Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ March 2017 ~ Sorot Sumatera

Padang Akan Jalin Kerjasama Dengan Universitas Suzhou

 Padang-Kota Padang, Sumatera Barat melakukan rencana kerja sama dengan Universitas Suzhou, selaku perguruan tinggi ternama di Kota Suzhou, Provinsi Anhui, Republik Rakyat Cina (RRC). Sebagaimana upaya kerja sama tersebut dilakukan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan terkait di bidang pendidikan dan pelatihan.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Dan upaya kerja sama antara Padang-Suzhou katanya, telah mulai dirancang dan dijajaki sejak empat tahun terakhir. Dimana pada 2015 lalu ia telah melakukan kunjungan ke Kota Suzhou. Sementara di 2016, Walikota Suzhou yang melakukan kunjungan balasan ke Kota Padang sekaitan menghadiri Kuliah Umum di Universitas Andalas (Unand).

”Sekarang delegasi dari Universitas Suzhou telah memenuhi undangan Pemko Padang dalam rangka kunjungan lanjutan guna menjajaki kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Padang dan juga Universitas Andalas. Kerja sama ini didahului oleh Letter of Intent (LoI), semoga nantinya bisa ditindaklanjuti dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) dari  kedua belah pihak,” sebut Mahyeldi dalam pertemuan yang dilangsungkan kedua belah pihak di salah satu restoran di Padang, Rabu (29/3/2017) malam kemarin.

Mahyeldi juga menyebutkan, atas nama Pemko Padang berharap hubungan antar dua kota ini (Indonesia-RRC) terus berjalan dengan baik.

"Sehingga kita harapkan tak hanya di bidang pendidikan dan pelatihan saja, namun kalau bisa juga dapat berlangsung di bidang yang lain seperti pariwisata, perdagangan dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Rektor Universitas Suzhou Mr. Liang Qi selaku mewakili rombongan menyebutkan, pihaknya sangat menyatakan keinginan agar terciptanya kerjasama antara dua institusi tersebut dengan memperhatikan asas kesetaraan dan manfaat bagi masing-masing pihak ke depan.

“Kerjasama ini sesuai dengan Undang-undang (UU) dan peraturan yang berlaku bagi kedua negara yakni dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Semoga, hubungan baik ini terus terjalin sehingga saling memberikan dampak positif bagi kedua pihak hingga masa-masa yang akan datang,” kata Liang Qi melalui penerjemahnya Kartono didampingi empat orang rekannya.

Dalam penandatangan LoI tersebut, dilakukan oleh Wakil Rektor Universitas Suzhou Mr. Liang Qi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius. Momen rencana kerja sama ini disaksikan Walikota Padang beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang dan rombongan dari delegasi Universitas Suzhou.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak saling menyerahkan cendera mata. Walikota bersama Kepala Dinas Pendidikan dan beberapa pimpinan OPD yang hadir pun juga dihadiahi berbagai jenis oleh-oleh khas dari negeri tirai bambu tersebut.Sumber Online Group(*)
Share:

KSB Gunung Pangilun Siap Mendukung Program Kelurahan Cerdas Bencana

Padang-Kota Padang merupakan salah satu daerah yang rawan dari bencana baik gempa bumi, longsor, banjir bandang, angin kencang dan lainnya. Oleh karena itu, perlu penerapan sebuah konsep bagi masyarakat agar mampu untuk cepat tanggap serta bijak dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi.

 “Kita akan terus menerapkan konsep-konsep demi memberikan kenyamanan, kesiap-siagaan serta menghilangkan rasa trauma pasca bencana terjadi bagi masyarakat,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Edi Hasymi sewaktu menerima kunjungan Lurah Gunung Pangilun Andi Amir beserta pengurus Kelompok Siaga Bencana (KSB) Gunung Pangilun di kantornya, Rabu (29/3/2017).

 Edi menyebutkan, dalam menyikapi bencana memang memerlukan konsep sebagai edukasi yang dilanjutkan dengan sosialisasi. Dan dalam menyosialisasikannya kata Edi, diutamakan bagi kawasan keramaian seperti halnya pasar, mall, sekolah-sekolah dan lainnya. Sebagaimana Kota Padang cukup banyak sekali sekolah-sekolah yang berada di "zona merah".

Sehingga perlu adanya sosialisasi tentang kebencanaan kepada masyarakat serta warga sekolah. “Dari survey yang telah kita lakukan, memang masih banyak masyarakat kita yang belum paham terhadap masalah kebencanaan. Atau kira-kira hanya sekitar 30 persen saja yang mungkin paham,” ujarnya.

 Lebih lanjut katanya lagi, menyikapi itu pihaknya bersama KSB serta organisasi kebencanaan lainnya akan terus menyosialisasikan maupun secara "door too door" ke rumah-rumah masyarakat. Sehingga masyarakat akan memiliki ilmu pengetahuan dan tahu apa yang harus dilakukan sewaktu terjadi dan pasca bencana.

 “Maka itu, kita sudah meluncurkan Program Padang Masyarakat Cerdas Bencana, Sekolah Cerdas Bencana dan nantinya akan dilanjutkan dengan Kelurahan Cerdas Bencana. Alhamdulillah, pelaksanaannya terus berjalan dengan dibantu oleh Dinas Sosial, berbagai LSM seperti Kogami, KSB, Sibad, RPB, PMI dan lainnya.

Semoga saja dengan itu dapat mengurangi risiko sewaktu terjadi bencana di kota ini,” imbuh Edi.

 Sementara itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir bersama KSB Gunung Pangilun sangat menyambut baik adanya program BPBD Padang yakninya membuat Kelurahan Cerdas Bencana di Padang.

 Kelurahan Gunung Pangilun pun kata Andi, menyatakan siap untuk menjadi kelurahan cerdas bencana karena sangat penting bagi keselamatan masyarakat.

 “Maka itu kita di Gunung Pangilun, akan melakukan penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. Selanjutnya memasang himbauan tentang cerdas bencana di pusat-pusat keramaian seperti di masjid-masjid, sekolah, kantor pemerintah dan swasta serta disusul di rumah-rumah warga.

 Kita berharap, warga kita yang tinggal tidak jauh dari pantai ini bisa selamat dan tahu apa yang dilakukan ketika bencana terjadi,” bebernya bersemangat. Sumber Onliune Group.(*)
Share:

Padang, Polisi Pamong Praja Punya Khusus Beri Pelaku Efek Jerah

Padang-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memiliki trik khusus untuk memberi efek jera kepada pelaku maksiat. Diantaranya yakni tes HIV / AIDS dan diantar pulang ke rumah dengan mobil patroli."Ya, terhitung 1 April 2017 nanti, setiap pelaku maksiat yang terjaring razia akan diberi sanksi yakni tes HIV / AIDS dan diantar pulang dengan mobil patroli kita," ungkap Kepala Satpol PP Kota Padang, Dian Fakri, Rabu (29/3).

Dian mengaku, trik ini dilakukan agar pelaku maksiat merasa malu dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Dikatakannya lagi, pelaku maksiat yang sudah sering terjaring atau positif terjangkit HIV / AIDS akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina.
"Kita tidak ingin ada yang berbuat maksiat di manapun di Padang ini," tegas Kasatpol PP.
Dian berharap perhatian, dukungan dan pembinaan dari orangtua, guru, dan seluruh elemen masyarakat kepada generasi muda Padang saat ini. Sebab, Satpol PP selama ini hanya membina mereka yang menyimpang selama 1 x 24 jam saja.

"Kita hanya punya waktu 1 x 24 jam untuk membina mereka. Sebelumnya tentu kita mengharapkan perhatian dari lingkungan terdekat seperti orangtua dan lainnya agar anak kemenakan kita tidak berbuat maksiat,"

 harapnya.Dian mengimbau kepada seluruh generasi muda Kota Padang agar terjauh dari perbuatan menyimpang dan melanggar. Remaja di Kota Padang diharapkan menjadi pionir perubahan.
"Sekarang tidak zamannya lagi bermaksiat ria. Berkaryalah, malulah. Yang lain sudah bicara jihad, kebangkitan Islam, kita masih juga memikirkan melakukan yang haram, malulah," tukasnya.

Sementara, Dian Fakri menegaskan bahwa kawasan Bukit Lampu sudah tidak lagi "gelap" dan digunakan sebagai lokasi maksiat. Sejak dilakukan razia besar-besaran oleh Satpol PP Kota Padang beberapa waktu lalu, tak ada lagi pondok baremoh tempat memadu kasih."Sekitar 134 pondok sudah kita bongkar. Sekarang kawasan itu sudah tidak lagi jadi tempat maksiat," tukuknya. Sumber Online Group. (*)
Share:

Pemerintah Kota Padang Gencar Cegah Pekat

Padang-Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti narkoba, "miras", judi dan sebagainya merupakan gejala sosial yang harus ditanggulangi secara bersama. Apabila dibiarkan dan tidak dilakukan upaya-upaya pencegahannya, tentu masalah ini semakin rumit dan dikhawatirkan semakin mewabah di tengah kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesra menyikapinya dengan menggelar Sosialisasi Pekat dengan diikuti sebanyak 210 orang yang terdiri dari utusan remaja masjid di 11 kecamatan se-Kota Padang.

Walikota diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Suardi menyampaikan, berdasarkan informasi dari media massa akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan dengan banyaknya ditemukan berbagai jenis Pekat yang dilakukan masyarakat khususnya generasi muda di Kota Padang.

"Hal ini tidak boleh kita biarkan, karena dapat merusak masa depan generasi muda kita ke depan," imbaunya sewaktu membuka secara resmi sosialisasi yang dilangsungkan di Gedung LK2S Sumbar, Rabu (29/3/2017).

Suardi melanjutkan, ia mengharapkan peserta sosialisasi dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan penguatan yang didapat dari beberapa narasumber selama mengikuti sosialisasi.

"Untuk penanggulangan masalah Pekat ini, membutuhkan sinergi dari semua unsur karena tidak cukup pemerintah saja. Mari kita semua memerangi dan menghindarinya demi keutuhan dan masa depan bangsa ke depan,” imbuh mantan Kepala Dispora Padang itu.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kesra Jamilus mengatakan dalam sosialisasi Pekat ini mengangkat tema keutuhan negara dan masa depan bangsa terletak di pundak generasi muda agar terbebas dari pekat. Menurutnya, penanggulangan Pekat harus dilakukan secara intens agar tidak bisa berkembang di tengah-tengah masyarakat khususnya generasi muda.

