Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ Sorot Sumatera

KODIM 0310/SSD IKUT BERPARTISIPASI PECAHKAN REKOR MURI TARI PIRING

Prajurit Kodim 0310/SSD sedang mengikuti parade tari piring dalam rangka HUT Kab. Sijunjung ke 70

Sijunjung--  Dalam memperingati hari jadi Kabupaten Sijunjung ke-70, Kodim 0310/SSD ikut berpartisipasi mengikuti pemecahan Rekor MURI pada acara Parade Tari Piring yang  diikuti lebih kurang 3000 orang penari.

Dalam pergelaran Tari Piring ini, terlihat pesertanya bersal dari instansi-instansi pemerintah, sekolah-tingkat SLTA serta utusan masing-masing Jorong di Kabupaten Sijunjung. Juga iku memeriahkan  Parade kreasi anak PAUD yg berpakaian unik di ikuti 5.000 orang anak PAUD se Kabupaten Sijunjung.Selasa (12/2)

Perwira Seksi Personalia (Pasi Pers) Kodim 0310/SSD Kapten Inf Ferizon, menyampaikan dalam mengikuti parade tari piring memecahkan Museum Rekor Indonesia, Kodim melibatkan Prajurit dan Ibu Persit Kartika Chandra Kirana  Cabang LXIV Kodim 0310/SSD.

“Kami sudah mempersiapkan/berlatih tari piring dua minggu sebelum parade ini di gelar agar gerakan tari bisa selaras dan sama dalam pelaksanaannya” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sijunjung Drs. H. Yuswir Arifin, MM., Kapolres Sijunjung AKBP Driharto, SIK., Unsur Forkopimda Kab. Sijunjung, Ketua TP PKK Kab. Sijunjung Ny. En Yuswir Arifin,  Ketua Organisasi Wanita se Kab. Sijunjung, Shadiq Passadigou berserta ibu Ny. Bety Shadiq Passadigou, Ketua Yayasan Indo Jalito peduli Ny. Astri Agani., Perwakilan MURI Indonesia., Sekda Kab. Sijunjung Zefnihan AP, MSi, Para kepala OPD Kab. Sijunjung, Kepala BUMN dan BUMD Kab. Sijunjung, Camat se Kab. Sijunjung (**erizon)

Share:

FORMULA BIOS 44 MULAI DIPERKENALKAN DI WILAYAH AGAM

Danramil 13/ABTB Kodim 0304/Agam Kapten Arh Sukandar sedang memberikan sosialisasi BIOS 44 kepada masyarakat
Sorotsumatera.com---Untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil produktifitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan serta sebagai solusi penyubur tanah bekas tambang atau bekas kebakaran hutan, formula BIOS 44  mulai disosialisasikan Prajurit Kodim 0304/Agam di wilayah Kabupaten Agam, Selasa (22/1)

Para Komandan Koramil dan Babinsa jajaran Kodim 0304/Agam mulai memperkenalkan dan mensosialisasikan BiOS 44 diantaranya di wilayah Kecamatan Tilantang Kamang kepada kelompok tani (Keltan) Sepakat di Nagari Gadut, Nagari Biaro pada kelompok tani Iklas, Kecamatan Baso Nagarai Simarasok pada kelompok tani Sabar,Palambayan pada masyarakat perkebunan setempat, Matur kepada Keltan batu Basurek Buayan Nagari Lawang, Nagari Koto Gadang, serta di wilayah Lubuk Basung.
  
Sosialisasi ini akan terus dilaksanakan sampai kepada seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat, termasuk di wilayah Kodim 0404/Agam. Program pengenalan Bios 44 ini sebelumnya di peruntukan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, kini berkembang pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang sedang  dilakukan sosialisasi di Wilayah Kodim 0304/Agam secara bertahap.

Danramil 06/ Baso Kapten Inf Rudi Candra dengan didampingi oleh anggota Koramil 06/Baso melaksanakan sosialisasi Bios 44 di Kecamatan Baso Nagari Simarasok Jorong Sungai Agek kepada  kelompok Tani Sabar menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah selain untuk memperkenalkan Bios 44 kepada masyarakat, juga sebagai upaya memelihara dan meningkatkan keeratan hubungan antara TNI khususnya Koramil 06/Baso dengan masyarakat sekitar, sehingga akan terwujud kemanunggalan yang kokoh kuat antara TNI dengan Rakyat. 

Dan ia juga menyampaikan, “BIOS 44 adalah gabungan simbiosis mutualisma dalam bentuk larutan yang sudah diformulasi yang terbukti selama ini efektif, bisa menyuburkan tanah sehingga lahan yang tadinya kurang produktif bisa diberdayakan kembali” ucapnya

Dilain tempat yang berbeda Ketua Keltan Dt. Ay Mangkuto Basa di Kelurahan Campago Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, berharap dengan lahan sawah yang digarapnya sekarang yang maksimal karena kurang pupuk akibat tingginya harga pupuk, dengan nanti adanya Bios 44 dari Kodim 0304/Agam,  dapat membantu sebagai solusi alternatif pemberian pupuk, sehingga dapat meningkatkan penghasilan dari bersawah. “Mudah-mudahan adanya bantuan Bios 44 dan semoga hasil tanaman padi dapat meningkat,” ungkapnya.

Masyarakat yang diberikan sosialisasi  sangat antusias mengikuti karena Bios 44 dianggap sebagai formula yang multifungsi dan multimanfaat, sehingga masyarakat berkeinginan untuk menggunakannya sebagai pengganti pupuk anorganik. Masyarakat berharap dengan BIOS 44 ini hasil pertanian bisa jadi lebih produktif lagi dan bisa menjaga ketahanan pangan di masa yang akan datang.(ery**)

Share:

DANREM 032/WBR BERIKAN SOLUSI PENCEGAHAN DAMPAK KARHUTLA


Mataram,---Dalam rangka upaya peningkatan kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan yang efektif di Nusa Tenggara Barat (NTB),   BNPB-BPBD dan TNI-Polri gelar Rapat koordinasi (Rakor) di Hotel Grand Legit Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/1), dengan mengusung tema "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita".

Komandan Korem 032/Wbr Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.I.P dalam rakor tersebut ikut diminta memaparkan makalahnya tentang upaya preventif dalam penanganan bencana, berbasis penguatan masyarakat. Danrem 032/Wbr mengatakan bahwa tahun 2014 - 2015 telah terjadi masalah pelik di beberapa daerah di Indonesia baik itu  kebakaran hutan dan lahan yg mencapai luas 2,6 juta hektar. Untuk menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibutuhkan upaya-upaya preventif, tanggap darurat, pasca bencana, rekayasa teknologi pengendalian air limbah, serta  pengendalian api.

Salah satu upaya preventif yang dilakukan untuk mencegah kebakaran dengan produk rekayasa teknologi yang terbukti efektif, yakni BIOS 44. BIOS 44 adalah cairan yang diolah sedemikian rupa dan berfungsi sebagai agen hayati, dekomposer lahan gambut, asupan gizi peternakan dan perikanan, mengembalikan kesuburan lahan pertanian dan perkebunan. 

Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.I.P menjelaskan, BIOS 44 adalah gabungan simbiosis mutualisma dalam bentuk larutan yang sudah diformulasi yang terbukti selama ini efektif, bisa menyuburkan tanah sehingga lahan yang menjadi sumber api, bisa diberdayakan. 

Produk BIOS 44 saat ini sudah memiliki sertifikat hak kekayaan intelektual (HaKI) atas nama Kunto Arief Wibowo, pengembangan dan penggunaannya sudah mulai dilakukan secara luas ke seluruh wilayah di Indonesia. 

“Cairan BIOS 44 telah terbukti ampuh untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan saat ini terus disosialisasikan serta dikembangkan untuk lahan pertanian, peternakan dan perikanan”, jelasnya.

Bios berfungsi untuk menormalisasi lahan untuk kembali seperti sedia kala. inovasi ini sebenarnya sangat sederhana, bahan bahan yang dipakai mudah didapat, diantaranya peptisida pada sayuran, borax pada daging, formalin pada daging dan makanan olahan,preservatures pada makanan olahan, hormon pada ternak, flvour enlacement pada makanan olahan, food coloring pada makanan olahan, stimulant pada makanan olahan, wax pada buah-buahan serta makanan.

Setelah disiram formula ini, lahan gambut menjadi subur. Bahkan bisa ditanami jenis tanaman lain. Lalu, saat musim kemarau, lahan tersebut sudah terkunci dan tidak mudah terbakar. Cairan tersebut tidak berbahaya bagi manusia maupun makhluk hidup lain.

Buka hanya itu. BIOS 44 juga bisa digunakan untuk pertanian. Yakni, mengurai tanah tandus menjadi subur. Lalu, cocok pula untuk pengembangan budi daya perikanan. Selain itu, untuk perbaikan bekas lahan tambang hingga peternakan. Dalam budi daya perikanan, cairan Bios 44 bisa memperbaiki kualitas air sehingga kolam ikan lebih produktif. 

Danrem menegaskan bahwa pentingnya daya inovatif dan kreativitas untuk mencegah bencana terjadi, termasuk penanggulangannya. "Perlu upaya preventif dalam penanganan bencana, berbasis penguatan masyarakat," kata Kunto Arief Wibowo yang menyampaikan makalahnya berjudul "Bencana Menuju Peningkatan Ekonomi Rakyat".

Danrem juga menjelaskan bahwa dalam penanggulangan bencana tidak bisa dilaksanakan secara sendiri-sendiri, tapi perlu adanya kebersamaan dan bersinergi antara BPBD, TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat. 

Dalam rapat koordinasi tersebut selain Danrem 032/ Wbr juga tampil beberapa pemapar lainnya, di antaranya Meilato memaparkan tentang gempa antara 2004-2019 telah terjadi sejumlah 224 kali, lalu Ahmad Solochin dari Badan Geologi memaparkan tentang Strategi Mitigasi Bencana Geologi, Gegar Prasetya dari Ikatan Ahli Tsunami Indonesia tentang Mitigasi Bencana Tsunami,  serta Tono Windura tentang FIRE ADE kebakaran Gambut dan Ridwan Jamaluddin tentang Hidup Siaga di Negeri Rawan Bencana. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo memaparkan bahwa bencana 2018 sebanyak 2.572 kejadian dengan korban 4.814 jiwa, 10 juta jiwa mengungsi, 320 ribu rumah dan 1.736 fasilitas pendidikan menjadi korban bencana. 

Dalam menjawab semua itu Letjen TNI Doni Munardo menjelaskan BNPB akan bentuk Tim Intelijen Bencana, mendorong edukasi kebencanaan hingga ke sekolah serta melaksanakan semulasi bencana secara serentak. 

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Kasuri,  Sekretaris Umum  BNPB Bapak Dody Ruswandi, Deputi Pencegahan BNPB Bernardus Wisnu Widjaja, para Danrem, para Dandim dan Kapolres.

Share:

DANREM 032/WBR RESMIKAN PERUMAN KPR, PRIORITAS UNTUK PRAJURIT

Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P, meresmikan Perumahan KPR Swakelola BP TWP Angkatan Darat "Green Kartika Residence" di Air Dingin Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Senin (7/1/2019).

Perumahaan ini merupakan bantuan dari Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (BP-TWP AD) yang dalam perencanaanya akan di bangun sebanyak 100 unit rumah dengan luas lahan 1,5 Ha. 

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus S.IP berharap perumahan ini dapat di miliki oleh prajurit TNI AD di wilayah Sumatera Barat sehingga tidak ada lagi prajurit yang tidak memiliki rumah hingga masa pensiun tiba.

"Saya berharap para prajurit TNI AD pada saat ini mengambil perumahan ini agar ketika purnawirawan nanti telah memiliki rumah sendiri," ucapnya.

Kepala BP-TWP AD melalui wakil kepala BP-TWP AD Kolonel Czi Ir. Imam Soleh Hadi, MM menjelaskan bahwa pengadaan perumahan swakelola ini adalah wujud nyata dari Kasad TNI AD untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI AD dan PNS TNI AD. 

Pengadaan rumah ini adalah program dari swakelola tahap V tahun 2017/2018 yang rencananya akan menghadirkan sebanyak 6.000 unit rumah, dan telah terealisasi hingga saat ini sekitar 5.300 unit rumah.

"Program swakelola yang dimulai dari tahun 2009 ini sudah berjalan sebanyak 18.800 unit rumah. Dengan program ini diharapkan TNI AD dan PNS TNI AD diwilayah Korem 032/Wbr telah memiliki rumah serta mendukung permurnian pangkalan yang ada," ucapnya. 

Brigjen TNI Mirza Agus juga mengimbau para prajurit dan PNS dibawah jajarannya untuk tidak memprioritaskan pembelian kendaraan bermotor, tapi lebih mendahulukan pembelian rumah, sehingga saat pensiun tidak ada lagi yang tidak punya rumah. "Saya yakin, prajurit dan PNS saya di sini mampu untuk membeli rumah ini," ujarnya.

Kolonel czi Ir. Imam Soleh Hadi, MM menjelaskan juga bahwa para prajurit TNI AD dalam program KPR swakelola BP TWP AD dapat mengajukan kepemilikan rumah terhitung "0" masa dinas, dan dapat menentukan rumahnya di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu ansurannya flat dengan bunga 6% anuitas. 

"Dengan tagline "Datang bawa pulpen, pulang bawa kunci", kami berharap semua prajurit TNI AD dan PNS TNI AD sangat merugi jika tidak memilikinya. Kedepannya setiap prajurit TNI AD dan PNS TNI AD akan diwajibkan untuk mengambil rumah sesuai program dari BP-TWP AD ini," tambahnya.

Direktur PT. Karya Hiraki Pratama Mufriyan, SE selaku pengembang perumahan KPR Swakelola Green Kartika Residence dalam sambutannya menjelaskan akan membangun perumahan murah dengan desain mewah.

