• Paripurna Penyampaian RAPBD TA 2017,Pertumbuhan Ekonomi 6,98 Persen

    PADANG-Penyampaian RAPBD TA 2017 oleh Wakil Walikota Padang, Ir. H. Emzalmi, M.Si tanggal 15 November 2016 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Padang.
    DPRD membentuk tiga panitia khusus untuk menindaklanjutinya dengan pembahasan bersama SKPD terkait sesuai hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Padang masa sidang III tanggal 14 November 2016.
     
    Rapat kerja dimulai tanggal 16 sampai dengan 19 November 2016 dan ditindaklanjuti dengan kunjungan kerja ke luar daerah pada tanggal 20 sampai dengan 24 November 2016.

    Rapat TAPD dengan Badan Anggaran dilaksanakan tanggal 28 November 2016 guna menyusun laporan  yang akan disampaikan pada fraksi-fraksi dalam membuat pendapat akhir fraksi untuk disampaikan pada rapat paripurna dewan tanggal 30 November 2016. Pansus I pendapatan dan pembiayaan diketuai oleh Helmi Moesim.

    Pertumbuhan ekonomi Kota Padang 2017, ditargetkan sebesar 6,98 persen. Target ini ditetapkan dengan mengacu pada pencapaian 2016 yang diperkirakan 6,80 persen.
    "Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi ini, didasarkan proyeksi 5 tahun terakhir dengan menggunakan patokan capaian 2010-2014," ungkap Wawako Padang, Emzalmi saat penyampaian RAPBD 2017 dalam rapat paripurna DPRD Padang yang digelar, Selasa (14/11/2016).

    Dikatakan Emzalmi, pendapatan daerah 2017 diperkirakan sebesar Rp2,083 triliun. Sementara, belanja daerah Rp2,267 triliun sehingga RAPBD Padang 2017 akan mengalami defisit sebesar Rp183,97 miliar.
    Pendapatan daerah ini, terangnya, terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp476,27 miliar, dana perimbangan Rp1,498 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebanyak Rp108,22 miliar. 

    Sementara, belanja daerah dianggarkan Rp2,267 triliun. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp1,160 triliun, belanja langsung Rp1,106 triliun, pembiayaan daerah Rp183,97 miliar.
    Pembiayaan daerah ini terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp196,97 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp13 miliar.

    "Defisit ini, nantinya akan ditutup dengan penerimaan pembiayaan sehingga RAPBD kembali berimbang.
    Untuk pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rancangan APBD (RAPBD) 2017 yang telah
    disampaikannya pengantar nota keuangan RAPBD DPRD Kota Padang, membentuk tiga  Pansus   pada Selasa 

    Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kota Padang, Ermanto Saat Paripurna pembentukan Pansus pembahasan RAPBD 2017mengatakan untuk pembahasan RAPBD Kota Padang 2017 tiga Pansus DPRD  telah dibentuk yaitu  untuk pembahasan pendapatan dan pembiayaan, pembahasan belanja tidak langsung dan belanja langsung.

    Ermanto  mengatakan  untuk pembahasan pendapatan dan pembiayaan akan dibahas oleh Pansus I DPRD Kota Padang yang beranggotakan 14 anggota serta koordinator Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra.

    Kemudian Pansus II, katanya, dibentuk untuk pembahasan belanja tidak langsung dengan dikoordinatori oleh Wakil Ketua DPRD Padang Muhidi dan sembilan anggota DPRD setempat dalam keanggotaan Pansus.

    Sementara pembahasan belanja tidak langsung dilaksanakan oleh Pansus III dengan koordinator Wakil Ketua DPRD Kota Padang Asrizal dan beranggotakan 18 anggota.

    "Secara umum koordinator umum dari pelaksanaan pembahasan RAPBD 2017 oleh Pansus tersebut ialah Ketua DPRD Padang Erisman," ujarnya.

    Erisman mengatakan  pembahasan RAPBD 2017 tentang hal-hal terkait, ketiga Pansus DPRD Kota Padang tersebut akan melaksanakan dan mengevaluasi hasil rapat kerja dengan pemko  Padang.

    Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi dalam penyampaian pengantar nota keuangan RAPBD Padang 2017 mengatakan secara umum penyusunan anggaran tahun 2017 diarahkan untuk pencapaian visi dan misi mewujudkan Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya.

    Enzalmi mengatakan visi dan misi tersebut telah ditetapkan dalam 10 program prioritas pembangunan Kota Padang termasuk di antaranya percepatan pembangunan sarana perdagangan kota dan sentra ekonomi, peningkatan dan pemerataaan mutu pendidikan dan peningkatan infrastruktur perkotaan dan transportasi kota.
    APBD 2017  untuk peningkatan penataan birokrasi dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan serta pengalaman agama dalam kehidupan masyarakat kota Padang,Pungkas Wawako.(*)