“Semoga melalui sosialisasi ini para generasi muda kita semakin kompak dan bersama-sama ikut  menyosialisasikannya di tengah-tengah masyarakat. Jadi itu harapan kita, bagaimana Pekat ini terus kita tekan. Karena apabila semua unsur berupaya memeranginya, Insyaallah Pekat dapat dicegah dikota ini,” harapnya.

Selanjutnya Kata Jamilus lagi, sosialisasi ini dilangsungkan selama dua hari, Rabu-Kamis (29-30/3/2017) yang dibagi dengan dua shift. Sementara untuk narasumber diantaranya dari pihak MUI Sumbar dengan materi bahaya narkoba dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda, dari Polresta Padang tentang Pekat dan cara penanggulangannya, lalu Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang tentang dampak pergaulan bebas terhadap penyebaran penyakit HIV dan AIDs serta Bagian Kesra masalah dampak pekat bagi pembangunan kota.

“Kita berharap, sosialisasi ini sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Sehingga Pekat semakin ditekan dan kalau bisa tidak ada lagi di Kota Padang ini,” tukas Jamilus mengakhiri.(*)
Share:

Pemkab Pati Disambut Staf Ahli Perekonomian

 Padang-Kedatangan rombongan Pemkab Pati disambut Staf Ahli Walikota bidang Perekonomian dan Pembangunan, Afrizal Khaidir di ruang kerjanya di Balaikota, Rabu (29/3). Pemkab Pati diantaranya membawa Wakil Ketua DPRD setempat H. Hardi, Ketua Komisi D DPRD Pati Mussalam, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sigit Hartoko, dan lainnya.
Dalam kunjungan itu terungkap bahwa rombongan Pemkab Pati Datang ke Padang untuk menyigi sektor pengelolaan pariwisata.
"Kedatangan kami ingin mengetahui bagaimana pengelolaan pariwisata dan lainnya," ungkap Mussalam.
Selain itu, Pemkab Pati juga ingin mengetahui tentang 'sport tourism' Kota Padang. Termasuk pengembangan pelatihan pelajar daerah dan pemuda pelopor.

"Kami juga ingin mengetahui tentang pengelolaan keolahragaan dan kepemudaan," tambah Sigit Hartoko.
Menjawab itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang diwakili Kabid dinas tersebut Jet Peri menyebut bahwa penataan objek wisata di Kota Padang tidak saja dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Akan tetapi "dikeroyok" oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kita juga punya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang di-SK-kan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang," ujarnya.

Jet Peri menyebut, desa wisata yang dipunyai di Padang dikelola dengan baik oleh masyarakat. Desa wisata juga berkontribusi besar kepada Pemko Padang.
Afrizal Khaidir menambahkan sebenarnya antara investasi pariwisata dengan yang diperoleh tidaklah berimbang. Namun efek lain seperti perhotelan dan restoran justru diharapkan dan menjadi penyumbang terbesar bagi pemasukan kas Pemko Padang.

Terkait pengelolaan keolahragaan dan kepemudaan, Afrizal Khaidir menyebut bahwa Padang terus intens memerhatikan olahraga dan pemuda. Bahkan Afrizal Khaidir mengajak langsung rombongan mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang di kawasan GOR H. Agus Salim. Setelah itu mendatangi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang letaknya tak jauh dari Dispora.

"Setelah pertemuan ini kita bisa melihat langsung ke dua kantor tersebut," ujarnya.
Afrizal Khaidir pada kesempatan itu menyampaikan visi dan misi Walikota Padang. Termasuk program unggulan lima tahun Mahyeldi - Emzalmi. Di penghujung acara, kedua daerah saling bertukar cenderamata. Sumber Online Group.(*)

Share:

Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah Untuk Tahun Depan Dilakukan Secara Online

Payakumbuh,SS-Proses perencanaan pembangunan kota Payakumbuh tahun 2018 telah dimulai. Berbeda dari tahun sebelumnya, perencanaan pembangunan untuk tahun depan itu, berbasis elektronik atau dilakukan secara online. Perencanaan berbasis elektronik (e-planning) adalah suatu upaya peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah, agar menjadi lebih transparan, efektif, efisien, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kota Payakumbuh, Rida Ananda, diruang kerjanya pada Rabu (22/3) lalu.

Lebih lanjut Rida menjelaskan, proses e-planning dimulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kelurahan. Hasil dari musrenbang kelurahan dimasukkan admin e-planning kelurahan ke sistem, berupa 20 usulan yang terdiri atas 15 prioritas dan 5 cadangan. Selanjutnya, usulan yang sudah terekam tersebut dibahas di musrenbang kecamatan untuk menentukan 10 prioritas dari setiap kelurahan.

“Jadi kalau dalam satu kecamatan terdapat 9 kelurahan, berarti terdapat 90 prioritas kecamatan. Prioritas-prioritas ini ditinjau OPD bersama tim investigasi untuk menentukan apakah usulan yang dimaksud layak untuk disetujui atau ditolak secara teknis. Disetujui atau ditolak, dibahas dalam forum OPD”, terang Rida.

Salah satu kelebihan e-planning, kata Rida, sangat terasa dalam Forum OPD, yang baru saja usai digelar tiga hari sejak Senin (20/3) kemarin. Melalui sistem e-planning, para peserta yang terdiri dari jajaran perangkat daerah dilingkungan kota Payakumbuh, delegasi kecamatan dan tokoh masyarakat, dapat mengetahui dengan mudah usulan yang ditolak dan diterima. Sehingga lebih memudahkan diskusi dan pencapaian kesepakatan.

“Delegasi masyarakat yang mempertanyakan usulan yang hilang bisa ditelusuri dengan cepat melalui sistem. Seperti tadi ada yang mempertanyakan tentang pembangunan kantor kelurahan yang tidak terdapat dalam prioritas OPD Pekerjaan Umum. Ternyata setelah ditelusuri lewat sistem, pembangunan kantor dimaksud sudah masuk OPD kecamatan, dan sudah dibahas pada hari Senin dibidang Sosial Budaya”, jelasnya. (Bayu)
Share:

Benni Warlis : Peran Ninik Mamak Masih Dominan Di Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH,SS-Walaupun kota, tapi falsafah ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah), tetap menjadi pedoman dalam membangun Kota Payakumbuh. “ Peran ninik mamak masih dominan dalam ikut membangun Payakumbuh,” ungkap Sekda Kota Payakumbuh, Benni Warlis, dalam program ‘Kurenah Kito, Baiyo-iyo Mangko Salasai”, kerjasama Dinas Kominfo Kota Payakumbuh dengan RRI Pro 1 Bukittinggi, di halaman Kantor Walikota Payakumbuh, Rabu (22/3) lalu.
 

Di kota ini, ninik mamaknya masih bangga mamakai saluak. Bundo kanduangnyo masih bangga mamakai tikuluak. Pun peran tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan sangat terasa.Program yang mengambil topik “Tata Kelola Pemerintahan Menurut Aturan yang Berlaku”, sesuai dengan visi dan misi Walikota Payakumbuh, menciptakan masyarakat Payakumbuh yang maju dan sejahtera berdasarkan ABS-SBK, maka penekanan pada basandi kitabullah adalah hal yang penting, sebut Benni.
 

“Kalau urang kini menyebutnya dengan inteletual, emosional, dan spritual. Jadi katiko aparatur, masyarakat, sadonyo, lai takuik jo nan satu, insyaallah aturan ko akan dijalankan. Itu dimulai dari aparatur. Mulai dari Walikota, Sekda,dan Kepala-kepala OPD. Kini, sekali sepekan kami, Jum’at pagi, kami keliling masjid. Namonyo Gerakan Subuh Berjamaah. Ini menjadi kekuatan agar aparatur takuik ka nan satu.” jadi ketika seorang aparatur pergi ke kantor, niatnya adalah ibadah. Di kantor, sewaktu apel pagi, berdoa dulu. Di samping adanya wirid-wirid sekali sepekan, untuk pembinaan aparatur dari segi nilai-nilai, jelas Benni.
 

Mengenai intelektual, emosional, dan spritual tadi, Sekda Kota Payakumbuh Benni Warlis, menjawab pertanyaan tambahan Mak Lembang -- moderator dalam acara live tersebut -- menjelaskan bahwa walaupun seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil)walau tidak memakai saluak, bukan bergelar haji, tapi dalam dirinya prinsip tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan itu perlu ada. PNS selain sebagai cendekiawan, juga berperilaku seperti ninik mamak, serta memiliki keyakinan bahwa apa yang diperbuatnya dilihat oleh Allah. Kalau yang tiga tadi sudah duduk, maka amanlah negeri ini. (Bayu)
Share:

Pemerintah Kota Padang Lakukan Evaluasi dan Koordinasi Dengan Masyarakat

Padang- Mediasi yang dilakukan antara Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah bersama pihak HBT, HTT, Klenteng See Hin Kiong dan Katedral Santo Yusuf. Pemerintah Kota Padang lakukan evaluasi dan koordinasi dengan masyarakat kawasan Pondok terkait lokasi krematorium yang dikelola oleh organisasi kematian Himpunan Bersatu Teguh (HBT) di Jalan pasar borong III Padang Selatan yang diduga berada di lokasi padat penduduk.

Mahyeldi menjelaskan, seluruh pihak dalam pertemuan tersebut sepakat untuk menghentikan operasional krematorium yang berada di Jalan Pasar Borong III Kecamatan Padang Selatan tersebut sampai ada keputusan tetap.

Terkait lokasi akan dirapatkan dalam pertemuan yang akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan dan untuk sementara pengelolaan krematorium ini akan dipegang oleh Klenteng See Hin Kiong, "ujar Wali Kota dalam mediasi yang dilakukan di Palanta Kediaman Dinas Wako Padang Jl. Ahmad Yani Kota Padang, Senin (27/3).