"Kami membangun rumah tipe 36 A, tipe 36 B, 45 dan tipe 46 yang sesuai dengan program  BP-TWP AD. Luas tanah setiap rumah adalah 80 M2," ucapnya.

Dengan pembangunan perumahan KPR Swakelola Green Kartika Residence ini akan memberikan kemudahan bagi TNI AD dan PNS TNI AD untuk memiliki hunian yang layak. 

Bahkan bahan bangun yang digunakan juga berkualitas. Sebagai contoh, kunsen pintu menggunakan aluminium, sehingga bebas dari serangan serangga dan dijamin tahan lama

Kehadiran perumahan ini tentu di sambut antusias bagi seluruh prajurit TNI AD dan PNS TNI AD. Pasalnya, masih banyak dari prajurit TNI AD hingga menjelang pensiun belum memiliki tempat tinggal. Wajar saja, program dari BP-TWP AD sangat diapresiakan oleh prajurit TNI AD dan PNS TNI AD.

Share:

Generasi Milenial Kompeten di Sektor Kreatif Digital Sambut Industri 4.0


sorotsumatera.com 

Jakarta- Masuknya era revolusi industri 4.0 menjadi momen penting bagi Indonesia dalam memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM). Untuk itu diperlukan upaya pengembangan transformasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.


“Industri 4.0 mendorong pemerintah melakukan empowering human talents. Jadi, terpacu untuk fokus memperkuat generasi muda kita dengan teknologi dan inovasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi pembicara pada acara Creative Industries Movement di Denpasar, Sabtu (1/12).


Menperin menilai, generasi milenial sangat berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Artinya, sebanyak 130 juta jiwa yang berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.


“Dari pengalaman negara lain, seperti China, Jepang, Singapura dan Thailand, ketika mengalami bonus demografi, pertumbuhan ekonominya tinggi. Maka itu, Indonesia perlu mengambil momentum masa keemasan tersebut dengan terus membangun semangat optimisme,” paparnya.


Guna menyiapkan generasi milenial Indonesia yang mampu menghadapi era industri 4.0, Kemenperin telah memfasilitasi melalui beberapa inkubator yang dimiliki untuk menumbuhkan para pelaku industri kreatif. Sebab, sektor-sektor industri kreatif mampu memberikan kontribusi yang signfikan bagi ekonomi nasional. “Untuk itu, kita terus mengembangkan pusat startup kreatif,” tegas Airlangga.


Hingga kini, Kemenperintelah membangun gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup) di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center (BCIC), Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam. “Tempat ini bisa menjadi inspirasi dan aspirasi menumbuhkan wirausaha industri baru,” imbuhnya.


Di Bandung Techno Park dan BCIC misalnya, Kemenperin punya beberapa program kekinian, antara lain pelatihan bagi calon pemimpin perusahaan yang menggunakan basis industri 4.0 seperti analisis big data dan internet of things. Selain itu menyediakan ruang inkubasi karya yang telah dihasilkan.


“Di BCIC sudah ada beberapa alumni yang menjadi pelaku industri kreatif andal di bidangnya, seperti Studio 70. Selain itu, difasilitasi juga untuk menciptakan produk kreatif yang mengangkat kearifan lokal, seperti membuat gamelan,” tuturnya. BCIC atau TohpaTI center ditujukan untuk menjadi wadah yang produktif dalam mencetakSDM kreatifdi bidang multimedia, animasi, kriya dan barang seni.


Di hadapan 600 peserta yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan pelaku industri kreatif, Menperin pun menekankan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja.“Kami mengajak pegiat industri kreatif untuk memanfaatkan betul fasilitas di BCIC. Silakan manfaatkan pelatihan, co-working space ataupun inkubator bisnis, tanpa perlu membayar sama sekali,” tandasnya.


Menperin menambahkan, pihaknya juga mendorong kepada pihak swasta untuk membangun inkubasi startup era digital. “Contohnya di Nongsa Batam, kemudian di BSD Serpong juga ada Apple Academy yang menjadi pusat startup dan inovasi pengembangan teknologi digital,” terangnya. Bahkan, pendiri Ali Baba Group akan membangun Jack Ma Institute of Entrepreneur di Indonesia.


Airlangga mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkannilai tambah terhadap PDB nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025. “Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja yang tidak buta terhadap teknoogi digital. Dan, inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang, sehingga bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita,” ujarnya.


Apalagi, pemerintah menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai 100 miliar dollar AS dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dollar AS. “Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn, dan mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari ‘konglomerasi’ sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat,” tuturnya.


Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, peningkatan produktivitas pada era ekonomi digital juga difokuskan pada kemudahan access to market sektor IKM. Oleh karena itu, program e-smart IKM yang digagas oleh Kemenperin, menjadiplatform e-commerce untuk membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace seperti bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Go-Jek Indonesia.


“Saat ini, sudah ada sebanyak 4.925 pelaku IKM yang turut menjual produknya lewat digital platform tersebut. Kami terus gencar mendorong para pelaku IKM untuk lebih meningkatkan produktivitas dan menembus pasar ekspor. Sebab, IKM yang kuat akan menopang perekonomian bangsa,” ucapnya.
Share:

Masuki Norma Baru, Kontribusi Industri RI di Atas Rata-Rata Tingkat Dunia


sorotsumatera.com 

Jakarta- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini terjadi norma baru dalam kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB). Di tingkat dunia, sudah tidak ada lagi sumbangan sektor manufaktur kepada ekonomi negara yang mencapai 30 persen.


“Jadi, ini ada realitas baru, kita tidak bisa menyamakan konteks sekarang pada paradigma ekonomi yang lalu,” kata Menperin sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (30/12). Menurutnya, ketika membandingkan kontribusi industri pada tahun 2001 dengan era saat ini, tentunya berbeda.


“Meski waktu itu kontribusi industri hampir 30 persen, dan kita hampir takeoff, tetapi berhenti karena krisis ekonomi yang dipicu oleh keuangan. Cukup panjang dampaknya. Selain itu, kita dininabobokan oleh commodity booming. Pada pasca-2014, baru kita revitalisasi lagi sektor manufakur,” paparnya.


Menperin memperlihatkan data World Bank tahun 2017, bahwa saat ini negara-negara industri di dunia, kontribusi sektor manufakturnya terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17 persen. Namun, ada lima negara yang sektor industri manufakturnya mampu menyumbang di atas rata-rata tersebut, yakni China (28,8%), Korea Selatan (27%), Jepang (21%), Jerman (20,6%), dan Indonesia (20,5%).


“Kalau merujuk data tersebut, saat ini tidak ada negara di dunia yang bisa mencapai di atas 30 persen,” ujarnya. Sementara itu, negara-negara dengan kontribusi industrinya di bawah rata-rata 17 persen, antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat, Rusia, Brasil, Perancis, Kanada dan Inggris.


