• Tradisi Warga Solsel Peringati Maulid Nabi Muhammad Maarak Bungo Lamang Keliling Nagari

    SOLOK SELATAN-Keragaman budaya di Indonesia, turut mewarnai bentuk peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Solok Selatan misalnya, dikenal dengan sebutan hari rayo Maulud Nabi dan diperingati dengan cara “maarak bungo lamang” sekaligus tablig akbar dan makan bajamba.

    Lenggak-lenggok anak-anak mengikuti pawai, sambil mengangkat lemang dihiasi bunga, terlihat semarak diiringi musik rebana di Jalan Lintas Padangaro, kemarin. Tradisi itu menjadi tontonan warga setempat.

    “Ini tradisi kami merayakan Maulid Nabi, biasa disebut hari rayo Maulud. Masyarakat biasanya menyelenggarakan kegiatan maarak bungo lamang,” ucap Soni, 45, warga Padangaro, kepada Padang Ekspres, kemarin.

    Maarak bungo lamang berupa arak-arakkan lemang yang dihiasi bunga. Biasanya, masyarakat menyelipkan uang dita­bung bambu yang berisi lemang.

    Kemudian diarak anak-anak mengaji sepanjang kampong dan diiringi musik tradisional. Uang tersebut dikumpulkan di masjid dan lemangnya disajikan kepada masyarakat.

    "Uang itu untuk pem­bangunan masjid, anak yatim,” tambah Neldi, warga lainnya. Ketua Pelaksana, Fernando Ardiansyaf mengatakan, arak-arakkan bunga lemang rutin digelar setiap Maulid Nabi di Solsel.

    Peringatan kali ini dilakukan masyarakat Jorong Duriantarung, Nagari Lubukgadang, Kecamatan Sangir. Melibatkan pelajar murid MTsN Lubukgadang dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Masjid Raya Baitul Hikmah.

    Arakan bunga lemang merupakan tradisi nenek moyang Solsel. Dimaknai membawa pesan kecintaan terhadap Rasulullah. “Intinya adalah syiar, tanpa melupakan tradisi. Mengajak masyarakat kembali berpedoman kepada Al Quran dan Hadis. Kalau tidak, celakalah hidup di dunia dan akhirat,” ujarnya.

    Setelah arak-arakan dilanjutkan tablig akbar oleh ustadz Zul Aspi Lubis dari Padang. Kemudian diakhiri dengan makan bajambah yang dibawa ibu-ibu Duriantarung.

    Dalam siraman rohani, ustad Zul Aspi Lubis menekankan agar menjalani hidup tetap mencontoh akhlak Rasulullah SAW. Katanya, apa pun yang ditemui dalam hidup tetaplah hanya Allah tempat mengadu dan kembali.(*)