Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 02/23/17 ~ Sorot Sumatera

Dukungan Padang Panjang Pada Ulama Tak Pernah Padam

PADANG PANJANG, SS – Majelis Ulam Indionesia (MUI) adalah mitra pemerintah. Keduanya bersama Ninik Mamak merupakan satu kesatuan dalam falsafah " Tigo Tali Sapilin , Tigo Tungku Sajarangan" . Sudah seharusnya berjalan bersama, manakala umara dan ulama berdampingan maka niscaya negeri ini akan selamat. Dan hubungan harmonis antara Pemko Padang Panjang dengan MUI ini telah terbina dengan baik selama ini. Mudzakarah Ulama , dari mulai digalakkan lagi di tiap kota pada tahun 2010 hingga saat ini dan kegiatan pengukuhan pengurus MUI Sumbar tahun 2015 kemarin, pun tak lepas dari dukungan dan kontribusi Pemko Padang Panjang.


Dan untuk kesekian kalinya, Kota Padang Panjang menjadi pilihan utama bagi para Ulama Se Sumatera Barat untuk melaksanakan Mudzakarah Ulama. Kegiatan ini akan membahas hal-hal penting bagi ummat. Acara yang berlangsung di Hotel Hasiba Padang Panjang ini berlangsung dari 17 sampai dengan 19 Februari 2017. Tema yang diangkat adalah " Melalui Mudzakarah Ulama Kita Tingkatkan Pemahaman dan Pengamalan Umat Dalam Beribadah ".


Di tengah polemik mengenai ditutupnya Kantor MUI Sumbar dikarenakan tidak adanya dana operasional kantor, ternyata Pemko Padang Panjang menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi kegiatan Mudzakarah Ulama sebagai sarana dalam menghasilkan fatwa mengenai permasalahan krusial yang ada dimasyarakat. Ya, Pemko Padang Panjang adalah pemerintah daerah yang sudah beberapa kali memfasilitasi kegiatan MUI Sumbar. Disaat PERMENDAGRI No 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari APBD menjadi ganjalan untuk memberikan bantuan kepada MUI. Pemko Padang Panjang melalui Bidang Kesra nya dengan strategi dan program yang tertata mampu memfasilitasi MUI dalam melaksanakan tugas-tugasnya.


Komisi Fatwa MUI Sumbar Buya Zulhamdi, Lc. MA dalam sambutan pembukaan Mudzakarah Ulama Jumat malam ( 17/2) menyatakan rasa terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang tinggi atas perhatian dan kontribusi Pemko Padang Panjang dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh MUI Propinsi Sumatera Barat. Kegiatan MUI tetap berjalan meskipun bantuan dari pemerintah daerah tidak ada. Bantuan Sosial (bansos) atau juga dikenal sebagai dana hibah dihentikan di tahun 2015 di tingkat propinsi maupun Kabupaten / Kota. " Meskipun demikian MUI tetap mampu berjalan dari dana masyarakat , perantau Minang dan umat yang percaya kepada MUI, " jelas Buya Zulhamdi.


Buya Zulhamdi Lc MA juga menambahkan bahwa dana donasi ummat, para perantau Minang, dan masyarakat luas kepada MUI Sumbar yang dihimpun dalam rekening BSM mencapai kurang lebih 300 juta rupiah. Berbagai dukungan dari masyarakat cukup besar kepada MUI. Munaf , seorang Pengurus Remaja Masjid menyampaikan harapannya agar Pemerintah bisa membantu anggaran operasional MUI. " Andaikan tidak ada MUI, kemudian ada bahaya yang mengancam integritas Islam, negara tidak akan bisa berbuat banyak, " ungkapnya.


Munaf juga menambahkan bahwa MUI telah memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat. " MUI juga berperan banyak untuk bangsa ini, membangun masyarakat, dunia pendidikan, sosial masyarakat, keagamaan, dan kerukunan antar umat beragama," pungkasnya.

Ungkapan apresiasi dan salut kepada Pemko Padang Panjang juga disampaikan oleh Munaf sebagai warga Padang Panjang, atas perhatian dan dukungan penuh Pemko Padang Panjang dan Wako Hendri Arnis dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh MUI.


Walikota Hendri Arnis dalam sambutannya di Pembukaan Mudzakarah Ulama Jum'at (17/2) malam itu menyatakan dukungan dan komitmen nya . " Saya akan mendukung penuh untuk sesuatu yang Saya yakini benar dan terlebih itu menyangkut Islam, dan Saya akan memperjuangkannya, " tegas Hendri Arnis.


Wako Hendri Arnis berharap agar Ulama harus lebih tegas dalam memperjuangkan kebenaran dan kepentingan Agama Islam . Melihat semangat dan komitmen Wako Hendri Arnis ini, agaknya dukungan Kota Serambi Mekkah terhadap para Ulama tak akan pernah padam. (Pulkani/ Gito – R)


Share:

Bupati Tanah Datar Canangkan Menanam Cabe Diperkarangan

BATUSANGKAR, SS – Tanah Datar - Bupati Irdinansyah Tarmizi Tarmizi, lakukan pencanangan Gerakan Kabupaten Tanah Datar Menanam Cabe di pekarangan, Selasa (14/2), di lapangan bola kaki Jorong Sembayan, Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara.
 

Turut hadir Dandim Letkol Inf. Nandang Dimyati, Wakapolres Kompol I Made Reje, Ketua Pengadilan Agama, Anggota DPRD Tanah Datar, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Tanah Datar, BPTP Sumbar, Kepala OPD di lingkungan Pemda Tanah Datar, Camat se-Kabupaten Tanah Datar dan undangan lainnya.
 

Pada kesempatan itu Kadis Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar Yulfiardi menyebutkan, Gerakan Menanam Cabe di pekarangan ini dilaksanakan karena beberapa faktor, di antaranya untuk memanfaatkan pekarangan yang selama ini tidak dimanfaatkan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 

Sementara itu, Camat Lintau Buo Utara, Suripto menyampaikan, gerakan menanam cabe di pekarangan rumah ini diharapkan mampu mengurangi biaya rumah tangga bagi masyarakat. Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak takut terhadap hama penyakit cabe yang selama ini menyerang pada tanaman cabe. "Setiap penyakit pasti ada obatnya," katanya.
 

Perwakilan BPTP Sumbar mengutarakan,  telah menyelesaikan penanaman sebanyak 50 juta bibit cabe, diseluruh Indonesia dan di Sumbar. "untuk Kabupaten Tanah Datar kita sediakan 1.100 bibit untuk dibagikan kepada masyarakat," katanya.
 

Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah mengatakan bahwa gerakan menanam cabe di pekarangan rumah ini sangat banyak manfaatnya, apalagi cabe saat ini di pasaran harganya tidak bisa ditebak. "Kadang harganya naik di luar logika kita, dan kalau sedang turun juga sangat murah", ujar Ny. Emi. 

Dia juga menyarankan agar masyarakat tidak hanya menanam cabe saja, tetapi menurut Ny. Emi di pekarangan rumah juga bisa ditanami sayur-sayuran seperti bayam, terung dan yang lainnya.
 

Sementara itu Bupati Irdinasyah Tarmizi mengungkapkan terima kasih pada semua komponen yang hadir saat itu, karena telah peduli terhadap masyarakat Tanah Datar, khususnya Nagari Tanjuang Bonai, yang telah menerima bantuan bibit cabe untuk ditanam di pekarangan. Harga cabe membuat pusing masyarakat, karena cabe merupakan kebutuhan hidup sehari hari masyarakat, tanpa cabe terasa hambar meja makan, sebut Bupati.
 

Untuk  mengantisipasi membengkaknya pengeluaran rutin rumah tangga, Bupati menyarankan, agar masyarakat sebisa mungkin untuk menanam cabe di pekarangan rumah masing masing. "Manfaatkan pekarangan rumah kita untuk menanam cabe dan tanaman lainnya seperti sayur-sayuran. Kalau kita bisa melakukan ini dengan sendirinya biaya hidup masyarakat itu sendiri, bisa ditekan seminimal mungkin," kata Bupati. (Pulkani/ Gito – R)

   

Share:

Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif Kota Padang Panjang Makin Berbenah

PADANG PANJANG, SS – Dinas Pariwisata dan industri Kreatif Kota Padang Panjang makin berbenah mengembangkan kepariwisataan di kota itu. Berbagai masukan dan saran dari sejumlah pihak ditampung untuk memperbaiki sejumlah kekurangan. Hal itulah yang mereka coba dengan mengundang penggiat dan pelaku bisnis dibidang wisata untuk saling bertukar fikiran.
Kehadiran para pelaku bisnis wisata yang terdiri dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Propinsi Sumatera Barat,  Asosiasi Travel Agency (ASITA) Sumatera Barat, dan penggiat wisata lainnya disambut langsung oleh Sekko Edwar Juliartha bersama Kepala Plt. Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif Ridwan Idma, rabu (15/2) di PDIKM Kota Padang Panjang.
Ketua HPI Budiman mengatakan Kota Padang Panjang memiliki berbagai potensi wisata. Jika hal itu dikemas secara profesional , akan banyak wisatawan yang berkunjung. Menurutnya, Pendidikan Islam seperti Diniyah Putri, Thawalib Putra bisa menjadi bagian dari destinasi wisata religi.
Disamping itu, Ia juga menyarankan mekanisme tiketing PDIKM untuk lebih efektif, “tak ada lagi tiket yang berulang kali seperti untuk sewa pakaian dan hal lain,” katanya.
Saran dan masukan yang diberikan oleh para penggiat wisata itu disambut baik Sekko Edwar Juliartha. “Kita patut bersyukur dan mengapresiasi para penggiat maupun pelaku bisnis wisata yang telah memberikan saran dan masukan. Nanti,hal ini bisa menjadi agenda rutin , sehingga kita bisa mengetahui apa yang diinginkan oleh para wisatawan terhadap destinasi wisata yang menjadi primadona dan berdampak pada perekonomian masyarakat”, ungkapnya.
Usai mengelar diskusi, para penggiat dan pelaku bisnis wisata Sumatera Barat diajak untuk menyaksikan pertunjukan silat lanyah dan diajak untuk makan bersama di tengah persawahan Desa Kubu Gadang Kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang Timur. Dengan tujuan agar desa tersebut bisa dijadikan bagian dari destinasi para wisatawan yang akan berkunjung ke Padang Panjang. (Pulkani/ Gito – R)




   

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.