Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 03/17/17 ~ Sorot Sumatera

Pemko Gunungsitoli Laksanakan Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional

GUNUNGSITOLI,SS- Pemerintah Kota Gunungsitoli melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional di lapangan upacara Kantor Walikota Gunungsitoli, sebagaimana diperingati pada tanggal 17 setiap bulannya. Walikota Gunungsitoli sebagai Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa pelaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di tiap bulannya seperti ini merupakan momentum menumbuhkan semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai sumber daya aparatur yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mampu menghadapi berbagai dinamika sosial yang sering dihadapi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara arif dan bijaksana serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat.


Beliau melanjutkan bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli senantiasa bercita-cita mewujudkan sumber daya aparatur pemerintah yang ramah, santun dan mengayomi, serta memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sehingga mampu meningkatkan persatuan dan kesatuan sesuai dengan makna dan implementasi Hari Kesadaran Nasional sebagaimana kita peringati setiap bulannya. 

Kepedulian Pemerintah kepada masyarakat ini akan diimplementasikan dalam beberapa program dan agenda pemerintah, sebagaimana halnya telah diprogramkan jadwal Walikota Gunungsitoli bersama Perangkat Daerah terkait pd hari dan jadwal tertentu akan berkantor di 6 (enam) kecamatan se-Kota Gunungsitoli, yang mana telah dimulai pada Februari lalu di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dan awal Maret lalu di Kecamatan Gunungsitoli Utara. Hal ini dalam rangka melihat dan mendengar langsung keluhan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat di desa dan kecamatan, serta mendukung perumusan pembangunan sehingga hasil pembangunan diharapkan menyentuh dan memberi dampak positif bagi masyarakat diseluruh Kota Gunungsitoli.


Selanjutnya Walikota memaparkan bahwa salah satu Program pemerintah bersama Forkopimda Kota Gunungsitoli adalah mewujudkan kota Gunungsitoli menjadi kota pariwisata. Untuk itu, Pemerintah Kota berupaya menata dan memperindah Kota agar nyaman, bersih dan indah dipandang mata terutama bagi wisatawan atau pengunjung yang berdatangan dari luar Pulau Nias, sehingga bisa menciptakan kesan baik terhadap Kota Gunungsitoli yang mempunyai daya tarik tersendiri serta mendukung visi dan misi Pemerintah Kota untuk perwujudan kota Gunungsitoli yang maju, nyaman dan berdaya saing.


Pada kesempatan ini, Walikota memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli yang mana telah melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, sembari mengimbau kepada seluruh ASN agar lebih baik lagi kedepan, khususnya meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga terwujud Kota Gunungsitoli yang maju, nyaman dan berdaya saing.


Turut hadir Wakil Walikota Gunungsitoli, Unsur Forkopimda Kota Gunungsitoli, Sekda Kota Gunungsitoli, para Staf Ahli dan Asisten Sekda Kota Gunungsitoli, Para Kepala Perangkat Daerah Kota Gunungsitoli, Perwakilan TNI/Polri serta seluruh PNS lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli.(Humas)
Share:

Pemko Payakumbuh Siap Bantu 307 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

PAYAKUMBUH,SS- Sebanyak 30 unit rumah layak huni (RLH) swadaya siap dibangun baru tahun ini ditambah dengan 257 unit rumah tidak layak huni (RTLH) siap dibantu untuk ditingkatkan kualitasnya, demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Payakumbuh, Amriul M.Mpd pada kegiatan Rapat Teknis Mekanisme Pelaksanaan Program Bantuan Rumah Swadaya, di Dinas Perumahan dan Pemukiman, Sawah Padang, Selasa(14/03) lalu.


Dalam rapat tersebut Amriul Asisten 2 Setdako Payakumbuh mengatakan, RTLH ini merupakan rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghuninya, di Kota Payakumbuh RTLH akan mendapatkan bantuan stimulant dari DAK sebesar 3,17 milyar rupiah dan dari DAU APBD sebesar 500 juta rupiah. Bantuan tersebut untuk pembangunan baru maupun untuk peningkatan kualitas rumah.


Pelaksanaan bantuan ini dilakukan dengan mekanisme program Bantuan Rumah Swadaya sebagaimana diatur secara detil dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 33 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Infrastruktur. Prinsipnya, bantuan ini merupakan stimulant bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dimana diperlukan keswadayaan dan komitmen serta kesiapan masyarakat berupa dana swadaya baik berupa tabungan bahan bangunan maupun aset lain sebagai tambahan, sebut Amriul.

Terkait bantuan ini secara rinci disampaikan kepada 3 kecamatan 16 kelurahan. Dimana untuk pembangunan rumah layak huni baru sebanyak 30 unit melalui Dana DAK terdiri atas 5 unit di kelurahan Aur Kuning, 6 unit di kelurahan Limbukan, 7 unit dikelurahan Koto Tuo Limo Kampuang dan 12 unit lagi kelurahan Padang Karambia. 

