Terima kasih anda telah berkunjung di http://www.sorotsumatera.com/ Sorot Sumatera

Kemenperin Incar Pabrik Pintar Jadi Rujukan Implementasi Industri 4.0


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian sedang melakukan pemilihan terhadap perusahaan-perusahaan yang juara di sektornya terutama dalam kesiapan menerapkan teknologi industri 4.0. Hal ini merupakan salah satu tahap implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Upaya strategis tersebut untuk menjadi percontohan sehingga dapat mengajak manufaktur lain melihat manfaat positif dari penerapan industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di PT Schneider Electric Manufacturing Batam (PT SEMB), Jumat (16/11).

Menperin menjelaskan, industri 4.0 dinilai memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas. “Oleh karena itu, pemerintah selaku pembuat kebijakan akan terus memfasilitasi kebutuhan riil sektor industri prioritas dalam mengadopsi teknologi industri 4.0 secara optimal,” tegasnya.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektonika. “Kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total ekspor, kemudian menyumbang 60 persen untuk PDB, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” ungkapnya.

Di sektor industri elektronika, PT SEMB ditunjuk oleh Kemenperin sebagai lighthouse implementasi industri 4.0 di Indonesia karena memiliki banyak pengalaman dan kompetensi dalam mendirikan fasilitas smart factory serta journey transformasi digital. “Sebuah lighthouse atau champion akan menjadi role model sekaligus juga mitra dialog pemerintah dalam implementasi industri 4.0 di Indonesia,” imbuhnya.

Untuk itu, Kemenperin bersama PT SEMB menandatangani Nota Kesepahaman tentang pengembangan dan penerapan teknologi industri 4.0 dalam rangka implementasi Making Indonesia 4.0. Tujuannya untuk mengembangkan, meningkatkan keterampilan dan optimalisasi penggunaan teknologi industri 4.0 oleh pelaku industri di Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman itu dilakukan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara serta Vice President PT SEMB Gabriel De Tissot, dengan  disaksikan langsung Menperin dan Senior Vice President Global Supply Chain Schneider Electric untuk Asia Timur dan Jepang, Jim Tobojka.

Menurut Airlangga, kolaborasi dengan berbagai mitra yang berkompeten di bidang transformasi digital seperti PT SEMB merupakan bagian dari penguatan kebijakan Kemenperin dalam upaya mempercepat implementasi industri 4.0 di Indonesia. “Tentunya untuk mencapai aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yaitu menjadikan Indonesia masuk 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia tahun 2030,” ujarnya.

Ngakan menyampaikan,selama tiga tahun masa Nota Kesepahaman, PT SEMB akan menjadi mitra kerja Kemenperin dalam melaksanakan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industry. Selain itu, menjadikan pabrik di Batam sebagai percontohan bagi pelaku industri lain di Indonesia yang ingin belajar dan menyaksikan secara langsung penerapan otomasi.

“Kami juga akan melaksanakan program pelatihan dan pendampingan untuk Manajer Transformasi Industri 4.0.  Mereka ini akan melatih para peserta selama satu minggu terkait berbagai aspek dalam transformasi digital yang nantinya para peserta akan menerima sertifikasi kompetensi atau kelayakan dalam penerapan industri 4.0,” paparnya.

Sementara itu, Gabriel De Tissot mengaku, pihaknya sangat bangga dapat bekerja sama dengan Kemenperin untuk menjadi lighthouse industri 4.0 di Indonesia dan diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terkemuka di wilayah Batam.

“Transformasi digital yang kami hadirkan di seluruh pabrik kami di Batam menggunakan solusi EcoStruxture™ dan aplikasi industri 4.0 lainnya yang memungkinkan pemantauan kinerja operasi kami di setiap bagian,” ungkapnya.

Di Batam, PT SEMB mempekerjakan lebih dari 2.900 karyawan di tiga smart factory yang memproduksi beragam produk (contractor, relay, variable speed drives, sensors, circuit breakers, electronic boards) yang didistribusikan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, namun juga Eropa, Amerika Utara, China, India dan wilayah Asia Pasifik.

Smart Factory Schneider Electric di Batam adalah bagian dari transformasi digital Schneider Electric secara Global. Sampai hari ini, Schneider Electric telah memiliki enam smart factory di seluruh dunia termasuk di Batam. Smart Factory Schneider Electric lainnya terletak di China, Prancis, Filipina, Amerika Utara dan India.(*)
Share:

Kemenperin Rancang Insentif, Indeks dan Inovasi Industri 4.0


sorotsumatera.com 

Jakarta- Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Peta jalan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian ini menjadi strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional yang berdaya saing global.

“Dalam proses penyusunan, sudah dilakukan dua tahun sebelumnya. Peluncuran roadmap diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada 4 April lalu. Kami juga melibatkan stakeholder di dalam dan luar negeri, termasuk beberapa konsultan seperti McKinsey dan AT Kearney serta JETRO dan JICA,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (15/11).

Menperin menjelaskan, aspirasi besar dalam Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. “Sasaran itu bisa tercapai, dengan didukung kontribusi ekspor neto 10 persen dari PDB, produktivitas naik dua kali lipat, dan anggaran riset sebesar dua persen dari PDB,” sebutnya.

Pada tahap implementasi peta jalan tersebut, beberapa program prioritas yang telah dilakukan oleh Kemenperin, antara lain perumusan insentif bagi pelaku industri. “Kami telah mengusulkan super deductible tax300 persen bagi perusahaan yang berinvestasi melaksanakan litbang dan insentif untuk investasi pendidikan vokasi. Keduanya termasuk yang terkait dengan teknologi industri 4.0,” paparnya.

Kemenperin juga sedang merumuskan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Ini merupakan metode asesmen untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan dalam menerapkan teknologi industri 4.0 serta menghasilkan efisiensi dan produktivitas dari penerapan peta jalan tersebut.

Selanjutnya, memfasilitasi platihan untuk mencetak manajer transformasi industri 4.0 dan tenaga ahli teknologi industri 4.0. “Kami juga sudah memfasilitasi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk masuk dalam program e-Smart IKM serta menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada,” imbuh Menperin.

Langkah lainnya yang tengah dilakukan Kemenperin, yakni penunjukan Lighthouse of Industry 4.0. “Kami memilih perusahaan-perusahaan champion pada masing-masing sektor prioritas sebagai percontohan penerapan teknologi industri 4.0,” tutur Airlangga.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektonika. “Kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total ekspor, kemudian menyumbang 60 persen untuk PDB, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, upaya yang terpenting juga adalah pembangunan showcase dan pusat inovasi industri 4.0. Hal ini guna mendorong penguatan infrastruktur lembaga litbang Kemenperin terkait teknologi industri 4.0 dan pembangunan fasilitas untuk peningkatan kemampuan SDM industri di era industri 4.0.