“Bahkan, sekarang pertumbuhan ekonomi global tidak lagi dua digit. Di China saja single digit. Namun, Indonesia merupakan negara terbesar di Asean, ekonominya sudah masuk dalam klub USD1 triliun, atau sepertiga dari ekonominya Asean,” imbuhnya.


Sementara, jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, Indonesia mampu mencapai 5,2 persen atau di atas rata-rata perolehan Asean sebesar 5,1 persen. Artinya, Indonesia berperan penting dalam memacu perekonomian di Asean.


Menperin menambahkan, Asean merupakan mesin kedua terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia, setelah kontribusi dari China. Kawasan Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 500 juta jiwa penduduk ini, dinilai menjadi pasar potensial dalam membangun basis produksi manufaktur.


“Dengan adanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat, Indonesia juga diuntungkan. Pertama, investasi di antara kedua negara itu meminta negara lain untuk ikut berpatisipasi, termasuk Indonesia,” tuturnya. Selain itu, adanya rencana relokasi perusahaan China ke Indonesia untuk menghindari tarif akibat perang dagang tersebut.


Kemudian, kebijakan Belt and Road dari China, juga menguntungkan bagi Indonesia. Sejumlah investor dari Negeri Tirai Bambu itu membidik Indonesia menjadi salah negara tujuan utama untuk ekspansi.


Melihat kondisi tersebut, menurut Airlangga, saatnya Indonesia membangkitkan kembali sektor industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah saat ini fokus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memudahkan berbagai perizinan usaha.


“Kalau kita melihat, purchasing manager index (PMI) manufaktur Indonesia, selama tahun 2018 itu di atas level 50 atau berada tingkat positif. Artinya, mood manufaktur Indonesia untuk ekspansi cukup tinggi,” jelasnya.


Oleh karena itu, Menperin optimistis, implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dapat merevitalisasi sektor industri manufaktur agar lebih berkontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional. Sasaran besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia tahun 2030.(*)
Share:

Kemenperin Punya Diklat 3 in 1 Bagi Penyandang Disabilitas



sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha saat ini. Salah satu upaya strategis yang telah dilakukan, yakni menjalankan program Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja).



“Dalam upaya menghasilkan SDM industri yang kompeten dan profesional, kami juga telah merekrut untuk para penyandang disabilitas di daerah Jawa Timur,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/12).



Menurut Haris, implementasi program tersebut merupakan kerja sama antara Balai Diklat Industri Yogyakarta dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) wilayah Jawa Timur. Kegiatan yang sudah dilaksanakan berupa Diklat 3 in 1 ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri alas kaki.



Pada tahun 2017, diikuti sebanyak 50 peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Jawa Timur. Setelah mendapat pelatihan kompetensi jahit upper alas kaki di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, seluruh lulusannya terserap kerja di PT Wangta Agung, Surabaya.



Sementara itu, di tahun 2018, sebanyak 45 peserta penyandang disabilitas dari wilayah Jawa Timur, juga terserap kerja di PT Ecco Indonesia dan PT Widaya Inti Plasma, Sidoarjo. Selain mengikuti pelatihan sekitar 20 hari, mereka mendapatkan perlengkapan diklat, konsumsi selama diklat, dan bahan praktik.



“Bahkan mereka mendapatkan sertifikat diklat dan yang lulus uji kompetensi juga mendapat sertifikat,” imbuh Haris. Para pengajar diklat 3 in 1 tersebut merupakan widyaiswara BDI Yogyakarta dan instruktur dari Aprisindo Jawa Timur.



Kepala BDI Yogyakarta Tevi Dwi Kurniaty menyampaikan, pelatihan ini sesuai dengan tujuan satuan kerjanya untuk membantu industri mendapatkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan lapangan. “Maka itu, kami berkerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang akan menerima mereka bekerja,” terangnya.



Sementara itu, Sekretaris Aprisindo Jawa Timur Ali Mas’ud mengemukakan, banyak perusahaan anggota asosiasinya yang siap menerima lulusan diklat 3 in1 dari penyandang disabilitas. Misalnya di PT Widaya Inti Plasma. “Para peserta yang berasal dari 15 kabupaten kota di Jawa Timur ini akan direkrut oleh produsen sepatu merek Trekkers tersebut,” ungkapnya.



Nur Habib Ahmad yang mewakili Humas PT Widaya Inti Plasma mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam payung hukum tersebut, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan sedikitnya satu persen penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya.



“Kami telah memiliki 10 pekerja difabel yang ditempatkan di bagian penjualan online. Sebelumnya kami juga sudah punya pekerja difabel di bagian marketing,” tuturnya.



Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan kualitas SDM di Indonesia.



Pada Kamis (27/12), Menperin dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas. Langkah kolaborasi ini selain mampu mengurangi jumlah pengangguran, dapat berkontribusi pula dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.



“Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami mengapresiasi kepada perusahaan yang telah menerima mereka bekerja, bahkan di Palembang ada yang hingga 20 persen dari populasi karyawannya,” ungkap Airlangga. Kemenperin pun memacu para penyandang disabilitas agar bisa menjadi wirausaha industri baru.



Dari MoU tersebut, Menperin menargetkan pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas dapat dijalankan pada Januari 2019. “Pada tahun depan, kami menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1. Nah, ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif,” kata Menperin.(*)
Share:

Kejuaraan Karate Danrem CUP Resmi Dimulai


mediaterobos.com 

Sumbar- Perhelatan kejuaraan Karate  Danrem Cup se Sumatera Tahun 2018 secara resmi digelar dari tanggal 28 s.d 31 Desember di GOR Zaini Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera BaratKomandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P membuka secara resmi kejuaraan tersebut pada hari Jum'at 28 Desember 2018 jam 15.00 WIB

Sebelum acara pembukaan diawali  penyambutan Komandan Korem dan rombongan dengan Tari Pasambahan di depan GOR Zaini Zain, setelah memasuki GOR dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Laporan Dandim 0311/Pessel Letkol Arh. Wahyu Akhadi selaku Ketua Pelaksana, Sambutan Bupati Pessel H Hendra Joni, SH, MH,  Sambutan Ketua FORKI Sumbar Ir. Henra Irwan Rahim dan Sambutan Komandan Korem 032/Wbr. 

Dalam Sambutannya Danrem 032/Wbr Brigjen  TNI Mirza Agus, S.I.P menyampaikan  terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini termasuk kepada para karateka yang akan bertanding. Danrem menyampaikan bahwa tujuan Kejuaraan ini selain mencari bibit karateka juga membina mental generasi muda agar terhindar dari hal hal yang negatif. Danrem juga berpesan agar Karateka, Juri , wasit dan offisial agar bertindak secara profesional, fairplay jujur dan adil sesuai tugas masing- masing.


Sebelum pertandingan dimulai  diawali dengan penyerahan Piala Tetap dari Danrem kepada Ketua Pelaksana dan Penyerahan Piala bergilir dari Ketua  Forki Sumbar kepada Danrem 032/Wbr,  dilanjutkan pembacaan Janji Wasit dan Janji Karateka agar para karateka dan wasit selama pertandingan ini tidak keluar dari aturan yang berlaku di dalam FORKI.

