Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ APBD 2017 Kota Padang Disahkan DPRD ~ Sorot Sumatera

APBD 2017 Kota Padang Disahkan DPRD

PADANG - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang 2017 telah telah disahkan, Rabu (30/11). Dalam penetapannya, pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp2,158 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp2,32 triliun.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra juru bicara Badan Anggaran DPRD Padang dalam paripurna tersebut mengatakan pada pendapatan daerah terjadi peningkatan yang cukup menggembirakan dibanding APBD 2016, yang hanya Rp2 triliun. Atau terjadi peningkatan mencapai Rp157,8 miliar.

Dikatakan pendapatan itu terdiri dari dana perimbangan dan pendapatan asli daerah serta lain-lain pendapatan yang sah. "Untuk PAD sendiri direncanakan sebesar Rp490,9 miliar atau mengalami kenaikan Rp13,9 miliar dari APBD 2016.Kemudian di sektor belanja, dijelaskan terjadi penurunan sekitar Rp25,25 miliar dari Rp2,345 triliun menjadi Rp2,320 triliun, " katanya.

Sementara Ketua Fraksi Golkar Jumadi mengingatkan dengan terjadinya peningkatan pendapatan khususnya PAD, dia meminta agar SKPD yang memiliki tupoksi untuk pendapatan asli daerah (PAD) untuk bekerja sungguh-sungguh dan bertanggungjawab.

"SKPD terkait harus jujur menggarap semua potensi yang ada secara efektif, menekan tingkat kebocoran secara maksimal, sehingga apa yang disepakati dapat terealisasi secara maksimal," ujarnya.

Kemudian seiring bertambahnya volume kendaraan baik roda empat maupun roda dua, tentunya sangat berdampak terhadap peningkatan potensi kebutuhan perparkiran. Ini salah satu potensi yang masih memerlukan inovasi dalam penggarapan secara serius adalah bidang perparkiran.

"Menurutnya, karena potensi ini tidak tergarap secara serius maka selalu saja muncul berbagai polemik dalam melaksanakan pengaturan perparkiran di semua kawasan di Kota Padang. Fraksi Golkar meminta walikota agar melakukan audit secara profesional terhadap semua kerjasama dan kontrak parkir yang ada di seluruh Kota Padang untuk meminimalisasi kebocoran," pungkasnya.

Lebihlanjut dikatakan, selain parkir, pendapatan yang juga mengalami pertumbuhan yang lamban adalah pajak hotel. Dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah dari pajak hotel, hiburan dan restoran, diminta walikota Padang perlu melakukan evaluasi terhadap potensi besarnya pajak, menerapkan secara maksimal penarikan pajak secara online," katanya.

Disamping itu, dia juga mengingatkan bagi wajib pajak yang masih terutang agar dilakukan tindakan tegas dan nyata, seperti menutup atau mencabut izin usaha. Karena selama ini penarikan pajak hotel, hiburan dan restoran tidak serta merta dibebankan kepada pengusaha, tetapi dibayarkan oleh pengunjung," ungkapnya.(baim).
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.