Selanjutnya untuk 227 unit Rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibantu peningkatan kualitasnya terdiri atas 7 unit di kelurahan aur kuning, 2 unit di kelurahan limbukan, 9 unit di kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, 4 unit di kelurahan Padang Karambia, 15 unit di kelurahan Kepalo Koto, dan 3 unit di kelurahan Balai Panjang, seluruhnya berada di kecamatan Payakumbuh Selatan sebanyak 40 unit.

Kecamatan Latina juga mendapatkan jatah bantuan peningkatan kualitas rumah sebanyak 89 unit rumah, terdiri 29 unit di Koto Panjang Dalam, 8 unit di Koto Panjang Padang, 26 unit di Parik Muko Aia, 26 unit di Padang Sikabu. Sementara itu Kecamatan Payakumbuh Timur tidak ketinggalan juga mendapatkan bantuan yang sama sebanyak 98 unit dari Dana DAK untuk 42 unit di kelurahan Padang Alai Bodi, 42 unit di kelurahan Payobasung dan 14 unit di kelurahan Balai Jaring. Tambahan sebanyak 50 unit dengan dana DAU APBD terdiri 13 unit di kelurahan Balai Jaring, 17 unit di Padang Tangah Payobadar dan 20 unit di kelurahan Tiakar, jelas Amriul.

Sementara itu, Marta Minanda, ST. MT Kadis Perumahan dan Pemukiman Kota Payakumbuh menjelaskan, bahwa tahap sekarang sedang dilakukan survey lapangan untuk menetapkan calon penerima bantuan oleh 5 orang tenaga fasilitator lapangan di kelurahan yang terpilih. Penentuan usulan prioritas kelurahan dipilih yang menerima bantuan rumah swadaya berdasarkan criteria keberadaan RTLH di kelurahan tersebut, berdasar jumlah kekurangan rumah (backlog), kelurahan yang ditetapkan sebagai lokasi kawasan kumuh (15 kelurahan) dan atau berada pada peningkatan kualitas kawasan kumuh (33 kelurahan) serta menggunakan prinsip prioritas Nasional yakni kelurahan Tuntas RTLH dan Kecamatan Tuntas.

Ditambahkan Tegrasia Nita, ST.MT Kabid Perumahan, Kriteria calon penerima bantuan harus WNI yang telah berkeluarga serta masuk dalam Daftar Rumah Tangga Sasaran yang ada dalam BPDT, memiliki lahan milik sendiri, tidak dalam sengketa dan sesuai dengan tata ruang wilayah, belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan swadaya rumah dalam 5 tahun terakhir, berpenghasilan maksiman senilai UMR Propinsi Sumbar, diutamakan memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya, sebutnya.


Dengan adanya bantuan rumah stimulant ini, maka pada tahun 2017 Kecamatan yang dinyatakan tuntas terhadap keberadaan RTLH adalah kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina), dengan 8 kelurahan tu.(Bayu)
Share:

Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisasi Tanggap Bencana Untuk ASN

 PAYAKUMBUH,SS-Walikota Payakumbuh, diwakili Asisten Administrasi Umum, Drs. Iqbal Bermawi, M.Si, bertempat di Aula Kantor Walikota Payakumbuh Baru, eks Lapangan Poliko Payakumbuh, Rabu (15/03-2017), membuka secara resmi Sosialisasi Tanggap Bencana untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), dihadapan Kasi. Trantib Kecamatan dan Lurah se Kota payakumbuh.

Kegiatan yang bertema ‘Melalui Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Kita Tingkatkan Peran Serta ASN dalam Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat ‘, Walikota mengatakan, peran Lurah dan Kasi. Trantib Kecamatan dalam membangkitkan partisipasi masyarakat dalam tanggap bencana sangat dibutuhkan. “Kepiawaian Pak Lurah bersama Trantib Kecamatan sangat menentukan penangulangan dan tanggap bencana ke depan. Karena, dirasakan saat ini, partisipasi masyarakat tersebut sangat kurang. Sangat tidak mungkin, kalau setiap bencana yang terjadi, harus menunggu penanganan pemerintah. Masyarakat perlu berpartisipasi aktif,” ungkap Iqbal Bermawi.


Meski secara umum tingkat kebencanaan di Payakumbuh rendah, bukan berarti harus lengah dan tidak peduli. Dan diharapkan dari sosialisasi yang hampir tiap tahun dilaksanakan sejak 2015 ini dapat terus meningkatkan pengetahuan kesadaran peserta dalam penanggulangan bencana.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Ir. Yufnani Awai, MM mengingatkan, bahwa berbicara tentang bencana, tidak ada matinya. Tidak boleh lengah. “Bila bicara bencana, kita harus berpikir terbalik. Kita harus mempersiapkan masyarakat sejak dini, sebelum bencana itu terjadi. Sampai saat ini, Payakumbuh telah memliki 10 (sepuluh) KSB (Kelompok Siaga Bencana). Dan direncanakan akan membentuk 10 lagi KSB tahun mendatang,” sebutnya. (Bayu Denura)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.