Ia mengatakan krematorium ini merupakan kebutuhan warga kota sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk memfasilitasinya. Untuk itu terkait tempat yang akan dijadikan lokasi krematorium, kita juga mengajak masyarakat sekitar kawasan pondok untuk mencari solusi terkait lokasi krematorium. Akan kita musyawarahkan hal ini dan tidak akan melanggar aturan yang ada, " ungkap Mahyeldi.

Sementara Kabid Organisasi Hok Tek Tong (HTT) Albert Hendra Lukman mengatakan pihaknya telah bersepakat untuk lokai krematorium tidak lagi dilaksanakan di lokasi padat penduduk.

Dalam hal ini Albert menegaskan, bahwa berdasarkan pertemuan dengan petinggi-petinggi beserta masyarakat Tionghoa Kota Padang pada Minggu( 26/3) lalu, telah mengeluarkan suatu kesepakatan terkait krematorium ini.

"Persoalannya, ini tidak berbicara antara organisasi HBT dan HTT di Padang. Tapi, berbicara persoalan masyarakat Tionghoa di Padang serta mendukung kerukunan umat beragama. Pada prinsipnya masyarakat etnis tionghoa di Kota Padang lebih mengepentingkan kerukunan umat beragama, " tegas Albert.

Semuanya telah selesai tidak ada lagi persoalan ini dan itu. Hal ini jelas tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 1987 terkait pemakaman. Dimana dalam regulasi tersebut menyebutkan bahwa krematorium tersebut harus berada di tempat pemakaman umum dan jauh dari rumah penduduk.

"Intinya dalam musyawarah ini kami tidak ingin ada polemik yang menyebabkan kerusakan kerukunan umat beragama di kawasan Pondok yang telah lama terjaga," kata Albert.

Sebelumnya,  sudah terjadi dua kali aksi yang dilakukan pada Senin 20 dan 22 Maret 2017 lalu, jamaah masjid dan massa aksi yang tergabung dalam Kelompok Majelis Masyarakat Minangkabau Kota Padang.

Kami kembali melakukan aksi protes ini karena belum ada solusi dari persoalan yang telah berlarut- larut, kami ingin tidak ada lagi prosesi kremasi dilakukan di tempat ini, silahkan prosesi ini dilakukan di lokasi lain yang telah ada seperti kawasan Bungus dan Gunung Padang," kata orator aksi Irfianda Abidin, dalam aksi di depan. Sumber Online Group.(*)
Share:

Sekdako Payakumbuh, Perlunya Sinergi beri Pelayanan Terbaik Pada Masyarakat

PAYAKUMBUH,SS-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) cabang Payakumbuh adakan pertemuan dan diskusi dengan forum komunikasi para pemangku kepentingan utama tingkat kota Payakumbuh dalam rangka sinergi pelaksanaan program jaminan kesehatan diAula Hotel Kolivera Sicincin, Payakumbuh Timur, Selasa (21/3) lalu.Hadir, Sekretaris Daerah Benni Warlis, Kadis Kesehatan Elzadaswarman, Kadis sosial Idris,Direktur RSUD Adnan WD Efriza Naldi, Kepala Cabang BPJS Payakumbuh, BUMN dan BUMD serta OPD dan lainnya.

Dalam sambutan pembukaan forum tersebut, Sekretaris Daerah Benni Warlis yang juga selaku Ketua Forum Pemangku Kepentingan Utama, mengatakan, bahwa forum komunikasi ini berfungsi untuk melaksanakan advokasi kepada unsur pemerintah, membangun kemitraan dengan  pihak lain, dan memberikan masukan dalam rangka perbaikan program jaminan kesehatan. "Kemudian memberikan saran, pendapat dan masukan terhadap pelaksanaan program jaminan kesehatan dimasa yang akan datang", sebut Sekdako Benni Warlis.

“Saat ini penduduk kota Payakumbuh telah mendekati 130ribu jiwa, dan menurut data dari BPJS Kesehatan masih ada sekitar 15,45% atau sekitar 19.998jiwa yang belum tercover jaminan kesehatannya, ” sebutnya.

"Penduduk yang belum tercover BPJS Kesehatan bisa jadi dari kalangan siapa saja, bisa dari kalangan pegawai pemerintah non pegawai negeri, santri, mahasiswa, penghuni lapas, penduduk yang baru pindah atau masyarakat ekonomi lemah lainnya", terangnya.

Selanjutnya Benni Warlis mengajak seluruh pihak baik itu BUMN, BUMD bersama-sama pemerintah daerah untuk bersinergi memberikan solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi seperti penyaluran bantuan CSR untuk bidang kesehatan dan lain sebagainya.

"Sinergitas itu mudah untuk diucapkan namun dilapangan masih terdapat masalah-masalah yang dihadapi, kuncinya adalah duduk bersama, tekad yang sama, niat yang sama, untuk mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat", ajak Sekdako Benni Warlis.Diakhir sambutannya, Benni Warlis sekali lagi menekankan perlunya sinergitas setiap pemangku kepentingan utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat. Dipenghujung acara pembukaan, diserahkan pula secara simbolis Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Kepala BPJS Dahidin kepada Sekretaris Daerah Benni Warlis, serta penandatanganan kerjasama pendistribusian KIS antara Kepala Dinas Sosial Idris dan BPJS untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang kurang mampu di Kota Payakumbuh. (Bd)
Share:

Bunda Paud Payakumbuh, Serahkan Bantuan Tempat Bacaan Masyarakat

PAYAKUMBUH,SS-Bunda Paud Kota Payakumbuh, Henny Riza Falepi, serahkan secara simbolis bantuan untuk Tempat Bacaan masyarakat (TBM) berupa komputer sebanyak 3 (tiga) unit,sumbangan dari Coca Cola Foundations.

Kali ini yang beruntung adalah TBM PadangTangah Balai Nan Duo dan TBM Tigo Koto Dibalai. Masih lemah dan rendahnya minat baca masyarakat dewasa ini,menjadi tantangan bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh.

“Perlu dilakukan terobosan-terobosan agar dapat menarik masyarakat untuk keperpustakaan dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada, seperti internet misalnya, maupun beberapa kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan ini,” sebut Walikota Payakumbuh, diwakili KepalaDinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh,  Ir. Zulinda Kamal, ketika membuka kegiatan publikasi dan sosialisasi minat baca, di halaman kantor setempat, Selasa (21/3)lalu.

Posisi Indonesia dalam minat baca, berada di urutan ke-60dari 61 negara. Kalau posisi ini tidak diangkat, bagaimana Indonesia ke depan. “Jadi, mari kita ajak anak-anak kitauntuk secara berkala mengunjungi perpustakaan,” ajak Zulinda.

Dijelaskannya, keberadaan sebuah perpustakaan di lingkungan masyarakat adalah merupakan satu indikator tingkat kemajuan masyarakat sekitarnya.Sehingga perlu diciptakan hubungan yang erat, saling membutuhkan, dan saling melengkapi di antara keduanya.

“Peran perpustakaan adalah memberi informasi kepada masyarakat serta membantu dalam pencarian informasi dan membuka pikiran masyarakat. Perpustakaan adalah satu tempat sumber informasi, tempat belajar,dan merupakan agent of change (agenperubahan),” terang Zulinda.

Sementara itu ketua panitia Zulrefrijuga Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, mengatakan, Mengangkat tema “Melalui Publikasi dan Sosialisasi MinatBaca Kita Optimalkan Manfaat Perpustakaan Daerah Bagi masyarakat” , selama tiga hari (21-23/032017), dilangsungkan Lomba Mewarnai untuk Anak TK, Lomba Bercerita untuk Tingkat SMP, dan Penulisan Artikel untuk SMA dan Mahasiswa. “Sampai saat ini, telah ada 9(sembilan) TBM kelurahan di Kota Payakumbuh, yang memperoleh bantuan dari yayasan tersebut,” kata Zulrefri. (Bayu Denura)
Share:

Pemko Payakumbuh Dialog Tata Kelola Masyarakat Dan Pemerintahan Yang Bersih

PAYAKUMBUH,SS-Payokumbuah makin semarak, ikannyo jinak aianyo janiah, payokumbuah dan muspidanyo kompak,Ndak ado karuah nan ndak ka janiah.

Itulah sepenggal pantun yang menggambarkan tata kelola pemerintahan di Kota Payakumbuh. Pantun tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Ir. Benni Warlis, SE, MM, dalam acara Dialog Interaktif “Kurenah Kito” Pro 1 RRI Bukittinggi, Rabu (22/3) siang, bertempat di halaman Balai Kota Payakumbuh.

Acara dialog dengan tema “Tata Kelola Masyarakat dan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, Demokratis dan Terpercaya” tersebut dipandu penyiar senior Mak Lembang, menghadirkan narasumber, Sekdako Payakumbuh Ir. Benni Warlis, SE, MM, Kapolresta Payakumbuh diwakili Kasubag Hukum AKP Julianson, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh diwakili Kasi Pidsus Andhika Prima Sandi, SH, Inspektur Kota Payakumbuh Drs. Syahrial, Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Elvi Jaya, ST dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Jhon Kenedi, S.Sos.

Dialog interaktif tersebut juga dihadiri oleh Kepala Pro 1 RRI Bukittinggi Samirwan, segenap Kru Kurenah Kito dan pegawai di lingkungan pemerintah Kota Payakumbuh.

Dalam acara yang berlangsung selama satu jam tersebut, Sekda Benni Warlis menyampaikan bahwa pemerintah Kota Payakumbuh memulai menata masyarakat  dengan membangun karakter jajaran pemerintah terlebih dahulu. Pembangunan karakter tersebut meliputi intelektual, emosional dan spiritual, menuju pribadi yang berbuat berdasarkan Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah (ABS SBK).

“Penyelenggara pemerintah yang memiliki karakter ABS SBK, yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, akan mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, juga perbuatan yang merugikan Negara”, ungkap Sekda Benni.

Bahwa dalam menata pemerintahan yang bersih dan terpercaya, pemerintah Kota Payakumbuh merangkul Kejaksaan Negeri Kota Payakumbuh dan Polresta Kota Payakumbuh dalam bentuk kerjasama dan koordinasi, sebut Benni.

