Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ 11/23/16 ~ Sorot Sumatera

Wawako Bersama DPRD Bahas RAPBD 2017

PADANG-Wawako Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Bahas RAPBD 2017 Pertumbuhan ekonomi Kota Padang 2017, ditargetkan sebesar 6,98 persen. Target ini ditetapkan dengan mengacu pada pencapaian 2016 yang diperkirakan 6,80 persen.

"Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi ini, didasarkan proyeksi 5 tahun terakhir dengan menggunakan patokan capaian 2010-2014," ungkap Wawako Padang, Emzalmi saat penyampaian RAPBD 2017 dalam rapat paripurna DPRD Padang yang digelar, Selasa (14/11/2016).

Dikatakan Emzalmi, pendapatan daerah 2017 diperkirakan sebesar Rp2,083 triliun. Sementara, belanja daerah Rp2,267 triliun sehingga RAPBD Padang 2017 akan mengalami defisit sebesar Rp183,97 miliar.

Pendapatan daerah ini, terangnya, terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp476,27 miliar, dana perimbangan Rp1,498 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebanyak Rp108,22 miliar.

Sementara, belanja daerah dianggarkan Rp2,267 triliun. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp1,160 triliun, belanja langsung Rp1,106 triliun, pembiayaan daerah Rp183,97 miliar.

Pembiayaan daerah ini terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp196,97 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp13 miliar.

"Defisit ini, nantinya akan ditutup dengan penerimaan pembiayaan sehingga RAPBD kembali berimbang (balance)," terang Emzalmi.(*)
Share:

DPRD Kota padang,Masyarakat Keluhkan Lampu Penerangan Jalan

PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang anjurkan Dinas Pekerjaan Umum Tentang lampu penernagan Jalan, selama ini masih banyak dikeluhkan masyarakat. DPRD Kota Padang meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) memperhatikan kelayakan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Padang. Sebab, PJU di sejumlah ruas jalan terlihat rusak dan tidak terawat.

Ketua DPRD Padang, Erisman menegaskan, PJU merupakan hak masyarakat dan mesti dipenuhi oleh pemerintah kota karena telah dipungut (PPJ). Jangan sampai kewajiban masyarakat ditagih sementara hak mereka terkesan terabaikan. "Selain itu, untuk menjaga PJU yang sudah ada, masyarakat diminta untuk tidak mempreteli kabel-kabel lampu. Kami mengharapkan masyarakat sama-sama menjaganya," kata Erisman.

Sementara anggota Komisi III DPRD Kota Padang , "Iswanto Kwara mengatakan, memang banyak keluhan masyarakat mengenai PJU ini, namun selama ini ia nilai dari pihak PU kurang tanggap dengan hal itu, dengan alasan keterbatasan anggaran, " ujarnya, Senin (20/11).

Menurutnya bila disinergikan dengan pengembangan wisata Kota Padang, tentu penerangan di kawasan wisata harus masuk dalam program prioritas. Dinas PU sebaiknya tidak hanya terpaku pada program betonisasi semata.
Dinas PU harus bisa profesional dan totalitas, jangan hanya betonisasi, drainase saja, tapi PJU harus diperhatikan pula.

Memang pengaspalan dan betonisasi itu harus, dan DPRD mendukung kinerja pemko dalam merealisasikan target betonisasi hingga akhir 2016 ini. Namun, kebutuhan warga kota tidak hanya pengaspalan atau betonisasi saja, penerangan jalan juga penting guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan, tindak kriminal atau menjadi tempat ajang mesum bagi anak- anak muda.

"Lambannya upaya perbaikan lampu jalan oleh Dinas PU Padang diakui Politisi PDIP tersebut. Bahkan, pengakuannya, dirinya pernah meminta satu unit lampu jalan untuk warga kota. Tiang sudah ada, tinggal melakukan pengecekan apakah lampu yang rusak dan harus diganti atau bagaimana. Namun, belum direalisasikan sampai saat ini. Jangan setelah ada kecelakaan atau hal yang tak di inginkan baru dilakukan perbaikan," tuturnya.

Lebihlanjut katanya, berbicara kota secara keseluruhan masih kurang, ia menilai dinas terkait melakukan perawatan PJU ketika ada kegiatan kegiatan besar saja. Salah satunya saat ini dikawasan jembatan Siti Nurbaya. Memang saat ini sudah terlihat lampu- lampu di jembatan tersebut sudah hidup kembali. 

Namun hal itu dinilai karena akan adanya agenda besar pemerintah kota dengan adanya kunjungan dari Asia Tenggara bertepatan juga dengan Festival Ekonomi dan Budaya Antar Bangsa 2016,Investasi Malindo MBCC Asia di Kota Padang, Desember 2016 depan.
"Ia mengharapkan, perawatan lampu jalan harus terus dilakukan. Karena diketahui pada setiap pembayaran rekening listrik dari masyarakat kan sudah sekalian telah dipungut Pajak Penerangan Jalan (PPJ) setiap kali membayar tagihan listrik. Untuk itu masyarakat harus mendapat umpan balik (feedback), artinya dari masyarakat uangnya ada, ya kan?. " ungkapnya.

Ketua Komisi III Dprd Kota Padang, Helmi Moesim juga memaparkan hal serupa. Penerangan jalan belum maksimal. Dinas PU sudah meminta dukungan penganggaran pada DPRD Padang. Selaku ketua komisi bidang pembangunan, pihaknya menyepakati untuk menganggarkan di tahun depan. Diakuinya, penerangan harus segera diwujudkan. "Penerangan jalan belum sempurna,"ungkap politisi Golkar itu.(Baim)

Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.