Kejuaraan Karate Danrem Cup 032/Cup yang diikuti 1200 karateka dari berbagai Provinsi di Pulau Sumatera ini  memperebutkan  Hadiah 50 juta  ditambah Tropy, Piagam,  Medali dan Sertifikat. Kejuaraan ini dibagi dalam 53 kelas terdiri tingkatan Usia dini, pra Pemula, Pemula, Kadet, Junior dan Senior.

Acara dihadiri Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Drs Damisnur AM, SH, MM, Ketua KONI Sumbar Syaiful SH, Sekda Pessel, Anggota DPRD Pessel,  Danlantamal diwakili Wadanlantamal,  Danlanud Sutan syahrir diwakili oleh Kadispen Lanud,  para Kasi Korem, para Dandim tamu undangan lainnya  serta ribuan karateka dan masyarakat umum yang sangat antusias dalam menyaksikan jalannya prosesi pembukaan Kejuaraan Karate Danrem Cup 2018 ini.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, sukses dan lancar. (**)


Share:

Menperin: Pacu Kinerja Industri Perlu Harmonisasi Regulasi


sorotsumatera.com 

Jakarta-  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu upaya strategis untuk memacu kinerja industri manufaktur adalah harmonisasi kebijakan dan peraturan lintas kementerian. Hal ini yang telah menjadi bagian dari program prioritas nasional berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.


“Jadi, melalui kebijakan yang harmonis, aktivitas industri bisa terjaga dengan misalnya mendapatkan pasokan bahan baku, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, industri juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi. Ini yang tidak terpisahkan,” paparnya di Jakarta, Jumat (28/12).


Menperin menjelaskan, pemerintah saat ini ingin mengembalikan industri manufaktur menjadi sektor andalan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan langkah kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan terkait mulai dari pihak pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat.


“Dengan Making Indonesia 4.0, kita harus optimistis mengembalikan industri manufaktur sebagai sektor mainstream dalam pembangunan nasional. Sehingga Kementerian Perindustrian tidak sendirian dalam upaya menjalankan pengembangan industri di Indonesia,” tuturnya.


Airlangga menambahkan, agar industri nasional semakin berdaya saing global, dibutuhkan pula biaya energi yang lebih kompetitif seperti listrik dan gas industri. “Pemerintah telah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk melalui pemberian fasilitas insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance,” imbuhnya.


Apalagi, saat ini pemerintah sudah mencanangkan penerapan sistem Online Single Submission (OSS) untuk penyederhanaan perizinan usaha yang sejalan dengan kebijakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Program ini juga bertujuan guna menarik investor lebih banyak.


“Dengan sistem OSS, begitu investor daftar, kemudian memenuhi syarat, dia langsung dapat tax holiday. Jadi lebih mudah. Baik itu investasi yang di bawah atau di atas Rp500 miliar, mereka akan dapat sekian tahun. Sedangkan, kalau di atas Rp30 triliun bisa dapat tax holiday 20 tahun,” ungkapnya. 


Menperin meyakini, apabila kebijakan-kebijakan tersebut berjalan baik, bakal terjadi penambahan investasi, pertumbuhan populasi, dan peningkatan nilai tambah di sektor industri. Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp226,18 triliun.


“Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. Sedangkan, industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha,” ujarnya. Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.


Kemenperin mencatat, selama periode 2015-2018, daya saing industri nasional semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan antara lain dengan adanya kenaikan pada nilai tambah industri dan indeks daya saing global. “Nilai tambah industri nasional tahun 2015 mencapai USD212,04 miliar, naik menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, melalui metode baru dengan indikator industri 4.0, peringkat daya saing Indonesia naik dari posisi ke-47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B Sukamdani mengatakan, pengembangan industri di Indonesia tidak semata bagian dari tugas Kemenperin, melainkan juga terkait dengan kementerian lain. “Oleh karenanya diperlukan dukungan, seperti Kementerian Keuangan untuk fiskalnya, Kementerian Perdagangan tentang distribusinya, dan BKPM mengenai investasi,” jelasnya.


Hariyadi meminta pemerintah perlu terus memperdalam struktur industri manufaktur di dalam negeri. Hal ini selain dapat menggenjot nilai tambah, juga mampu mensubstitusi produk impor. “Misalnya, ada investasi baru di industri petromimia, ini yang nantinya membuat konsistensi jangka panjang,” ujarnya.


Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk. Anne Patricia Sutanto mengakui dalam upaya membangun industri nasional yang berdaya saing global, dibutuhkan waktu yang tidak singkat. Apalagi di sektor hulu, untuk kembali untung dari investasinya bisa memakan waktu hingga tujuh tahun. “Saya rasa semua pengusaha tidak ada yang mau dirugikan. Untuk itu, kosistensi pemerintah perlu bersifat panjang. Jadi, harus ada keselarasan di regulasinya, terutama dalam menghadapi industri 4.0,” ungkapnya.(*)
Share:

Korem 032/Wirabraja, Laksanakan Doa Bersama Untuk Bencana Selat Sunda


mediaterobos.com 

Sumbar- Korem 032/Wbr melaksanakan kegiatan Doa bersama untuk korban bencana selat sunda di Mesjid At Taqwa komplek Korem 032/Wirabraja Sumatera Barat, Jumat (28/12-2018).

Kegiatan Do’a bersama kali ini mengangkat Tema "Mendoakan saudara saudara Sebangsa dan Setanah Air yang tertimpa Musibah Bencana Alam di Indonesia khususnya di Wilayah Banten dan Lampung".Doa dalam kebersamaan dengan masyarakat dan dengan kekhusyukan tersebut dipimpin langsung oleh Al Ustad H.Suprizen.M.A.

Pada kesempatan ini Al Ustad mengajak kepada seluruh ummat yang hadir pada kegiatan tersebut agar selalu berbuat hal hal baik,menjaga tingkah laku seperti apa yang telah diajarkan dalam alquran dan mengingatkan bahwa bencana bisa  menimpa kapan saja  tanpa pernah kita prediksi.


Untuk itu mari kita selalu Intropeksi diri dan jadikan  doa bersama ini selain mendoakan saudara saudara kita diwilayah yang tertimpa bencana juga sebagai sarana untuk memohon kepada Allah SWT agar kita semua senantiasa mendapatkan rahmat,ampunan,keselamatan dan ridho NYA didalam setiap waktu tidak saja bagi diri kita tetapi juga bagi ummat manusia seluruhnya.

Dilain tempat, Doa Bersama ini dilaksanakan juga secara serentak oleh Personel Makorem 032/Wbr diluar yang beragama muslim.(**)


Sumber: Penrem 032/Wirabraja

Editor: Ariel
Share:

Kemenperin-Kemensos Latih Penyandang Disabilitas Agar Siap Kerja di Industri


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan kegiatan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.


Komitmen kedua belah pihak dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas, antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (27/12).


“Pada tahun 2019, kami menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja). Nah, ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif,” kata Menperin.