Hal tersebut dibenarkan Kejaksaan Negeri Kota Payakumbuh. Melalui Kasi Pidsus Andika Prima Sandi, SH, dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban tersebut, mengatakan,  Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kejasaan Negeri Payakumbuh telah menjalin MOu di bidang pendampingan dan pendapat hukum, yang dikukuhkan dengan telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua instansi beberapa waktu yang lalu.

“Kejaksaan bukan hanya bertindak sebagai pengacara negara, tetapi kejaksaan juga memiliki kewenangan di bidang pidana, ketertiban umum, perdata dan tata usaha negara. Dengan begitu kejaksaan juga bisa berperan sebagai pendamping hukum bagi siapapun yang memerlukan pendampingan hukum”, pungkas Kasi Pidsus Andika.

Sementara itu, Inspektur Kota Payakumbuh Syahrial, sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa Inspektorat berfungsi sebagai pengawas internal terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Dalam pengawasan ini kami bekerjasama dan saling berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan kepolisian” sebut Inspektur.

Acara yang diselingi lantunan merdu duet Kasubag Hukum Poresta Payakumbuh dengan Kepala Dinas Kominfo Payakumbuh tersebut diakhiri dengan kesimpulan “adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antar seluruh jajaran penyelenggara negara, disertai pengawasan oleh instansi terkait dan masyarakat serta mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, ” sebut Syahrial. (Bayu Denura)
Share:

SD Kebangsaan Bandar Rengan Johor Malaysia Belajar Ke Payakumbuh

PAYAKUMBUH,SS-Dunia pendidikan Kota Payakumbuh mendapat kunjungan kehormatan dari Malaysia.Tepatnya di SDN 02 Payakumbuh yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Balai nan Duo Kota Payakumbuh. Kepala Sekolah Ideswal bersama majlis guru SDN 02 Payakumbuh, sejak kemaren telah sibuk melaksanakan persiapan penyambutan. Sekitar pukul 8.30 pagi rombongan SD Kebangsaan Bandar Rengam Johor -Malaysia (21/3) lalu yang berjumlah 25 orang melayu ini masuki lokasi SDN 02 Payakumbuh. 

Penyambutan delegasi pendidikan dan kebudayaan Johor Malaysia ini juga ditampilkan berbagai macam budaya minangkabau, seperti tari dan randai serta cerita rakyat yang ditampilkan dalam perkusi. Rombongan juga disuguhi kuliner khas Payakumbuh seperti gelamai, wajik, beras rendang, batiah serta Payakumbuh sebagai tuan rumah juga telah menyiapkan rendang untuk rombongan SD Kebangsaan Rengam Johor Malaysia sebagai buah tangan sebagai saudara seru serumpun.

Setelah menyaksikan beberapa tari ranah minang yang diperankan siswa SDN 02 Payakumbuh, SD Kebangsaan Bandar Rengam Johor-Malaysia juga membalasnya dengan penampilan gamelan yang dimainkan 6 orang siswa SD Malaysia.

Dalam sambutan silaturrahminya, Ketua rombongan atau juru latih (pembina) Cikgu Puan Dewi binti Masri yang juga merupakan keturunan Pitopang Dt. Rajo Malikan kenagarian Koto nan Gadang kec. Payakumbuh Utara, mengucapkan terima kasih atas penyambutan dan mengenalkan 19 orang cikgu juru latih dan 6 student yang tergabung dalam rombongan ini. Puan Dewi menjabat juru latih pengembangan sekolah yang membawahi 178 SD yang ada di Johor Malaysia.

Puan Dewi yang fasih dialog bahasa melayu dan bahasa minang ini menyampaikan, tujuan pendidikan di Malaysia khususnya di Johor adalah meningkatkan kualifikasi dengan dasar iman dan taqwa secara holistic. "Pola Sister School sangat baik untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antara 2 lembaga, khususnya di bidang budaya melayu dan minangkabau yang tak bisa dipisah, pada hakikatnya sama walau beda penerapan seperti syair dan pantun, dan kami ingin tengok langsung macam mana penerapannya di Payakumbuh". 

Sementara itu, Walikota Payakumbuh diwakili Asisten III Iqbal Bermawi menyampaikan apresiasi sekali atas kunjungan antar 2 negara serumpun ini. Iqbal Bermawi juga menyampaikan maaf dari Walikota yang sedang mendampingi kunjungan anggota Legislatif di Surabaya.

Hubungan baik melalui Sister School sangat kita apresiasi dan ini merupakan inovasi yang digagas kepala sekolah SDN 02 Payakumbuh, Ideswal, semoga menjadi motivasi bagi kepsek lain, khususnya SDN di Payakumbuh. Hubungan kerjasama dibidang pendidikan dan budaya ini akan kita lanjutkan dengan pertukaran pelajar mendatang, sambut Iqbal Bermawi. (Bayu Denura)

Share:

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Payakumbuh Gelar Kompetisi Tingkat Sekolah

PAYAKUMBUH,SS-Sebanyak 22 siswa perwakilan dari 11 RA yang ada di Kota Payakumbuh yang langsung didampingi kepala RA masing-masing ikuti lomba mewarnai yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Payakumbuh (21/3) lalu. Lomba lintas sektoral ini dilaksaanakan di halaman kantor tersebut yang dihadiri dan diikuti seluruh TK dan RA se Kota Payakumbuh. Kegiatan ini dibuka langsung Bunda Paud Hj. Henny Riza Falepi didampingi kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Zulinda Kamal.

Bunda Paud Henny Riza Falepi menyampaikan saat ini Indonesia berada diurut 60 di dunia berdasarkan minat baca. Kita lebih hobi membaca informasi di gadget, sementara terkadang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan. Dengan adanya lomba ini diharapkan minat baca warga kota meningkat, serta terciptanya generasi yang kreatif dalam memanfaatkan aplikasi e-library yang telah difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Arsip. Silahkan manfaatkan dengan maksimal, termasuk untuk iklan produk dan pemasaran. Intinya adalah mengajak warga kota untuk memanfaatkan Pustaka Daerah dengan optimal. Saat ini telah tersebar di 9 kelurahan di Payakumbuh, sambut Henny.



Sementara itu, dalam laporan pembukanya, Zulinda Kamal menyampaikan bahwa tema dari kegiatan ini adalah bertujuan untuk mensosialisasikan minat baca dan mengoptimalkan pemanfaatan pustaka daerah Payakumbuh. Kita melaksanakan kegiatan setiap tahunnya, kali ini kita laksanakan lomba mewarnai tingkat TK/RA, lomba bercerita dengan tema mari membaca dan lomba membuat artikel untuk tingkat SLTP, SLTA, mahasiswa dan umum. Kegiatan yang akan dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 23 Maret 2017 yang memperebutkan tropi dan tabanas yang telah disiapkan panitia, sebut Zulinda.

Adapun lomba yang kita selenggarakan hari ini lomba mewarnai tingkat TK/RA bertindak sebagai juri Bunda Paud Hj. Henny Zubir, pengawas TK Erni dan pengawas RA Hj. Olfiarti.

Kesempatan ini juga diserahkan 3 unit komputer dan 3 unit laptop lengkap dari CSR Bill & Melinda Gate untuk pengembangan perpustakaan (Perpussero), untuk 6 kelurahan yang memaksimalkan e-library dengan baik. Salah satu penerimanya adalah Hj. Husna Kepala guru RA Baiturrahman kelurahan Tigo Koto Diateh dan perwakilan kelurahan Padang Tangah Balai nan Duo, jelas Zulinda. (Bayu Denura)
Share:

Diskominfo Gelar Sosialisasi Dan Pemantapan Pejabat Informasi Daerah (PPID)

PAYAKUMBUH,SS-Sesuai dengan perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Payakumbuh, maka PPID yang sebelumnya berada di bawah Bagian Humas, kini bernaung di bawah Dinas Kominfo Kota Payakumbuh. “Dan dalam keterbukaan saat ini, informasi adalah hal yang utama. Di sinilah peran penting Kominfo untuk dapat memilih dan memilah, apa saja informasi yang dapat dibuka dan tidak. Sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, ada informasi yang bisa dibagi ke publik, tetapi ada juga yang tidak. Seperti beberapa informasi yang berkaitan dengan hukum, perdagangan usaha, dan lain-lain,” kata Yoherman, SH, S.Sos Asisten Pemerintahan mewakili Walikota Payakumbuh Riza Falepi ST. MT, saat menyampaikan sambutannya di Aula Balaikota, Senin (20/3).
 

Sementara itu, Elvi Jaya, ST Kadis Kominfo Kota Payakumbuh, keterbukaan informasi adalah suatu keharusan. Sebagai OPD baru, untuk kegiatan penyebarluasan informasi kepada masyarakat, Dinas Kominfo saat ini telah memiliki aplikasi seperti ‘e-kliping’ dan ’ siwarta’. Untuk ‘siwarta’, barangkali di sini OPD dapat berperan sebagai pemasok informasi untuk disebarluaskan ke publik ke media.
 

Untuk itu, kami berharap agar anggota PPID dapat menjadi pemasok informasi di OPD masing-masing.”Kita berkeinginan, setiap kegiatan dan agenda OPD untuk bisa disampaikan melalui sistim yang telah dibuat oleh Kominfo,” harap Elvi.
 

Ditambahkan Kabid Kehumasan Dinas Kominfo Kota Payakumbuh, Hendri Waluyo, SKM, M.Kes yang juga tampil sebagai narasumber, menyampaikan beberapa hal teknis menyangkut PPID dan penggunaan internet secara umum. Dengan tema ‘Mari Kita Sukseskan Pelaksanaan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di Kota Payakumbuh. (Bayu Denur
Share:

DPRD Kota Padang: Paripurnakan Perda Lembaga Kemasyarakatan dan Pengelola Barang Milik Daerah

PADANG,SS-Rapat Paripurna DPRD Kota Padang Penyampaian secara resmi  Rancangan Peraturan Daerah  oleh Wakil Walikota Padang, Emzalmi tentang Rancangan Peraturan Daerah Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan dan Pengelolaan Barang Milik Daerah.Banyak barang milik Daerah yang belum jelas kepemilikannya. Akibatnya banyak barang milik daerah yang berada pada pihak lain. Selain itu Pemda harus merumuskan kembali supaya pengelolaan barang milik daerah supaya lebih baik. Tertib administrasi pengelolaannya baik yang telah ada maupun yang akan diadakan.
 