Dalam upaya membangun pusat inovasi yang sesuai konsep industri 4.0, Kemenperin berencana untuk menginisiasi pembangunan Pusat Inovasi Makanan dan Minuman (PIMM). Pemilihan ini didasarkan pada besarnya kontribusi sektor tersebut terhadap ekonomi nasional, dan juga tingkat kesiapan industri makanan dan minuman dalam menerapkan industri 4.0 yang relatif lebih bagus.(**)
Share:

Menperin Lantik Irjen dan 38 Pejabat Eselon II


sorotsumatera.com 

Jakarta- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melantik Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian. Sebelumnya, Setyo menduduki jabatan Kepala Divisi Humas Polri.

“Irjen adalah jabatan yang strategis di lingkungan Kemenperin. Tidak hanya bertugas menyelenggarakan fungsi pengawasan, tetapi juga melakukan pengawalan program dan kegiatan sektor perindustrian,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (15/11).

Menurut Airlangga, pengisian jabatan eselon I atau Pejabat Pimpinan Tinggi Madya itu telah melalui proses seleksi terbuka. Hal ini berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

“Kami berharap, pengetahuan dan kompetensi dari pengalaman panjang Saudara di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia selama ini dapat semakin mendukung gerak langkah Kemenperin dalam mewujudkan iklim usaha dan kegiatan industri yang kondusif,” paparnya.

Pada saat yang sama, Menperin juga melantik sebanyak 38 pejabat eselon II di lingkungan Kemenperin. Pengisian ini disesuaikan dengan perubahan organisasi sesuai Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2018 tentang Kementerian Perindustrian.

“Kami optimistis, rotasi dan penyesuaian jabatan ini dapat mengakselerasi program dan kegiatan prioritas yang telah ditetapkan di dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional, Kebijakan Industri Nasional dan Making Indonesia 4.0,” imbuhnya.

Di unit kerja Sekretariat Jenderal, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik tersebut, yakni Herman Supriadi sebagai Kepala Biro Perencanaan, Yedi Sabaryadi (Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia), Fauzi Saberan (Kepala Biro Keuangan), Eko S.A. Cahyanto (Kepala Biro Hukum), Setia Utama (Kepala Biro Humas), Dadi Marhadi (Kepala Biro Umum), serta Willem Petrus Riwu (Kepala Pusat Data dan Informasi).

Di Direktorat Jenderal Industri Agro, pejabat yang dilantik meliputi Supriadi sebagai Sekretaris Ditjen Industri Agro, Edy Sutopo (Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan), Enny Ratnaningtyas (Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan), serta Abdul Rochim (Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar).

Untuk pejabat yang dilantik di Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, yaitu Muhammad Khayam sebagai Sekretaris Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Fridy Juwono (Direktur Industri Kimia Hulu), Taufiek Bawazier (Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi), Adie Rochmanto Pandiangan (Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam), serta Muhdori (Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki).

Sementara itu, di Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, pejabat yang dilantik adalah Doddy Rahadi sebagai Sekretaris Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Zakiyudin (Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian), Putu Juli Ardika (Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan), serta R. Janu Suryanto (Direktur Industri Elektronika dan Telematika).

Di Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, pejabat yang dilantik, yakni Eddy Siswanto sebagai Sekretaris Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Sri Yunianti (Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur), E. Ratna Utarianingrum (Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka), serta Endang Suwartini (Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut).

Pejabat yang dilantik di Ditjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, yaitu Restu Yuni Widayati sebagai Sekretaris Ditjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, Reni Yanita (Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri), Ignatius Warsito (Direktur Perwilayahan Industri), Dody Widodo (Direktur Akses Industri Internasional), serta Tony T.H. Sinambela (Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional).

Di Inspektorat Jenderal, pejabat yang dilantik, yakni Liliek Widodo sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal, Arus Gunawan (Inspektur I), Achmad Rodjih Almanshoer (Inspektur II), serta Pranata (Inspektur III). Sedangkan, di Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, pejabat yang dilantik adalah Yang Yang Setiawan (Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Industri), serta Teddy Caster Sianturi (Kepala Pusat Industri Hijau).

Selanjutnya, Sony Sulaksono (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika), Yan Sibarang Tandiele (Kepala Pusat Standardisasi Industri), serta Titik Purwati Widowati (Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik).(*)
Share:

Teknologi IoT Solusi Pengembangan Industri Masa Depan


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian mendukung penuh kepada perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia yang dapat membangun ekosistem inovasi. Hal ini guna mengembangkan teknologi digital sebagai solusi masa depan dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional.

“Untuk mengimplementasikan industri 4.0, salah satu faktor pendukung utamanya adalah ketersediaan infrastruktur digital. Salah satunya adalah internet of things (IoT),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada peresmian Laboratorium IoT (IoT Lab) bernama X-CAMP yang dibangun oleh PT XL Axiata Tbk di Jakarta, Selasa (13/11).

Menperin menjelaskan, terdapat lima teknologi digital sebagai fundamental dalam penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia, yaitu IoT, artificial intelligence, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, dan 3D printing. “Jadi, hari ini kita fokus pada internet of everythings. Ini yang harus dikuasai oleh generasi muda kita,” ujarnya.

IoT merujuk pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan barang-barang lainnya yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan untuk terhubung dengan jaringan internet maupun mengumpulkan dan bertukar data.

Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritas yang perlu dilaksanakan adalah membangun infrastruktur digital nasional. Bahkan, berdasarkan penelitian dari McKinsey & Company, infrastruktur digital di Indonesia akan menciptakan peluang bisnis baru hingga USD150-200 miliar pada tahun 2025-2030.

”Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, yang mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50 persen total penduduk di Indonesia,” tutur Airlangga. Oleh karena itu, guna mencapai target Making Indonesia 4.0, diperlukan 17 juta tenaga kerja yang dapat menguasai teknologi digital.

“Aspirasi besarnya adalah optimisme masa depan, dengan target pada tahun 2030, Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia. Dengan catatan, produktivitas naik dua kali lipat, nett ekspor mencapai 10 persen, dan anggaran riset hingga dua persen,” paparnya.

Menperin menerangkan, implementasi revolusi industri 4.0 perlu dirasakan dan dilakukan bersama-sama oleh seluruh negara. Kolaborasi ini diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Apalagi, saat ini tidak ada satu negara yang bisa mengklaim sudah paling siap dalam industri 4.0. Jadi, semuanya sedang mulai bareng,” ungkapnya.

