Kasatpol PP Devitra : Peran Aktif Masyarakat Sangat Diharapkan Dengan Membuat Aturan Kelurahan

Payakumbuh,SS-Polisi Pamong Praja selaku institusi penegakan Perda kembali melakukan Operasi rutin, dipimpin langsung oleh Kasatpol, Devitra, S.Sos, M.Si, pada Rabu malam (12/4) dan berhasil mengamankan 4 orang remaja asal mungka dengan minuman keras di depan pondok promosi, Ngalau Indah Payakumbuh. 

Operasi tidak berhenti sampai disitu saja dan pada jam 01. 30 dini hari juga berhasil mengamankan sepasang remaja asal limbukan dan bonai payolansek, sedang pacaran dan juga  minum minuman keras. Seluruhnya dibawa ke kantor PolPP, balai kota baru ex lapangan Poliko Payakumbuh untuk didata, selanjutnya orang tua masing-masing remaja tersebut dipanggil serta menandatangani pernyataan. 

Devitra, saat dihubungi terkait upaya pencegahan meningkatnya kasus-kasus pelanggaran Perda ini menjelaskan "Upaya preventif atas pelanggaran menurut SOP Satpol PP dilakukan sudah sesuai permendagri No 54  tahun 2012 ada yang disebut dengan tindakan non yustisi" 

"Tindakan non yustisi ini dengan langkah tindakan ; pelaku membuat surat pernyataan berlaku dalam jangka waktu 15 hari, kalau masih kedapatan melanggar Perda diberikan surat teguran pertama yang berlaku 1 minggu, teguran kedua berlaku 3 hari dan teguran ketiga yang berlaku 3 hari, kemudian dilanjutkan dengan penyidikan untuk diproses dipengadilan" tambah Devitra yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Kesra Setdako ini. 

Devitra mengatakan, agar upaya preventif ini datang pula dari masyarakat terutama kanagarian, "peran aktif masyarakat sangat diharapkan misalnya dengan membuat aturan dilingkungan Kelurahan atau lingkup nagari, sehingga di kelurahan atau nagari bisa mencegah pelanggaran sesuai kesepakatan. Namun sampai saat ini hal tersebut belum terwujud sempurna" jelas Devitra. (Bayu)