Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 02/02/17 ~ Sorot Sumatera

Anggota DPRD Kota Padang Ikut Serta Dalam Pencarian Korban Koto Pulai

PADANG,SS-Aldo Agrawira Pratama (23) mahasiswa STIE AKBP korban hanyut saat mandi - mandi di Check Dam Koto Pulai, Kecamatan Kototangah, Padang-Sumbar, Senin 2 Januari 2016 kemarin sudah ditemukan hari ini.

Jasadnya sudah diketemukan Selasa (3/1) sekitar pukul 12.20 WIB, 400 M dari lokasi hilangnya dari Check Dam Koto Pulai, Kecamatan Kototangah, Padang-Sumbar. Korban ditemukan Armedi alias Amaik pengambil pasir di daerah setempat.

Jasad Aldo ditemukan sudah mengapung,  terseret air dari bendungan Koto Pulai, korban di temukan di kampuang Tanjuang Limau Puruik Batang Aia Dingin Kecamatan Koto Tangah. Saat ini Jasad dibawa ke RS. Bayangkara untuk dilakukan visum.

Sebelumnya dilaporkan seorang pengunjung Check Dam Koto Pulai, Kecamatan Kototangah, Padang-Sumbar, Senin 2 Januari 2016, hanyut dan hilang sekitar pukul 19.45 WIB.

Korban diketahui bernama Aldo Agrawira Pratama (23) yang merupakan mahasiswa STIE AKBP. Usai mandi-mandi di lokasi yang disebut sebagai 'Air Terjun Niagara Padang' bersama empat orang temannya, korban tidak ditemukan lagi.

Iswandi Muchtar anggota Komisi IV DPRD Padang yang saat itu ada dilokasi mengatakan, pencarian sebelumnya sudah dilakukan sejak Senin(2/1) namun karena debit air cukup tinggi, pencarian korban dihentikan malam harinya.

"Pencarian korban dilanjutkan pukul 09.00 WIB dengan beberapa orang relawan dari FKSB, Basarnas, BPBD, TNI dan pihak kepolisian. Dilakukan penyisiran sepanjang sungai hingga ke Muara Penjalinan. Saat itu debit air masih tinggi dan harus ditunggu beberapa saat, karena dilokasi hilangnya korban tidak memungkinkan untuk dicari dikarenakan lokasi masih banyak material besinya dan sangat berbahaya, " ujar Iswandi Muchtar ketika dihubungi melalui selulernya, Selasa(3/1) siang.

Alhamdulillah sekitar pukul 12.20 WIB, seorang penambang pasir setempat menemukan jasad Aldo yang di temukan di kampuang Tanjuang Limau Puruik Batang Aia Dingin Kecamatan Koto Tangah, saat ini jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk di visum.

Iswandi juga menegaskan, "dengan kejadian ini harusnya masyarakat sadar akan bahaya yang ada di lokasi Check Dam Koto Pulai, Kecamatan Kototangah itu. Masih banyak material besi disana, suatu waktu air dengan debit tinggi bisa saja datang," jelasnya.

Pemerintah juga tidak bisa disalahkan, karena pemko melalui Dinas Pariwisata dan Budaya serta PU,  jauh hari sudah memberikan himbauan dan peringatan baik itu media cetak, elektronik bahkan spanduk yang di pasang dilokasi agar masyarakat tidak mendekati lokasi.

"Lebihlanjut disebutkan, kita minta pemko agar bisa memasang papan larangan yang cukup besar tersebar di beberapa titik disekitar Bendungan Koto Pulai itu. Perlu sosialisasi bersama masyarakat, pemuda setempat agar dapat melakukan semacam teguran dan larangan bagi pengunjung yang datang kesana," sebutnya.

Seperti yang kita ketahui dari masyarakat setempat, memang pengunjung yang datang kebanyakan dari luar, sementara penduduk setempat, pemuda tidak ada yang melakukan kegiatan di lokasi tersebut. Hanya ada beberapa saja masyarakat setempat yang memanfaatkan momen disana.Kita juga minta agar tangga darurat yang dibuat disana agar di bongkar, hal ini yang harus dilakukan masyarakat agar tidak ada lagi yang bisa turun ke bawah Chek DAM Koto Pulai Kecamatan Kototangah tersebut, "ungkap Iswandi.(baim).
Share:

DPRD Kota Padang Tutup dan Buka Masa Sidang

PADANG,SS DPRD Kota Padang laksanakan Paripurna penutupan masa sidang ketiga (September-Desember) tahun 2016 sekaligus
pembukaan masa sidang pertama (Januari-April) 2017, Jum'at (30/12) di Gedung DPRD Kota Padang Jalan Sawahan No.50.

Paripurna itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang, H.Wahyu Iramana Putra didampingi Ketua DPRD Padang H.Erisman, Wakil Ketua DPRD Padang H.Muhidi, MM dan Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah.

Dalam paripurna itu diketahui di DPRD Kota Padang telah menghasilkan enam Peraturan Daerah. Enam Perda yang dihasilkan itu adalah Perda Izin Gangguan, Perda APBD Perubahan 2016, Perda Perlindungan Pohon Pelindung, Perda Pengelolaan Rumah Kos, Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perda APBD 2017.

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra dalam kesempatan itu menyatakan selama masa sidang yang relatif singkat ini, semua alat kelengkapan dewan, khususnya komisi-komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Pembentukan Peraturan Daerah, serta Panitia Khusus telah bekerja efektif sesuai dengan kewenangan masing-masing.

"Selama empat bulan DPRD Padang sudah mengesahkan enam Ranperda menjadi Perda yang diharapkan menjadi acuan di tengah-tengah masyarakat dan pemerintah kota dalam menjalan tupoksinya," ujarnya.

Disamping pentupan dan pembukaan masa sidang, dalam kesempatan itu sekaligus diserahkan laporan reses anggota DPRD Padang pada masa sidang III kepada Walikota Padang. "Laporan reses yang diserahkan merupakan aspirasi yang ditampung anggota dewan dari masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Kami harap pemko dapat menindaklanjutnya," pungkas Wahyu.

Ketua Komisi III DPRD Padang Helmi Moesim meminta pemko untuk segera mensosialisasikan Perda yang telah dihasilkan bersama antara DPRD dan Pemko tersebut ke tengah masyarakat. "Apa yang telah kita buat agar disosialisasikan sehingga bisa menjadi acuan dan aturan di tengah masyarakat untuk dilaksanakan dan dipatuhi," ungkap Helmi.

Sementara Ketua DPRD Padang Erisman berharap apa-apa yang dihasilkan selama masa sidang ketiga diharapkan dapat diaplikasikan dengan baik. Terutama APBD 2017 agar dapat dipergunakan sesuai dengan aturan dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

"Pekerjaan pembangunan agar dipercepat begitu memasuki 2017, baik proses tender maupun pengerjaannya, karena kemarin kita juga sudah menerima hasil evaluasi gubernur terkait APBD 2017. Sehingga dengan mempercepat, maka masyarakat juga akan langsung bisa merasakan manfaatnya," katanya.

Dalam kesempatan itu Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kinerja DPRD selama masa sidang III tersebut yang telah mengesahkan enam Ranperda menjadi Perda. "Keenam Pera itu tentunya akan menjadi acuan Pemko dalam menjalankan tupoksi.

Pemko kedepannya tentu akan memperhatikan aspirasi - aspirasi masyarakat Kota Padang yang telah disampaikan kepada anggota dewan pada Dapil masing- mading melalui reses dewan. Semoga hubungan harmonis kerjasama legislatif dan eksekutif yang baik akan lebih cepat membangun Kota Padang dalam segala bidang, " tutup Mahyeldi.(baim).
Share:

DPRD Kota Padang, Bangkai Kapal Ganggu Keindahan Kota

  
PADANG - Kawasan Sungai Batang Arau Muara Padang, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu Kawasan Wisata Terpadu (KWT) yang merupakan salah satu program unggulan( progul) Pemko Padang

  Saat ini kawasan tersebut memang sudah mulai terlihat tertata baik, seperti trotoar, lampu taman, pedestrian. Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat  membangun pedestrian atau tempat berjalan guna mempercantik pantai di daerah tersebut. "Pedestrian ini dibangun di sepanjang pantai Padang mulai dari Muaro Lasak hingga kawasan Muaro Padang.

    Namun sangat disayangkan, dari pantauan media ini, dikawasan sungai Batang Arau Muaro Padang yang bersinergi langsung dengan KWT Muaro Padang, terlihat kapal tundo, perahu nelayan bahkan kapal pesiar yang dibiarkan pemilik menjadi bangkai atau puing - puing tergeletak dibantaran sungai batang arau.

    Menyikapi anggota Komisi III DPRD Padang, Iswanto Kwara mengatakan, kalau memang kondisi tersebut memang menganggu keindahan di kawasan tersebut, harusnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar)Kota Padang bisa koordinasi dengan Balai Sungai Wilayah V, Pelindo, Dinas Kelautan agar bisa mengakomodir kawasan sungai muaro padang, " ujarnya, Senin(16/1) dari ruang kerjanya.

    Sebelumnya kata Iswanto, pemko kan sudah pernah melakukan kesepakatan dengan dinas terkait untuk penggeruk kawasan sungai batang arau tersebut. Namun kenyataannya Februari 2016 hingga Januari 2017 belum terlaksanakan.

    Dinas pariwisata juga harus memikirkan terkait bangkai kapal yang dibiarkan begitu saja di bantaran sungai batang arau, kerena hal teraebut juga mengganggu pamandangan apalagi disana merupakan Kawasan Wisata Terpadu. Dinas terkait harus bisa memberikan teguran jika memang kondisi kapal sudah tidak bisa digunakan lagi serta bagi pemilik kapal harusnya juga sadar akan hal itu, " pungkas anggota Fraksi PDIP DPRD Padang itu.

    Sementara Wakil Ketua Komisi I DPRD Padang, Wismar Panjaitan mengatakan, pemilik kapal harus bisa menjaga lingkungan disana. Bangkai kapal yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya juga bisa menganggu kapal opersional, transportasi air, serta mengganggu pemandangan pariwisata dikawasan tersebut.

    Lebih lanjut katanya, Dinas terkait harus bisa memastikan terkait surat izin kapal yang ada disana, jika tidak ada izin jangan dibiarkan kapal - kapal tersebut bersandar dikawasan sungai muaro padang. Bagi pemilik yang tidak mengindahkan teguran dari dinas terkait harus dilakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah berhak memusnahkan kapal kapal tersebut, " katanya.

    Hal senada juga disampaikan,Delma Putra anggota Komisi II DPRD Kota Padang, bahwa bagi pemilik kapal harusnya bisa menjaga lingkungan sungai dikawasan itu. Jika memang sudah tak layak lagi, kapal itu kan bisa di bongkar, papan, besi atau puing kapal bisa di manfaat kan untuk yang lain. Pemilik kapal jangan sembarang tempat membiarkan kapal mereka yang bisa mengganggu pemandangan wisata di kawasan Muaro Padang, " tutup Wakil ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang itu. (baim).

   
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.