Airlangga menambahkan, pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan berkembang pesat dan nilainya bakal mencapai Rp444 triliun pada tahun 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, disusul platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan gateway Rp39,1 triliun.

Pada periode yang sama, berdasarkan data Indonesia IoT Forum, kemungkinan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sebesar 16 persen di antaranya terdapat pada industri manufaktur, 15% persen di sektor kesehatan, 11% asuransi, 10% perbankan dan sekuritas, serta sektor ritel, gosir, perbaikan komputer masing-masing 8%.

Selanjutnya, sekitar 7% di pemerintahan, 6% transportasi, 5% utilities, serta real estate and business services and agriculture masing-masing 4%, dan sisanya 3% untuk perumahan dan lain sebagainya.

Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan Palapa Ring atau sebuah proyek serat optik sepanjang 36,000 km di 440 kota di Indonesia, demi mendukung tercapainya akses internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

Dengan selesainya Palapa Ring di 2019, diharapkan permasalahan konektivitas di Indonesia bisa terselesaikan. Dengan begitu, maka tidak akan ada permasalahan dalam konektivitas IoT baik dengan konektivitas langsung (dari end device ke server/cloud) atau dari gateway ke server atau cloud.

”Teknologi IoT memang menjadi solusi. Bahkan, pengelola kawasan industri sudah memikirkan untuk segera mengembangkan teknologi ini sebagai pilot plant. Dan, tentunya ini akan menjadi back of bone untuk industri nasional ke depan,” tandasnya.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini menyampaikan, konsep IoT Open Lab dan fasilitas yang dimiliki saat ini, X-Camp merupakan IoT Innovation Lab terlengkap yang dimiliki oleh operator telekomunikasi di Indonesia. X-Camp juga menjadi satu-satunya Lab IoT yang tergabung di GSMA Lab Alliance di Kawasan Asia Tenggara. X-Camp akan turut aktif mengembangkan potensi sumber daya lokal, termasuk dari kalangan perguruan tinggi.(*)
Share:

Menperin Ungkap 4 Pilar Utama Bikin Indonesia Hebat


sorotsumatera.com 

Jakarta- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan ada empat pilar utama yang akan membawa Indonesia mengalami lompatan jauh dengan masuk jajaran 10 negara besar yang memiliki ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030. Keempat pilar tersebut adalah teknologi, industri, inovasi dan sumber daya manusia (SDM).

“Oleh karena itu, kita telah memulainya dengan meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang akan menjadi agenda nasional serta strategi dan arah yang jelas dalam memacu industri nasional berdaya saing global sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menperin ketika menjadi pembicara pada kegiatan bertajuk Solidaritas Untuk Indonesia Lebih Baik di Jakarta, akhir pekan lalu.

Airlangga menegaskan, pihaknya terus mengajak masyarakat Indonesia agar siap menyambut revolusi industri 4.0. Sebab, bangsa Indonesia tidak boleh gagap atau tertinggal dari perkembangan teknologi terkini sehingga mampu berinovasi dan kompetitif dengan negara lain.

“Bangsa ini harus bisa memasuki era baru, yakni era yang berlandaskan digital atau industri 4.0 yang memiliki prinsip perubahan yang dinamis, transformatif dan berkemajuan,” jelasnya.

Guna mendorong transformasi sosial budaya pada masyarakat Indonesia tersebut, salah satu faktor yang memengaruhi adalah teknologi. “Teknologi mengubah cara kita berinteraksi, cara kita memandang suatu masalah dan mengambil keputusan,” jelas Menperin.

Dalam penerapan industri 4.0, Indonesia akan didukung dengan lima teknologi utama yang menjadi ciri khas di era digital, yaitu konektivitas dan kemampuan komputasi, kemampuan analitik dan intelegensi mesin, ketersambungan manusia dengan mesin (human-machine interface), teknologi robotik tingkat lanjut, serta metode manufaktur melalui cetak tiga dimensi (3D Printing).

Kemudian, Menperin mengungkapkan, aktivitas industri manufakur berperan penting mendongkrak perekonomian negara karena membawa efek berganda yang positif. Misalnya, peningkatan pada nilai tambah baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa dari eskpor.

“Tidak ada satu negara maju di dunia yang tanpa melalui proses industrialisasi. Beberapa waktu lalu, dalam sebuah conference dengan UNIDO, Indonesia menjadi inspirator untuk mengimplementasikan industri 4.0 di negara-negara berkembang Asia Pasifik,” paparnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi tertinggi dalam struktur produk domestik bruto (PDB) nasional, dengan porsi mencapai 19,66 persen pada triwulan III tahun 2018. “Indonesia masuk dalam jajaran 9 negara di dunia yang industrinya memberikan kontribusi besar bagi ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Airlangga, pihaknya semakin gencar meningkatkan kualitas dan intensitas kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) di berbagai lini yang dapat menumbuhkan inovasi dalam upaya pengembangan industri manufaktur nasional.

“Peran lembaga litbang yang ada di seluruh Indonesia dapat menjadi penyokong utama terbentuknya ekosistem inovasi yang melahirkan riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi kemajuan sektor industri,” terangnya.

Langkah strategis lainnya yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kompetensi SDM industri, terutama untuk siap memasuki era revolusi industri 4.0. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia yang dimulai pada Februari 2017.

“Hingga saat ini, kami telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK yang terlibat. Programpenciptaan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri ini akan terus digulirkan lagi pelaksanannya. Memang hasilnya tidak langsung jadi, butuh waktu dua sampai tiga tahun ke depan,” pungkasnya.

Tumbuhkan startup kreatif

Pada kesempatan berbeda, Menperin Airlangga mengatakan, pihaknya aktif menumbuhkan wirausaha rintisan baru (startup) di sektor industri kreatif. Upaya ini sejalan dengan kesiapan untuk mengambil peluang adanya momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada tahun 2030 nanti. 

“Industri kreatif di dalam negeri mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian. Oleh karena itu, kami terus melakukan peningkatan daya saingnya agar semakin kompetitif di kancah domestik hingga global, bahkan siap memasuki era ekonomi digital,” tuturnya.

Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun,sedangkan pada 2016 mencapai Rp923 triliun,dan bertambah menjadiRp990 triliun di 2017. Tahun 2018 diproyeksi tembus hingga Rp1.000 triliun.

Airlangga menyampaikan, Kementerian Perindustrian telah mendirikan Bali Creative Industry Center (BCIC) di Denpasar sejak2015. Technopark ini bertujuan sebagai pusat inovasi dalam pengembangan subsektor industri kriya, fesyen, film, animasi dan video, serta aplikasi dan permainan.

