Benni Warlis : Peran Ninik Mamak Masih Dominan Di Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH,SS-Walaupun kota, tapi falsafah ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah), tetap menjadi pedoman dalam membangun Kota Payakumbuh. “ Peran ninik mamak masih dominan dalam ikut membangun Payakumbuh,” ungkap Sekda Kota Payakumbuh, Benni Warlis, dalam program ‘Kurenah Kito, Baiyo-iyo Mangko Salasai”, kerjasama Dinas Kominfo Kota Payakumbuh dengan RRI Pro 1 Bukittinggi, di halaman Kantor Walikota Payakumbuh, Rabu (22/3) lalu.
 

Di kota ini, ninik mamaknya masih bangga mamakai saluak. Bundo kanduangnyo masih bangga mamakai tikuluak. Pun peran tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan sangat terasa.Program yang mengambil topik “Tata Kelola Pemerintahan Menurut Aturan yang Berlaku”, sesuai dengan visi dan misi Walikota Payakumbuh, menciptakan masyarakat Payakumbuh yang maju dan sejahtera berdasarkan ABS-SBK, maka penekanan pada basandi kitabullah adalah hal yang penting, sebut Benni.
 

“Kalau urang kini menyebutnya dengan inteletual, emosional, dan spritual. Jadi katiko aparatur, masyarakat, sadonyo, lai takuik jo nan satu, insyaallah aturan ko akan dijalankan. Itu dimulai dari aparatur. Mulai dari Walikota, Sekda,dan Kepala-kepala OPD. Kini, sekali sepekan kami, Jum’at pagi, kami keliling masjid. Namonyo Gerakan Subuh Berjamaah. Ini menjadi kekuatan agar aparatur takuik ka nan satu.” jadi ketika seorang aparatur pergi ke kantor, niatnya adalah ibadah. Di kantor, sewaktu apel pagi, berdoa dulu. Di samping adanya wirid-wirid sekali sepekan, untuk pembinaan aparatur dari segi nilai-nilai, jelas Benni.
 

Mengenai intelektual, emosional, dan spritual tadi, Sekda Kota Payakumbuh Benni Warlis, menjawab pertanyaan tambahan Mak Lembang -- moderator dalam acara live tersebut -- menjelaskan bahwa walaupun seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil)walau tidak memakai saluak, bukan bergelar haji, tapi dalam dirinya prinsip tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan itu perlu ada. PNS selain sebagai cendekiawan, juga berperilaku seperti ninik mamak, serta memiliki keyakinan bahwa apa yang diperbuatnya dilihat oleh Allah. Kalau yang tiga tadi sudah duduk, maka amanlah negeri ini. (Bayu)