Tentang pemberian otonomi seluasnya kepada daerah mencerminkan entitas daerah tersebut. Untuk optimalnya layanan kepada masyarakat harus difungsikan lembaga kemasyarakatan dengan melibatkan semua unsur dalam masyarakat kelurahan guna mendorong swakarsa masyarakat. Menurut Erisman rapat paripurna  penyampaian ranperda ini  dihadiri oleh 28 orang anggota dewan dan ditunggu kehadirannya 23 orang.
 

Maidestal menginterupsi rapat paripurna menyampaikan saran pendapat telah masuk surat dari PPP sejak 26 Desember 2016 meminta pimpinan DPRD untuk melewakan struktur fraksi PPP dengan balasan surat dari pimpinan DPRD yang sah menurut hukum sesuai SK Menkumham. Setelah konsultasi ke Kemendagri, Mahkamah Agung dan Kemenkumham. Hanya PPP versi Yan Farid saja yang dikonfirmasi. Pihak kami dari PPP versi Romahurmuzi tidak dilibatkan. Maidestal Hari Mahesa juga menyinggung soal anggaran yang dihabiskan Rp.150 juta, namun hasil jawabannya tidak ada sampai saat ini, tandas Esa.
Jika ingin mengkonfirm cukup ke Gubernur dan KPU saja. Esa menilai sudah terlalu jauh mengintervensi terhadap PPP.
 

Erisman selaku Ketua DPRD Kota Padang menyampaikan bahwa jawabannya sudah ada.
Wismar Panjaitan selaku Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa menyampaikan etnis Tionghoa sudah terbelah dua sehubungan dengan beroperasinya  krematorium HBT hari ini. Mereka mendapatkan izin dari Pemko Padang, Wismar ingin tahu izin tersebut, peruntukan lahan harus melihat kepadatan penduduk dan keselarasan lingkungan hidup karena sudah diatur dalam peraturan pemerintah.

Beberapa waktu lalu kegiatan tersebut sudah disegel. Erisman menjawab akan ditindaklanjuti pada pembahasan  di Komisi I. Aprianto dari fraksi yang sama, perlu ketegasan dari Pemko Padang pada hari ini guna melakukan aksi. Emzalmi menjawab diserahkan pembahasan di komisi. Akibat dari izin dikeluarkan akan didengar dari hasil pembahasan di Komisi I. Persyaratan berarti sudah terpenuhi jika izin sudah keluar.(ss)
Share:

DPRD Kota Padang Bentuk Panitia Khusus I, II dan III

PADANG,SS-Rapat Paripurna DPRD Kota Padang tentang  Pembentukan Panitia Khusus  I, II dan III dalam rangka pembahasan  Rancangan Peraturan Daerah Kota Padang tentang Tata Tertib, Lembaga Kemasyatakatan Kelurahan dan Barang Milik Daerah Tahun 2017 dipimpin oleh  Wahyu Iramana Putra.
 

Hasil rapat internal Pansus I tentangRevisi Tata Tertib DPRD Kota Padang Nomor 01 Tahun 2015 disepakati Masrul Rajo Intan sebagai Ketua, Miswar Jambak sebagai Wakil Ketua dan Yulisman sebagai Sekretaris.Sementara Pansus II tentang Kemasyarakatan Kelurahan disepakati Muharlion sebagai Ketua, Dewi Susanti sebagai Wakil Ketua dan Azirwan sebagai Sekretaris.
 

Sedangkan Pansus III tentang Barang Milik Daerah disepakati Jumadi sebagai Ketua, Faisal Nasir sebagai Wakil Ketua dan Elly Thrisyanti sebagai Sekretaris. Dasar pembentukan pansus_pansus tersebut untuk mensinkronisasikan aturan yang lebih tinggi terhadap perubahan perubahan mitra kerja komisi dengan nomenklatur organisasi perangkat daerah yang baru dan beberapa istilah yang tidak sejalan lagi dengan perkembangan peraturan perundang_undangan.(ss)
Share:

Siswa SMKN 1 Selesai PKL di Dinas Koperasi UMKM Payakumbuh

PAYAKUMBUH,SS - Kurang lebih dari tiga bulan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Payakumbuh di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Payakumbuh yang terhitung dari 3 Januari sampai 17 Maret 2017.


Sebanyak 4 orang siswa SMK N 1 Payakumbuh yang bertugas di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Payakumbuh itu diantaranya Nadila Sundari Wijaya, Indah Permata Sari, Vivi Wulan Dari dan Miftahul Jannah dengan jurusan Administrasi Perkantoran.


Kadis Koperasi dan UMKM H. Dahler. SH didampingi Sekretaris Andri Narwan. S. Sos mengatakan di ruang kerjanya, saat perpisahan dengan siswa - siswi tersebut, Senin (20/3), “Siswa siswi PKL dapat melaksanakan tugas dengan baik, dapat berkomunikasi, dan membaur dengan segenap  karyawan dan karyawati di instansi ini dan mampu memahami kegiatan yang ada dan diharapkan sudah mendapatkan pengalaman kerja di instansi ini.


Untuk penempatannya saat Prakerin kemarin, kita tempatkan di masing - masing bidang. Dua orang siswa ditugaskan di Sekretariat, mereka adalah Nadila Sundari Wijaya dan Indah Permata Sari, di bidang Koperasi Miftahul Jannah dan bidang Perdagangan Vivi Wulan Dari.


Seluruh siswa yang melakukan Prakerin ini sudah bertugas dengan sungguh - sungguh, begitu juga sebaliknya, mereka dapat membantu pekerjaan rutin di instansi ini. Mereka bertugas disini langsung dibimbing masing - masing kabid, kasi dan staf Dinas Koperasi dan UMKM, " sebut Andri Narwan.


“Kami di Dinas Koperasi dan UMKM dan mewakili pemerintah Kota Payakumbuh, mengucapkan terima kasih atas partisipasi yang diberikan siswa siswi PKL, dan permintaan maaf apabila ada yang kurang berkenan, "sebut Andri Narwan.


Salah seorang siswi SMK N 1 Payakumbuh, Nadila Sundari Wiajaya, mengatakan, karena ini adalah salah satu syarat untuk ujian naik kelas. “ Kami ingat pesan guru dan kedua orang tua, terutama guru pembimbing, harus melihatkan loyalitas bertugas dan ingat, peraturan di kantor dan di sekolah berbeda, " ujar Nadila. (Bayu Denura)
Share:

Komisi I rapat Kerja dengan asisten III, BKPSDM dan Inspektorat tentang Tindak Lanjut Laporan Organisasi K 2

AGAM - Rapat yang diadakan di Aula II gedung DPRD Agam pada hari Rabu tanggal 15 Maret 2017 , di pimpin langsung oleh ketua Komisi I Drs.Feri Adrianto dengan anggota Irfawaldi,Antonis,Saharuddin ,Helmon Dt Hitam dan Muhammad Abrar. Ketua Komisi Drs.Feri Adrinto mohon maaf kepada semua calon CPNS karena sudah beberapa kali agenda tertunda dalam pembahasan organisasi K 2,DPRD dan Pemerintah daerah punya Komitmen untuk menyelesaikan semua permasalahan ,dalam pertemuan tersebut diminta kepada  ibuk-ibuk yang tergabung dalam organisasi K 2 menyampaikan keluhan supaya mendapatkan persepsi yang sama.


Organisasi K 2 menyampaikan dihadapan Komisi I dan dari Pemerintah daerah  bahwa jumlah mereka yang tidak lolos 84 orang dan ingin kejelasan dan kelanjutan SK  bisa di keluarkan, saat ini juga ada mutasi Guru PNS pindah ke sekolah -sekolah kami yang (honor)dan itu kami meminta kepada Pemerintah daerah supaya kami yang masih honor ini jangan sampai tertindas itu terjadi di SD 40 Batang Salasih ,kami juga berharap pada DPRD dan Pemerintah  daerah seandainya keluar PP No 5 tahun 2015 tidak berpihak kepada kami dan bagaimana kelanjutan nasib kami yang telah lulus ujian tapi tidak lolos Seleksi,tentang dokumen Kelengkapan bahan-bahan kami masih punya di  ceklis dinas pendidikan,kami yang tergabung dalam organisasi K 2 siap menunggu solusi dari Kemenpan.


Asisten III mengatakan bahwa pemerintah daerah akan tetap  memperjuangkan,dan sekarang kita menyelesaikan tentang  honorer nya ,jumlah daftar laporan berkas yang tidak lengkap tapi dari BKN Pekan Baru sebanyak 354 berkas  mungkin diantara  itu ada ibuk-ibuk didalamnya, dan diminta jangan percaya sms ,pesan dari siapapun tetapi tunggu surat resmi dari instansi resmi dan pasti instansi atau sekolah yang diberi tahu.


Ketua Komisi I DPRD Agam  Drs Feri Adrianto mengatakan apa-apa yang disampaikan oleh pemerintah kita harus menerima realitanya ,intinya komunikasi yang baik solusi dari permasalahan ,dan kita percaya  Pemerintah daerah sudah berusaha semaksimal mungkin,

Kepada dinas terkait selalu memperhatikan dan mempertimbangkan  nasib anggota K 2 ini supaya mereka tidak ada kebingungan seperti datangnya guru-guru pns ke sekolah mereka.
*Adji Humas*
Share:

Gubenur Sumbar: Jasa Petani Tak Bisa Dinilai Dengan Pengargaan Apapun

PAYAKUMBUBUH,SS- Dalam Temu Lapangan dengan petani di Pondok Pertemuan kelompok tani Bina Bersama, kelurahan Koto Baru Payobasung, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat (17/3), Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menjelaskan, bisa dibayangkan, kita manusia hidup tidak ada yang dimakan. Tidak hanya membuat sakit, tapi bisa mati. Oleh karena itu, jasa petani tidak bisa diungkap dengan kata, bahkan dengan penghargaan apa pun. ” jelasnya.