“Semua fasilitas yang bangun Kemenperin. Kami terus melihat sampai di mana progress penumbuhan startup-nya. Sekarang sudah jalan 14 angkatan dari berbagai program training,” ujarnya. Mereka yang sudah menghasilkan produk unggulan, bisa menyelesaikan program pelatihannya. Para peserta program ini berhasil mendapat pekerjaan dari dalam maupun luar negeri.

“Fasilitas ini gratis, seluruh talenta di Bali maupun kota lain bisa memanfaatkan gedung ini secara berkelompok. Kami akan terus memberikan program-program pelatihan sesuai era digital. Harapannya, akan semakin banyak entrepreneurs yang memanfaatkan teknologi dan fasilitas untuk ekonomi digital,” papar Menperin.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, beberapa program yang dilaksanakan di BCIC, antara lain Creative Business Incubator (CBI). Tahun ini Direktorat Jenderal IKM Kemenperin berkolaborasi dengan Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya. “Melalui program tersebut, para pelaku IKM kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnisnya,” papar Gati.

Selanjutnya, kegiatan Indonesia Fashion and Craft Awards(IFCA).Tahun ini, Ditjen IKM bekerjasama dengan Taiwan Design Center untuk peningkatan kapasitas desainer lokal. “Kami sudah memetakan potensi desainer inovatif untuk dipromosikan agar tumbuh dan berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Ada juga kegiatan Design Laboratory sebagai ajang kolaborasi antara para desainer, praktisi dan sentra IKM untuk menghasilkan desain produk baru yang tujuannya meningkatkan daya saing produk IKM. Program ini juga dalam rangka mengembangkan riset teknologi, desain, seni, budaya dan inovasi bagi industri kreatif nasional.(*)
Share:

Etape IV, Jesse Ewart Masih Mempertahankan Tiga Jersey Bergengsi

sorotsumatera.com 

Sumbar- Pebalap asal Australia dari tim Sapura Cyling Team Malaysia mampu mengumpulkan waktu tercepat pada etape IV Tour de Singkarak 2018 ini. Di etape yang memiliki tanjakan di 144 km di Ambun Pagi, Kenagarian Matur Mudik, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mampu ditaklukan oleh Jesse. 

Sebelumnya melihat pada etape III dari Dermaga Singkarak Solok - Pagaruyung Tanah Datar, Jesse, memborong tiga jersey yakni yellow, green, dan Polka-Dot. Kini etape sepanjang 144 km yang dimulai dari Pantai Cimpago Padang - Ambun Pagi Agam, Jesse Ewart masih mempertahankan tiga jersey bergengsi tersebut. 

Di etape IV ini,  Jesse Ewart memang tidak finis di urutan pertama. Tapi dari hitungan waktunya, Jesse masih memegang waktu terbaik yaitu 15:51:32. Sementara di pebalap yang mencapai garis finish di urutan pertama Thanakhan Chaiyasombat dari Thailand Continental Cycling Team dengan catatan waktu 3:52:06.

Artinya, Thanakhan tidak berkesempatan mengenakan yellow jersey dan hanya mendapatkan hadiah uang tunai, karena telah mampu finis diurutan pertama. Persoalan waktu, hingga etape IV ini, Thanakhan baru pertama kali mencapai finis. Sedangkan Jesse, mampu membuktikan kecepatannya di etape yang cukup ekstrem ini. 

Poin yang diperoleh oleh Jesse pada etape IV ini untuk Best Sprinters 28 poin. Lalu untuk King of Mountain, Jesse memperoleh poin 19 poin. Untuk poin KOM ini, Jesse memiliki poin yang sama  dengan pebalap lainnya yakni Marcelo dari 7RP, Bambang Suryadi dari PGN Cyling Team Indonesia. 

Sementara untuk Best Indonesian Rider juga masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman dari KFC Indonesia dengan catatan waktu 15:52:37. Waktu Abdurrohman ini sangat berbeda tipis dengan pabalap Indonesia lainnya yakni Abdul Soleh yang masih dari tim KFC, dengan perbedaan waktu 02:17 dari Abdurrohman. 

Kemenangan yang diraih oleh sejumlah pebalap pada etape IV ini terbilang sulit. Karena di saat hendak melakukan KOM di Kelok 44, hujan beserta kabut tebal menyelimuti Kelok 44 hingga mencapai garis finish di Ambun Pagi. 

Beruntung kabut tebal yang menghadang tidak menyulitkan pebalap untuk menaklukkan KOM yang ekstrem yang ada di Kabupaten Agam tersebut. 

Sebelumnya, pada Etape IV yang mengambil rute Kota Padang - Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total panjang lintasan 144 kilometer ini, hanya diikuti sebanyak 92 pembalap.

Usai bendera Start dikibarkan pada pukul 10.00 WIB di Pantai Cimpago, Kota Padang, ke 92 pembalap yang tersisa itu, akan melintas di kawasan S. Parman, UNP, Pasar Lubuk Buaya, Simpang BIM, Simpang Patung Ikan, Lubuk Alung, By pass Pariaman, Sungai Garingging, Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung, dan Kelok 44, sebelum kemudian finish di Ambun Pagi, Kabupaten Agam.

Bentangan Danau Maninjau dan balutan warna hijau dan Kuning area persawahan disepanjang rute Kelok 44, dipastikan bakal memberikan sensasi tersendiri kepada masing-masing pembalap. Daya tarik keindahan panorama Danau Maninjau, diyakini mampu memberikan energi lebih kepada seluruh pembalap yang tersisa.  

Sesuai dengan namanya Kelok 44, rute ini memiliki jumlah tikungan tajam dan mendaki sebanyak 44 buah. Sudut kemiringan jalur sekitar 45° hingga 60°, membuat jalur kelok 44 menjadi lintasan terekstrem dari seluruh jalur di Dekapan etape tour de singkarak 2018. 

Bahkan tak hanya itu saja, sejumlah orang menyebutkan rute ini merupakan rute pembantaian. Tajamnya tikungan dan curamnya pendakian, membuat banyak tenaga pembalap yang terkuras habis di etape ini. 

Saking beratnya lintasan pada Etape IV, terutama di rute atau jalur Kelok 44 ini, kategori Best Climber Classification hanya ada satu titik yakni di Kelok 44 atau 144 kilometer dari lokasi start. Sedangkan untuk Best Sprint Classification terdapat Tiga titik di Lubuk Alung, Sungai Limau dan Lubuk Basung.(*)
Share:

Bike AID Jerman, Peserta Baru TdS 2018 Juara di Etape 6

sorotsumatera.com 

Sumbar- Bike AID Team dari Jerman mengukir kemenangan pertama di Tour de Singkarak 2018. Setelah menempuh perjalanan sepanjang 105 km dari Lapangan Merdeka Kota Solok dan finis di Ngalau Indah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Pebalap Bike AID yang berhasil mencapai finis pertama itu ialah Clint Hendricks pebalap asal Afrika Selatan dengan catatan waktu 02:33:42.