Menurutnya, pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas akan segera dijalankan pada Januari 2019. “Jadi, industri yang akan menyerap, juga sudah bisa cepat menerima. Program diklat ini berlangsung sekitar tiga minggu,” ujar Airlangga.


Menperin pun meyakini, langkah kolaborasi ini selain mampu mengurangi jumlah pengangguran, juga dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru,” imbuhnya.


Mensos menyampaikan, sinergi kedua kementerian ini sebagai wujud nyata hadirnya negara bagi penyandang disabilitas, sebagaimana yang tercantum dalam Nawa Cita. “Pemerintah terus berupaya memfasilitasi berbagai program dukungan untuk perluasan kesempatan kerja kepada para penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan, sertifikasi, rekrutmen, hingga penempatan tenaga kerja,” paparnya.


Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. “Payung hukum tersebut guna mengakui, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan sedikitnya 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya,” ungkap Agus.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh Kemenperin dan Kemensos. “Tentu kami sangat bahagia, karena ini menjadi sarana dan solusi menyerap banyak tenaga kerja dari penyandang disabilitas di sektor industri. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti BUMN dan Ketengakerjaan dalam upaya meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas,” tuturnya.


Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.


Sementara itu, berdasarkan isi MoU, tugas dan tanggung jawab Kemenperin antara lain menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang akan dilaksanakan bagi penyandang disabilitas, melaksanakan pendidikan dan pelatihan penyandang disabilitas, melakukan sertifikasi kompetensi, serta memfasilitasi penempatan kerja di perusahaan industri.


Sedangkan, tugas dan tanggung jawab Kemensos, di antaranya menyediakan data potensi penyandang disabilitas, melaksanakan rekrutmen peserta pendidikan dan pelatihan, serta memfasilitasi sarana dan prasarana termasuk operasionalisasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.


Kedua belah pihak juga bertekad untuk melakukan sosialisasi bersama tentang kebijakan dan program dalam rangka pelaksanaan Nota Kesepahaman. Jangka waktu MoU ini berlaku selama dua tahun sejak ditandatangani, serta akan dilakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaannya satu tahun sekali.


Pada implementasi tahap pertama, penyandang disabilitas akan menjadi peserta program Diklat 3in1 yang disiapkan untuk bekerja di industri alas kaki dan garmen. Sudah ada tujuh industri alas kaki yang bakal menampung mereka, yakni PT Wangta Agung, PT Ecco Indonesia, PT Young Tree Industries, PT Widaya Inti Plasma, PT Inti Dragon Suryatama, PT Bintang Indokarya Gemilang, dan PT Aggio Multimax.


Sementara, untuk industri garmen, yaitu Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garment, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Sritex Group.(*)
Share:

Pertumbuhan Industri Manufaktur Diyakini Terkerek di Tahun Politik


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian memproyeksi sejumlah sektor industri manufaktur akan mengalami kenaikan pertumbuhan karena dipengaruhi momentum Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Bahkan, beberapa investor tetap yakin menanamkan modalnya karena melihat kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang dinilai tetap stabil menjelang tahun politik.


“Kita punya pengalaman sebelum dan pasca-reformasi. Khusus dalam 20 tahun ini, kita sudah empat kali Pemilu dan kita juga hampir setiap dua tahun ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang seluruhnya berjalan lancar dan demokratis,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (26/12).


Untuk itu, Menperin meyakini, pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar serentak pada 17 April 2019, juga akan berjalan aman dan damai sehingga mendukung roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Jadi, kita harus lebih optimistis, termasuk kepada para pelaku industri, supaya bisa mengambil peluang,” tegasnya.


Airlangga menyebutkan, salah satu katalis kuat yang mampu mendongkrak pertumbuhan industri tahun depan, terutama adalah melonjaknya konsumsi makanan dan minuman (mamin) serta tekstil dan produk tekstil (TPT). “Komoditas itu yang umumnya banyak dibutuhkan saat musim kampanye,” ujarnya.


Kemenperin mencatat, pada tahun 2014 dengan adanya momentum Pemilu, industri pengolahan naik menjadi 5,61 persen dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar 5,45 persen. Adapun sektor yang menopang lonjakan tersebut, antara lain industri mamin, industri TPT, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.


“Kondisi perekonomian sekarang memang sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2000-an. Artinya, ada realita norma baru. Pertumbuhan ekonomi dunia saat ini tidak lagi double digit. Rata-rata kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian di seluruh negara berkisar 17 persen,” paparnya.


Merujuk data World Bank Tahun 2017, lima negara yang industrinya mampu menyumbang di atas rata-rata tersebut, yakni China (28,8%), Korea Selatan (27%), Jepang (21%), Jerman (20,6%), dan Indonesia (20,5%). “Pertumbuhan di China saat ini juga single digit. Sekarang PDB kita sudah masuk klub USD1 triliun. Indonesia adalah negara besar, saat ini berada dalam kelompok G20 dan berada di peringkat ke-16 ekonomi dunia,” jelasnya.


Menperin memprediksi, di tahun 2019, industri pengolahan nonmigas akan tumbuh hingga 5,4 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi yang dipatok pada angka 5,3 persen. Sektor industri yang memberi kontribusi tinggi, di antaranya industri mamin bakal tumbuh sebesar 9,86 persen.


Selanjutnya, pertumbuhan industri mesin diharapkan akan menembus 7 persen, industri TPT sebesar 5,61 persen, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki 5,40 persen, serta industri barang logam, komputer, dan barang elektronika 3,81 persen.


“Pada tahun depan, kami juga akan genjot sektor itu agar mampu meningkatkan nilai ekspor, terutama yang punya kapasitas lebih. Selain itu dapat mendorong pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” tuturnya.


Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi khususnya di sektor industri manufaktur. “Pada era pemerintahan Bapak Jokowi, di klaster Cilegon, sudah ada beberapa tambahan investasi. Misalnya, Posco dan Krakatau Steel sebesar USD3 miliar dan beberapa waktu lalu Lotte melakukan ground breaking senilai USD3,5 miliar. Jadi, dari segi mother of industry, kita semakin kuat,” ungkapnya.


Menperin pun berharap, upaya itu diharapkan dapat memberikan efek kepercayaan diri kepada investor lain karena dilakukan menjelang tahun politik. “Artinya, investor tidak perlu lagi menunggu, bahwa kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil. Nah, ini kesempatan Indonesia untuk terus memacu investasi,” imbuhnya.


Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp226,18 triliun. Selain menumbuhkan populasi industri, investasi dapat memperdalam struktur industri di dalam negeri sehingga berperan sebagai substitusi impor.


“Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. Industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha,” paparnya. Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.


Seiring upaya menggenjot investasi, Kemenperin mengakselerasi pembangunan kawasan industri di luar Jawa dengan tujuan dapat mendorong pemerataan infrastruktur dan ekonomi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2019, ditargetkan 18 kawasan industri di luar Jawa selesai pembangunannya. Hingga November 2018, sebanyak 10 kawasan industri yang termasuk proyek strategis nasional (PSN) sudah beroperasi.