“Kenapa Bank Indonesia turun tangan ? Kenapa Gubernur, Walikota ikut turun tangan ? Bahkan TNI dan Polri pun ikut turun tangan di bidang pertanian. Jadi yang mengurus pertanian, tidak hanya petani. Presiden pun ikut juga memikirkan pertanian. Karena pertanian itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” sebut Irwan Prayitno.

Pertanian yang diurus dengan baik akan meningkatkan hasil dan mensejahterakan.”Oleh karena itu, bersemangatlah para petani. Jangan merasa rendah hati.” Saya memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah ikut serta membina petani. “Bukan semen sembarang semen, semen sekarung tidak sia-sia, bukan panen sembarang panen, panen petani binaannya Bank Indonesia,” pungkas Irwan.

Ditambahkan, Puji Atmoko, dari pihak Bank Indonesia mengatakan, program pembinaan petani merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang ada di institusinya. “Kami sadar bahwa peran kami lebih terasa bila turun ke lapangan,” katanya.

Sementara itu, menurut salah seorang petani yang masuk dalam binaannya Bank Indonesia ini, Ismet, merasakan keuntungan setelah ikut dalam program sosial dan lingkungan bank tersebut. “Sebelum turun ke lapangan, kami disiapkan oleh Bank Indonesia melalui sekolah lapangan. Kami dikirim ke daerah Jawa untuk belajar, dan kami berharap agar kegiatan ini tetap berlansung dan dilanjutkan Bank Indonesia,” tuturnya. (Bayu Denura)
Share:

Payakumbuh: Dua Orang Camat Bersaing Untuk Jadi Yang Terbaik

PAYAKUMBUH, SS- Lomba kompetensi Camat tahun 2017, yang dimotori Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota (setdako) Payakumbuh tersebut hanya diikuti 2 orang camat. Kedua camat tersebut adalah Kefrinaldi dari Kecamatan Payakumbuh Timur dan David Bachri camat Lamposi Tigo Nagori.

Tim penilai lomba kompetensi camat kali ini terdiri dari Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dafrul Pasi, Kepala Bagian Pemerintahan Atur Satria, Kepala Bagian Kesra Ipendi, Kepala Bagian Organisasi Yasrizal, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh DR. Henni Yusnita, dan Ketua LKAAM kota Payakumbuh Wirianto.

Proses penilaian lomba kompetensi camat tahap pertama ini dilaksanakan dalam bentuk ekspose setiap camat dan wawancara di hadapan tim penilai dengan indikator penilaian performance/penampilaan, isi ekspose (bidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan bidang pemberdayaan masyarakat), kemampuan mengekspose serta kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang diajukan tim penilai.

Dan penilaian tahap berikutnya adalah peninjauan ke lokasi kecamatan masing-masing. Camat terbaik yang terpilih dalam kegiatan ini mewakili kota Payakumbuh dalam lomba Kompetensi camat tingkat Sumatera Barat tahun 2017.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Dafrul Pasi Mewakili Sekretaris Daerah saat pembukaan lomba di aula lantai 3 Balaikota, Jumat (17/3) mengatakan, tidak hanya sebagai ajang evaluasi penyelenggaraan fungsi pemerintahan semata namun lomba kompetensi Camat tingkat Kota Payakumbuh ini, bertujuan sebagai ajang pembinaan, sebutnya

"Ajang lomba kompetensi camat ini tidaklah hanya dalam rangka menjalankan program pemerintah kota Payakumbuh semata namun juga sebagai pelaksanaan program pemerintah propinsi Sumatera Barat", ungkap Dafrul Pasi.

Ajang ini juga merupakan salah satu bentuk pembinaan bagi aparatur pemerintahan kecamatan. Sehingga setiap camat akan memiliki kompetensi yang baik dan bahkan berkualitas dalam menjalankan roda pemerintahan serta pelayanan yang baik pula pada masyarakat di wilayahny, katanya.

“Melalui kegiatan ini, akan terpilih camat yang berkompeten dan berkualitas. Karena kompetensi yang disandang para camat akan mempengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat yang dipimpinnya”, tutur Dafrul Pasi. (Bayu Denura)
Share:

Walikota Payakumbuh: Lantik Direktur Utama RSUD Adnan

PAYAKUMBUH,SS- Sebelumnya Direktur utama dipercayakan ke dr. Elista Yosepha, MARS, dan digantikan dr. Efrizanaldi, Sp. OG sebagai Direktur Utama RSUD Adnan WD yang dilantik langsung Walikota Payakumbuh, Riza Falepi. Pelantikan dirut baru ini dilaksanakan di ruangan kerja Walikota Bukik Sibaluik, Jumat (17/3) lalu. Turut hadir dalam pelantikan tersebut Kadis Kesehatan Elzadaswarman, Kadis Pendidikan Hasan Basri Sy, Kadis Lingkungan Hidup Jhon Kenedi, Kepala BKPSDM Ifon Satria, serta Kepala OPD lainnya.


Wako Riza Falepi mengatakan, penggantian dirut RSUD ini merupakan usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit kepada warga. “Saat ini, RSUD Adnaan WD masih berstatus Rumah Sakit Tipe C, sedangkan kita menginginkan RSUD Adnaan WD menjadi Rumah Sakit tipe B. Sehingga, kualitas pelayanan bisa kita tingkatkan yang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang lebih baik,” ujar Riza.


Selain itu, Wako Riza mengatakan, apabila tipe RSUD telah berganti menjadi tipe B, sarana dan prasarana penunjang pelayanan medis kepada masyarakat, bisa ditingkatkan. Hal ini, akan berimbas pada kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik. “Apalagi RSUD Adnaan WD merupakan salah satu tujuan utama bagi masyarakat Luak Limapuluah apabila mengalami gangguan kesehatan. Untuk itu, kualitas pelayanan RSUD ini harus ditingkatkan,” katanya.


Untuk itu, Wako memberikan kebebasan pada dirut yang baru untuk melakukan inovasi pada RSUD. Selain untuk meningkatkan tipe rumah sakit, tapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Sehingga masyarakat yang menggunakan jasa RSUD merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Tidak ada lagi keluhan dari masyarakat atas pelayanan yang buruk serta kekurangan sarana yang bisa berakibat fatal bagi pasien,” harap Wako. (Bayu Denura)

Share:

DPRD Kabupaten Agam: Tetapkan Peraturan Daerah (Perda) Kesejahteraan dan Sosial

PARIWARA DPRD AGAM

AGAM-Rancangan peraturan Daerah (perda) tentang kesejahteraaan dan sosiaL tela di tetapkan  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam Penyelenggaraan Kesejahteraan dan sosial itu diselenggarakan  melalui rapat rapat paripurna DPRD Agam, di gedung utama DPRD Kabupaten Agam  Selasa (14/3/2017.

 Trinda Farhan Satria Wakil bupati kabupaten Agam berharap, dengan telah ditretapkan peraturan daerah (perda) tentang kesejahteraan dan sosial, maka tidak adalagi masyarakat khususnya di kabupten  Agam kesejahteraan dan sosial akan merata tidak adalagi tembang pilih karna semua telah diatur dengan perda kesejahteraan sosial di Kabupaten Agam dapat terlaksana dengan baik,”Dengan adanya Perda ini, membuat pemerintah daerah lebih mudah membangun kerjasama dengan berbagai pihak dan stakeholders di bidang kesejahteraan dan sosial,” ungkap wakil Bupati ini.

Wakil bupati Trinda mengungkapkan, kesejahteraan sosial memang sangat dibutuh Masyarakat  yang harus diwujudkan bagi seluruh warga negara, agar bisa hidup sejahtrera dalam pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan sosial, agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan kehidupan yang lebih baik kedepan,” kata Trinda.

Pemerintah Kabupaten Agam sangat presiasi Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam yang telah menuntaskan Rancangan peraturan Daerah(Ranperda), dibidang kesejahteraan dan sosial  sehingga proses penetapannya dapat dilaksanakan dan dinikmati langsung Masyarakat, tambahnya lagi.
Dalam acara nampak Hadir, Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra, Wakil Ketua DPRD serta anggota dewan, Sekkab Agam Martias Wanto, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Agam, Yosefriawan, serta kepala Organisasi Perangkap Daerah (OPD) yang ada dikabupaten Agam.

Di acara terpisa, Bupati kabupaten Agam Indra Catri Datuak Malako Nan putiah dan wakil bupati, sekda, dan beberapa pejabat lainnya dilingkup pemerintah kabupaten Agam dan Ketua DPRD Agam  Marga Indra Putra, SPd, beserta anggota DPRD lainnya menghadiri Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2017, pada Rabu (15/3), di Aula Bappeda Agam, dalam acara tersebut nampak hadir perwakilan BUMN/BUMD. Isi dari acara itu adalah untuk mengukuhkan Tim Terpadu Penyelamatan Danau Maninjau oleh Bupati yang ditetapkan 1 Maret 2017.


Dewan perewakilan rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Agam sangat yang setinggi -tingginya atas terlaksananya berbagai agenda daerah terkait dengan penyusunan perencanaan tahun 2018,dan penetapan APBD 2018 yang sudah direncanakan dapat terlaksana tepat waktu yang disampaikan Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra dalam sambutannya dalam acara tersebut.(***)
Share:

Pemko Gunungsitoli Laksanakan Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional

GUNUNGSITOLI,SS- Pemerintah Kota Gunungsitoli melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional di lapangan upacara Kantor Walikota Gunungsitoli, sebagaimana diperingati pada tanggal 17 setiap bulannya. Walikota Gunungsitoli sebagai Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa pelaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di tiap bulannya seperti ini merupakan momentum menumbuhkan semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai sumber daya aparatur yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mampu menghadapi berbagai dinamika sosial yang sering dihadapi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara arif dan bijaksana serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat.


Beliau melanjutkan bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli senantiasa bercita-cita mewujudkan sumber daya aparatur pemerintah yang ramah, santun dan mengayomi, serta memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sehingga mampu meningkatkan persatuan dan kesatuan sesuai dengan makna dan implementasi Hari Kesadaran Nasional sebagaimana kita peringati setiap bulannya. 