Kemenangan Clint Hendricks ini mendapat perlawanan yang cukup ketat dari posisi kedua dan ketiga. Untuk pemenang dibarisan kedua ialah Edgar Nieto dari tim Ningxia Sport Lotterry Livall Cycling. Ia juga diikuti rekan satu tim nya. yang berada di Ulurutan ketiga yaitu Bolor Erdene Enkhtaivan Ningxia Sport Lotterry Livall Cycling Team.

Meski Clint Hendricks finis diurutan pertama, pemegang yellow jersey masih dipegang oleh Jesse Ewart pebalap asal Australia yang bergabung dengan Sapura Cycling Team Malaysia, mampu mempertahankan yellow jersey dengan catatan waktu 22:29:49. 

Sedangkan untuk Best Sprinters Oleksandr Polivoda dari NLC Team 36 poin, dan King of Mountain ialah Jonel Carcueva G4G dari Philippines dengan 28 poin. 

Best Indonesian Rider masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman dari KFC 22:30:34. Sementara pebalap Indonesia yang berhasil finish pertama Jamal Hibatulloh PGN Cyling Team 02:35:37. 

Clint Hendricks mengatakan sangat senang atas prestasi yang diraihnya hari ini di etape VI. Ia baru ikut pada iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak di Sumatera Barat pada tahun ini. 

"Kemenangan ini memotivasi saya untuk meraih kemenangan pada dua etape lagi," ujarnya. 

Sementara itu Wali Kota Payakumbuh Rizal Palepi mengatakan masyarakat di Payakumbuh sangat antusias dengan adanya Tour de Singkarak ini. Buktinya masyarakat memadati kawasan finis yang di Ngalau Indah. 

"Kita sebenarnya sangat menginginkan Grand Opening itu di Payakumbuh. Tapi kita keterbatasan hotel. Mungkin ini yang perlu kita upayakan, supaya kita mampu menjadi tuan rumah di etape pertama," sebutnya. 

Sepanjang perjalanan pada etape VI ini yang menempuh perjalanan 150 km. Merupakan perjalanan yang disuguhi pemandangan alam yang indah. Dermaga Singkarak daerah Tanah Datar kembali dilalui oleh 86 pebalap yang ikut pada etape VI ini. 

Beruntung, pada etape VI tidak diguyur hujan. Meski langit terlihat mendung. Besok etape VII merupakan etape terpanjang kedua yakni 194,4 km dari Padang Panjang menuju Kabupaten Solok Selatan.(*)

Share:

Kedepan Tour de Singkarak Ditargetkan Good Excelent

sorotsumatera.com 

Pariaman- Kementerian Pariwisata RI menargetkan iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak bisa memperoleh predikat good excelent dari penilaian Union Cycliste Internationale (UCI). 

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan saat ini Tour de Singkarak di tingkat internasional sudah memperoleh predikat good. Artinya, Tour de Singkarak sudah termasuk iven balap sepeda internasional yang baik. 

"Rata-rata penonton untuk Tour de Singkarak mencapai 700 ribu. Dengan demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan Tour de Singkarak sangat tinggi. Hal ini sama dengan beberapa iven balap sepeda internasional yang ada di negara lainnya," katanya, di Pariaman, Minggu (11/1).

Menurutnya, Tour de Singkarak bisa saja mencapai level ke good excelent, tentu perlu ada beberapa hal yang dilakukan, seperti jalan yang dijadikan rute benar - benar sesuai standar UCI, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan. 

Arief juga sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tetap bertahan menyelenggarakan Tour de Singkarak hingga tahun ke-10 ini. Tahun ini dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara dana dianggarkan dari anggaran APBD masing-masing kabupaten dan kota dan juga provinsi. 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan terkait predikat Tour de Singkarak secara internasional yakni good sudah merupakan capaian yang luar biasa. Sepuluh tahun berjalan, adalah waktu yang cukup panjang. 

"Kita tetap konsisten dengan pelaksanaan Tour de Singkarak ini. Karena melalui iven ini adalah upaya untuk menggenjot pariwisata di Sumatera Barat," ujarnya. 

Menurutnya, persoalan evaluasi penyelenggaraan Tour de Singkarak tentu dilakukan setiap tahunnya. Tujuannya jelas, yakni untuk menghadirkan hal hal baru setiap tahunnya di Tour de Singkarak. 

Selaku menjadi daerah finis di etape terakhir, Wali Kota Pariaman Genius Umar juga mengatakan Pariaman merupakan daerah yang kecil, tapi memiliki wisata yang tak kalah hebatnya dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat. 

Sebut saja wisata budaya Tabuik, dan wisata alam seperti Pantai Tiram, Gandoriah, Pantai Kata, dan wisata budaya lainnya. Ke depan Pemko Pariaman akan terus mengupayakan mengembangkan tempat-tempat wisata. 

"Di Pariaman tidak ada tambang dan perkebunan. Jadi untuk menumbuhkan Pariaman melalui wisata. Untuk itu Pemko Pariaman membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan juga dari Kementerian," harapnya.(*)

Share:

Industri Pulp dan Kertas Dipacu Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan


sorotsumatera.com 

Jakarta- Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk terus menggunakan teknologi terkini agar dapat menghasilkan inovasi. Langkah yang sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0 ini juga dapat meningkatkan daya saing produk nasional sehingga lebih kompetitif di pasar global.

“Sampai saat ini, sudah ada 84 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Dan, Indonesia berada di peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia serta posisi ke-6 untuk produsen kertas terbesar di dunia,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Minggu (11/11).

Menurut Ngakan, berdasarkan kebijakan industri nasional, industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektoryang mendapat prioritas dalam pengembangannya. “Hal ini karena Indonesia punya potensi terutama terkait bahan baku, di mana produktivitas tanaman kita jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim subtropis,” tuturnya.

Selain itu, industri pulp dan kertas memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Berdasarkan kinerja ekspornya, industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan selama tahun 2011-2017.

Pada 2017, kedua industri tersebut menyumbang ke devisa negara sebesar USD5,8 miliar, yang berasal dari kegiatan ekspor pulp sebesar USD2,2 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea, India, Bangladesh dan Jepang serta ekspor kertas sebesar USD3,6 miliar ke negara Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

“Industri pulp dan kertas juga menyerap sebanyak 260 ribu tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung,” imbuh Ngakan. Maka itu, industri pulp dan kertas tergolong sektor padat karya dan berorientasi ekspor.

Guna mendongkrak kemampuan industri pulp dan kertas nasional, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di Bandung sebagai salah satu lembaga riset di bawah BPPI Kemenperin telah berperan aktif dalam upaya pengembangan standar hijau.

“Jadi, proses produksi di industri mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.

Pada 6-8 November 2018 lalu, BBPK Bandung menggelar 3rd International Symposium on Resource Efficiency in Pulp and Paper Technology (3rd REPTech). Simposium internasional ini bertujuan untukmempromosikan dan menyebarluaskan inovasi hasil litbang dan pengembangan teknologi berwawasanlingkungan dalam pengelolaan industri pulp dan kertas.

Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 250 peserta yangberlatar belakang kalangan industri, peneliti, praktisi, serta tenaga ahli profesional di bidang pulp dankertas, baik dari dalam maupun luar negeri.“Selain dari Indonesia, pembicara berasal dari negara Jepang, Korea, Australia, dan Malaysia. Materiyang disampaikan antara lain mengenai non-wood fiber source and technology, paper recyclingtechnology, sustainable production system in pulp and paper industry, serta penerapan industri 4.0,”tambah Ngakan.

Tujuan lain simposium ini juga melakukan pertukaran informasi terbaru tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pulp dan kertas, serta memperluas jejaring kerja sama litbang dengan mempertemukan tokoh-tokoh penting di bidang riset dari perguruan tinggi, instansi, asosiasi, dan lembaga riset yang berada di dalam maupun luar negeri.(*)
Share:

Tour de Singkarak 2018, Delapan Etape Telah Tuntas Ditempuh Dengan Panjang 1.267 km

sorotsumatera.com 

Sumbar- Tour de Singkarak 2018 telah usai. Delapan etape juga telah tuntas ditempuh dengan panjang 1.267 km yang di ikuti dari 21 tim yang terdiri dari 26 negara. Kementerian Pariwisata pun mengapresiasi TdS tahun ini, karena dinilai TdS yang tersukses, dan bermunculan juara baru. 

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan saat ini Tour de Singkarak di tingkat internasional sudah memperoleh predikat good. Artinya, Tour de Singkarak sudah termasuk iven balap sepeda internasional yang baik. 

"Rata-rata penonton untuk Tour de Singkarak mencapai 700 ribu. Dengan demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan Tour de Singkarak sangat tinggi. Hal ini sama dengan beberapa iven balap sepeda internasional yang ada di negara lainnya," katanya, di Pariaman, Minggu (11/1).

Menurutnya, Tour de Singkarak bisa saja mencapai level ke good excelent, tentu perlu ada beberapa hal yang dilakukan, seperti jalan yang dijadikan rute benar - benar sesuai standar UCI, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan. 

Arief juga sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tetap bertahan menyelenggarakan Tour de Singkarak hingga tahun ke-10 ini. Tahun ini dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara dana dianggarkan dari anggaran APBD masing-masing kabupaten dan kota dan juga provinsi.

Ia juga menyambut dengan baik munculnya juara - juara baru pada TdS 2018 ini. Menurutnya adanya para juara itu, akan mampu memotivasi pemerintah untuk lebih baik kedepannya dalam menyelenggarakan TdS. 

Berikut untuk daftar sang juara umum dari beberapa kategori:

Juara umum atau individual general classification by time yaitu pebalap asal Australia Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia dengan total catatan waktu 43:41:14

Disusul urutan kedua Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman 43:41:24. Urutan ketiga Ariya Phounsavath Thailand Continental Cycling Team 43:41:30

Best Sprinters atau green jersey dipegang oleh Oleksandr Polivoda dari NLC dengan poin 60. Urutan kedua Ryan Cavanagh St Goe T poin 44. Lalu untuk Best King of Mountain juga dipegang oleh Oleksandr Polivoda dari NLC dengan mengumpulkan poin 67. 

Sementara untuk Team General Classification diraih oleh Thailand Continental Cycling Team diurutan pertama dengan catatan waktu 131:09:14. Disusul BIKE AID dengan catatan waktu 131:09:48. Ketiga KFC Indonesia dengan catatan waktu 131:13:56

Best Indonesian Rider red and white jersey yakni Novardianto Jamalidin dari tim PGN Cyling Team dengan total catatan waktu 16:01:42. Kedua Muhammad Imam Arifin dari KFC dengan catatan waktu 16:01:42. Urutan ketiga Arri Pratama sari PRB dengan catatan waktu 16:01:42

Best Team Classification jatuh ke Sapura Cycling Team Malaysia dengan kakulasi waktu 48:05:06. Lex Cycling Team Laos dengan kakulasi waktu 48:05:06. Bike AID dengan kakulasi waktu 48:05:06

Hasil Etape VIII

Sementara yang finis terdepan etape VIII sepanjang 158 km yang dimulai dari Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan - Pantai Kata, Kota Pariaman, juga memiliki juara baru. 

Pebalap atas nama Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman 16:01:42 finis diurutan pertama. Disusul urutan kedua pebalap Lucas Carstensen BIKE AID catatan waktu sama. Urutan ketiga Mohamad Izzat Hilmi Abdul Halil dari Sapura Cycling Team Malaysia catatan waktu sama.(*)

Share:

Sumbar Hasil Pemenang 2018 Tour de Singkarak Etape VIII

sorotsumatera.com 

Sumbar- Tour de Singkarak 2018 telah usai. Delapan etape juga telah tuntas ditempuh dengan panjang 1.267 km yang di ikuti dari 21 tim yang terdiri dari 26 negara. Kementerian Pariwisata pun mengapresiasi TdS tahun ini, karena dinilai TdS yang tersukses, dan bermunculan juara baru. 

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan saat ini Tour de Singkarak di tingkat internasional sudah memperoleh predikat good. Artinya, Tour de Singkarak sudah termasuk iven balap sepeda internasional yang baik. 

"Rata-rata penonton untuk Tour de Singkarak mencapai 700 ribu. Dengan demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan Tour de Singkarak sangat tinggi. Hal ini sama dengan beberapa iven balap sepeda internasional yang ada di negara lainnya," katanya, di Pariaman, Minggu (11/1).

Menurutnya, Tour de Singkarak bisa saja mencapai level ke good excelent, tentu perlu ada beberapa hal yang dilakukan, seperti jalan yang dijadikan rute benar - benar sesuai standar UCI, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan. 

Arief juga sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tetap bertahan menyelenggarakan Tour de Singkarak hingga tahun ke-10 ini. Tahun ini dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara dana dianggarkan dari anggaran APBD masing-masing kabupaten dan kota dan juga provinsi.

Ia juga menyambut dengan baik munculnya juara - juara baru pada TdS 2018 ini. Menurutnya adanya para juara itu, akan mampu memotivasi pemerintah untuk lebih baik kedepannya dalam menyelenggarakan TdS. 

Berikut untuk daftar sang juara umum dari beberapa kategori:

Juara umum atau individual general classification by time yaitu pebalap asal Australia Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia dengan total catatan waktu 43:41:14

Disusul urutan kedua Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman 43:41:24. Urutan ketiga Ariya Phounsavath Thailand Continental Cycling Team 43:41:30

Best Sprinters atau green jersey dipegang oleh Oleksandr Polivoda dari NLC dengan poin 60. Urutan kedua Ryan Cavanagh St Goe T poin 44. Lalu untuk Best King of Mountain juga dipegang oleh Oleksandr Polivoda dari NLC dengan mengumpulkan poin 67. 

Sementara untuk Team General Classification diraih oleh Thailand Continental Cycling Team diurutan pertama dengan catatan waktu 131:09:14. Disusul BIKE AID dengan catatan waktu 131:09:48. Ketiga KFC Indonesia dengan catatan waktu 131:13:56

Best Indonesian Rider red and white jersey yakni Novardianto Jamalidin dari tim PGN Cyling Team dengan total catatan waktu 16:01:42. Kedua Muhammad Imam Arifin dari KFC dengan catatan waktu 16:01:42. Urutan ketiga Arri Pratama sari PRB dengan catatan waktu 16:01:42

Best Team Classification jatuh ke Sapura Cycling Team Malaysia dengan kakulasi waktu 48:05:06. Lex Cycling Team Laos dengan kakulasi waktu 48:05:06. Bike AID dengan kakulasi waktu 48:05:06

Hasil Etape VIII

Sementara yang finis terdepan etape VIII sepanjang 158 km yang dimulai dari Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan - Pantai Kata, Kota Pariaman, juga memiliki juara baru. 

Pebalap atas nama Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman 16:01:42 finis diurutan pertama. Disusul urutan kedua pebalap Lucas Carstensen BIKE AID catatan waktu sama. Urutan ketiga Mohamad Izzat Hilmi Abdul Halil dari Sapura Cycling Team Malaysia catatan waktu sama.(*)

Share:

Tugu TMMD ke 103 Kodim 0311/Pessel 100 Persen

Pembangunan yang dilakukan oleh TNI dalam rangka membantu pemerintah daerah memeratakan desa tertinggal, terpelosok maupun teriolasi berbagai akses kebutuhan pokok masyarakat, melalui TMMD setiap tahunnya dipastikan meninggalkan kenang-kenangan berupa Tugu TMMD.

Tugu TMMD adalah simbol manunggalnya rakyat bersama TNI selama 1 bulan pelaksanaan program, membangun bersama dalam jalinan gotong-royong.

Untuk mewujudkan simbolisasi dalam gelaran TMMD  103 Kodim 0311/Pessel telah berdiri kokoh prasasti TMMD di pinggir baru titik 0 KM Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah.

Dansatgas TMMD, Letkol Arh Wahyu Akhadi,SH.,  menyatakan bahwa, pembangunan simbol tersebut menjadi bukti nyata manunggalnya rakyat Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang dengan TNI.

Menurut Wahyu, prasasti ini dibuat bukan hanya sebagai hiasan saja, namun sebagai gambaran dan ukiran sejarah bahwa Satuan Tugas TMMD 103 Kodim 0311/Pessel telah menyentuh masyarakat Lakitan Tengah yang merindukan pembangunan.

"Semua ini terlaksana berkat manunggalnya TNI bersama pemerintah daerah serta unsur-unsur terkait lainnya, Ormas maupun warga setempat sendiri sebagai objek pembagunan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan TMMD ini." ungkapnya mengapresiasi, Sabtu (10/11)).

Tak lupa Wahyu Akhadi berpesan kepada seluruh masyarakat Lakitan Tengah agar merawat hasil-hasil pembangunan yang telah dibuat. Karena hasil karya TNI di akhir tahun 2018 ini, diharapkan juga dapat bermanfaat bagi generasi selanjutnya
Share:

IKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional


sorotsumatera.com

Jakarta- Industri kecil dan menengah (IKM) berperan menjadi tulang punggung terhadap perekonomian nasional. Sebab, IKM sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia, aktivitasnya dinilai membawa efek berganda yang positif untuk mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“IKM konsisten sebagai penopang perekonomian Indonesia, bahkan menjadi salah satu sektor industri yang mampu berdiri tegak pada saat krisis moneter global,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (10/11).

Kekuatan IKM di dalam negeri, tercermin dari jumlahnya yang terus meningkat. Berdasarkan catatan Kemenperin, industri kecil pada tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha, naik menjadi 4,49 juta unit usaha di semester I tahun 2018. Artinya, ada penambahan hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun belakangan ini.

“Ketika mencapai 4 juta unit IKM di tahun 2016, tenaga kerja yang terserap lebih dari 10 juta orang. Tentunya, jumlah tersebut mendominasi dari populasi tenaga kerja industri di Indonesia,” ungkap Gati. Dia pun meyakini, jumlah IKM nasional akan semakin meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah yang diperkirakan mencapai 70 persen dari total penduduk Indonesia pada tahun 2025 nanti.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2018 naik sebesar 3,88 persen (y-on-y) terhadap triwulan III-2017. Peningkatan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, yang mencapai 18,64 persen. Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri pengolahan tembakau, hingga 32,36 persen.

Gati menegaskan, pihaknya semakin gencar menumbuhkan wirausaha baru khususnya pada sektor IKM. Namun, seiring dengan perkembangan era revolusi industri 4.0, para pelaku IKM nasional dipacu untuk segera memanfaatkan teknologi terkini.

“Misalnya, kami telah memberikan pelatihan pemasaran digital bagi pengurus dan anggota Bhayangkari yang dikuti sebanyak 200 peserta di Surabaya,” tuturnya. Para peserta tersebut diberikan pemahaman tentang proses produksi, standardisasi produk dan kemasan, pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI), serta fasilitas restrukturisasi mesin dan peralatan IKM.

Selain itu, para peserta juga dikenalkan tentang aplikasi “IKM Digital Learning” yang merupakan hasil kerja sama antara Ditjen IKM dengan Ruangguru. “Mereka dapat me-refresh materi-materi yang diberikan di dalam kelas dengan menyaksikan video materi pada aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Di samping itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu syarat mutlak dalam pemberdayaan IKM nasional agar lebih berdaya saing global di tengah era revolusi industri 4.0. “Selain dengan pelatihan, pemberdayaan IKM juga perlu dilakukan melalui pendampingan. Untuk itu, dibutuhkan pembina industri yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mumpuni,” kata Sekretaris Ditjen IKM Kemenperin Eddy Siswanto.