Menperin menambahkan, setelah gencar melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menjalankan program peningkatan kualitas SDM pada tahun 2019 dengan lebih massif. Dalam hal ini, Kemenperin turut fokus menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi di SMK dan politeknik yang link and match dengan industri.(*)
Share:

Gaet Ratusan Pelanggan, Layanan Balai Riset Industri di Medan “Laris Manis”


sorotsumatera.com 

Jakarta- Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Medan, salah satu unit pelayanan teknis (UPT) yang dimiliki oleh Kementerian Perindustrian, rata-rata per tahun melakukan kegiatan riset sebanyak 1.700 contoh pengujian di laboratoriumnya. Hingga saat ini, sudah ada 120 industri dari berbagai sektor yang telah menjadi pelanggannya.


“Dalam jasa pelayanan, Baristand Industri Medan punya beberapa kompetensi jasa layanan teknis, antara lain jasa pengujian dan inspeksi teknis, kalibrasi, penelitian dan pengembangan, rancang bangun danperekayasaan industri, pelatihan, sertasertifikasi produk (SNI),” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara di Jakarta, Selasa (25/12).


Ngakan juga menyebutkan, dalam hal kegiatan pengujian, Baristand Industri Medan memiliki ruang lingkup pengujian yang dapat dilakukan seperti pengujian mutu lingkungan, agro, kimia, sumber daya alam, mikrobiologi, mekanis dan material teknik. Pengujian ini telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan lingkup 100 parameter serta meraih sertifikat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


Dengan motto “Pelayanan Prima”, UPT yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Nomor 24 Kota Medan ini berkomitmen untuk melakukan setiap kegiatan riset dan pengujian berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan untuk menghindari komplain pelanggan atau mendapat kepuasan dari pelanggan atas jasa layanan yang diberikan. 


“Dalam mendukung pertumbuhan industri khususnya di Sumatera Utara, Baristand Indusri Medan sudah dilengkapi dengan laboratorium kalibrasi yang juga telah diakreditasi oleh KAN. Ruang lingkupnya, antara lain terkait dimensi, massa, suhu, tekanan, optik dan volumetrik,” ungkapnya. Laboratorium tersebut telah melayani hingga 140 industri dan sebanyak 800 artefak per tahun.


Bahkan, dalam mendukung program penerapan SNI wajib, Baristand Industri Medan pun mempunyai Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang telah diakreditasi oleh KAN dengan memiliki 57 ruang lingkup dan sudah menggaet lebih dari 140 pelanggan.


“Pelanggan LSPro Medan tidak saja berasal dari industri lokal yang ada di Indonesia, melainkan juga dari mancanegara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, China, Taiwan, Turki, Belarus, Filipina, India, dan Jepang,” imbuhnya.


Untuk itu, lanjut Ngakan, Baristand Industri Medan terus berupaya meningkatkan kompetensi jasa layanan teknisnya guna turut memacu kualitas dan daya saing industri di dalam negeri serta mendorong program industri hijau. “Sehingga pada akhirnya Baristand Industri Medan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan industri nasional khususnya di Sumatera Utara,” ujarnya.


Adapun beberapa hasil riset serta rancang bangun dan perekayasaan unggulan Baristand Industri Medan yang telah diimplementasikan oleh industri di Indonesia, di antaranya peningkatan mutu nozzle untuk saluran aluminium cair di PT. Inalum (tahun 1999), kemudian perekayasaan rotary furnace yang dapat menghasilkan besi cor kelabu dan besi cor nodular dengan lebih baik dibandingkan menggunakan kupola di PT. Sispra Jaya Logam, Riau (2003).


Selain itu, perekayasaan dan pembuatan mesin peralatan pulverized coal untuk peleburan besi tanur putar PT. Sispra Jaya Logam (2008), penelitian pembuatan screw press untuk pabrik kelapa sawit yang memiliki umur pakai lebih tinggi di PTPN IV Kabupaten Simalungun (2009), serta desain dan pembuatan prototipe mesin pengering tenaga surya di CV. Asom Do Mulana, Kab. Labusel (2014).


Selanjutnya, desain peralatan dan pembuatan asam disilane polisulfonat sebagai katalis transesterifikasi minyak kelapa sawit bermutu rendah menjadi biodiesel (2016), perekayasaan dan pembuatan rotary knife Cutter untuk Pabrik Gula di PT. Ridho Jaya Persada, Medan (2016), serta perekayasaan dan rancang bangun material heat resistant fire grade untuk suku cadang boiler pada pabrik kelapa sawit (2018).(**)
Share:

Industri Manufaktur Jadi Sektor Andalan Dongkrak Nilai Ekspor


sorotsumatera.com 

Jakarta- Pemerintah terus berupaya menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dalam hal ini, industri manufaktur akan menjadi sektor yang diandalkan guna berkontribusi lebih memperkuat struktur perekonomian nasional.


“Saat ini, ekspor produk industri manufakur memberikan kontribusi mencapai 72,28 persen dari total ekspor nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (24/12). Ini sekaligus menunjukkan industri manufaktur nasional sanggup berdaya saing di kancah global.  


Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor produk manufaktur terus meningkat setiap tahun. Hingga Desember 2018, mampu menembus USD130,74 miliar atau naik 4,51 persen dibanding capaian tahun 2017 sebesar USD125,10 miliar. Tahun 2016 sekitar USD110,50 miliar dan tahun 2015 di angka USD108,60 miliar.


Menurut Menperin, dalam upaya mendorong peningkatan ekspor dari industri manufaktur, diperlukan langkah untuk memacu investasi atau ekspansi. “Supaya bisa menggenjot kapasitas industri, dibutuhkan tambahan investasi untuk perluasan usaha,” jelasnya.


Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp226,18 triliun. Selain menumbuhkan populasi industri, investasi dapat memperdalam struktur industri di dalam negeri sehingga berperan sebagai substitusi impor.


“Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. Industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha,” paparnya. Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.


Oleh karena itu, pemerintah terus merancang kebijakan pemberian insentif fiskal yang lebih menarik sehingga dapat menggairahkan iklim usaha. “Misalnya, untuk industri otomotif, kami mengusulkan harmonisasi tarif dan revisi besaran PPnBM,” imbuhnya.


Upaya strategis itu salah satunya guna mendongkrak produktivitas kendaraan sedan karena sesuai permintaan pasar ekspor saat ini. Sebab, produksi industri otomotif di Indonesia masih didominasi jenis SUV dan MPV. Pasar yang potensial untuk ekspor sedan, misalnya ke Australia. Peluangnya mencapai 1,3 juta unit. Sementara, jumlah pengapalan untuk kendaraan roda empat produksi Indonesia ke mancanegara saat ini sebesar 200 ribu unit per tahun.


Pada Januari-Oktober 2018, industri otomotif di Indonesia mengekspor kendaraan roda dua dengan total nilai sebesar USD1,3 miliar. Sedangkan, untuk kendaraan roda empat, dengan nilai USD4,7 miliar.


