritas ini ditinjau OPD bersama tim investigasi untuk menentukan apakah usulan yang dimaksud layak untuk disetujui atau ditolak secara teknis. Disetujui atau ditolak, dibahas dalam forum OPD”, terang Rida.

Salah satu kelebihan e-planning, kata Rida, sangat terasa dalam Forum OPD, yang baru saja usai digelar tiga hari sejak Senin (20/3) kemarin. Melalui sistem e-planning, para peserta yang terdiri dari jajaran perangkat daerah dilingkungan kota Payakumbuh, delegasi kecamatan dan tokoh masyarakat, dapat mengetahui dengan mudah usulan yang ditolak dan diterima. Sehingga lebih memudahkan diskusi dan pencapaian kesepakatan.

“Delegasi masyarakat yang mempertanyakan usulan yang hilang bisa ditelusuri dengan cepat melalui sistem. Seperti tadi ada yang mempertanyakan tentang pembangunan kantor kelurahan yang tidak terdapat dalam prioritas OPD Pekerjaan Umum. Ternyata setelah ditelusuri lewat sistem, pembangunan kantor dimaksud sudah masuk OPD kecamatan, dan sudah dibahas pada hari Senin dibidang Sosial Budaya”, jelasnya. (Bayu)
Share:

Benni Warlis : Peran Ninik Mamak Masih Dominan Di Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH,SS-Walaupun kota, tapi falsafah ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah), tetap menjadi pedoman dalam membangun Kota Payakumbuh. “ Peran ninik mamak masih dominan dalam ikut membangun Payakumbuh,” ungkap Sekda Kota Payakumbuh, Benni Warlis, dalam program ‘Kurenah Kito, Baiyo-iyo Mangko Salasai”, kerjasama Dinas Kominfo Kota Payakumbuh dengan RRI Pro 1 Bukittinggi, di halaman Kantor Walikota Payakumbuh, Rabu (22/3) lalu.
 

Di kota ini, ninik mamaknya masih bangga mamakai saluak. Bundo kanduangnyo masih bangga mamakai tikuluak. Pun peran tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan sangat terasa.Program yang mengambil topik “Tata Kelola Pemerintahan Menurut Aturan yang Berlaku”, sesuai dengan visi dan misi Walikota Payakumbuh, menciptakan masyarakat Payakumbuh yang maju dan sejahtera berdasarkan ABS-SBK, maka penekanan pada basandi kitabullah adalah hal yang penting, sebut Benni.
 

“Kalau urang kini menyebutnya dengan inteletual, emosional, dan spritual. Jadi katiko aparatur, masyarakat, sadonyo, lai takuik jo nan satu, insyaallah aturan ko akan dijalankan. Itu dimulai dari aparatur. Mulai dari Walikota, Sekda,dan Kepala-kepala OPD. Kini, sekali sepekan kami, Jum’at pagi, kami keliling masjid. Namonyo Gerakan Subuh Berjamaah. Ini menjadi kekuatan agar aparatur takuik ka nan satu.” jadi ketika seorang aparatur pergi ke kantor, niatnya adalah ibadah. Di kantor, sewaktu apel pagi, berdoa dulu. Di samping adanya wirid-wirid sekali sepekan, untuk pembinaan aparatur dari segi nilai-nilai, jelas Benni.
 

Mengenai intelektual, emosional, dan spritual tadi, Sekda Kota Payakumbuh Benni Warlis, menjawab pertanyaan tambahan Mak Lembang -- moderator dalam acara live tersebut -- menjelaskan bahwa walaupun seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil)walau tidak memakai saluak, bukan bergelar haji, tapi dalam dirinya prinsip tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan itu perlu ada. PNS selain sebagai cendekiawan, juga berperilaku seperti ninik mamak, serta memiliki keyakinan bahwa apa yang diperbuatnya dilihat oleh Allah. Kalau yang tiga tadi sudah duduk, maka amanlah negeri ini. (Bayu)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.