Kepedulian Pemerintah kepada masyarakat ini akan diimplementasikan dalam beberapa program dan agenda pemerintah, sebagaimana halnya telah diprogramkan jadwal Walikota Gunungsitoli bersama Perangkat Daerah terkait pd hari dan jadwal tertentu akan berkantor di 6 (enam) kecamatan se-Kota Gunungsitoli, yang mana telah dimulai pada Februari lalu di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dan awal Maret lalu di Kecamatan Gunungsitoli Utara. Hal ini dalam rangka melihat dan mendengar langsung keluhan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat di desa dan kecamatan, serta mendukung perumusan pembangunan sehingga hasil pembangunan diharapkan menyentuh dan memberi dampak positif bagi masyarakat diseluruh Kota Gunungsitoli.


Selanjutnya Walikota memaparkan bahwa salah satu Program pemerintah bersama Forkopimda Kota Gunungsitoli adalah mewujudkan kota Gunungsitoli menjadi kota pariwisata. Untuk itu, Pemerintah Kota berupaya menata dan memperindah Kota agar nyaman, bersih dan indah dipandang mata terutama bagi wisatawan atau pengunjung yang berdatangan dari luar Pulau Nias, sehingga bisa menciptakan kesan baik terhadap Kota Gunungsitoli yang mempunyai daya tarik tersendiri serta mendukung visi dan misi Pemerintah Kota untuk perwujudan kota Gunungsitoli yang maju, nyaman dan berdaya saing.


Pada kesempatan ini, Walikota memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli yang mana telah melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, sembari mengimbau kepada seluruh ASN agar lebih baik lagi kedepan, khususnya meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga terwujud Kota Gunungsitoli yang maju, nyaman dan berdaya saing.


Turut hadir Wakil Walikota Gunungsitoli, Unsur Forkopimda Kota Gunungsitoli, Sekda Kota Gunungsitoli, para Staf Ahli dan Asisten Sekda Kota Gunungsitoli, Para Kepala Perangkat Daerah Kota Gunungsitoli, Perwakilan TNI/Polri serta seluruh PNS lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli.(Humas)
Share:

Pemko Payakumbuh Siap Bantu 307 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

PAYAKUMBUH,SS- Sebanyak 30 unit rumah layak huni (RLH) swadaya siap dibangun baru tahun ini ditambah dengan 257 unit rumah tidak layak huni (RTLH) siap dibantu untuk ditingkatkan kualitasnya, demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Payakumbuh, Amriul M.Mpd pada kegiatan Rapat Teknis Mekanisme Pelaksanaan Program Bantuan Rumah Swadaya, di Dinas Perumahan dan Pemukiman, Sawah Padang, Selasa(14/03) lalu.


Dalam rapat tersebut Amriul Asisten 2 Setdako Payakumbuh mengatakan, RTLH ini merupakan rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghuninya, di Kota Payakumbuh RTLH akan mendapatkan bantuan stimulant dari DAK sebesar 3,17 milyar rupiah dan dari DAU APBD sebesar 500 juta rupiah. Bantuan tersebut untuk pembangunan baru maupun untuk peningkatan kualitas rumah.


Pelaksanaan bantuan ini dilakukan dengan mekanisme program Bantuan Rumah Swadaya sebagaimana diatur secara detil dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 33 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Infrastruktur. Prinsipnya, bantuan ini merupakan stimulant bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dimana diperlukan keswadayaan dan komitmen serta kesiapan masyarakat berupa dana swadaya baik berupa tabungan bahan bangunan maupun aset lain sebagai tambahan, sebut Amriul.

Terkait bantuan ini secara rinci disampaikan kepada 3 kecamatan 16 kelurahan. Dimana untuk pembangunan rumah layak huni baru sebanyak 30 unit melalui Dana DAK terdiri atas 5 unit di kelurahan Aur Kuning, 6 unit di kelurahan Limbukan, 7 unit dikelurahan Koto Tuo Limo Kampuang dan 12 unit lagi kelurahan Padang Karambia. 

Selanjutnya untuk 227 unit Rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibantu peningkatan kualitasnya terdiri atas 7 unit di kelurahan aur kuning, 2 unit di kelurahan limbukan, 9 unit di kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, 4 unit di kelurahan Padang Karambia, 15 unit di kelurahan Kepalo Koto, dan 3 unit di kelurahan Balai Panjang, seluruhnya berada di kecamatan Payakumbuh Selatan sebanyak 40 unit.

Kecamatan Latina juga mendapatkan jatah bantuan peningkatan kualitas rumah sebanyak 89 unit rumah, terdiri 29 unit di Koto Panjang Dalam, 8 unit di Koto Panjang Padang, 26 unit di Parik Muko Aia, 26 unit di Padang Sikabu. Sementara itu Kecamatan Payakumbuh Timur tidak ketinggalan juga mendapatkan bantuan yang sama sebanyak 98 unit dari Dana DAK untuk 42 unit di kelurahan Padang Alai Bodi, 42 unit di kelurahan Payobasung dan 14 unit di kelurahan Balai Jaring. Tambahan sebanyak 50 unit dengan dana DAU APBD terdiri 13 unit di kelurahan Balai Jaring, 17 unit di Padang Tangah Payobadar dan 20 unit di kelurahan Tiakar, jelas Amriul.

Sementara itu, Marta Minanda, ST. MT Kadis Perumahan dan Pemukiman Kota Payakumbuh menjelaskan, bahwa tahap sekarang sedang dilakukan survey lapangan untuk menetapkan calon penerima bantuan oleh 5 orang tenaga fasilitator lapangan di kelurahan yang terpilih. Penentuan usulan prioritas kelurahan dipilih yang menerima bantuan rumah swadaya berdasarkan criteria keberadaan RTLH di kelurahan tersebut, berdasar jumlah kekurangan rumah (backlog), kelurahan yang ditetapkan sebagai lokasi kawasan kumuh (15 kelurahan) dan atau berada pada peningkatan kualitas kawasan kumuh (33 kelurahan) serta menggunakan prinsip prioritas Nasional yakni kelurahan Tuntas RTLH dan Kecamatan Tuntas.

Ditambahkan Tegrasia Nita, ST.MT Kabid Perumahan, Kriteria calon penerima bantuan harus WNI yang telah berkeluarga serta masuk dalam Daftar Rumah Tangga Sasaran yang ada dalam BPDT, memiliki lahan milik sendiri, tidak dalam sengketa dan sesuai dengan tata ruang wilayah, belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan swadaya rumah dalam 5 tahun terakhir, berpenghasilan maksiman senilai UMR Propinsi Sumbar, diutamakan memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya, sebutnya.


Dengan adanya bantuan rumah stimulant ini, maka pada tahun 2017 Kecamatan yang dinyatakan tuntas terhadap keberadaan RTLH adalah kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina), dengan 8 kelurahan tu.(Bayu)
Share:

Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisasi Tanggap Bencana Untuk ASN

 PAYAKUMBUH,SS-Walikota Payakumbuh, diwakili Asisten Administrasi Umum, Drs. Iqbal Bermawi, M.Si, bertempat di Aula Kantor Walikota Payakumbuh Baru, eks Lapangan Poliko Payakumbuh, Rabu (15/03-2017), membuka secara resmi Sosialisasi Tanggap Bencana untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), dihadapan Kasi. Trantib Kecamatan dan Lurah se Kota payakumbuh.

Kegiatan yang bertema ‘Melalui Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Kita Tingkatkan Peran Serta ASN dalam Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat ‘, Walikota mengatakan, peran Lurah dan Kasi. Trantib Kecamatan dalam membangkitkan partisipasi masyarakat dalam tanggap bencana sangat dibutuhkan. “Kepiawaian Pak Lurah bersama Trantib Kecamatan sangat menentukan penangulangan dan tanggap bencana ke depan. Karena, dirasakan saat ini, partisipasi masyarakat tersebut sangat kurang. Sangat tidak mungkin, kalau setiap bencana yang terjadi, harus menunggu penanganan pemerintah. Masyarakat perlu berpartisipasi aktif,” ungkap Iqbal Bermawi.


Meski secara umum tingkat kebencanaan di Payakumbuh rendah, bukan berarti harus lengah dan tidak peduli. Dan diharapkan dari sosialisasi yang hampir tiap tahun dilaksanakan sejak 2015 ini dapat terus meningkatkan pengetahuan kesadaran peserta dalam penanggulangan bencana.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Ir. Yufnani Awai, MM mengingatkan, bahwa berbicara tentang bencana, tidak ada matinya. Tidak boleh lengah. “Bila bicara bencana, kita harus berpikir terbalik. Kita harus mempersiapkan masyarakat sejak dini, sebelum bencana itu terjadi. Sampai saat ini, Payakumbuh telah memliki 10 (sepuluh) KSB (Kelompok Siaga Bencana). Dan direncanakan akan membentuk 10 lagi KSB tahun mendatang,” sebutnya. (Bayu Denura)
Share:

Dinas Pendidikan Payakumbuh Akan Gelar Lomba (O2SN)

PAYAKUMBUH,TEROBOS- Dinas pendidikan Kota Payakumbuh gelar ajang Festival Lomba Cipta Siswa Nasional dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD se-Payakumbuh Utara dan Latina di Lapangan Paliko Payakumbuh, Selasa (14/2) kemarin.



Kegiatan ini dibuka langsung Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh, Hasan Basri dalam sambutannya, dengan ajang ini budaya dan keterampilan anak sejak dini bisa ditanamkan untuk menjaga warisan budaya negeri. Ajang ini dilakukan secara berjenjang, untuk tingkat kota rencananya akan dijadwalkan 4 April dan tingkat propinsi awal Mei 2017 mendatang. Turut hadir Camat Payakumbuh Utara Nofriwandi S.Sos dan Camat Lamposi Tigo Nagari (Latina) David Bachri. S.Stp serta kepala sekolah masing – masing SD yang ikut ajang FLCSN dan O2SN.


Sementara itu, guru Olahraga SD 11 Kota Payakumbuh Wisra Daldi yang ikut mendampingi siswanya, mengatakan kepada SS, ajang ini diikuti siswa – siswi berprestasi dalam bidang olahraga dan sains, mulai dari kelas 4 dan 5 SD dengan catatan kelahiran maksimum per 1 Januari 2005. Hal ini untuk menjaga kemungkinan jika sang juara bisa sampai ke tingkat Nasional maka tidak akan gugur karena batas usia yang ditetapkan tim penilai pusat.