Menperin mencontohkan beberapa industri otomotif sudah berhasil melakukan ekspor. Menurutnya, mereka bisa melakukan ekspor ketika ada investasi yang menggerakkan industri sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing. "Kemarin sudah ada ekspor dari Toyota, Suzuki, dan Yamaha Motor. Semua itu kan investasi dulu baru ekspor. Karena kapasitasnya rata-rata sudah optimal,” jelasnya.


Jalin kemitraan ekonomi


Menperin menambahkan, dalam rangka menggenjot nilai ekspor, Indonesia akan aktif menjalin kemitraan ekonomi dengan berbagai negara melalui free trade agreement (FTA) atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA).


Misalnya, Indonesia dan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA) telah menandatangani skema IE-CEPA. Empat negara EFTA adalah Swiss, Liechtenstein, Islandia dan Norwegia.


“Jadi, peluang meningkatkan ekspor kita akan sangat besar karena bea masuk ke sana menjadi nol persen. Berbagai produk andalan dari Indonesia siap merambah pasar global, seperti perhiasan ke Swiss dan produk-produk lainnya seperti tekstil, pakaian, dan alas kaki, termasuk juga produk IKM," ujarnya.


Airlangga menegaskan, pihaknya tengah mendorong peningkatan ekspor oleh industri yang memiliki kelebihan kapasitas. Hal ini karena telah mampu memenuhi pasar domestik. “Jadi memang perlu diperhatikan kombinasi pasar domestik dan ekspor supaya volumenya meningkat,” tandasnya.


Adapun sektor yang sedang dipacu, antara lain industri makanan dan minuman serta industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kelompok ini juga merupakan manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam penerapan industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.


“Pada tahun 2030, Indonesia ditargetkan menjadi lima besar eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global," ungkapnya. Implementasi industri 4.0 diyakini mampu meningkatkan ekspor makanan dan minuman nasional hingga empat kali lipat, dari target tahun ini sekitar USD12,65 miliar yang akan menjadi sebesar USD50 miliar pada 2025.


Sementara itu, industri TPT mampu kompetitif karena struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional. Sektor padat karya ini mampu memberikan share ekspor dunia sebesar 1,6 persen.


Pada tahun 2018, Kemenperin mematok ekspor industri TPT sebesar USD13,5 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang. Tahun 2019, ekspornya diharapkan bisa mencapai USD15 miliar dan menyerap sebanyak 3,11 juta tenaga kerja. Periode Januari-Oktober 2018 ekspor TPT nasional telah menembus di angka USD11,12 miliar atau naik 7,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.


Di samping itu, industri karet sintetis berpeluang dongkrak nilai ekspor nasional. Hal ini seiring dengan investasi PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI), beberapa waktu lalu.Diproyeksi nilai ekspor karet sintetis dari perusahaan ini mencapai USD250 juta dengan kapasitas produksi terpasang 120 ribu ton per tahun.Dalam pemanfaatannya, karet sintetis banyak dimanfaatkan untuk memproduksi ban, conveyor belt, komponen karet, alas kaki, serta pembungkus kabel listrik.(**)
Share:

Tahun 2018, Program Peremajaan Mesin dan Peralatan Dinikmati 111 IKM


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian bertekad untuk semakin meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu langkah strategisnya adalah pelaksanaan program restrukturisasi mesin dan peralatan, yang diharapkan dapat menghasilkan produk yang kompetitif guna memenuhi pasar domestik hingga ekspor.


“Sepanjang tahun 2018, sebanyak 111 IKM telah memanfaatkan program tersebut, dengan total nilai  investasi mencapai Rp77,2 miliar dan nilai potongan (reimburse) sebesar Rp11,78 miliar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawanigsih di Jakarta, Minggu (23/12).


Gati menyebutkan, dari 111 IKM yang mendapatkan fasilitas peremajaan mesin dan peralatan, sekitar 34 IKM berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. Misalnya, Sulawesi Selatan (Kabupaten Luwu Utara) dan Sulawesi Tengah (Kab. Tojo Una-Una) dengan komoditas minyak atsiri.


“Hal ini menunjukkan bahwa penerima program ini tidak hanya terpusat di Jawa atau Indonesia bagian barat, namun juga sudah tersebar sampai dengan Indonesia bagian timur,” ungkapnya.


Lebih lanjut, dengan banyaknya jumlah IKM minyak atsiri yang tersebar di kedua kabupaten tersebut, menjadi potensi dalam upaya pembinaan lanjutan oleh Direktorat Jenderal IKM khususnya yang terkait dengan pengembangan sentranya. “Saat ini, usaha IKM minyak atsiri punya peluang untuk berkembang. Sebab, unsur minyak atsiri bisa digunakan sebagai bahan baku parfum,” jelasnya.


Peluang itu juga mengacu pada tumbuhnya industri kosmetika di Tanah Air. “Oleh karenanya, kami akan melaksanakan program bimbingan teknis, pendampingan, maupun penguatan kelembagaan terhadap IKM tersebut agar semakin produktif dan kompetitif,” imbuhnya.


Gati menambahkan, pihaknya terus melakukan pengkajian ulang terhadap impelementasi restrukturisasi mesin dan peralatan produksi IKM, sehingga para calon penerima tidak kesulitan dalam mengikuti program tersebut. “Hal ini dapat dilihat dari semakin mudahnya prosedur dan persyaratan yang harus dilakukan oleh IKM calon peserta dalam melakukan dokumen pengajuan,” terangnya.


Selain itu, dalam memudahkan pelaksanaan program itu, Ditjen IKM juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Program (LPP) selaku lembaga independen yang bertugas melakukan pendampingan kepada IKM pemohon. Dalam melakukan tugasnya, LPP menyediakan pos-pos pelayanan di beberapa wilayah yang strategis sehingga dapat melayani IKM yang berminat menjadi pemohon program ini.


“Dengan adanya pos-pos pelayanan tersebut, IKM tidak harus melakukan kontak langsung dengan LPP Pusat, tetapi melalui perantara LPP daerah sehingga dapat semakin memudahkan IKM dalam mengikuti program ini,” paparnya.


Pada periode tahun 2009-2017, sebanyak 726 IKM telah menerima fasilitas restrukturisasi mesin dan peralatan, dengan total nilai potongan harga mencapai Rp84,75 miliar dan total nilai investasi sebesar Rp554,63 miliar.


Bebeberapa sektor IKM yang telah menikmati program tersebut, di antaranya IKM bordir, pangan, tekstil dan produk tekstil, mainan anak, konveksi, pertenunan, kain rajut, bulu mata, sepatu, kerajinan, furnitur, suku cadang, pompa, serta permesinan.


“Diharapkan program ini dapat menjadi pemicu peningkatan teknologi produksi pada IKM nasional melalui peremajaan mesin dan peralatan sehingga ke depannya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk IKM,” tegasnya. Hal ini pun sejalan dengan program prioritas pada Making Indonesia 4.0.(*)
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.