Eddy menyebutkan, sepanjang tahun ini, Ditjen IKM Kemenperin telah melakukan pembinaan kepada lebih dari 120 tenaga penyuluh untuk memacu daya saing IKM nasional. Peserta itu terdiri dari Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (PFPP), fasilitator manajemen mutu, analis kontrol industri pangan, dan konsultan HKI.

“Para PFPP ini harus memiliki tiga jenis kompetensi, yaitu tentang manajerial, teknis, dan sosio kultural. Saat ini, jumlah PFPP dari 20 provinsi sudah sebanyak 262 orang. Di tahun 2018 ini, pengembangan IKM akan difokuskan pada pembinaan peningkatan kualitas kemasan,” paparnya.

Dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk IKM, sampai tahun 2017, Ditjen IKM telah membantu pembuatan 6998 desain kemasan, 7396 desain merek dan bantuan dalam bentuk kemasan cetak kepada 351 IKM. Sementara di bidang HKI, Ditjen IKM telah membina sebanyak 1.045 orang fasilitator HKI. Sedangkan Klinik HKI IKM, hingga Agustus 2018, telah memfasilitasi pendaftaran HKI sebanyak 3563 merek, 1224 hak cipta, 16 paten, dan 69 desain produk industri.(**)
Share:

Anggota TNI berbaur dengan sejumlah siswa di SMP Negeri 5 Lengayang

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah sebuah amanat dari Pancasila. Sebagai seorang prajurit yang bertugas di satuan teritorial, anggota TNI dituntut untuk menjadi serba bisa saat berada di tengah masyarakat.

Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 0311/Pessel, anggota TNI yang tergabung dalam satgas TMMD wajib menunjukkan hal itu. Prajurit TNI wajib berkontribusi ikut mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan bimbingan kepada anak-anak dan generasi muda dalam memperkaya ilmu pengetahuan.

Salah seorang anggota Satgas TMMD, Serka Riki Yosda berupaya membantu anak-anak dalam belajar. Di sela-sela kesibukan dalam program pembangunan fisik di Kampung Air Kalam Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang, Yosda berupaya mendekatkan diri dengan berbagai kalangan masyarakat, di antaranya belajar dan bermain  bersama sejumlah siswa SMP Negeri 5 Lengayang. Sabtu (10/11)

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya menciptakan indahnya kebersamaan dalam membangun dan mewujudkan suatu wujud cinta Tanah Air,” katanya Yosda

Salah seorang siswa SMP Negeri 5 Lengayang, Pamul Sukri mengaku senang dan pun mengucapkan terima kasih kepada anggota Satgas TMMD yang mau berbaur menularkan pengalaman mereka kepada para siswa. “Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.


Share:

DANREM 032/Wbr PIMPIN PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P mengawali rangkaian peringatan  Hari Pahlawan dengan upacara peringatan hari pahlawan tahun 2018 di lapangan Makorem 032/Wbr Jln Sudirman No. 29 Padang. Upacara ini diikuti oleh para Kasi, Kabalak Aju serta prajurit dan PNS Korem wilayah Padang dan dilaksankan di lapangan upacara Korem (Sabtu, 10 Nov 2018)

Usai melaksanakan upacara di Makorem Danrem beserta rombongan langsung menuju pelabuhan Teluk Bayur untuk mengikuti rangkaian Upacara Tabur Bunga. Pelaksanaan Upacara tabur bunga dipimpin oleh Danlantamal II Laksma TNI Agus Sulaeman, dan diikuti oleh Danrem, Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol. Rahmadi, para perwira dari Lantamal, Korem, Lanud dan Polda.  Pelaksanaan upacara dilaksankan di KRI Kala Hitam ini diakhiri dengan Tabur bunga ke laut sebagai wujud penghargaan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa.

Usai melaksanakan upacara tabur bunga, Danrem bergerak menuju Lapangan Imam Bonjol Padang guna mengikuti rangkaian Peringatan Hari Pahlawan sesuai yg direncakan telah  dipersiapkan, dimana dalam kegiatan ini dilaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelajar baik dari tingkat SD SMP dan SMA. Kegiatan peringatan Hari Pahlawan yang mengambil tema "Pesta Para Pahlawan"  ini dilaksanakan kerjasama dengan Yayasan Pelangi Indonesia.

Untuk menyemarakkan kegitan ini dilaksanakan berbagai kegiatan mulai dari penyuluhan bahaya narkoba,  lomba pawai, yel yel, permainan anak anak,  serta menampilkan Marching Band dari SMP Kartika Padang.

Selain kegiatan tersebut panitia juga menyediakan  stan kuliner murah, donor darah, dorprize dan kegiatn lainnya.

Dalam sambutannya  dihadapan ratusan masyarakat dan adek adek pelajar,  Danrem berpesan agar kita semua khususnya para generasi muda dari Sumatera Barat yang telah banyak melahirkan para pahlawan nasional seperti Tuanku Imam Bonjol, Bung Hatta, Agus Salim harus bisa kita contoh. "Sumatera Barat banyak melahirkan pahlawan nasional dan ditubuh para generasi muda mengalir darah darah pahlawan dan kalian adalah generasi penerus bangsa, belaharlah dengan giat dan wujudkan cita citamu untuk membangun bangsa ini karena kalian adalah generasi penerus Bangsa ini tegas Danrem"

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksankan pemberian bantuan dan tali asih kepada para veteran.

Pada kesempatan yang sama
Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah juga memberikan piagam  pengahargaan  kepada Danrem 032/Wbr, Dandim 0312/Pdg dan Danyon 133/YS atas  kerjasamanya dalam membina anak jalanan  melalui pola pembinaan terpadu di kota Padang.
 
Sebelum mengakhiri rangkaian acara dilaksanakan do'a lintas Agama yang diawali pembacaan Doa Agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. 

Setelah pelaksanaan do'a lintas agama oleh pemuka amasing masing agama Danrem bersama  Forkopimda, tamu undangan serta masyarakat dan adik adik siswa siswi dari berbagai sekolah di Kota Padang ini melaksanakan pelepasan Balon ke udara dan dilanjutkan foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan Danrem dalam  peringatan hari Pahlawan di Kota Padang ini berjalan dengan tertib aman dan lancar.
Share:

IKLAN

IKLAN

Author

Total Pengunjung

BERITA TERBARU

IKLAN

IKLAN

Comments

Archive

Text Widget

Gadgets

Find us on Facebook

LIPUTAN KHUSUS

liputan khusus

DHARMASRAYA

dharmasraya

Blog Archive

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.