Ajang ini diawali dengan penampilan atraksi drum band dan parade dari masing – masing siswa yang mengikuti lomba tersebut. “Cabang olahraga yang dilombakan seperti karate, pencak silat, bulutangkis, atletik dan renang yang akan dipusatkan di lapangan bola Parambahan. Dan untuk cabang Sain menilai kemampuan siswa dalam menggambar, bercerita, menulis puisi, cipta puisi, membatik, dan anyaman,” Sebut Wisra. (Bayu Denura)

Share:

Anggota DPRD Padang Amril Amin: Pembentukan Sanggar Tradisi Generasi Muda Bisa Salurkan Hobi dan Bakatnya

PADANG, SS - Anggota DPRD Padang Amril Amin menggagas pembentukan sanggar seni tradisi di kawasan Kecamatan Padang Selatan. Sanggar itu rencananya akan melatih generasi muda dalam seni tradisi randai.

Amril Amin menyatakan dengan adanya sanggar ini, "kita berharap generasi muda bisa menyalurkan hobi dan bakat mereka ke arah yang lebih positif. Hal tersebut karena prihatin melihat perilaku generasi muda saat ini yang banyak terlibat narkoba, kenakalan remaja bahkan tawuran serta untuk meminimalisir kenakalan remaja, "ujarv Ketua BK DPRD Padang itu, Selasa (14/3).

Disampaikan saat ini sudah ada sekitar 50 orang generasi muda yang akan bergabung dengan sanggar ini, yang rencananya akan melaksanakan latihan di halaman Kantor Camat Padang Selatan. Pembentukan sanggar seni tradisi ini dengan mengandeng karang taruna di Kecamatan Padang selatan.

Dengan adanya sanggar ini, dia juga berharap agar orang tua menjadi lebih tenang, karena anak-anaknya memiliki kegiatan yang positif.

"Makanya kita berharap agar para orang tua bisa mendukung rencana kegiatan ini. Dengan adanya sanggar ini, dia juga berharap agar orang tua menjadi lebih tenang, karena anak-anaknya memiliki kegiatan yang positif, " kata Amril Amin yang akrab dipanggil Aciak itu.

Camat Padang Selatan Fuji Astomi menyambut baik rencana pembentukan sanggar seni tradisi itu. "Dia mengatakan, pihak sebagai unsur pemerintah, pasti akan mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan di wilayahnya. Apalagi Padang selatan merupakan wilayah inti dari kawasan wisata terpadu (KWT). Dengan adanha sanggar seni ini, tentu akan semakin mendukung kegiatan pariwisata di Padang secara umum," katanya. (*)
Share:

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra: Terima Perwakilan Forum Nagari Tigo Sandiang

PADANG, SS - Meski tak jadi lakukan aksi di Kantor DPRD Padang,namun perwakilan Forum Nagari Tigo Sandiang datang menyampaikan aspirasi ke DPRD Padang yang diterima langsung Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra, Selasa (14/3).

Itu tidak benar (klaim kepemilikan tanah-red) Sebab, ada aktanya kok, peristiwa kan tahun 1931 dimana terjadi nasionalisasi aset untuk diserahkan ke pemerintah. Aksi damai ini pun sambungnya, merupakan langkah awal untuk mencabut angka sita 2010-2016, kekuatan atau legal standing atas ahli waris Maboet dalam hal ini Lehar atas klaim tanah seluas 765 Ha. Maka, kami akan terus berjuang dan tak akan mundur. Hal itu disampaikan Syofyan Wakil Ketua I bidang hukum atau advokasi Forum Nagari Tigo Sandiang.

Disampaikan meskipun tuntutan masyarakat Koto Tangah, Nanggalo dan Kuranji, yang tergabung dalam Forum Nagari Tigo Sandiang dipenuhi oleh Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Padang, yakni akan membuka jalur jalan dan tanah yang telah diserabot oleh ahli waris Maboet dalam waktu dua bulan ke depan. Namun, proses tersebut menunggu arahan dan kebijakan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional setelah nantinya BPN menyurati pihak kementerian.

"Dia menyatakan pihaknya akan terus mengawal hal ini. Apapun caranya akan ditempuh asalkan persoalan ini bisa selesai dengan baik. Bahkan, tak secara hukum juga akan dilalui. Kondisi ini adalah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak, sebab akan banyak yang menjadi korban.

Lebihlanjut disampaikan, kami lega ketika pihak BPN telah memberikan respon tersebut dan kami juga akan terus melakukan upaya terkait persoalan yang tidak logis ini dengan wakil rakyat, tentunya lewat dialog untuk menuntaskan persoalan ini," kata Sofyan didampingi Zailis Usman, saat di DPRD Padang

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra didampingi tokoh masyarakat Kuranji Zulhardi Z. Latif menyampaikan, kondisi seperti ini, sama halnya menggugat Pemko dan masyarakat terdampak atas gugatan dari ahli waris. Sudah barang tentu, dewan akan turut mengawalnya. Bersamaan dengan proses permintaan ke pusat yakni membuka blokir tanah di empat kelurahan (Dadok Tunggul Hitam, Aia Pacah, Bungo Pasang dan Koto Panjang Ikur Koto), DPRD bakal mengundang stakeholder terkait, terutama para pakar adat. Sebab, ada 130 ribu warga terdampak atas hal ini dengan 650 Kepala Keluarga (KK).

"Kami selaku wakil rakyat akan berupaya memediasikan hal ini, sehingga ada kejelasan. Sebab, selain masyarakat, kantor pemerintah juga terdampak, ini merupakan persoalan serius untuk ditindaklanjuti. Tidak mungkin, masyarakat terdampak penyerabotan itu mengontrak tanah atas klaim itu," kata Wahyu.

"Menurutnya sangat menyayangkan anggota DPRD Padang berasal dari daerah pemilihan terdampak, seakan-akan membiarkan persoalan tersebut dan tidak mencarikan solusi. Tidak hanya itu, kemungkinan persoalan ini akan masuk dalam Pansus. Harusnya mereka turut andil dalam hal ini, dan tentunya kami akan bicarakan bersama-sama," pungkasnya. (*)
 
Share:

Anggota DPRD Kota Padang Elvi Amri: Turun Langsung Ketengah Masyarakat di Lurah Koto Pulai

PADANG, SS - Masa reses I tahun 2017 anggota DPRD Kota Padang Elvi Amri , Fraksi Hanura Dapil I Kecamatan Koto Tangah, laksanakan resesnya turun langsung ketengah masyarakat di Kelurahan Koto Pulai, Jum'at 10 Maret 2017.

Dalam reses I 2017 di Kelurahan Koto Pulai aspirasi yang didapat lebih fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat, seperti penambahan modal usaha untuk usaha kecil menengah (UKM),  KJKS, Kelompok Usaha Bersama (KUB), Pembinaan Kelompok - kelompok tani masyarakat.

Sementara untuk infrastuktur sudah terealisasikan di 2017 ini, seperti perbaikan drainase melalui pokok pikiran (Pokir) dewan dengan anggaran Rp160 juta, untuk pembuatan pagar di SDN 19 Rp 200 juta, kemudian Rp 350 juta untuk renovasi ruang kelas dan pagar di SDN 47 Kelurahan Koto Pulai.

Elvi Amri Anggota DPRD Padang  menyampaikan, di Koto Tangah khususnya di Kelurahan Koto Pulai banyak kelompok - kelompok tani, seperti kelompok tani budi daya jamur tiram, kelompok tanam cabe polibeg, petani peternak itik, petani ikan darat,  serta usaha - usaha kecil rumahan.

Kita lebih fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat dengan lakukan pembinaan, pelatihan - pelatihan terhadap kelompok - kelompok tani yang ada serta menghimbau warga agar bisa membentuk kelompok usaha bersama (KUB) yang nantinya tentu diharapkan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun melalui pokok pikiran anggota dewan.

Selaku anggota DPRD Padang Dapil I Koto Tanggah, saya akan mengalokasikan anggaran untuk tahun 2018 di Kelurahan Koto Pulai ini sebesar Rp 500 juta agar bisa dimanfaatkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang nantinya agar bisa tercipta usaha - usaha dari masyarakat, sesuai salah satu progam unggulan Pemko Padang terkait menciptakan 10.000 wira usaha " kata Elvi Amri didampingi Alfanedi sekretriat DPRD Padang , Jum'at (10/3) disela kegiatan reses di Kelurahan Koto Pulai pada wartawan.

Namun anggaran itu tentunya tidak begitu saja dibagi - bagi pada masyarakat, harus jelas program kerjanya, kemana arahnya harus jelas. Untuk kelompok tani perikanan, peternakan itik dan lainnya untuk membuat struktur organisasi yang SK nya melalui kelurahan. (*)

Share:

Fauziah Khalida : Gadih Minang Asal Payakumbuh Menuju Super 5 Rising Star Indonesia

PAYAKUMBUH- SS - Sukses mendulang vote 88 persen dalam final super 6 Rising Star di RCTI, Senin (13/3) lalu. Fauziah Khalida yang berasal dari Kota Payakumbuh Propinsi Sumatera Barat, sukses melaju ke final super 5 Rising Star Indonesia yang akan ditayangkan langsung, Senin (20/3) mulai pukul 09.00 malam di RCTI.

Memberikan suara (vote) melalui aplikasi yang sudah disediakan di playstore untuk pengguna iOS atau di Google Play bagi pengguna android.

Setelah mendownload aplikasi tersebut, daftar menggunakan akun facebook atau Google+. Dan selama acara Rising Star berlangsung, harus check in terlebih dahulu sebelum melakukan voting dan selanjutnya pilih Yes saat penampilan Fauziah Khalida, jelas Erizal (52) ayahanda Fauziah Khalida.

Berharap kepada masyarakat Sumatera Barat untuk memberikan dukungan vote agar Fauziah Khalida bisa terus melaju ke babak - babak selanjutnya, "harapnya.

“Dukungan juga datang dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan juga perantau - perantau minang serta masyarakat Indonesia pada umumnya, " sebut Eri kepada SS Selasa (14/3) di kediamannya. (Bayu Denura)

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.