• Rahmadian Pecinta Pariwisata Dhmasraya


    DHAMSRAYA"Tuanku Kerajaan : "Kementerian KLH Beri Kami Bantuan" Kandungan emas betul betul membutakan mata hati manusia terhadap kelestarian alam. Apapun risiko yang bakal dihadapi, sama sekali tidak menyurutkan langkah para pemburu harta karun berkilau untuk melibas ekosistem sungai Batang Nyunyo di kawasan Nagari Tabiang Tinggi.

     Kecamatan Pulau Punjung. Akibatnya sekitar 300 hektar lahan di daerah aliran sungai (DAS) Batang Nyunyo rusak parah. Sawah di sekitar kawasan itu biasanya bisa berkontribusi dua ton perhektar, kini kontribusinya tinggal dua karung. Hamparan pasir dan bekas erosi menganga dimana mana. Jika sudah begitu, siapa yang peduli ?

    Untung saja ada sosok seperti dr. Rahmadian. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya yang juga putra Dharmasraya itu meruoakan salah satu dari sedikit orang yang peduli dengan keadaan rusaknya DAS Batang Nyunyo. Bersama lembaga yang dia pimpin, adik kandung Mantan Bupati Dharmasraya H. Marlon Martua itu memobilisasi berbagai elemen masyarakat untuk ikut berupaya menyelamatkan puing puing tambang liar itu, agar tidak jadi beban generasi penerus.

    Rahmadian bersama para koleganya dari kalangan birokrat, LSM, pecinta alam, kelompok pemuda, kelompok wisata dan berbagai elemen masyarakat sudah beberapa kali menggelar diskusi. Bahkan dia mengajak serta kalangan akademisi. Para pecinta lingkungan dari Universitas Andalas bahkan menjanjikan akan menyumbangkan sebuah ditail enginerring disain (DED) penanganan puing puing tambang liar yang sudah ditinggalkan dalam beberapa tahun terakhir ini.

    Diari forum forum diskusi, Rahmadian dan kawan kawan berniat membangun kembali puing puing bekas tambang liar itu. Alternatifnya dengan membangun hutan bambu dan tanaman pendukung pariwisata seperti buah buahan. Namun tingginya kandungan air raksa, memaksa kelompok tersebut mengkaji ulang rencananya. Yang pasti Rahmadian dan kawan kawan bertekat memulihkan kerusakan tambang emas liar itu menjadi hutan bambu yang sekaligus juga dapat dijadikan destinasi wisata. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan tampaknya tidak keberatan dengan gagasan dari anak anak muda pimpinan Rahmadian.

    Rencana Rahmadian dan rekan rekannya itu tak urung terdengar juga sampai ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH). Kementerian yang dipimpin Prof. Siti Nurbaya itu menugasi Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Terbuka Sulistiowati untuk merespon niat baik dari negeri petrodolar. Gayung bersambut, Sulistiowati berencana menurunkan bantuan untuk memulihkan kerusakan DAS Batang Nyunyo. Dari 300 hektar yang akan dipulihkan, Sulistiowati hanya memberi bantuan untuk memulihkan lima hektar saja dulu di tahun 2017. "Insyaalah kita bantu lima hektar dulu pak bupati," katanya dalam focus group discution (FGD) di aula kantor bupati Rabu 30 November 2016.

    Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyambut baik janji Sulistiowati. Namun bupati termuda Indonesia itu minta agar Kementerian KLH menambah jumlah bantuannya. "Kita punya banyak lahan bekas tambang emas liar. Karena itu kita berharap bantuan dari Kementerian KLH lebih banyak lagi,"

     kata Bupati. Tidak cuma lantaran banyak lahan yang sudah rusak, namun Dharmasraya memang sudah komit membangun sektor pariwisata. Dan pariwisata lingkungan menjadi salah satunya. Oleh sebab itu, jika Kementerian KLH ingin kerusakan lahan ini cepat diatasi, maka jalan satu satunya adalah menambah bantuan ke Dharmasraya. "Kami juga akan berupaya mengajak perusahan yang ada di Dharmasraya untuk ikut memperbaiki lingkungan di DAS Batang Nyunyo," jelas raja muda nan gagah ini.(rel)