• Diskominfo Dan Balai Wartawan Studi Koperatif ke pemko Pekanbaru

    Payakumbuh-Ss–Wartawan diberbagai media terbitan sumbar yang tergabung dalam Balai Wartawan Luak Limopuluah, bersama Diskominfo kota Payakumbuh, studi koperatif ke pemko Pekanbaru. Di pekanbaru, rombongan langsung diterima Diskominfo kota Pekanbaru dan langsung dibawa ke ruang pertemuan media centre Balaikota Pekanbaru dan tamu dari kota Batiah ini juga disambut ketua Forum Wartawan Pekanbaru (Fortaru), Rabu (9/5). Rombongan yang berjumlah 72 orang itu dimpimpin langsung Kadis Kominfo kota Payakumbuh, Elvi Jaya ST dan Balai Wartawan Luak Limo Puluah dipimpin Mardjohan.


    Dalam suasana yang penuh kehangatan ini, Elvi Jaya, mengatakan, “sengaja hari ini kami bersilaturrahmi dengan jajaran Diskominfo dan Protokoler Pekanbaru, bagaimana kita melihat hubungan antara Diskominfo dengan Media di kota Pekanbaru ini, saat ini peranan media masa dalam aspek pembangunan sangatlah dibutuhkan. Karena itu, menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah, menjalin sinergisitas dengan media untuk terus menggali potensi informasi demi tercapainya pembangunan daerah kedepan yang lebih baik, ”kata Elvi Jaya di ruang media centre pemko Pekanbaru.


    Studi kooperatif yang kita gelar ini tentunya tidak hanya melihat program pembangunan yang telah berhasil diraih kota Pekanbaru, namun kami ingin belajar bagaimana pemerintah kota Pekanbaru membangun sinergisitas dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk media sebagai pewarta informasi ke tengah-tengah masyarakat, sebut Elvi Jaya.


    Kedatangan tamu dari kota Batiah ini diapresiasi Kadis Kominfo kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra, mengatakan, “Bak gayung disambut kata dijawab, selamat datang di kota Pekanbaru, disini saya akan memperkenalkan kota Pekanbaru, karena tak kenal maka tak sayang, kota Pekanbaru dipimpin oleh Walikota Firdaus MT dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi yang juga terpilih saat pilkada serentak kemarin, sama persis nasib beliau dengan Walikota Payakumbuh, Riza Falepi ST. MT, ”tuturnya.


    Dijelaskan Firmansyah, “kota Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di provinsi Riau, Indonesia. Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di bagian timur Pulau Sumatera, dan termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi dengan luas 632 kilometer persegi. Saat diberlakukan MEA pintu gerbang masuknya adalah kota Pekanbaru. Propinsi Riau tekenal akan sumber daya alamnya yang menghasilkan minyak, tetapi kota Pekanbaru sebagai ibukota Propinsi tidak memiliki potensi menghasilkan minyak. Jadi, PAD yang diperoleh kota ini adalah dari 3 sektor yaitu, perdagangan, jasa dan industri, ”katanya.


    Untuk mengembangkan kota ini sesuai dengan visi Walikota Pekanbaru, “terwujudnya Pekanbaru sebagai  kota Metropolitan yang madani dan memanfaatkan kondisi sosial kemasyarakatan yang agamis. Dan misi kita adalah mewujudkan kota pekan baru sebagai smart city atau kota pintar dengan tata kelola yang modern dan madani, lebih murah dan lebih baik serta pelayanan publik dengan mempergunakan semua teknologi yang ada, ” jelasnya.


    Dalam mewujudkan kota Pekanbaru yang smart city ini, Diskomnifo berada di garda terdepan, ujung tombak dalam percepatan perkembangan kota pekanbaru kedepan. Semua pengembangan harus berbasis IT, seperti menciptakan budaya digital terhadap masyarakat, informasi publik dengan media, pelayanan yang terkait dengan telekomunikasi dan infrastruktur pelayanan telekomunikasi.


    Anggaran kominfo kota Pekanbaru tidak begitu besar untuk bermitra dengan media, untuk itu kami berpikir bagaimana melakukan verifikasi anggaran yang sudah mengecil ini. Sesuai dengan Kepres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang / jasa pemerintah, pengadaan barang / jasa pemerintah yang efisien, terbuka dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan barang/jasa yang terjangkau dan berkualitas, sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik, untuk mewujudkan pengadaan barang/jasa pemerintah perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan barang/jasa yang sederhana, jelas dan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik, sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif bagi para pihak yang terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah dan perlu menetapkan peraturan Presiden tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, jelas Firmansyah.


    Untuk itu kami adakan verifikasi dan seleksi media karena keterbatasan anggaran, karena media ini termasuk belanja barang dan jasa yang mesti melalui mekanisme pengadaan. Idealnya kita ingin bekerjasama dengan semua media di kota Pekanbaru tetapi dengan anggaran yang terbatas, tidak memungkinkan kita melakukan kerjasama dengan semua media. Untuk itu kita lakukan seleksi, sehingga nanti media yang lulus seleksi ini adalah media yang beruntung. Hal ini bukan berarti mereka yang lulus seleksi ini lebih baik daripada yang tidak lulus seleksi. Seleksi adalah penyesuaian terhadap anggaran yang terbatas, tuturnya.


    “Untuk itu, pemko Pekanbaru melalui Diskominfo kota Pekanbaru, mempunyai kewajiban dengan melakukan pembinaan verifikasi terhadap jurnalistik media yang professional dan salah satu mitra strategis pemerintah mewujudkan pembangunan adalah media, karena kita butuh peran serta dan partisispasi masyarakat dalam mendukung program – program pemerintah melalui media, ”terang Firmansyah.

    Kunjungan Diskominfo kota Payakumbuh dan Balai Wartawan Luak Limo Puluah diakhiri dengan pertukaran cendramata dengan Diskominfo kota Pekanbaru. (Bayu)