16 October 2017

sorot sumatera

APBD Agam 2018 Masih Diwarnai Defisit Anggaran

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan di DPRDS Agam
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan di DPRDS Agam


Agam,- APBD Agam tahun anggaran 2018, masih diwarnai defisit, seperi disampaikan Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, Dt. Tumangguang Putiah, saat menyampaikan Nota Keuangan Ranperda Kabupaten Agam, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018, di aula DPRD Agam, Senin (16/10).
Walau demikian, ia mengatakan, tahun anggaran 2018 merupakan tahun yang strategis dalam upaya pencapaian target pembangunan daerah. Pasalnya, 2018 adalah tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.
Tahun anggaran 2018 juga tahun yang penuh tantangan dalam hal penyusunan anggaran, karena sumber penerimaan daerah tidak mengalami peningkatan yang signifikan, dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan.
"Dengan kondisi tersebut, memaksa kita bertindak ekstra hati-hati dalam menyusun rancangan APBD 2018, dan selalu berpedoman kepada dokumen perencanaan yang telah disusun sebelumnya," ujarnya.
Menurutnya, penyusunan APBD tahun anggaran 2018 sepenuhnya mengacu kepada sembilan prioritas pembangunan, yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021, RKPD, dan KUA-PPAS, yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD pada 25 Agustus 2017.
Pada kesempatan itu, Trinda memaparkan secara umum struktur rancangan APBD 2018, yang terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.
Pendapatan daerah pada tahun 2018 diperkirakan Rp1.390.143.453.746.08, yang terdiri PAD Rp106.081.197.746.08, dana perimbangan Rp1.100.136.563.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp183.925.693.000.
Untuk belanja daerah pada tahun 2018 direncanakan sebesar Rp1.415.101.644.896.64, yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp850.815.330.458.64, dan belanja langsung Rp564.286.314.438.
Dengan demikian, porsi anggaran APBD 2018 masih menitik beratkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Ini sejalan dengan target pembangunan yang tertuang dalam RPJM 2016-2021.
Di samping itu, untuk pembiayaan daerah pada 2018 sebesar Rp33.658.191.150.56, berasal dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) pada 2017.
"Dari penjelasan yang disampaikan tersebut, dapat disimpulkan, bahwa anggaran belanja lebih besar dari penerimaan, sehingga defisit dalam rancangan APBD 2018 ditutup dengan SILPA, yang diperkirakan sebesar Rp33.658.191.150.56," ujar wabup.
Mengenai hal tersebut, wabup mengharapkan Ranperda tentang APBD 2018, dapat segera dibahas sesuai dengan tahapan, dan mekanisme yang berlaku, agar dapat disetujui tepat pada waktunya. (MSM). (hms/nng)

sorot sumatera

About sorot sumatera

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :