Header Ads

  • Breaking News

    Masyarakat Harus Lebih Peduli kepada Ibu Hamil

    BUKITTINGGI,SS-Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Bukittinggi masih relatif tinggi. Jumlah kematian ibu dan bayi itu selama tiga tahun terakhir cenderung meningkat. Untuk menanggulangi masalah itu, Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi melakukan Rapat Koordinasi Akselerasi Lintas Program dan Lintas Sektoral untuk Penurunan AKI dan AKB Kota Bukittinggi pada Kamis (10/11) di Hall Balaikota Bukittinggi. Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi berkesempatan hadir dan Membuka Rapat Koordinasi itu.

    Wawako Irwandi dalam sambutannya mengatakan AKI dan AKB merupakan salah satu indikator penting dalam menilai tingkat derajat kesehatan suatu negara. Oleh karena itu pemerintah memerlukan upaya yang sinergis dan terpadu untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB di Indonesia. Pembangunan Kesehatan tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat, lintas sektor/ lintas program, instansi terkait, organisasi profesi dan lain-lain. Rapat koordinasi ini menurut Irwandi adalah langkah strategis dalam rangka penurunan angka kematian ibu dan bayi yang sangat penting untuk dilakukan, sebagai bentuk koordinasi yang dibangun Pemko maupun dengan seluruh mitra Pemerintah. Dalam rangka tercapainya Bukittinggi sehat, mandiri, berkualitas dan berkeadilan. Disamping itu juga untuk mensinergikan serta memberi dukungan, peran serta aktif dan kontribusi terhadap program-program pembangunan kesehatan terutama dalam upaya penurunan AKI dan AKB.

    Sementara Kepada Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Sofia Dasmauli menyatakan di Bukittinggi tahun 2013 tidak ada kematian ibu, tahun 2014 hanya 1/2407 kelahiran hidup, sedangkan tahun 2015 meningkat drastis menjadi 7/2423 kelahiran hidup dan tahun 2016 sampai bulan September berjumlah 3/1749 kelahiran hidup. Sedangkan kematian bayi tahun 2013 sebanyak 8,40/1000 Kh, tahun 2014 sebanyak 7,90/ 1000 Kh, tahun 2015 naik menjadi 14,40/1000 Kh. Angka ini cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan masalah serius yang perlu segera ditangani.

    Lebih lanjut Sofia mengatakan, 2/3 penyebab kematian Ibu dan Bayi karena penanganan sebelum melahirkan. Penyebabnya kompetensi petugas kesehatan yang belum optimal, peran tamatan institusi kesehatan seperti Stikes yang belum optimal dan belum siap. Dari sisi ibu hamil sendiri disinyalir masih kurangnya pengetahuan si ibu dari segi gizi dan pemeriksaan kesehatan yang lengkap, kehamilan tidak memperhatikan faktor umur, postur tubuh dan fisik ibu. Ditambah lagi masyarakat sekitar yang kurang peduli akan keberadaan ibu hamil dilingkungannya. Bayangkan saja ada ibu hamil yang meninggal saat melahirkan tapi masyarakat sekitarnya tidak mengetahui kalau yang bersangkutan ternyata sedang hamil. Dan faktor kendala lain lanjut Sofia adalah dana pelayanan kesehatan yang hanya 10 persen dan dirasa belum optimal.

    Fasilitas kesehatan di Bukittinggi sudah cukup lengkap demikian juga jumlah tenaga kesehatannya. Tinggal kepedulian masyarakat terhadap keberadaan ibu hamil dan ibu melahirkan dan bayinya. Masyarakat harus lebih peduli dan perhatian terhadap keberadaan ibu hamil di lingkungannya. Kepedulian itu diwujudkan dengan memperhatikan kondisi ibu hamil, peduli dengan kesehatannya, peduli dengan gizinya, peduli dengan persiapan melahirkannya, sigap dan siap menolong jika ada proses kelahiran, siap mendonorkan darahnya bagi ibu melahirkan yang membutuhkan. Sehingga koordinasi yang solid antara masyarakat yang peduli, fasilitas kesehatan yang lengkap dan tenaga kesehatan  yang mumpuni diharapkan menekan angka kematian ibu dan anak di Bukittinggi. Kalau perlu adanya ibu hamil dilingkungan kita dapat menjadi isu utama yang selalu dibicarakan dan dipikirkan setiap hari nya.
    Oleh karena itu Sofia mengharapkan lewat Rapat Koordinasi yang menghadirkan Prof. Rizanda Machmud, M.Kes sebagai narasumber itu dapat meningkatkan kompetensi masyarakat, membuat kerjasama dengan organisasi profesi, lembaga pendidikan, stake holder terkait. Ditambah sosialisasi dimedia massa yang menambah ilmu pengetahuan ibu hamil dan masyarakat terhadap penanganan ibu hamil dan melahirkan. (fika/kominfo)

    OLAHRAGA

    Post Bottom Ad

    ad728