Bupati Tanah Datar Beribantuan Bencana Alam Limapuluh Kota

TANAH DATAR- Bantuan berupa uang berjumlah Rp. 25 juta dan logistik lainnya berupa air mineral 200 dus, mei instan 158 dus, biscuit 100 dus, dan pakaian layak pakai 8 paket, diterima langsung oleh Wakil Bupati 50 Kota Ferizal Ridwan di halaman depan kantor bupati.


Setelah menyerahkan bantuan untuk korban banjir dan longsor Bupati beserta rombongan terus bergerak menuju Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo untuk mengunjungi rumah duka keluarga Yogi (24) dan Teja (17) yang merupakan 2 dari 6 korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di kecamatan pangkalan beberapa waktu yang lalu.


Kedatangan Bupati Irdinansyah dan rombongan ke rumah duka dalam rangka untuk menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada pihak keluarga dan sekaligus menyerahkan santunan senilai Rp. 5 juta untuk masing-masing korban.


Bupati Irdinansyah didampingi oleh Asisten Pemerintahan Muklis, Kepala BPBD Indra Kesuma dan Kabag Humas Syahril menyampaikan bantuan yang disalurkan untuk korban merupakan sumbangan yang dikumpulkan melalui Dinas Sosial dari seluruh ASN dilingkungan Pemda Tanah Datar, jajaran Kemenag, pelajar dan mahasiswa.


Dia berharap bantuan yang diberikan ini bisa membantu meringankan beban bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di kecamatan Pangkalan. Selain itu Irdinansyah juga menghimbau agar para korban dapat bersabar dan bertawakal atas musibah ini. Ini merupakan musibah yang datang dari Allah SWT, pasti ada hikmahnya dibalik musibah ini, untuk itu kita harus tabah dan ikhlas untuk menerimanya, kata Irdinansyah.

Sementara Wabup 50 Kota Ferizal Ridwan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan untuk korban dan berjanji akan segera mendistribusikannya. Saat ini sekecil apapun bantuan yang diberikan sangat berarti untuk membantu saudara kita yang sedang ditimpa musibah, pungkasnya. Dilain pihak perwakilan keluarga Alm. Yogi dan Teja kepada Bupati mengucapkan terimakasih karena telah datang mengunjungi rumah duka. (Humas/hp)